Penyebab Kanker Adrenal

425
penyebab kanker adrenal - penyebab kanker suprarenalis
Credit: Shutterstock

Diedit:

Penyebab kanker adrenal (penyebab kanker suprarenalis) masih belum dapat diketahui secara pasti. Meski begitu, selama beberapa tahun belakangan, para ahli telah membuat kemajuan besar dalam memahami bagaimana perubahan tertentu pada DNA seseorang bisa menyebabkan sel-sel berubah jadi kanker.

Artikel ini akan membantu Anda mengetahui bagaimana pengaruh DNA pada perkembangan kanker dan apa saja yang dapat memicu dan turut menjadi penyebab kanker suprarenalis.

Pengaruh DNA pada Risiko Kanker Kita

DNA adalah bahan kimia dalam sel-sel kita yang membentuk gen-gen kita, yang mengendalikan hampir seluruh kegiatan yang dilakukan oleh sel-sel. Kita kemungkinan besar mirip seperti orang tua kita karena mereka-lah sumber DNA kita. Tetapi pengaruh DNA lebih daripada fisik kita. Itu juga menentukan seberapa besar risiko kita untuk menderita suatu penyakit, termasuk kanker tertentu.

  • Gen-gen yang membantu sel-sel untuk bertumbuh dan membelah diri bernama onkogen.
  • Gen-gen yang memperlambat pembelahan sel kanker atau membuat mereka mati di waktu yang tepat bernama gen supresor tumor.

Kanker dapat disebabkan oleh mutasi (perubahan) DNA yang mengaktifkan onkogen atau menon-aktifkan gen supresor tumor. Beberapa penderita kanker memiliki mutasi DNA keturunan dari orang tua, sehingga memperbesar risiko mereka untuk terkena penyakit itu.

Tetapi kebanyakan mutasi DNA yang memicu kanker terjadi bukan karena keturunan, dan itu terjadi pada suatu titik kehidupan seseorang. Beberapa mutasi ini mungkin akibat terpapar oleh hal-hal seperti radiasi atau bahan-bahan kimia penyebab kanker suprarenalis. Namun sebagian besar mutasi ini tampaknya terjadi tanpa sebab yang jelas.

Beberapa mutasi DNA keturunan yang menjadi penyebab kanker adrenal akan dibahas di artikel ini. Akan tetapi, mengingat kanker adrenal adalah jenis penyakit yang sangat langka, Anda disarankan untuk menjalankan tes-tes genetik bila didiagnosis kanker ini. Jika Anda memiliki mutasi DNA keturunan, ada kemungkinan keluarga Anda juga berisiko menderita penyakit yang serupa.

Baca juga:  Stadium Kanker Adrenal

Faktor-Faktor Penyebab Kanker Adrenal

Faktor penyebab kanker suprarenalis, atau faktor risiko, adalah apa pun yang mengubah kemungkinan Anda untuk terkena suatu penyakit. Masing-masing jenis kanker punya faktor risiko yang berbeda. Ada yang bisa dicegah atau dihentikan, sedangkan yang lain tidak bisa.

Pengaruh Gaya Hidup dan Lingkungan

Faktor-faktor risiko seperti kegemukan, merokok, gaya hidup kurang gerak, dan sering terpapar bahan-bahan pemicu kanker di lingkungan, bisa memengaruhi risiko kita untuk terserang kanker. Meskipun tidak ada dari faktor tadi yang jelas-jelas terbukti menjadi penyebab kanker adrenal (penyebab kanker suprarenalis), tetapi yang paling besar pengaruhnya kemungkinan adalah merokok.

Pengaruh Genetik yang Diturunkan

Mayoritas dari kasus kanker adrenal bukanlah akibat faktor keturunan (sporadik), tetapi ada sebagian kecil (sampai 15%) yang disebabkan oleh cacat genetik. Kasus kanker adrenal yang dipicu oleh faktor keturunan lebih sering terjadi pada anak-anak. Berikut adalah beberapa kondisi keturunan yang bisa memicu penyakit ini.

  • Sindrom Li-Fraumeni—sindrom langka ini paling sering disebabkan oleh cacat pada gen TP53. Penderita sindrom ini punya risiko besar untuk beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, tulang, otak, dan adrenal.
  • Sindrom Beckwith-Wiedemann—penderitanya memiliki lidah besar, berbadan besar, dan punya risiko lebih tinggi untuk menderita kanker ginjal, hati, dan adrenal.
  • Multiple endocrine neoplasia (MEN1)—penderitanya sangat berisiko menderita tumor di 3 kelenjar: hipofisis, paratiroid, dan pankreas. Sekitar 1/3 hingga ½ penderitanya juga memiliki adenoma (tumor jinak) adrenal atau pembesaran kelenjar adrenal. Sindrom ini disebabkan oleh cacat pada gen MEN1.
  • Familial adenomatous polyposis (FAP)—penderitanya memiliki ratusan polip di usus besar mereka. Polip itu mengarah pada kanker usus besar jika usus tidak diangkat. FAP juga memperbesar risiko kanker lain, termasuk kanker adrenal. Namun, kebanyakan tumor di adrenal pasien penderita FAP adalah jenis tumor jinak (adenoma). Sindrom ini disebabkan oleh cacat pada gen APC.
  • Sindrom Lynch atau hereditary nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC)—sindrom Lynch (sebelumnya disebut HNPCC) adalah penyakit keturunan yang memperbesar risiko kanker kolorektal, lambung, dan kanker-kanker lain, termasuk kanker adrenal. Sering kali, sindrom ini disebabkan oleh cacat pada gen MLH1 atau MSH2. Tetapi gen lain juga bisa menyebabkannya, misalnya MLH3, MSH6, TGFBR2, PMS1, dan PMS2.
Baca juga:  5 Ciri-Ciri Kanker Adrenal yang Paling Mudah Dikenali

Memang, para peneliti telah menemukan beberapa faktor risiko dari kanker adrenal yang membuat seseorang bisa lebih mudah terserang kanker ini. Tetapi tetaplah mustahil untuk tahu pasti mengenai seberapa besar pengaruh dari faktor-faktor tersebut terhadap perkembangan kanker adrenal.

Memperkecil Risiko Kanker Adrenal dengan Herbal

Herbal yang dapat diandalkan untuk membantu meminimalkan risiko kanker adrenal adalah Sarang Semut Papua. Herbal ini mengandung sejumlah antioksidan bermanfaat untuk melawan dampak buruk dari berbagai faktor pemicu kanker di lingkungan kita.

Sarang Semut juga mengandung multi-mineral yang dapat menjaga stamina tubuh secara keseluruhan. Sistem imun tubuh yang kuat akan membantu tubuh terhindari dari berbagai serangan penyakit.

Bahkan dengan beragam kandungan bermanfaat yang dimilikinya, herbal ini pun mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai obat kanker adrenal.

Dan mengingat tidak adanya penyebab kanker adrenal (penyebab kanker suprarenalis) yang dapat dicegah—setidaknya sampai saat ini masih belum ditemukan—maka tidak ada cara mencegah kanker adrenal. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah sebisa mungkin memperkecil risiko dari penyakit ini dengan gaya hidup & pola makan sehat.

Advertisement
Alinesia