Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Ilustrasi Kanker Mata Ilustrasi Kanker Mata

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Mata

Kanker matamemang bukan jenis kanker yang populer di masyarakat. Kasusnya relative tidak terlalu banyak terdeteksi dibandingkan banyak jenis kanker lain, bahkan beberapa orang sempat mengira mata bukan bagian tubuh yang mungkin mengalami kanker. Padahal setiap bagian dari tubuh memiliki kemungkinan untuk mengalami kanker, tentu saja dengan tingkat risikonya masing-masing.

Sebenarnya keberadaan kanker mataini sangat mudah dikenali, karena keberadaan massa kanker dengan mudah Anda lihat dan raba langsung, mengingat posisi mata yang berada di bagian permukaan tubuh. Berbeda dengan kebanyakan kanker yang termasuk dalam penyakit dalam sehingga diperlukan rangkaian test termasuk pemeriksaan dalam dengan endoskopi atau laparoskopi.

Tetapi fakta bahwa mata berada di permukaan tubuh tak lantas kasus ini cepat dideteksi. Banyak kasus kanker mata terdeteksi cukup terlambat karena pasien kerap memandang remeh gejala dan tanda massa yang muncul.

Padahal kanker mata tak berbeda dari jenis kanker lain, memiliki risiko yang sama beratnya dan bisa menyebar serta bermetastatis ke organ lain di sekitar mata. Dengan lokasi yang berdekatan dengan beberapa organ vital macam otak dan telinga maka bukan mustahil kanker mata bisa menyebabkan kondisi serius bila diabaikan atau terdeteksi terlambat.

Kanker mata biasanya dikategorikan berdasarkan lokasi serangan dimana sel kanker tumbuh. Pengkategorian tersebut terdiri dari:

  • Kanker Melanoma

    Kanker yang menyerang sel mata dengan membentuk pigmentasi pada bola mata. Mudah dikenali dengan keberadaan warna menggelap pada mata. Serangan melanoma bisa terbentuk pada bola mata, konjungtiva atau lapisan terluar dari mata dan pada bagian kelopak.

  • Kanker Limfoma

    Di dalam mata juga terdapat sistem limfatik yang juga dapat mengalami serangan kanker. Lebih dari 90% kasus kanker jenis ini merupakan efek sekunder dari serangan kanker pada sistem imunitas seperti kanker limfatik lain atau kanker pada getah bening.

  • Kanker Sel Squamous dari Konjungtiva

    Pada konjungtiva terdapat sel yang menjadi pembentuk bungkus depan dari mata. Lapisan tipis ini bisa tumbuh secara abnormal dan membentuk massa yang menonjol. Pembentukan massa juga bisa tumbuh ke dalam sehingga tidak disadari oleh mata kecuali terus menerus merasa mengganjal dan kadang perih pada mata.

  • Kanker pada Ligamen Mata

    Bola mata terikat oleh sejenis ligament yang berfungsi untuk menahan mata tetap pada posisinya. Sel yang berbentuk otot ini bisa pula mengalami kanker dan dapat mengganggu fleksibilitas gerak bola mata.

  • Kanker pada Anak

    Beberapa pasien bisa mengalami kanker khusus yang kebanyakan hanya menyerang anak-anak. Biasaya penyakit ini terkait dengan kerusakan genetik bawaan seperti kanker retinoblastoma dan Medulloepithelioma

Penyebab Kanker Mata

Penyebab kanker mata masih belum sepenuhnya dapat dipastikan. Beberapa kasus kanker mata kerap diidentifikasi sebagai perkembangan dari munculnya polip pada mata dan kasus peradanganakut dan kronis pada mata. Sementara itu, kasus polip mata sendiri masih dalam pengujian, karena sebab kemunculannya masih belum jelas.

Namun berdasarkan news-medical.net dikatakan beberapa faktor dipercaya sebagai penyebab kanker mata atau setidaknya sebagai pemicu kanker mata. Faktor-faktor ini mampu meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker mata:

  • Ras kaukasoid

    Beberapa data menunjukan tingginya kasus kanker mata di beberapa negara Eropa dan Amerika. Ini menguatkan fakta bahwa kanker mata lebih riskan muncul pada mereka dengan ras kaukasoid atau berkulit putih.

  • Masalah usia

    Kebanyakan kasus kanker mata muncul pada mereka berusia lanjut. Kanker mata dipicu oleh banyak situasi yang terus terpapar pada mata dan akhirnya menimbulkan regenerasi sel yang bermutasi. Sehingga mereka dengan usia di atas 60 tahun mengalami peningkatan risiko mengalami kanker mata.

  • Mata berwarna

    Kasus kanker mata lebih banyak muncul pada pasien dengan mata berwarna seperti bermata biru, hazel, hijau atau cokelat. Kemungkinan ini terkait dengan masalah pembentukan pigmen mata yang ternyata juga berfungsi sama pada kulit sebagai pelindung bagi mata.

  • Paparan sinar UV

    Paparan sinar matahari rupanya juga memberi pengaruh buruk pada mata sebagaimana pengaruh buruk sinar matahari terhadap kulit. Pada beberapa orang yang lebih peka, kerapnya terjadi paparan sinar UV pada mata bisa menyebabkan kanker mata.

  • Kondisi genetik

    Beberapa orang memiliki kondisi khusus yang merupakan kondisi yang diwariskan secara genetik. Dan beberapa kondisi genetik ini menyebabkan kerentanan terhadap kanker mata seperti pada kondisi sindrom displastik nevus, dimana seseorang mengalami ketidak wajaran dengan memunculkan massa-massa kecil berpigmen pada kulitnya. Massa kecil ini kadang juga muncul pada mata dan bisa memicu kanker mata.

  • Memiliki pekerjaan dengan risiko tinggi

    Beberapa orang yang terpaksa bekerja dengan bersinggungan langsung dengan sumber cahaya besar seperti nelayan, petani atau malah pekerja las, pekerja pembuatan kaca dan pekerja pabrik kimia dimana mereka hidup dalam lingkungan dengan kadar senyawa kimia berbahaya yang tinggi juga memiliki masalah kerentanan dengan kanker mata. Bekerja pada pertambangan juga bisa memicu kanke mata karena serbuk halus dari abu pertambangan secara tidak sadar masuk ke mata, menciptakan iritasi dan akhirnya merusak kondisi mata tanpa disadari pasien.

Gejala Kanker Mata

Gejala kanker mata sebagaimana sudah pernah dibahas sebelumnya cenderung mudah untuk dikenali karena terlihat dan mudah untuk terasa. Namun demikian, banyak pasien kerap mengira gejala yang muncul justru hanya gejala iritasi mata ringan. Sehingga banyak kasus kanker mata yang terdeteksi terlambat dan menyebabkan persebaran kanker sudah terlanjur meluas.

Untuk itu penting pula bagi kita mengenali apa saja gejala kanker mata dan memahami kondisi spesifik yang membedakannya dari gejala sakit mata biasa. Berikut ini beberapa gejala kanker mata tersebut :

  • Mata tampak tidak simetris atau secara ilmiah dinamakan esotropia.
  • Pada cahaya yang cukup tampak muncul bintik-bintik putih pada pupil. Kadang Anda perlu memperhatikan cukup seksama karena bintik putih terlihat samar.
  • Bola mata yang berbeda warna antara satu mata dengan mata yang lain.
  • Muncul warna putih pada mata ketika pasien berfoto dengan menggunakan flash.
  • Terlihat massa kecil yang muncul, bisa terlihat pada pada kelopak baik di luar atau dalam, kadang juga tampak pada mata seperti pada konjungtiva atau pupil.
  • Kadang terasa mengganjal pada mata.
  • Kerap merasa sakit kepala, seperti mata ditarik, hingga rasa pegal di mata.
  • Penglihatan buram
  • Kerap muncul rasa seperti iritasi, mata merah dan basah
  • Muncul kesulitan untuk meliri atau berkedip.
  • Kerap mengeluarkan air mata tanpa bisa dikendalikan. Kadang air mata seperti berlendir atau mengental

Pengobatan Kanker Mata

Pengobatan kanker matapada umumnya didahului dengan beberapa prosedur pemeriksaan. Metode pengobatan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi kanker yang ditemukan berdasarkan fakta hasil test. Test dilakukan dengan melakukan uji fisik terhadap mata, kemudian dilakukan prosedur rekam gambar. Beberapa prosdur tes rekam gambar biasanya menggunakan metode CT-scan fundus, USG mata atau dengan uji pencitraan. Setelah itu dilakukan pula beberapa uji laboratorium.

Pada umumnya dalam organ yang terbentuk kanker di dalamnya, Anda bisa menemukan senyawa-senyawa khusus . Senyawa-senyawa ini dilepas oleh sel kanker dan keberadaanya dalan suatu organ bisa menjadi indikasi awal adanya kanker.

Uji tes lain untuk memastikan kondisi kanker adalah dengan biopsi. Ini biasanya sebagai uji akhir untuk memastikan sejauh mana perkembangan kanker dalam mata sekaligus mengenali stadium yang sudah dicapai sel kanker.

Setelah keberadaan kanker diketahui lengkap dengan stadium kanker, Anda bisa menentukan prosedur pengobatan kanker matayang sesuai untuk pasien jalankan. Ada beberapa prosedur yang bisa ditemuh pasien dalam mengatasi kanker secara medis. Dan prosedur tersebut antara lain:

  • Pembedahan

    Sebagaimana kebanyakan prosedur pengobatan kanker lain, maka dalam pengobatan kanker mata, prosedur pembedahan dan pengangkatan sel kanker juga menjadi pilihan utama. Di sini terdapat beberapa prosedur seperti:

    • Prosedur Iridektomi

      Prosedur ini dilakukan dengan mengikis lapisan iris mata untuk menyingkirkan sel kanker pada stadium awal. Biasanya pada awalnya kanker hanya muncul pada bagian muka dari bola mata saja.

    • Prosedur Koroidektomi

      Ketika sel kanker mulai menyerang area koroid, maka cara terbaik adalah dengan mengelupas bagian koroid mata. Biasanya ini adalah prosedur ini diterapkan untuk kondisi kanker mata stadium dua.

    • Prosedur Enucleation

      Prosedur ini mengharuskan pengangkatan seluruh bagian mata. Biasanya diterapkan pada kondisi kanker mata atau tumor yang sudah berat, dimana seluruh bagian mata sudah terserang kanker dan menyebabkan rasa sakit yang sangat mengganggu. Kadang menyertai prosedur ini dilakukan implantasi mata dengan beberapa prosedur tambahan untuk menyatukan syaraf dan ligament yang mengikat mata dengan mata baru.

  • Radioterapi

    Terapi ini menggunakan efek frekuensi gelombang radio yang dikenal dapat menyebabkan efek kematian sel. Sel kanker akan terbakar sehingga tak lagi bisa menyebabkan persebaran. Radiasi menggunakan gelombang gamma atau proton yang difokuskan pada sel kanker. Prosedur terbaru dari model radioterapi untuk kanker mata ini adalah dengan memasang plat pada mata dengan sinyal gelombang radio. Gelombang radio akan menyasar sel kanker di dalamnya. Prosedur ini dikenal dengan istlah brachytherapy.

    • Terapi Laser

      Terapi ini dilakukan dengan menembakan sinar laser pada sel kanker dengan sebelumnya dilakukan suntikan pada sel kanker supaya sel menjadi lebih peka terhadap cahaya.

    • Cryoterapi

      Terapi dengan menyuntikan senyawa khusus yang bersifat membekukan sel kanker. Terapi ini hanya efektif pada kasus kanker stadium awal saja.

Hampir setiap prosedur pengobatan kanker mata di atas memiliki beberapa efek samping. Seperti efek inflamasidan infeksi pada mata, reaksi alergi pada kasus implantasi mata atau beberapa reaksi terhadap terapi seperti pusing, mual, nyeri otot dan sendi hingga penurunan imunitas.

Untuk itu, terkadang beberapa pasien kanker mata mencoba mencari prosedur lain diluar metode medis dengan harapan dapat menghindari risiko dan efek samping. Namun rupanya tak semudah itu pula menemukan obat herbal kanker mata yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Apalagi bila Anda berminat memadukan metode tradisional ini dengan metode medis. Anda perlu pastikan produks bersangkutan memang aman untuk Anda konsumsi bersama terapi medis.

Beberapa produk herbal berikut bisa menjadi pilihan Anda, selain karena khasiatnya yang ampuh sebagai anti kanker, juga karena sifatnya yang tak hanya aman dipadukan bersama terapi medis, tetapi juga baik untuk meningkatkan manfaat terapi dan menekan efek samping dari terapi sekaligus. Dan herbal-herbal terekomendasi tersebut antara lain:

  • Sarang Semut

    Karena ditinggali oleh koloni semut, tanaman ini memiliki umbi yang didalamnya terdapat banyak sekali rongga. Untuk membangun rongga tersebut, semut mencampurnya dengan senyawa aktif yang dimilikinya.

    Reaksi kimia yang terbentuk antara para semut dengan tanaman herbal ini diduga menghasilkan senyawa aktif yang mampu atasi kanker. Beberapa senyawa aktif yang sudah diketahui terdapat dalam Sarang Semutialah; flavonoid, polifenol (asam fenolat), dan tokoferol. Lalu, apakah kandungan ini memang efektif dalam mengatasi kanker?

    Mari kita perhatikan cara kerja senyawa ini dalam tubuh Anda! Sebagai contoh, flavonoidsenyawa ini bekerja sebagai anti-proliferasi yang mampu mendeteksi keberadaan sel kanker dan menghambat pertumbuhannya. Zat ini juga bertindak sebagai penginduksi apoptosis dengan memaksa sel kanker untuk bunuh diri. Bagaimana bisa sel kanker bunuh diri? Bio-kimia ini memprogram ulang struktur sel kanker yang ada.

    Zat aktif berikutnya ialah polifenol atau asam fenolat yang bertugas melindungi DNA dalam tubuh Anda. Ingatlah bahwa sel kanker cenderung memengaruhi sel sehat dan mengubahnya menjadi sel kanker. Maka keberadaan polifenol akan membantu sel dalam tubuh Anda tetap terjaga dan tidak terpengaruh oleh sel kanker yang datang karena radikal bebas.

    Bagaimana dengan tokoferol? Zat aktif ini mampu meredam radikal bebas hingga 96%, kandungan asam fenolat ini dapat mencapai 313 ppm (satuan konsentrasi kimia). Jumlah tersebut sangat tinggi jika dibandingkan dengan herbal lainnya. Perlu diingat bahwa radikal bebas merupakan salah satu faktor utama pemicu kanker.

    Meskipun berbagai penelitian ilmiah sudah dilakukan, namun itu masih tergolong sedikit. Sehingga tidak menutup kemungkinan ke depannya akan ditemukan beragam senyawa baru dalam Sarang Semutyang lebih menjelaskan alasan kenapa herbal ini dapat dengan "ajaib" melawan kanker secara cepat dan tuntas.

    Keterangan lebih lengkap mengenai keampuhan Sarang Semut dalam membantu pengobatan kanker mata dapat dilihat di halaman artikel "Obat Kanker Mata".

  • Noni Juice

    Noni juicemerupakan sari dari buah noni, sejenis buah tropis yang juga mudah Anda temukan di kawasan pasifik. Tanaman ini sudah dikenal sejak dulu sebagai salah satu tanaman kaya khasiat bahkan juga mendapat julukan tanaman dewa di Haiti.

    Yang khas dari buah noni adalah aroma uniknya yang menusuk dan kurang sedap. Namun ini justru menjadi rahasia dari kemampuan herbal anti kanker yang juga ampuh untuk mengatasi berbagai inflamasidan abses.

    Karena di dalam buah noni terdapat kandungan asam kaprat dan asam kaproat yang dikenal sebagai anti bakteri dan anti viral yang sangat kuat. Efektif mengatasi beragam infeksi, inflamasi dan abses yang kadang kala menjadi masalah prakanker. Juga efektif mengatasi inflamasi pasca kanker atau inflamasi karena operasi.

    Selain itu juga terdapat kandungan xeronine, sejenis protein unik yang berfungsi mengendalikan pertumbuhan sel untuk tetap normal. Dipadu dengan manfaat terpenoid yang juga berfungsi mempertahankan fungsi regenerasi sel tetap dalam sistem normalnya. Denga peran dua senyawa ini, regenerasi sel bisa dimaksimalkan tanpa ada efek mutasi gen yang menjadi awal dari kanker. Regenerasi sel sendiri sangat penting untuk penyembuhan pasca operasi.

    Terdapat pula kandungan scolopetin dalam buah noni yang mengatasi endapan darah dan detoksifikasi sehingga melancarkan aliran darah menuju sel sehat. Scolopetin juga bekerja sama dengan sejumlah fitonutrien yang sangat penting dalam membentuk senyawa antigen alami tubuh yang sifatnya sebagai antikanker. Beberapa senyawa alami tersebut antara lain interferon dan interleukin, nitrit oksida dan lipopolisakarida.

    Tambahan kandungan damnachantal dalam buah noni juga efektif untuk membantu mencegah kerusakan sel akibat dari serangan kanker, mengingat kanker cenderung merusak sel sehat. Selain itu senyawa ini juga baik mengatasi kerusakan sel akibat terapi yang dijalankan sebagai pengobatan kanker mata.

Kanker mata bukan jenis kanker yang sering terjadi, bahkan tidak termasuk dalam 10 besar kasus kanker yang umum terdeteksi. Hanya saja kanker ini bisa menjadi sangat ganas mengingat lokasinya yang berada di dekat beberapa organ vital. Itu sebabnya penting bagi pasien untuk lebih awal mendeteksi kondisi kanker supaya dapat memaksimalkan manfaat pengobatan.

FOLLOW US:
instagramsms

Log In or Register