Apa yang Diperlukan Pasca Operasi Kanker Payudara?

46
Ilustrasi Pasca Operasi Kanker Payudara
Credit Photo: CHOReograPH / BigStock

Diedit:

Apakah Anda baru selesai operasi kanker payudara? Perawatan untuk pasien kanker payudara tidak berhenti setelah operasi selesai. Dokter dan tim perawat akan terus memeriksa pasien untuk memastikan apakah kanker kambuh lagi, untuk mengendalikan efek samping, dan untuk memantau kesehatan pasien secara keseluruhan. Ini disebut perawatan lanjutan pasca operasi kanker payudara.

Perawatan lanjutan biasanya terdiri dari pemeriksaan fisik dan tes-tes medis yang dijadwalkan secara teratur. Dokter akan terus memantau perkembangan kondisi Anda hingga beberapa bulan, bahkan beberapa tahun mendatang.

Selain itu, tak sedikit pasien kanker payudara yang setelah operasi mengalami beberapa efek samping. Efek-efek samping itu bisa jadi cukup berat sehingga membutuhkan perawatan khusus. Artikel ini akan membahas mengenai apa saja yang perlu dilakukan pasca operasi kanker payudara, untuk memastikan proses pemulihan pasien berjalan dengan lancar.

Pasca Operasi Kanker Payudara: Memantau Kekambuhan

Salah satu fungsi perawatan lanjutan ialah untuk memantau jika terjadi kekambuhan, maksudnya jika kanker muncul lagi. Kanker bisa muncul lagi apabila ada sel-sel kanker yang masih tersisa di dalam tubuh. Seiring waktu, sisa sel-sel itu bisa bertambah banyak dan akhirnya kembali memunculkan gejala-gejala kanker dalam tubuh.

Kanker payudara bisa muncul lagi di payudara atau bagian tubuh lainnya. Pada umumnya kekambuhan mulai terdeteksi ketika pasien merasakan gejala-gejala atau ketika ditemukan sesuatu yang tidak normal selama pemeriksaan fisik. Gejala-gejala kanker payudara kambuh lagi setelah operasi antara lain:

  • Benjolan di ketiak atau di sepanjang dinding dada
  • Rasa sakit yang terus ada, memburuk, dan tidak membaik setelah diobati
  • Rasa sakit, retak, atau bengkak di tulang, punggung, atau persendian (bisa jadi tanda kanker menyebar ke tulang)
  • Sakit kepala, kejang, pusing, perubahan kepribadian, hilang keseimbangan, atau gangguan penglihatan (bisa jadi tanda kanker menyebar ke otak)
  • Batuk terus-menerus, sesak napas, atau susah bernapas (bisa jadi tanda kanker menyebar ke paru-paru)
  • Tingkat energi yang berubah, misalnya merasa tidak enak badan atau sangat lelah
  • Nafsu makan jauh berkurang dan/atau berat badan turun
  • Mual atau muntah

Beritahukanlah pada dokter jika Anda khawatir dengan keluhan-keluhan yang Anda rasakan saat melakukan pemeriksaan rutin. Bila diperlukan, dokter akan meminta Anda melakukan tes-tes medis tertentu untuk memastikan apakah kanker muncul kembali.

Pasca Operasi Kanker Payudara: Mengendalikan Efek Samping

Tidak sedikit pasien kanker payudara yang masih terus merasakan efek samping meski pengobatan standarnya sudah selesai. Itu disebut efek samping jangka panjang. Ada juga efek samping yang muncul belakangan, mungkin beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun setelahnya. Efek samping itu bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara mental atau emosi.

Baca juga:  Makanan untuk Penderita Kanker Payudara

Apa saja efek samping yang dapat muncul setelah operasi kanker payudara? Operasi mastektomi atau lumpektomi mungkin meninggalkan bekas luka di payudara, atau mungkin membuat bentuk atau ukuran payudara berubah dari sebelum operasi. Atau, bagian di sekitar lokasi operasi bisa mengeras.

Apabila luka bekas operasi masih basah, luka itu mungkin perlu secara teratur diperiksa di rumah oleh seorang perawat, atau Anda mungkin diminta untuk kembali ke rumah sakit setiap hari. Anda biasanya sudah bisa mandi secara normal setelah operasi (jika luka ditutup dengan pembalut kedap air), tapi disarankan tidak menggunakan sabun atau produk deodoran di sekitar area luka.

Staf perawat akan memberi saran khusus tentang cara merawat luka dan mengganti balutannya. Mereka juga akan membuat pengaturan untuk mengangkat jahitan operasi jika benangnya bukan jenis yang larut diserap tubuh.

Jika kelenjar getah bening ikut diangkat selama operasi, maka bisa saja terjadi pembengkakan (limfedema) pada lengan, dinding dada, atau payudara. Pembengkakan ini bahkan dapat terjadi bertahun-tahun setelah operasi. Ini merupakan risiko seumur hidup bagi para survivor kanker payudara.

Sebaiknya temui dokter bila Anda mengalami pembengkakan pada tubuh untuk waktu yang cukup lama. Untuk mengurangi pembengkakan limfedema, dokter umumnya akan menyarankan pasien untuk melakukan perawatan kulit, latihan lengan dan pundak, aktif secara fisik, menjaga berat badan, memakai perban kompresi, dan perawatan-perawatan tertentu.

Pasca Operasi Kanker Payudara: Pemulihan Setelah Operasi

Setelah operasi pasien akan memasuki masa pemulihan, baik secara fisik maupun emosi. Masa pemulihannya tentu berbeda dari orang ke orang. Kembali pulang ke rumah setelah menyelesaikan pengobatan bisa membuat emosi Anda campur aduk.

Anda pasti merasa lega karena operasi sudah selesai, tapi masih ada rasa khawatir karena nanti harus kembali lagi ke rumah sakit untuk mengambil hasil pemeriksaan. Anda mungkin merasa rentan atau lemah karena tidak ada dokter, perawat, atau petugas rumah sakit lainnya yang bisa langsung menolong Anda jika terjadi sesuatu.

Di saat-saat seperti itu Anda membutuhkan teman untuk bercerita atau untuk sekadar menemani. Utarakanlah perasaan Anda kepada sahabat atau keluarga yang Anda percayai. Dan jangan ragu untuk minta bantuan darinya jika Anda membutuhkan sesuatu.

Baca juga:  SADARI Kanker Payudara, Cara Deteksi Kanker Sendiri

Saat melakukan pemeriksaan rutin ke dokter, ungkapkanlah apa yang Anda rasakan kepadanya, termasuk rasa takut, rasa sakit, dan masalah lainnya. Dengan mengetahui keresahan Anda, dokter mungkin dapat memberikan saran-saran praktis yang sesuai kebutuhan Anda.

Selain itu Anda juga dianjurkan untuk mencoba berolahraga ringan, misalnya berjalan kaki di sekitar rumah jika keadaan memungkinkan. Olahraga dapat membantu mencerahkan kembali suasana hati Anda.

Tetapi ada baiknya hindari dulu kegiatan-kegiatan fisik yang butuh banyak energi. Ingatlah bahwa tubuh Anda dalam masa pemulihan pasca operasi kanker payudara, jadi masih butuh banyak istirahat.

Anda biasanya tidak disarankan untuk tidak mengangkat atau membawa beban berat sampai luka bekas operasi benar-benar sembuh. Jika Anda berhati-hati, biasanya Anda sudah bisa kembali melakukan kegiatan normal dalam beberapa minggu setelah operasi. Tapi tentunya ini berbeda dari orang ke orang dan bergantung pada jenis operasi yang dijalani.

Kesimpulan

Dokter biasanya akan memberikan perawatan lanjutan pada pasiennya, terdiri dari pemeriksaan fisik dan tes-tes medis yang dijadwalkan secara teratur. Selama pemeriksaan tersebut, dokter akan memantau apakah ada tanda-tanda kekambuhan kanker pada pasiennya. Dokter juga dapat memberikan bantuan jika pasien mengalami efek-efek samping yang menggangu.

Setelah operasi kanker payudara, pasien mungkin diizinkan pulang ke rumah dan akan memasuki masa pemulihan. Di masa pemulihan, penting bagi seorang survivor kanker untuk memperhatikan kesehatan fisik maupun emosinya. Jangan ragu untuk minta dukungan dan bantuan dari orang-orang terdekat Anda selama masa pemulihan ini.

Saat hendak kembali ke aktivitas normal, ada baiknya untuk melakukannya secara perlahan. Jangan dulu mengangkat atau membawa beban berat sampai luka bekas operasi benar-benar sembuh. Biasanya dalam waktu beberapa minggu Anda sudah bisa kembali melakukan kegiatan normal.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang pasca operasi kanker payudara. Semoga informasi ini dapat berguna khususnya bagi para survivor kanker payudara yang baru saja menjalani operasi. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar penyakit kanker payudara hanya di Deherba.com.


Sumber Referensi:

Breast Cancer Now. After Surgery. URL: https://breastcancernow.org/information-support/facing-breast-cancer/living-beyond-breast-cancer/after-surgery. Accessed: 2019-11-26

Cancer.Net. Breast Cancer: Follow-up Care and Monitoring. URL: https://www.cancer.net/cancer-types/breast-cancer/follow-care-and-monitoring. Accessed: 2019-11-26