4 Penyebab Penyakit Liver yang Harus Lebih Diwaspadai


By Cindy Wijaya

Liver atau hati adalah salah satu organ paling penting fungsinya bagi seluruh tubuh. Tanpa organ ini, kita tidak bisa mencerna makanan dan tidak bisa membersihkan tubuh dari zat beracun. Jadi kalau ada penyakit liver seluruh tubuh kita bisa terkena dampaknya. Sayangnya ada banyak penyebab penyakit liver, mulai dari yang ringan hingga yang berat.

Dalam artikel ini akan dibahas secara garis besar sejumlah penyebab penyakit liver yang lebih umum dihadapi orang-orang. Semoga informasi ini dapat membantu Anda dan keluarga untuk lebih waspada dan sanggup menghindari penyebab-penyebab tersebut.

Penyebab Penyakit Liver 1: Infeksi

Parasit dan virus bisa menyerang dan menginfeksi liver, lalu menyebabkan peradangan yang mengganggu fungsi hati. Virus yang menyebabkan penyakit hati ini bisa menyebar melalui darah atau air mani, makanan atau air yang tercemar, atau kontak erat dengan orang yang sudah lebih dulu terinfeksi.

Jenis infeksi liver yang paling umum adalah virus hepatitis, antara lain:

  • Hepatitis A: Kebanyakan orang tertular karena makan atau minum sesuatu yang tercemar kotoran (dari feses/tinja). Jika mengalaminya, Anda mungkin tidak memiliki gejala apapun. Infeksi biasanya hilang sendiri dalam waktu 6 bulan tanpa bahaya jangka panjang.
  • Hepatitis B: Bisa menular dari orang lain, seperti melalui hubungan seks tanpa pengaman atau penggunaan jarum suntik bersama. Jika infeksi berlangsung lebih dari 6 bulan, Anda jadi lebih rentan terkena kanker hati atau penyakit lainnya.
  • Hepatitis C: Berasal dari darah yang terinfeksi yang masuk ke dalam darah Anda. Anda mungkin terpapar jika menggunakan narkoba dengan jarum suntik bersama atau yang berkaitan dengan HIV. Gejala mungkin tidak muncul hingga bertahun-tahun.

Penyebab Penyakit Liver 2: Gangguan Sistem Imun

Sistem imun kita bertugas melawan “penyusup” seperti bakteri dan virus. Tetapi sistem itu bisa keliru dan justru menyerang satu atau beberapa bagian tubuh sendiri, salah satunya liver. Ada sejumlah penyakit hati yang berkaitan dengan gangguan sistem imun, antara lain:

  • Hepatitis autoimun: Menyebabkan peradangan di hati. Penyakit ini bisa menyebabkan gangguan lain dan bahkan gagal hati. Penyakit ini biasanya menyerang anak perempuan, dan perempuan lebih sering terkena daripada anak laki-laki atau pria dewasa.
  • Kolangitis bilier primer: Menyerang saluran kecil di hati yang disebut saluran empedu. Saluran ini membawa empedu, bahan kimia yang membantu mencerna makanan. Jika saluran terluka, empedu kembali ke dalam hati dan meninggalkan bekas luka. Wanita lebih sering mengalaminya daripada pria.
  • Kolangitis sklerosis primer: Melukai saluran empedu, dan pada akhirnya dapat menghambatnya. Empedu jadi menumpuk di hati, dan itu membuat hati sulit bekerja. Ini dapat menyebabkan kanker hati, dan suatu hari mungkin diharuskan menjalani transplantasi hati oleh dokter. Pria lebih mungkin mengalaminya dibandingkan wanita.

Penyebab Penyakit Hati 3: Kanker dan Tumor

Bila kanker muncul di organ liver, maka kemungkinan besar itu adalah hasil penyebaran dari bagian tubuh lain, misalnya dari paru-paru, usus besar, atau payudara. Hanya sedikit kanker yang memang bermula di liver.

  • Kanker hati: Lebih sering dialami wanita daripada pria. Dokter mungkin menyebutnya karsinoma hepatoselular. Anda lebih berisiko mengalaminya jika memiliki penyakit hepatitis atau terlalu banyak minum alkohol.
  • Kanker saluran empedu: Menyerang saluran yang membawa empedu dari liver menuju ke usus kecil. Jenis kanker ini terutama menyerang orang yang berusia di atas 50 tahun, tetapi jarang terjadi.
  • Adenoma sel hati: Ini adalah tumor yang bersifat non-kanker. Tumor ini jarang terjadi, namun wanita yang menggunakan pil KB untuk waktu lama lebih rentan mengembangkannya. Ada kemungkinan kecil tumor ini akhirnya bisa berubah menjadi kanker.

Penyebab Penyakit Hati 4: Faktor Keturunan

Terdapat sejumlah kelainan hati yang diwariskan dari orang tua kepada keturunannya, antara lain:

  • Hemochromatosis: Membuat tubuh menyimpan terlalu banyak zat besi dari makanan. Zat besi itu menumpuk di hati, jantung, atau organ lainnya. Ini bisa menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa seperti penyakit hati, penyakit jantung, atau diabetes.
  • Hiperoksaluria: Terjadi jika urin memiliki terlalu banyak bahan kimia yang disebut oksalat. Dalam kondisi ini, liver membuat terlalu sedikit oksalat karena mutasi genetik. Hal ini bisa menyebabkan batu ginjal dan gagal ginjal. Jika terjadi gagal ginjal, itu bisa menimbulkan oksalosis, dimana oksalat terkumpul di organ lain dan mengakibatkan lebih banyak masalah.
  • Penyakit Wilson: Membuat zat tembaga menumpuk di hati dan organ lainnya. Gejala pertamanya biasanya muncul ketika berusia antara 6 dan 35 tahun, paling sering di usia remaja. Ini tidak hanya memengaruhi liver, tetapi juga bisa menyebabkan masalah saraf dan kejiwaan.
  • Defisiensi antitripsin alfa-1: Melibatkan bahan kimia yang membantu paru-paru melawan infeksi. Liver lah yang menciptakannya. Tetapi jika liver keliru dalam menciptakannya, maka bahan kimia yang salah bisa menumpuk dan menyebabkan penyakit hati.

Penyebab Penyakit Hati Lainnya

Di samping penyakit liver yang disebabkan oleh infeksi, gangguan sistem imun, kanker dan tumor, serta faktor keturunan, ada sejumlah penyebab lain yang perlu Anda ketahui.

  • Penyalahgunaan alkohol: Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol bisa memicu kerusakan pada hati yang berpotensi menjadi sirosis. Selain itu juga dapat menyebabkan penyakit perlemakan hati (fatty liver) serta penyakit hepatitis B dan C jangka panjang.
  • Overdosis obat: Mengonsumsi terlalu banyak asetaminofen atau obat lain dapat melukai liver Anda. Jadi pastikan untuk selalu mengikuti petunjuk dosis di kemasan obat atau sesuai resep dokter. Dan hati-hati lah karena asetaminofen kemungkinan terkandung dalam lebih dari satu obat yang Anda minum.
  • Penyakit perlemakan hati non-alkoholik: Penumpukan lemak bisa terjadi di dalam liver dan kemudian menyebabkan peradangan. Salah satu jenis penyakit ini adalah stetohepatitis non-alkoholik. Ini berarti Anda mengalami peradangan dan kerusakan sel di hati Anda, di samping penumpukan lemak. Ini bisa merusak hati dan menyebabkan penyakit hati lain, seperti sirosis.

Waspadai Komplikasi Fatal dari Penyakit Hati!

Gagal hati akut: Ini terjadi jika Anda tidak punya penyakit liver kronis (jangka panjang) tetapi liver mendadak berhenti bekerja dalam waktu singkat—berhari-hari atau berminggu-minggu. Kondisi ini mungkin terjadi karena overdosis asetaminofen, infeksi, atau karena obat resep.

Sirosis: Kondisi penumpukan bekas luka (jaringan luka) di liver. Semakin banyak jaringan parut yang menggantikan jaringan yang sehat, semakin sulit bagi liver Anda untuk melakukan fungsinya. Seiring waktu, liver mungkin tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Bisakah Mencegah Penyakit Liver?

Ya, ada banyak hal yang bisa Anda upayakan untuk mencegah terbentuknya penyakit liver. Anda bisa mulai dengan memeriksa kondisi Anda sendiri, apakah ada penyebab penyakit liver di atas yang sedang terjadi pada diri Anda?

Jika ada, maka carilah cara untuk mengatasinya tanpa menunda-nunda. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter supaya mendapat penanganan yang lebih tepat.

Di samping itu Anda juga mungkin perlu membuat penyesuaian gaya hidup. Berikut beberapa penyesuain yang penting demi kesehatan liver:

  • Batasi konsumsi alkohol, atau berhenti sama sekali jika sudah menderita kondisi perlemakan hati (fatty liver).
  • Hindari perilaku berisiko, misalnya seks bebas atau tato (karena bisa menularkan virus penyebab penyakit hati dari jarum suntiknya).
  • Mendapatkan vaksin untuk hepatitis, khususnya jika Anda berisiko terpapar hepatitis atau sudah terinfeksi virus hepatitis.
  • Konsumsi obat dengan dosis yang tepat, hanya jika dibutuhkan, dan jangan minum alkohol setelah mengonsumsi obat.
  • Hindari kontak dengan darah atau cairan tubuh orang lain, karena sering kali kita tidak tahu apakah orang itu terpapar virus hepatitis atau tidak.
  • Jagalah kebersihan saat mengolah makanan serta hanya konsumsi makanan yang bersih dan benar-benar matang. Juga hanya minum air yang bersih.
  • Lindungi kulit dari zat beracun dengan memakai sarung tangan, baju lengan panjang, topi dan masker.
  • Upayakan untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat, karena kegemukan bisa memicu penyakit perlemakan hati non-alkoholik.

Sekali lagi, ingatlah bahwa liver merupakan organ penting yang sangat dibutuhkan tubuh. Tanpanya kita tidak bisa hidup. Jadi sebisa mungkin jagalah kesehatan liver dengan menghindari kondisi-kondisi yang berisiko merusak liver dan mengupayakan gaya hidup sehat.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang penyebab penyakit liver. Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan keluarga. Temukan juga pembahasan-pembahasan bermanfaat lain seputar masalah kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

WebMD. Liver Diseases: What You Should Know. URL: https://www.webmd.com/hepatitis/liver-and-hepatic-diseases

Mayo Clinic. Liver disease – Symptoms & causes. URL: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/liver-problems/symptoms-causes/syc-20374502

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>