Share:

Kanker adrenal adalah kanker yang terjadi jika sel-sel abnormal terbentuk di dalam atau berpindah ke kelenjar adrenal. Tubuh kita punya dua kelenjar adrenal yang sering disebut kelenjar suprarenalis, masing-masing terletak di atas setiap ginjal. Kanker adrenal juga dikenal sebagai kanker suprarenalis.

Artikel ini akan membantu Anda untuk memahami apa saja penyebab kanker adrenal yang perlu diantisipasi, ciri-ciri yang harus diwaspadai, juga pilihan pengobatan yang umumnya tersedia untuk kanker ini.

Kanker Adrenal (Kanker Suprarenalis)

Kanker adrenal adalah bagian dari sekelompok penyakit yang disebut tumor neuroendokrin, atau NET. Penyakit-penyakit itu dapat terbentuk di berbagai kelenjar berbeda di seluruh tubuh kita.

Jika kita terkena kanker ini, mungkin tumor berawal di lapisan terluar kelenjar adrenal, yang disebut dokter sebagai bagian korteks adrenal. Kanker ini juga awalnya timbul sebagai tumor yang tumbuh di bagian tengah kelenjar, yaitu di medulla. Kanker juga dapat muncul di salah satu kelenjar, atau bahkan keduanya.

Kelenjar ini berfungsi membuat hormon-hormon, yaitu zat-zat kimia yang membantu mengatur bagaimana tubuh kita bekerja. Mereka memengaruhi hal-hal seperti pertumbuhan rambut, tekanan darah, gairah seksual, dan bahkan bagaimana caranya kita menghadapi stres. Bila kita terkena kanker suprarenalis, mungkin akan terjadi perubahan-perubahan pada hal-hal tersebut.

Banyak tumor adrenal sebenarnya membuat hormon-hormon mereka sendiri. Keadaan ini disebut sebagai “tumor yang berfungsi”. Kita mungkin akan melihat adanya gejala-gejala seperti berat badan yang tiba-tiba naik atau wajah yang memerah.

Penyebab Kanker Adrenal

Penyebab kanker adrenal hingga saat ini masih belum dapat diketahui dengan jelas oleh para ahli kesehatan. Tetapi mereka sudah mengidentifikasi bahwa ada penyakit-penyakit genetik yang bisa memperbesar risiko seseorang untuk terkena kanker ini, antara lain:

Sindrom Li-Fraumeni:

Adalah penyakit yang diturunkan yang menyebabkan meningkatkan risiko seseorang untuk menderita banyak jenis kanker.

Sindrom Beckwith-Wiedemann:

Adalah penyakit pertumbuhan abnormal yang ditandai oleh tubuh serta organ-organ yang besar; penderita sindrom ini juga berisiko menderita kanker ginjal dan hati.

Carney Complex:

Adalah penyakit yang diturunkan yang dicirikan dengan berbagai tumor jinak (multiple neoplasia) yang biasanya memengaruhi jantung, kulit, dan sistem endokrin; juga menimbulkan kelainan pada warna kulit (pigmen) sehingga muncul bercak-bercak di kulit yang terkena.

Multiple Endocrine Neoplasia (MEN1):

Adalah penyakit keturunan yang menyebabkan banyak tumor, jinak maupun ganas, muncul di jaringan-jaringan yang menghasilkan hormon, seperti kelenjar hipofisis, paratiroid, dan pankreas.

Familial Adenomatous Polyposis (FAP):

Adalah penyakit keturunan yang dicirikan dengan munculnya sejumlah besar polip di usus besar, juga membuat penderitanya berisiko besar menderita kanker usus besar.

Sindrom Lynch:

Adalah penyakit keturunan yang memperbesar risiko seseorang untuk menderita kanker usus besar dan juga kanker-kanker lain, termasuk kanker suprarenalis.

Ada juga pendapat bahwa merokok juga menjadi salah satu faktor penyebab kanker adrenal, tetapi belum ada cukup bukti untuk meneguhkan pendapat itu.

Adakah Cara Mencegah Kanker Adrenal?

Karena tidak diketahui ada faktor penyebab kanker adrenal yang dapat dicegah, maka hingga saat ini belum diketahui cara mencegah kanker adrenal secara spesifik. Akan tetapi kita bisa mengupayakan gaya hidup sehat, yang telah terbukti bisa mengurangi risiko dari berbagai jenis kanker.

Menurut Lembaga American Cancer Society, sekitar 85% dari kasus kanker suprarenalis terjadi tanpa sebab yang jelas. Sekitar 15% dari kasus kanker ini disebabkan oleh penyakit genetik (keturunan). Oleh sebab itu, kita perlu waspada bila menderita salah satu dari penyakit keturunan di atas.

Baca juga  Penyebab Kanker Adrenal

Ciri-Ciri Kanker Adrenal

Ciri-ciri kanker adrenal akan muncul akibat kelebihan produksi hormon-hormon dalam tubuh. Hormon tersebut biasanya adalah androgen, estrogen, kortisol, dan aldosteron. Gejala-gejala kanker ini juga dapat berasal dari tumor-tumor ukuran besar yang menekan organ-organ dalam tubuh.

Ciri-Ciri Kanker Adrenal pada Anak-Anak

Gejala dari kelebihan hormon androgen atau estrogen lebih mudah terlihat pada anak-anak daripada pada orang dewasa, karena perubahan fisik lebih terlihat pada masa pubertas. Beberapa ciri-ciri kanker adrenal pada anak-anak antara lain:

  • Kelebihan rambut kemaluan, bulu ketiak, dan bertumbuhnya rambut wajah
  • Penis yang membesar
  • Klitoris yang membesar
  • Payudara membesar pada anak laki-laki
  • Pubertas dini pada anak perempuan

Ciri-Ciri Kanker Adrenal Akibat Kelebihan Hormon

Sejumlah gejala kanker adrenal lainnya muncul pada orang dewasa akibat kelebihan hormon kortisol dan aldostreon dalam tubuh mereka. Ciri-ciri kanker adrenal yang muncul tersebut antara lain:

  • Tekanan darah tinggi
  • Kadar gula darah tinggi
  • Berat badan naik
  • Siklus menstruasi tidak teratur
  • Gampang memar
  • Depresi
  • Sering buang air kecil
  • Kram otot

Wanita penderita tumor adrenal yang mengalami kelebihan androgen mungkin akan melihat bahwa tumbuh banyak rambut di wajahnya atau suaranya jadi lebih berat.

Sedangkan pria penderita tumor adrenal yang mengalami kelebihan estrogen mungkin melihat bahwa dada mereka membesar seperti payudara atau terasa nyeri di bagian dada tersebut.

Namun jika masalah kelebihan hormon memang sering dialami oleh penderita kanker, misalnya kelebihan estrogen pada wanita dan kelebihan androgen pada pria, maka akan lebih sulit lagi untuk mendeteksi ciri-ciri kanker adrenal.

Ciri-Ciri Umum Kanker Adrenal

Selain dari gejala-gejala spesifik di atas, kita juga perlu mewaspadai tanda-tanda lain yang lebih umum. Berikut adalah tanda-tanda umum kanker suprarenalis yang perlu dicurigai:

  • Demam
  • Benjolan yang terlihat di perut
  • Nyeri yang terus-menerus (akibat tekanan dari tumor pada organ-organ sekitarnya)
  • Perut terasa “penuh” (akibat tekanan dari tumor ke perut)
  • Berat badan turun tanpa sebab

Pada sekitar setengah dari penderita kanker suprarenalis, gejala-gejalanya tak akan terlihat hingga ukuran tumor cukup besar untuk menekan organ-organ sekitarnya.

Bila gejala-gejala kanker adrenalin bisa terlihat, mereka biasanya akan berbeda-beda tergantung pada pengaruhnya pada hormon-hormon dalam tubuh. Tetapi sering kali ciri-ciri kanker adrenalin tidaklah tampak jelas sehingga sulit untuk didiagnosis sejak awal kemunculannya.

Segera kunjungi dokter yang Anda percayai apabila sudah terlihat ciri-ciri kanker adrenal seperti di atas untuk memastikan apa penyebab dari keluhan yang Anda alami, sehingga dapat ditangani dengan tepat.

Pengobatan Kanker Adrenal

Pengobatan kanker adrenal sejak dini sangatlah penting, karena hal itu memengaruhi kesembuhan dari kanker ini. Untuk mengobati kanker suprarenalis, para dokter umumnya menggunakan tiga standar pengobatan utama, yaitu operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi.

Baca juga  Obat Kanker Adrenal Tradisional Terbaik Khas Indonesia

Operasi

Dokter mungkin menganjurkan sebuah prosedur operasi bernama adrenalektomi, yang dilakukan dengan mengangkat kelenjar adrenal. Bila kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain, maka dokter bedah juga akan mengangkat kelenjar getah bening dan jaringan sekitarnya.

Terapi Radiasi

Pengobatan kanker adrenal ini menggunana sinar-X energi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker serta menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker baru.

Kemoterapi

Bergantung pada stadium kanker adrenal yang diderita, dokter mungkin menyarankan kemoterapi. Terapi obat kanker ini membantu menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker. Kemoterapi dapat diberikan secara oral melalui mulut atau secara injeksi melalui pembuluh darah atau otot.

Dokter mungkin akan mengkombinasikan pengobatan kemoterapi dengan jenis pengobatan kanker adrenal lainnya.

Pengobatan Lain

Prosedur pengobatan bernama abalasi—penghancuran sel-sel tumor—mungkin dibutuhkan untuk tumor yang lokasinya tidak memungkinkan untuk diangkat melalui operasi.

Juga ada obat bernama mitotane, yang adalah jenis obat yang paling sering digunakan untuk perawatan kanker suprarenalis. Pada beberapa kasus, mitotane diberikan setelah pasien menjalani operasi. Obat ini dapat menghambat produksi hormon berlebihan dan bisa membantu mengurangi ukuran tumor.

Pasien juga kadang diberikan pilihan untuk menjalani perawatan uji klinis oleh dokter, yaitu misalnya dengan terapi biologis, yang mengandalkan sistem kekebalan untuk melawan sel-sel kanker.

Apa pun pengobatan kanker adrenal yang dijalankan, kita perlu memastikan untuk menjalaninya dengan baik. Dokter juga mungkin dapat memberi saran mengenai siapa saja yang bisa kita ajak bicara untuk mendapatkan tips dan saran praktis tentang bagaimana caranya untuk tetap bersikap positif selagi menjalani perawatan.

Pengobatan Kanker Adrenal secara Herbal

Pada saat mempertimbangkan pengobatan kanker adrenal, mungkin Anda juga sudah meninjau semua pilihan yang ada, termasuk alternatif alaminya. Salah satu pilihan obat kanker adrenal alami yang terbaik adalah herbal Sarang Semut Papua.

Sarang Semut adalah herbal asli Papua yang telah terbukti khasiatnya sebagai obat untuk beragam jenis kanker. Salah satu alasan mengapa herbal ini berkhasiat adalah karena kandungan senyawa-senyawa aktifnya, seperti tokoferol, juga beragam mineral bermanfaat di dalamnya yang ampuh untuk pengobatan kanker.

Kandungan tokoferol pada Sarang Semut sangatlah tinggi, hingga sekitar 313 ppm. Bandingkan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa tokoferol sebanyak 12 ppm saja sudah mampu meredam radikal bebas hingga 96%, bayangkan dengan kemampuan Sarang Semut yang dimungkinkan berkat kandungan tokoferol sebanyak 313 ppm-nya!

Mungkin karena kandungan tokoferol sebanyak inilah yang membuat herbal ini bekerja relatif cepat sebagai obat kanker bila dibandingkan dengan herbal-herbal anti-kanker lainnya. Dari pengakuan para penggunanya, mereka rata-rata sudah mulai merasakan perubahan-perubahan positif pada kondisi kesehatan mereka sejak pemakaian 1 – 3 bulan pertama.

Meski begitu, tentu saja kita harus tetap berkonsultasi dulu dengan dokter yang menangani juga tanyakan pendapat dari keluarga. Mereka mungkin bisa membantu kita untuk memperoleh informasi lebih lengkap seputar pengobatan kanker adernal secara alami ini, juga membantu untuk membuat keputusan bijak.

Demikianlah informasi mengenai penyakit ini secara garis besar. Semoga dengan punya pengetahuan tentang apa saja penyebab kanker adrenal, ciri-ciri yang perlu diantisipasi, dan pilihan pengobatan yang umumnya tersedia, kita jadi semakin peduli terhadap kesehatan sendiri maupun keluarga tercinta kita.

Cindy Wijaya

Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.


Artikel di-posting oleh Cindy Wijaya dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.