13 Pilihan Makanan untuk Kesehatan Liver

467

Diedit:

Gaya kehidupan modern memang menciptakan banyak produk baru yang mengutamakan kepraktisan dan kemudahan. Tetapi tanpa sadar sebagian besar dari produk-produk baru ini merugikan bagi kesehatan liver Anda.

Tak berhenti pada masalah produk makanan awetan dan siap saji saja, tetapi juga makanan laut segar yang terpapar berbagai senyawa kimia berbahaya, sayuran segar yang terlalu banyak terpapar insektisida, sampai pengemasan makanan dan pengolahan makanan yang terkontaminasi berbagai senyawa sisa dari lapisan anti lengket, logam berbahaya dan masih banyak lagi.

Semua paparan makanan ditambah dengan aspek polusi yang tinggi, pengobatan dan terapi herbal yang dilakukan dengan tidak mengindahkan komposisi dan dosis yang tepat menyebabkan beban liver menjadi lebih berat dari sebelumnya. Ini terbukti dengan meningkatnya kasus penurunan fungsi hati dewasa ini. Setidaknya berdasar data depkes tahun 2011, ditemukan kasus 2 orang dengan keluhan liver dari 100 ribu orang.

Inilah jenis makanan untuk kesehatan liver. Dan pada kesempatan ini kami akan membagikan 13 jenis pilihan makanan untuk kesehatan liver yang didasarkan pada ulasan dari Dr. Edward Group DC, NP, DACBN, DCBCN, DABFM dalam jurnal 2013 Global Healing Center.

  • Bawang putih

    Bawang putih dikenal mengandung alisin dan selenium yang bisa bekerja sebagai pembersih liver sekalgus bekerja sebagai anti toksin. Anda bisa dapatkan manfaat bawang putih sebagai makanan untuk kesehatan liver dengan mengasup 1 butir bawang putih mentah setiap harinya, baik dengan cara diacar segar atau dengan dikonsumsi langsung.

  • Temulawak

    Bicara soal rimpang dan rempah, maka temulawak jelas menjadi pilihan terbaik untuk kesehatan hati. Bukti nyata mengenai manfaat temulawak sudah diulas dalam berbagai jurnal, melalui deretan risetbaik lokal maupun global sampai pula dinyatakan sebagai rimpang ajaib untuk hati oleh Prof Hembing. Rahasia temulawak adalah kandungan senyawa turmerik yang dengan ajaib melakukan tugas membersihkan liver dengan mendorong produksi enzim khusus anti toksin.

  • Teh hijau

    Selama ini teh hijau tak pernah absen masuk dalam deretan daftar asupan anti oksidan yang direkomendasikan. Ini karena dalam teh hijau memang terkandung katekin yang dikenal baik untuk melawan toksin dalam tubuh, mendorong kinerja hati sekaligus membantu menetralisir racun pada makanan.

  • Lemon dan jeruk nipis

    Serupa tetapi tidak sama, inilah dua jenis jeruk-jerukan dengan kadar asam yang tinggi lemon dan jeruk nipis. Asam askorbat di dalamnya ditambah dengan kadar tangerin bekerja membersihkan darah, mengatasi endapan toksin dalam darah dan membantu menetralisir racun dalam liver. Lemon dan jeruk nipis juga efektif menghancurkan partikel lemak yang dapat mengganggu fungsi lemak.

  • Kacang kenari

    Tak mudah mendapatkan suplai glutathione dalam jumlah besar dari luar tubuh, sementara anti oksidan yang secara alami dihasilkan tubuh sebagai bagian sistem imunitas tubuh dalam melawan toksin dan residu metabolisme. Namun siapa sangka Anda bisa menjumpai sejumlah besar glutathione dalam kacang kenari dan inilah yang menyebabkan kacang kenari justru sangat bermanfaat untuk liver.

  • Akar bit dan buah naga

    Jika bicara mengenai buah naga dan akar bit Anda akan menemukan kesamaan yang demikian kuat untuk Anda identifikasi, keduanya memiliki warna merah fuschia yang mencolok. Bahkan demikian mencoloknya sampai dengan mudah warnanya menyisa pada tangan ketika Anda memotongnya. Dan ternyata warna uniknya ini merupakan elemen pewarna yang keluar dari senyawa antosianin yang memiliki kemampuan pembersihan racun yang sangat kuat, anti inflamasi dan efektif mengatasi penurunan fungsi liver.

  • Sayuran hijau

    Dalam sayuran hijau Anda akan menemukan sejumlah elemen klorofil yang merupakan salah satu bentuk anti oksidan yang efektif melawan partikel senyawa logam. Kadang senyawa sejenis ini bisa masuk ke dalam tubuh dari asap knalpot atau asap sisa pabrik. Selain fungsinya pula sebagai sumber serat yang akan membantu melancarkan pencernaan. Semakin baik pencernaan maka beban hati untuk menetralisir racun akan semakin ringan.

  • Grapefriut

    Di Indonesia, grapefruit lebih dikenal dengan sebutan jeruk bali, sejenis tanaman jeruk berkulit tebal dengan bulir yang besar, rasa asam yang serupa namun cenderung lebih getir. Rasa getir inilah rahasia dari grapefruit karena rasa sebenarnya berasal dari sejumlah senyawa antioksidan termasuk tangerin, narengerin dan limonoid dalam dosis besar.

  • Alpukat

    Tambahkan alpukat dalam menu Anda seminggu dan dapatkan khasiat makanan untuk kesehatan liver yang juga dikenal memiliki rasa gurih yang menggugah selera. Alpukat termasuk jenis buah yang mengandung sejumlah besar glutathione, sejenis anti oksidan alami yang berfungsi sebagai pelawan toksin dalam tubuh.

  • Apel

    Apel baik dari jenis berkulit hijau sampai berkulit merah, atau dengan daging renyah sampai berdaging lembut mengandung jenis senyawa anti oksidan pektin. Anti oksidan ini membantu menetralisir racun yang mengendap dalam pencernaan serta membantu melancarkan pencernaan. Pencernaan tak hanya efektif membantu meringankan beban liver dalam menetralisir racun, tetapi juga mengatasi hambatan fungsi hati akibat endapan lemak di sekitar hati.

  • Minyak zaitun

    Ada kekuatan anti oksidan yang kerap disamakan dengan kemampuan teh hijau dalam buah zaitun dan minyak zaitun. Di dalam zaitun juga ditemukan sejumlah glutathione yang membantu mengatasi residu metabolisme dan toksin dalam darah.

  • Brokoli dan kembang kol

    Jenis tanaman unik dengan bunga bergerumpul seperti brokoli dan kembang kol memiliki kesamaan senyawa untuk tiap jenisnya yang dapat menstimulasi produksi enzim glukosinolat yang bekerja melakukan netralisir racun dalam ginjal dan hati. Fungsi ini merupakan bagian alami dari hati dan kerap menurun seiring waktu dan penurunan fungsi liver. Asupan brokoli atau kembang kol sangat membantu meningkatkan kembali produksi enzim ini. Selain brokoli jenis kubis juga memiliki kemampuan yang serupa.

  • Buah Noni

    Dalam buah Noni ditemukan sejumlah senyawa flavonoid yang bekerja melawan toksin dan residu tubuh yang mengendap dalam darah, pencernaan dan hati. Selain itu kadar nitrik oksida juga berperan menghancurkan partikel lemak yang mengendap termasuk di dalam hati yang kerap kali menyebabkan perlambatan fungsi hati.

Baca juga:  Waspadai 7 Gejala Penyakit Liver yang Sering Diabaikan

Itulah tadi 12 jenis makanan untuk kesehatan liver yang akan sangat berperan dalam mengembalikan fungsi hati, membantu meningkatkan kinerja hati dalam menetralisir racun dan residu tubuh, serta membantu mengatasi kerusakan hati yang belum terlalu parah.

Sebenarnya dengan mengubah pola makan secara tepat, Anda bisa membantu meringankan beban liver, sebut saja seperti dengan mengonsumsi makanan organik. Tetapi untuk Anda yang terlanjur hidup dengan paparan kimia berbahaya, sebaiknya Anda tak hanya bergantung pada makanan organik belaka, tetapi juga makanan yang bisa bekerja membersihkan kadar toksin dalam darah.

Advertisement
Alinesia