Share:

Terakhir Diedit:

Kanker otak dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Sayangnya siapa pun bisa menderita penyakit ini, tidak soal usia ataupun jenis kelamin. Bahkan dari data WHO di tahun 2012 saja sudah tercatat kira-kira 4.900 kasus kanker otak yang terjadi di Indonesia, apalagi di tahun ini.

Karena itu penting bagi kita semua untuk memahami dan menghindari penyebab kanker otak, mewaspadai ciri-ciri kanker otak, serta mengerti apa saja pengobatan yang tersedia bagi penyakit ini. Artikel ini akan membantu Anda mengetahui ketiga informasi tersebut.

Jenis-Jenis Kanker Otak

Terdapat banyak jenis kanker otak, karena itu yang disebutkan di artikel ini hanyalah beberapa jenis yang utama. Kanker otak sering kali dinamakan sesuai dengan sel awal tempat mereka berkembang atau sesuai bagian otak tempat mereka bermula.

1. Glioma

Lebih dari setengah kasus kanker otak primer adalah glioma. Kanker-kanker ini berkembang dari sel-sel-sel pendukung (sel glial) di otak atau sumsum tulang belakang. Berbagai jenis glioma diberi nama sesuai dengan jenis-jenis sel glial yang berbeda.

Astrositoma adalah jenis glioma yang paling umum. Ini berkembang dari sel-sel glial berbentuk bintang bernama astrosit. Astrositoma bisa berada pada tingkat 1 hingga 4. Glioblastoma multiforme (GBM) adalah jenis astrositoma tingkat 4.

Oligodendroglioma berkembang dari jenis sel glial bernama oligodendrosit. Sel-sel ini membentuk lapisan lemak sel saraf. Ada dua tingkat utama dari tumor-tumor ini—tingkat 2 dan tingkat 3.

Ependimoma berkembang dari jenis sel glial yang disebut sel ependimal. Sel-sel ini melapisi ruang-ruang berisi cairan di otak (ventrikel) dan pusat sumsum tulang belakang. Ependimoma bisa berada pada tingkat 1 sampai 4. Mereka biasanya adalah tumor tingkat rendah dan lamban perkembangannya.

2. Meningioma

Hampir seperempat (25%) dari semua kanker otak primer adalah meningioma. Tumor-tumor ini dimulai di jaringan yang menutupi dan melindungi otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Meningioma bisa berada pada tingkat 1 sampai 3. Mereka biasanya adalah tumor tingkat rendah dan lamban perkembangannya, tetapi ada beberapa yang dapat tumbuh cukup cepat.

3. Neuroma Akustik

Tumor-tumor ini (juga disebut schwannoma vestibular) biasanya tumbuh perlahan. Mereka berkembang dari saraf kranial yang menghubungkan telinga bagian dalam ke otak, yang disebut saraf akustik. Orang dengan kondisi genetik yang disebut neurofirbomatosis tipe 2 (NF2) memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena tumor jenis ini.

4. Sistem Saraf Pusat Primer Limfoma

Limfoma adalah kanker dari sistem limfatik yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh serta membantu melawan infeksi. Limfoma yang dimulai di otak atau sumsum tulang belakang disebut limfoma sistem saraf pusat primer (PCNSL). Mereka jarang terjadi dan biasanya tumbuh dengan cepat. Anda mungkin menjalani tes dan perawatan yang sedikit berbeda untuk PCNSL.

5. Haemangioblastoma

Haemangioblastoma adalah tumor langka yang tumbuh lambat yang biasanya menyerang serebelum dan kadang-kadang batang otak atau sumsum tulang belakang. Ini berkembang dari sel-sel yang melapisi pembuluh darah di otak.

6. Medulloblastoma

Medulloblastoma adalah tumor tingkat tinggi yang berkembang di otak kecil. Tumor ini jarang terjadi pada orang dewasa namun merupakan salah satu tumor otak yang paling sering menyerang anak-anak.

7. Tumor Area Pineal

Tumor langka ini memengaruhi kelenjar pineal di pusat otak. Ada berbagai jenis tumor area pineal. Yang paling umum adalah tumor sel kuman.

8. Tumor Kelenjar Pituitari

Tumor kelenjar pituitari yang paling umum adalah adenoma. Mereka merupakan tumor yang tumbuh dengan lambat yang dapat memengaruhi bagaimana kelenjar pituitari (hipofisis) menghasilkan hormon.

9. Craniopharyngioma

Tumor-tumor ini memengaruhi area di atas kelenjar pituitari dan dekat saraf kranial dari mata ke otak. Mereka jarang terjadi dan biasanya tumbuh secara lambat. Mereka bisa memengaruhi bagaimana kelenjar pituitari menghasilkan hormon serta menyebabkan masalah pada penglihatan.

10. Tumor Tulang Belakang

Beberapa jenis tumor bisa bermula di sumsum tulang belakang, tetapi ini jarang terjadi. Tumor ini biasanya menimbulkan masalah dengan menekan saraf sumsum tulang belakang. Anda mungkin menjalani tes dan perawatan yang sedikit berbeda untuk tumor di sumsum tulang belakang.

Penyebab Kanker Otak

Penyebab kanker otak telah ditinjau oleh para ahli medis dan mereka mendapati ada hal-hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan kanker otak. Apa pun yang memperbesar risiko itu disebut sebagai faktor risiko. Berikut adalah beberapa faktor risiko kanker otak yang patut diwaspadai.

1. Usia

Kanker otak bisa terjadi di usia berapa pun. Tetapi seraya usia bertambah, maka risiko kita pun bertambah. Dan ada banyak jenis kanker otak, dan beberapa diantaranya lebih umum diderita orang-orang muda.

Baca juga  Pengobatan Kanker Otak

2. Radiasi Medis

Terkena radiasi adalah satu-satunya faktor penyebab kanker otak yang secara pasti diketahui. Tapi itu hanya menjadi faktor risiko bagi sejumlah kecil kasus kanker otak. Terdapat banyak jenis kanker otak, dua diantaranya: meningioma dan glioma kanker (ganas).

Dua jenis ini lebih umum diderita orang-orang yang pernah menjalani radioterapi, CT scan, atau sinar-X ke kepala. Terutama ini terjadi pada mereka yang pernah dirawat dan menjalani pemeriksaan untuk kanker semasa anak-anak.

Sinar-X dan CT scan sangat dibutuhkan untuk mendiagnosis penyakit agar ditentukan metode pengobatan yang tepat. Karena itu, para dokter biasanya menjaga agar paparan radiasi dari pemeriksaan tersebut seminimal mungkin, dan hanya digunakan saat benar-benar dibutuhkan.

3. Kanker Sebelumnya

Orang yang pernah menderita kanker saat masih kecil mempunyai risiko lebih besar untuk mengembangkan kanker otak ke depannya. Para penderita leukemia, limfoma non Hodgkin, atau glioma tumor otak saat dewasa juga memiliki risiko lebih besar.

Ada sejumlah bukti bahwa terjadi peningkatan risiko pada orang-orang dewasa yang menderita jenis kanker lain, tetapi diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

Peningkatan risiko kanker otak kemungkinan akibat pengobatan untuk kanker sebelumnya, misalnya radioterapi ke kepala.

Pernah menjalani kemoterapi dengan memasukkan obat methotrexate ke dalam cairan sekitar sumsum tulang bekalang (intrathecal methotrexate) telah terbukti bisa memperbesar risiko kanker otak. Obat ini digunakan untuk pengobatan leukemia, sejenis kanker darah.

Namun risiko Anda menderita kanker otak masih kecil. Anda akan punya risiko jauh lebih besar dari kanker yang sedang diderita jika tidak mendapatkan pengobatan tersebut.

4. Riwayat Keluarga dan Kondisi Genetik

Risikonya menjadi lebih tinggi daripada orang umumnya jika Anda punya orang tua atau saudara kandung yang didiagnosa kanker otak.

Sebagian kecil kanker otak terkait dengan kondisi genetik yang telah diketahui. Orang yang memiliki salah satu sindrom langkah berikut ini diketahui mengalami peningkatan risiko terkena kanker otak: neurofibromatosis tipe 1 dan 2, tuberous sclerosis, sindrom Li-Fraumeni, sindrom Von Hippel-Lindau, sindrom Cowden, sindrom Turcot, dan sindrom Gorlin.

5. HIV atau AIDS

Penderita HIV atau AIDS mempunyai sekitar dua kali lipat risiko ntuk mengidap kanker otak dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya. Ini kemungkinan berkaitan dengan menurunnya kekebalan tubuh akibat penyakit ini.

6. Kegemukan

Kegemukan atau obesitas memperbesar risiko dari sejumlah jenis kanker otak. Obesitas berarti sangat gemuk dengan nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) berada pada angka 30 atau lebih. Dan kegemukan berarti nilai IMT-nya antara 25 – 30.

Cobalah untuk mengontrol berat badan dengan berupaya lebih aktif secara fisik dan pola makan sehat bergizi seimbang.

Penyebab kanker otak memang belum secara pasti diketahui oleh para ahli medis. Tapi ingatlah bahwa faktor risiko di atas bukan tolok ukur pasti. Memang risiko Anda akan meninggi jika memiliki faktor-faktor di atas, tetapi bukan artinya Anda pasti akan menderita kanker ini. Tetapi Anda bisa mengupayakan untuk mencegah kanker otak jika mewaspadai atau menghindari faktor-faktor itu.

Pencegahan Kanker Otak

Cara mencegah kanker otak berfokus pada gaya hidup yang Anda jalani. Membuat pilihan bijaksana dalam hal pola makan, olahraga, menghindari karsinogen penyebab kanker di lingkungan, dan meminimalkan stres bisa secara efektif mengurangi risiko Anda untuk mengembangkan kanker otak.

  • Menghindari radiasi pemicu kanker

    Salah satunya dengan menghindari sebisa mungkin melakukan pengobatan radiasi untuk penyakit-penyakit yang tidak berat, juga lakukan tes-tes pencitraan medis hanya jika benar-benar dibutuhkan.

  • Secara teratur checkup ke rumah sakit

    Pemeriksaan tahunan penting dalam upaya pencegahan kanker otak, khususnya jika sudah merasakan tanda-tanda yang tidak biasa.

  • Upayakan pola makan sehat

    Santap makanan yang kaya akan omega-3, juga sertakan banyak buah dan sayur yang mengandung antioksidan.

  • Konsumsi makanan-makanan anti kanker

    Misalnya sayuran berdaun hijau gelap, kunyit, jahe, oregano, dan teh hijau.

  • Cukupi kebutuhan tidur

    Tidur dan istirahat yang memadai sangat penting untuk kesehatan otak Anda.

  • Membatasi konsumsi alkohol & berhenti merokok

    Merokok dan minum alkohol berlebihan dapat memicu sejumlah jenis kanker, dan kanker otak bisa berkembang dari kanker yang tumbuh di bagian tubuh lain kemudian menyebar ke otak.

Risiko dari banyak jenis kanker pada orang dewasa bisa dikurangi secara signifikan dengan perubahan gaya hidup—misalnya dengan menjaga berat badan sehat atau berhenti merokok. Namun selain dari paparan radiasi, hingga saat ini belum jelas diketahui adanya penyebab kanker otak dari gaya hidup atau lingkungan.

Walaupun begitu, menjalankan gaya hidup sehat tetaplah sangat bermanfaat. Sebab meskipun pada akhirnya seseorang menderita kanker otak, tapi jika kondisi kesehatannya cukup baik karena sudah didukung oleh gaya hidupnya, maka dia akan lebih baik dalam menerima pengobatan dan bisa lebih cepat pulih dari kanker ini.

Ciri-Ciri Kanker Otak

Ciri-ciri kanker otak muncul karena kanker ini mengambil banyak ruang di dalam tengkorak seraya bertumbuh, atau menyebabkan keluhan spesifik karena letaknya di otak. Keluhan-keluhan yang perlu dicurigai, atau setidaknya diawasi, sebagai gejala kanker otak antara lain:

  • Sakit kepala
  • Kelemahan
  • Kecerobohan
  • Kesulitan berjalan
  • Kejang-kejang

Di samping beberapa keluhan di atas yang sangat umum dialami para penderita kanker ini, terdapat sejumlah ciri-ciri kanker otak lain yang mungkin timbul:

  • Perubahan keadaan mental—perubahan konsentrasi, ingatan, perhatian, atau kewaspadaan
  • Kelainan dalam penglihatan
  • Kesulitan berbicara
  • Perubahan bertahap dalam kemampuan intelektual atau respons secara emosi

Ingat Ini!

Ingatlah bahwa sejumlah ciri-ciri kanker otak sangatlah umum dan banyak masalah kesehatan selain kanker yang bisa menyebabkannya. Namun meskipun kemungkinan besar gejala-gejala di atas bukan disebabkan oleh kanker, ada baiknya Anda tetap periksa ke dokter untuk memastikannya.

Apabila dokter mendapati adanya tanda-tanda kanker pada tes awal, atau bila keluhan-keluhan yang Anda rasakan dikhawatirkan sebagai gejala kanker, Anda mungkin diminta untuk menjalankan lebih banyak tes sebelum dokter memberikan diagnosis kanker otak.

Stadium Kanker Otak


Kanker otak sedikit berbeda dari jenis kanker lain. Jenis kanker lain terutama berbahaya karena mereka bisa menyebar ke seluruh tubuh. Tumor yang berasal dari otak memang bisa menyebar ke bagian lain dari sistem saraf pusat, tetapi mereka hampir tidak pernah menyebar ke organ lain. Tumor otak terutama berbahaya karena mampu mengganggu fungsi-fungsi penting pada otak.

Karena tumor di otak hampir tidak pernah menyebar ke bagian tubuh lain, maka tidak ada sistem pengelompokkan stadium kanker otak yang resmi. Namun terdapat sistem grading atau pengelompokkan berdasarkan tingkat untuk kanker otak. Sistem grading kanker otak memiliki empat tingkat berbeda—tingkat 1 sampai 4—yang memberikan pemahaman tentang bagaimana tumor tersebut tumbuh.

Pengobatan Kanker Otak

Pengobatan kanker otak didasarkan atas banyak faktor, antara lain: usia, kondisi kesehatan, dan riwayat medis Anda; jenis, lokasi, dan ukuran tumor; seberapa besar kemungkinannya tumor untuk menyebar atau kambuh lagi; juga toleransi Anda terhadap obat, prosedur, atau terapi tertentu.

Sering kali, tumor-tumor di otak yang tingkatnya rendah (tingkat 1 dan 2), yang tidak agresif, ditangani dengan cara dipantau secara teliti atau dioperasi. Walaupun semua tumor memang dipantau dengan tes-tes scan, tapi tumor tingkat 2 harus terus dipantau lebih teliti setelah operasi untuk memastikannya tidak kambuh lagi.

Kanker otak dengan tingkat yang lebih tinggi (tingkat 3 dan 4), yang bersifat ganas dan bisa bertumbuh cepat, lebih sulit dioperasi dan membutuhkan perawatan tambahan di samping operasi. Berikut adalah beberapa perawatan tambahan untuk kasus kanker otak tingkat lebih tinggi:

  • Terapi radiasi:

    Menggunakan sinar-X dan jenis radiasi lainnya untuk menghancurkan sel-sel tumor atau menghambat pertumbuhan tumor.

  • Kemoterapi:

    Menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang membelah secara cepat. Kemoterapi bisa diberikan melalui mulut (secara oral) atau melalui infus.

  • Terapi tertarget:

    Fokus terapi ini pada unsur spesifik dari sebuah sel, misalnya pada molekul atau jalur yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel, agar bisa menggunakannya sebagai target.

Keterangan lebih lengkap dapat dilihat di situs web MAYO CLINIC. Sebelum membuat keputusan pilihan pengobatan kanker otak, sangatlah penting untuk membicarakannya dengan dokter mengenai semua pilihan yang tersedia, termasuk apa tujuan pengobatan itu juga efek samping yang mungkin muncul setelahnya. Dan jangan ragu-ragu bertanya jika ada yang tidak dimengerti atau kurang yakin dari pilihan pengobatan itu.

Pengobatan Kanker Otak secara Alami

Anda mungkin mendengar tentang pengobatan alternatif atau tambahan yang belum atau tidak disinggung oleh tim dokter Anda. Metode pengobatan ini biasanya meliputi konsumsi herbal, vitamin, dan pola makan khusus.

Alternatif yang lebih alami ini tampaknya semakin diminati karena banyak pasien yang tidak berani menjalani metode secara medis yang mereka bayangkan akan menyakitkan, juga ditambah semakin berkembangnya pengobatan herbal yang telah didukung oleh sejumlah penelitian ilmiah.

Alam menyediakan banyak tumbuhan yang dapat digunakan sebagai herbal anti-kanker, misalnya, Sarang Semut Papua yang terbukti ampuh mengatasi tumor dan kanker. Hasil penelitian ilmiah dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan bahwa Sarang Semut mengandung senyawa-senyawa aktif yang telah dikenal dalam dunia medis untuk pengobatan berbagai jenis kanker.

Senyawa aktif yang terkandung dalam Sarang Semut itu adalah flavonoid, tanin, dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh dimana antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal bebas penyebab kanker sehingga sangat baik untuk mencegah dan mengobati kanker.

Bukti dari Manfaat Sarang Semut

Riset ilmiah tentang herbal ini selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Contohnya Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas.

Ia berkomentar seperti yang dimuat dalam Majalah Natural bahwa “Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya”.

Hasil serupa juga dirasakan oleh para pengguna Kapsul ekstrak Sarang Semut yang terkena kanker, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiatnya setelah penggunaan 1-3 bulan saja!

Bahkan banyak yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan kapsul ekstrak Sarang Semut, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya.

Jika Anda mempertimbangkan untuk mencoba pengobatan atau obat kanker otak alami, dianjurkan untuk konsultasi dulu dengan tim dokter Anda. Mereka diharapkan dapat membantu Anda mempelajari seluk-beluk dari metode alternatif tersebut, dan bisa memberikan saran-saran yang bijaksana.

Kesimpulan

Kanker otak memang bukan jenis kanker yang paling banyak diderita di Indonesia, namun penyakit ini memiliki risiko kematian yang tinggi. Bahkan metode pengobatan medis pun tidak memiliki catatan keberhasilan yang tinggi. Jadi adalah tindakan bijaksana jika mulai dari sekarang kita lebih sadar akan kanker otak.

Mari kita ajak orang-orang yang kita sayangi untuk lebih mengerti mengenai kanker otak, mengenali ciri-cirinya, serta mengetahui pilihan metode pengobatan dan obat kanker otak yang tersedia. Semoga dengan begitu akan meminimalkan kasus kanker ini maupun angka kematian yang diakibatkannya.

Cindy Wijaya

Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.


Artikel di-posting oleh Cindy Wijaya dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.