Mitos vs Fakta: Remas Payudara Menyebabkan Kanker

189
Penyebab Kanker Payudara karena sering diremas
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

Penyebab kanker payudara karena sering diremas? Fakta atau sekadar mitos belaka ya? Tentu hal ini dikhawatirkan oleh “kaum hawa” yang khususnya aktif secara seksual. Kekhawatiran ini merupakan hal yang wajar mengingat tak ada satupun yang ingin mengalami serangan kanker karena hal tersebut bukan? Benarkah remas payudara menyebabkan kanker?

Dari pada terus merasa khawatir, mari kita simak informasi dalam keterangan berikut. Namun sebelumnya ketahuilah bahwa info berikut bukanlah pengganti saran medis yang diberikan dokter. Jika Anda merasa adanya keluhan seputar payudara ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter secara langsung (face to face), sehingga perawatan yang sesuai dapat Anda lakukan.

Mitos vs Fakta—Benarkah Remas Payudara Menyebabkan Kanker?

Pertanyaan ini seringkali timbul mengingat meningkatnya aktivitas seksual dikalangan remaja dan orang dewasa muda, bahkan tak sedikit orang dewasa yang “berpengalaman” turut merasakan kekhawatiran ini. Adanya isu timbulnya kanker payudara karena sering diremas berdampak terhadap psikologis wanita. Tentunya hal ini dapat membuat “kaum hawa” merasa tidak aman. Ada pula yang menanggapinya secara ekstrem sehingga membuat mereka mengalami depresi atau “paranoid”. Setiap tanggapan sehubungan dengan hal ini bisa jadi berbeda-beda.

Disisi lain adanya isu remas payudara menyebabkan kanker turut menjadi perlindungan bagi “kaum hawa” untuk menolak aktivitas seksual yang tidak seharusnya mereka lakukan. Misalnya maraknya hubungan seksual dikalangan remaja hingga orang dewasa muda yang belum menikah. Setidaknya, secara psikologi wanita yang khawatir akan serangan kanker akan menolak aktivitas seksual demikian. Bagi yang sudah menikah, isu penyebab kanker payudara karena sering diremas dapat menurunkan gairah seksual wanita bahkan pasangan pria.

Umumnya serangan kanker payudara terjadi karena perubahan sel normal payudara menjadi tidak normal. Pemicunya dapat diakibatkan oleh radiasi, adanya riwayat kanker dalam keluarga, pernah mengalami serangan kanker jenis lainnya, ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi menstruasi maupun siklus menopause, ataupun terjadinya penumpukan lapisan lemak pada jaringan sel payudara yang menimbulkan gangguan kesehatan lainnya. Serangan kanker payudara bisa juga dialami wanita yang belum pernah hamil atau menyusui.

Di beberapa negara tertentu, meremas payudara atau trauma akibatnya sering dilaporkan sebagai penyebab kanker payudara dengan mengesampingkan semua faktor risiko lain dari penyakit kanker. Tapi, beberapa literatur kesehatan menyebutkan bahwa trauma bukan penyebab kanker payudara. Namun, hal itu menyebabkan penyakit payudara lain yang disebut ‘nekrosis lemak traumatis’ yang muncul sebagai benjolan payudara tanpa rasa sakit dan tampak seperti karsinoma atau kanker—Mina Ali Shaikh mahasiswa kedokteran di Universitas Kedokteran Jinnah Sindh.

Baca juga:  7 Tanda-Tanda Kanker Payudara Stadium Awal

Penyebab Kanker Payudara karena sering diremas—Mungkinkah?

Lalu, darimana datangnya asumsi bahwa remas payudara menyebabkan kanker? Bisa jadi ini didasarkan atas menyebarnya berita di jejaring sosial yang menyebutkan bahwa penyebab kanker payudara ialah karena sering diremas. Berita ini bisa benar ataupun tidak bergantung pada informasi yang disampaikan. Apakah terdapat penelitian yang mendasar atas isu tersebut? Terlebih jika penelitian menyebutkan pendapat dokter, bisa jadi Anda segera meyakininya sebagai kebenaran. Sekalipun terdapat penelitian, ada baiknya untuk menggali referensi informasi lainnya.

Adapula yang memercayai bahwa aktivitas meremas payudara memang menyebabkan kanker berdasarkan pengalaman pribadi yang belum sepenuhnya benar. Maksudnya berdasarkan pendapat pribadi yang belum didasarkan atas pemeriksaan medis guna meneguhkan pernyataan tersebut. Mungkin dikarenakan adanya indikasi seperti payudara terasa membesar saat diremas. Anda mungkin merasakan itu, namun jangan langsung mengira bahwa itu adalah kanker. Selalu pastikan dengan konsultasi dokter dan pemeriksaan medis lanjutan agar Anda dapat merasa tenang.

Perlu diingat bahwa setiap wanita hendaknya melindungi “aset berharga” mereka. Tujuan mulia bagian tubuh ini sebagai sarana pemberi kehidupan bagi “sang buah hati” saat Anda menyusuinya. Jangan biarkan siapapun yang tidak berhak menyentuh bagian tersebut. Bagi pria, upaya atau tindakan yang dianggap tidak menyenangkan dapat mengarah pada kasus pelecehan seksual. Maka ada baiknya untuk menjaga diri agar tidak terlalu bersemangat. Sekarang, mari kita lihat apakah timbulnya kanker payudara dapat terjadi dengan meremas payudara?

Mitos Tentang Kanker Payudara Karena sering Diremas

Ada yang mungkin berbagi cerita dengan mengatakan “Hati-hati loh, kalau payudara sering diremas bisa buat kamu kena kanker!”. Atau ada yang mungkin mengatakan “Benar loh, karena payudara sering diremas, saya merasa payudara membengkak dan nyeri seperti pada gejala kanker”. Ada juga pertanyaan polos seperti, “apa akibat yang muncul jika payudara kita sering diremas saat belum menikah?”. Perlu diketahui bahwa tak ada perbedaan antara meremas payudara saat menikah atau belum, namun hal ini tidak seharusnya dilakukan jika belum menikah.

Benarkah aktivitas remas payudara menyebabkan kanker? Sayang sekali, tampaknya pendapat penyebab kanker payudara karena sering diremas belum dapat dipastikan kebenarannya. Mitos ini beredar bisa jadi sebagai bentuk perhatian orang-orang disekitar Anda yang khawatir akan kondisi kesehatan Anda. Khususnya jika diantara “kaum wanita” senang berbagi rahasia mengenai kehidupan seksualnya. Namun tak sepenuhnya informasi tersebut bisa dianggap sepele, jika ada indikasi nyeri bisa jadi Anda mengalami gangguan kesehatan lainnya yang perlu dipastikan.

Baca juga:  SADARI Kanker Payudara, Cara Deteksi Kanker Sendiri

Fakta Tentang Kanker Payudara Karena sering Diremas

Faktanya kegiatan meremas payudara memang dapat menimbulkan pembesaran payudara yang dikarena adanya peningkatan aktivitas pembuluh darah disekitar payudara. Hal ini terjadi karena otak menanggapi kegiatan meremas payudara sebagai rangsangan yang memicu aliran darah untuk mengalir disekitar payudara. Hal ini menyebabkan payudara membesar selama “sesaat” saja bukan permanen. Payudara juga terasa lebih sensitif terhadap sentuhan, tak heran jika pasangan menikah menikmati aktivitas tersebut—bila dilakukan dengan cara yang tepat.

Jika kegiatan ini menimbulkan rasa sakit dan nyeri, tentu ada indikasi gangguan kesehatan. Hal ini bisa dikarenakan gerakan atau tindakan yang salah saat meremas payudara, misalnya tidak bisa mengontrol tekanan pada jari-jemari. Hal ini menyebabkan trauma pada jaringan payudara, sehingga bisa menyebabkan peradangan atau pembengkakan yang tidak diinginkan. Namun, waspadalah jika rasa sakit dan nyeri terjadi saat Anda menekan payudara sekalipun Anda jarang atau tidak pernah mendapatkan rangsangan, terlebih disertai adanya benjolan abnormal.

Mengingat indikasi kanker payudara juga dapat berupa rasa nyeri dan sakit pada payudara, namun disertai dengan adanya benjolan abnormal. Namun, terkadang ada kekeliruan sewaktu mengira pembengkakan dengan benjolan kanker. Maka hal ini perlu dipastikan dengan melakukan pemeriksaan medis lanjutan. Jika Anda pasangan menikah, janganlah khawatir terhadap isu mengenai remas payudara menyebabkan kanker. Penyebab kanker payudara karena sering diremas belum dapat dipastikan secara tepat.

Jika Anda adalah wanita yang belum menikah, alangkah baiknya untuk mencegah siapapun yang hendak melakukan tindakan meremas payudara. Pertimbangkan dampaknya bagi kesehatan Anda, sekalipun belum ada bukti terkait timbulnya kanker. Hal ini bisa mengarah pada rusaknya sel disekitar payudara, jika tindakan ini dilakukan dengan cara yang tidak tepat. Terlebih pada pasangan belum menikah yang cenderung memikirkan kepuasan pribadi dibandingkan mempertimbangkan kondisi pasangannya.


dr. Eni Yulvia Susilayanti. Dampak buruk payudara sering diremas. 30 Desember 2017. URL: https://www.alodokter.com/komunitas/topic/cara-mengatasi-agar-payudara-tidak-sakit.