Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

PROMO 12-12, DISKON 10% UNTUK SEMUA PAKET PRODUK, BERLAKU 12-15 DES 2017. HUBUNGI CS KAMI SEKARANG!
Ilustrasi Kanker Mata Ilustrasi Kanker Mata

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Mata

Tahukah Anda? Kanker mata memang bukan jenis kanker yang populer di masyarakat. Kasusnya relatif tidak terlalu banyak dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, bahkan beberapa orang sempat mengira bahwa mata bukan bagian tubuh yang dapat mengalami kanker. Padahal setiap bagian tubuh memiliki kemungkinan untuk terjangkiti oleh kanker, tentu saja dengan tingkat risikonya masing-masing.

Kanker mata biasanya dikategorikan berdasarkan lokasi serangan dimana sel kanker tumbuh. Kategori tersebut terdiri dari:

  • Kanker Melanoma

    Kanker yang menyerang sel mata dengan membentuk pigmentasi pada bola mata. Mudah dikenali dengan keberadaan warna yang tampak semakin gelap pada mata. Serangan melanoma bisa terbentuk pada bola mata, konjungtiva atau lapisan terluar dari mata dan pada bagian kelopak.

  • Kanker Limfoma

    Di dalam mata terdapat sistem limfatik yang juga dapat mengalami serangan kanker. Lebih dari 90% kasus kanker jenis ini merupakan efek sekunder dari serangan kanker pada sistem imunitas seperti; kanker limfatik atau kanker getah bening.

  • Kanker Sel Squamous dari Konjungtiva

    Pada konjungtiva terdapat sel yang menjadi pembentuk bungkus depan dari mata. Lapisan tipis ini bisa tumbuh secara tidak normal dan membentuk gumpalan yang menonjol. Pembentukan gumpalan juga bisa tumbuh ke dalam, sehingga tidak disadari oleh mata, kecuali terus-menerus merasa mengganjal dan kadang perih pada mata.

  • Kanker pada Ligamen Mata

    Bola mata terikat oleh sejenis ligamen yang berfungsi untuk menahan mata tetap pada posisinya. Sel yang berbentuk otot ini, bisa pula mengalami kanker dan dapat mengganggu fleksibilitas gerak bola mata.

  • Kanker pada Anak

    Beberapa pasien bisa mengalami kanker khusus yang kebanyakan hanya menyerang anak-anak. Biasanya penyakit ini terkait dengan kerusakan genetik bawaan seperti; kanker retinoblastoma dan Medulloepithelioma

Sebenarnya keberadaan kanker mata sangat mudah dikenali, karena keberadaan gumpalan kanker dengan mudah Anda lihat dan raba langsung, mengingat posisi mata yang berada di bagian permukaan tubuh. Berbeda dengan kebanyakan kanker yang termasuk kategori penyakit dalam sehingga diperlukan rangkaian pemeriksaan seperti; endoskopi atau laparoskopi.

Tetapi fakta bahwa mata berada di permukaan tubuh tak lantas membuat kasus ini cepat terdeteksi. Banyak kasus kanker mata terdeteksi cukup lambat karena pasien kerap memandang remeh gejala dan tanda gumpalan yang muncul.

Padahal kanker mata tak berbeda dari jenis kanker lainnya yang memiliki risiko serupa juga bisa menyebar serta bermetastatis ke organ lain di sekitar mata, seperti; otak dan telinga. Maka bukan mustahil kanker mata bisa menyebabkan kondisi serius bila diabaikan atau lambat terdeteksi. Untuk mencegah terjadinya kondisi serius demikian, sebaiknya Anda mengetahui apa saja penyebab kanker mata yang riskan bagi kesehatan kita?

Penyebab Kanker Mata

Namun berdasarkan news-medical.net menyebutkan beberapa faktor yang dipercaya sebagai penyebab kanker mata atau setidaknya sebagai pemicu kanker mata. Faktor-faktor ini mampu meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kanker mata:

  • Ras kaukasoid

    Beberapa data menunjukan tingginya kasus kanker mata di beberapa negara Eropa dan Amerika. Ini menguatkan fakta bahwa kanker mata lebih riskan terjadi pada ras kaukasoid atau berkulit putih.

  • Masalah usia

    Kebanyakan kasus kanker mata muncul pada mereka berusia lanjut. Kanker mata dipicu oleh banyak situasi yang terus terpapar pada mata dan akhirnya menimbulkan regenerasi sel yang bermutasi. Sehingga mereka dengan usia di atas 60 tahun mengalami peningkatan risiko mengalami kanker mata.

  • Mata berwarna

    Kasus kanker mata lebih banyak muncul pada pasien dengan mata berwarna seperti; bermata biru, hazel, hijau atau cokelat. Kemungkinan ini terkait dengan masalah pembentukan pigmen mata yang ternyata memiliki fungsi serupa dengan pigmen pada kulit yaitu sebagai pelindung mata.

  • Paparan sinar UV

    Paparan sinar matahari juga memberi pengaruh buruk pada mata, sebagaimana pengaruh buruk sinar matahari terhadap kulit. Pada beberapa orang yang lebih peka, kerapnya terjadi paparan sinar UV pada mata bisa menyebabkan kanker mata.

  • Kondisi genetik

    Beberapa orang memiliki kondisi khusus yang merupakan kondisi yang diwariskan secara genetik. Dan beberapa kondisi genetik ini menyebabkan kerentanan terhadap kanker mata seperti pada kondisi sindrom displastik nevus, dimana seseorang mengalami ketidakwajaran dengan memunculkan gumpalan-gumpalan kecil berpigmen pada kulitnya. gumpalan kecil ini kadang muncul pada mata dan bisa memicu kanker mata.

  • Memiliki pekerjaan dengan risiko tinggi

    Beberapa orang yang terpaksa bekerja dengan bersinggungan langsung terhadap sumber cahaya seperti; nelayan, petani atau pekerja las, pekerja pembuatan kaca dan pekerja pabrik kimia (dimana mereka hidup dalam lingkungan dengan kadar senyawa kimia berbahaya yang tinggi) juga memiliki masalah kerentanan dengan kanker mata. Bekerja pada pertambangan juga bisa memicu kanker mata, karena serbuk halus dari abu pertambangan secara tidak sadar masuk ke mata, menciptakan iritasi dan akhirnya merusak kondisi mata tanpa disadari pasien.

Penyebab kanker mata masih belum sepenuhnya dapat dipastikan. Beberapa kasus kanker mata kerap diidentifikasi sebagai perkembangan dari munculnya polip pada mata dan kasus peradangan akut yang kronis pada mata. Sementara itu, kasus polip mata sendiri masih dalam pengujian, karena penyebab kemunculannya masih belum jelas. Namun, gejala kanker mata tetap dapat diketahui sehingga Anda dapat memastikan kondisi kesehatan agar pemeriksaan dapat segera dilakukan.

Gejala Kanker Mata

Untuk itu penting pula bagi kita mengenali apa saja gejala kanker mata dan memahami kondisi spesifik yang membedakannya dari gejala sakit mata biasa. Berikut ini beberapa gejala kanker mata tersebut:

  • Mata tampak tidak simetris atau secara ilmiah dinamakan esotropia
  • Pada cahaya yang cukup tampak muncul bintik-bintik putih pada pupil. Kadang Anda perlu memperhatikan cukup saksama, karena bintik putih terlihat samar
  • Bola mata yang berbeda warna antara satu mata dengan mata yang lain
  • Muncul warna putih pada mata ketika pasien berfoto dengan menggunakan flash
  • Terlihat gumpalan kecil yang muncul, bisa terlihat pada pada kelopak baik di luar atau dalam, kadang juga tampak pada mata seperti pada konjungtiva atau pupil
  • Kadang terasa mengganjal di mata
  • Sering merasa sakit kepala, sensasi seperti mata yang ditarik, hingga rasa pegal di mata
  • Penglihatan menjadi buram
  • Kerap muncul rasa seperti; iritasi, mata merah dan basah
  • Muncul kesulitan untuk melirik atau berkedip
  • Kerap mengeluarkan air mata tanpa bisa dikendalikan. Kadang air mata seperti berlendir atau mengental

Gejala kanker mata sebagaimana sudah pernah dibahas sebelumnya cenderung mudah untuk dikenali karena terlihat dan mudah untuk dirasakan Namun demikian, banyak pasien kerap mengira gejala yang muncul justru hanya gejala iritasi ringan. Sehingga banyak kasus kanker mata yang terlambat terdeteksi dan menyebabkan penyebaran kanker sudah terlanjur meluas. Apabila pemeriksaan medis sudah dilakukan, sebaiknya Anda segera melakukan pengobatan kanker mata secara medis.

Pengobatan Kanker Mata Secara Medis

Pengobatan kanker mata pada umumnya didahului dengan beberapa prosedur pemeriksaan. Metode pengobatan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi kanker yang ditemukan berdasarkan fakta hasil pemeriksaan. pemeriksaan dilakukan dengan melakukan uji fisik terhadap mata, kemudian dilakukan prosedur rekam gambar. Beberapa prosedur tes rekam gambar biasanya menggunakan metode CT-scan fundus, USG mata atau dengan uji pencitraan. Setelah itu dilakukan pula beberapa uji laboratorium.

Pada umumnya di dalam organ yang terkena kanker, Anda bisa menemukan senyawa-senyawa khusus. Senyawa-senyawa ini dilepas oleh sel kanker dan keberadaanya pada suatu organ bisa menjadi indikasi awal adanya kanker.

Uji tes lain untuk memastikan kondisi kanker adalah dengan biopsi. Ini biasanya sebagai uji akhir untuk memastikan sejauh mana perkembangan kanker mata, sekaligus mengenali stadium yang sudah dicapai sel kanker.

Setelah keberadaan kanker diketahui lengkap dengan stadium kanker, Anda bisa menentukan prosedur pengobatan kanker mata yang sesuai untuk pasien jalankan. Ada beberapa prosedur yang bisa ditempuh pasien dalam mengatasi kanker secara medis antara lain:

  • Pembedahan

    Sebagaimana kebanyakan prosedur pengobatan kanker lain, prosedur pembedahan dan pengangkatan sel kanker juga menjadi pilihan utama. Di sini terdapat beberapa prosedur seperti:

    • Prosedur Iridektomi

      Prosedur ini dilakukan dengan mengikis lapisan iris mata untuk menyingkirkan sel kanker pada stadium awal. Biasanya pada awalnya kanker hanya muncul pada bagian muka dari bola mata saja.

    • Prosedur Koroidektomi

      Ketika sel kanker mulai menyerang area koroid, maka cara terbaik adalah dengan mengelupas bagian koroid mata. Biasanya ini adalah prosedur ini diterapkan untuk kondisi kanker mata stadium dua.

    • Prosedur Enucleation

      Prosedur ini mengharuskan pengangkatan seluruh bagian mata. Biasanya diterapkan pada kondisi kanker mata atau tumor yang sudah berat, dimana seluruh bagian mata sudah terserang kanker dan menyebabkan rasa sakit yang sangat mengganggu. Kadang menyertai prosedur ini dilakukan implantasi mata dengan beberapa prosedur tambahan untuk menyatukan syaraf dan ligamen yang mengikat mata dengan mata baru.

  • Radioterapi

    Terapi ini menggunakan efek frekuensi gelombang radio yang dikenal dapat menyebabkan efek kematian sel. Sel kanker akan terbakar sehingga tak lagi bisa menyebar. Radiasi menggunakan gelombang gamma atau proton yang difokuskan pada sel kanker. Prosedur terbaru dari model radioterapi untuk kanker mata ialah dengan memasang plat pada mata dengan sinyal gelombang radio. Gelombang radio akan terfokus pada sel kanker di dalamnya. Prosedur ini dikenal dengan istlah brachytherapy.

    • Terapi Laser

      Terapi ini dilakukan dengan menembakan sinar laser pada sel kanker dengan sebelumnya dilakukan suntikan pada sel kanker supaya sel menjadi lebih peka terhadap cahaya.

    • Cryoterapi

      Terapi dengan menyuntikan senyawa khusus yang bersifat membekukan sel kanker. Terapi ini hanya efektif pada kasus kanker stadium awal saja.

Hampir setiap prosedur pengobatan kanker mata di atas memiliki beberapa efek samping. Seperti efek inflamasi dan infeksi pada mata, reaksi alergi pada kasus implantasi mata atau beberapa reaksi terhadap terapi seperti; pusing, mual, nyeri otot dan sendi hingga penurunan imunitas.

Untuk itu, terkadang beberapa pasien kanker mata mencoba mencari prosedur lain diluar metode medis dengan harapan dapat menghindari risiko dan efek samping. Namun rupanya tak semudah itu menemukan obat herbal kanker mata yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Apalagi bila Anda berminat memadukan metode tradisional ini dengan metode medis. Anda perlu pastikan produk bersangkutan memang aman untuk Anda konsumsi bersama terapi medis.

Pengobatan Kanker Mata Secara Herbal

Beberapa produk herbal berikut bisa menjadi pilihan Anda, selain karena khasiatnya yang ampuh sebagai antikanker, juga karena sifatnya yang tak hanya aman dipadukan bersama terapi medis, tetapi juga baik untuk meningkatkan manfaat terapi dan sekaligus menekan efek samping dari terapi. Dan herbal-herbal terekomendasi tersebut antara lain:

  • Sarang Semut

    Karena ditinggali oleh koloni semut, tanaman ini memiliki umbi yang didalamnya terdapat banyak sekali rongga. Untuk membangun rongga tersebut, semut mencampurnya dengan senyawa aktif yang dimilikinya.

    Reaksi kimia yang terbentuk antara para semut dengan tanaman herbal ini diduga menghasilkan senyawa aktif yang mampu atasi kanker. Beberapa senyawa aktif yang sudah diketahui terdapat dalam Sarang Semut ialah; flavonoid, polifenol (asam fenolat), dan tokoferol. Lalu, apakah kandungan ini memang efektif dalam mengatasi kanker?

    Mari kita perhatikan cara kerja senyawa ini dalam tubuh Anda! Sebagai contoh, flavonoidsenyawa ini bekerja sebagai anti-proliferasi yang mampu mendeteksi keberadaan sel kanker dan menghambat pertumbuhannya. Zat ini juga bertindak sebagai penginduksi apoptosis dengan memaksa sel kanker untuk bunuh diri. Bagaimana bisa sel kanker bunuh diri? Biokimia ini menyetel ulang struktur sel kanker yang ada.

    Zat aktif berikutnya ialah polifenol atau asam fenolat yang bertugas melindungi DNA dalam tubuh Anda. Ingatlah bahwa sel kanker cenderung memengaruhi sel sehat dan mengubahnya menjadi sel kanker. Maka keberadaan polifenol akan membantu sel dalam tubuh Anda tetap terjaga dan tidak terpengaruh oleh sel kanker yang datang karena radikal bebas.

    Bagaimana dengan tokoferol? Zat aktif ini mampu meredam radikal bebas hingga 96%, kandungan asam fenolat ini dapat mencapai 313 ppm (satuan konsentrasi kimia). Jumlah tersebut sangat tinggi jika dibandingkan dengan herbal lainnya. Perlu diingat bahwa radikal bebas merupakan salah satu faktor utama pemicu kanker.

    Meskipun berbagai penelitian ilmiah sudah dilakukan, namun itu masih tergolong sedikit. Sehingga tidak menutup kemungkinan kedepannya akan ditemukan beragam senyawa baru dalam Sarang Semut yang menjadi alasan kenapa herbal ini dapat dengan "ajaib" melawan kanker secara cepat dan tuntas.

    Keterangan lebih lengkap mengenai keampuhan Sarang Semut dalam membantu pengobatan kanker mata dapat dilihat di halaman artikel "Obat Kanker Mata".

  • Noni Juice

    Noni juice merupakan sari buah noni, sejenis buah tropis yang juga mudah Anda temukan di kawasan pasifik. Tanaman ini sudah dikenal sejak dulu sebagai salah satu tanaman kaya khasiat bahkan juga mendapat julukan tanaman dewa di Haiti.

    Yang khas dari buah noni adalah aroma uniknya yang menusuk dan kurang sedap. Namun ini justru menjadi rahasia dari kemampuan herbal antikanker yang juga ampuh untuk mengatasi berbagai inflamasi dan abses.

    Karena di dalam buah noni terdapat kandungan asam kaprat dan asam kaproat yang dikenal sebagai anti bakteri dan anti viral yang sangat kuat. Efektif mengatasi beragam infeksi, inflamasi dan abses yang kadang kala menjadi masalah prakanker. Juga efektif mengatasi inflamasi pasca kanker atau inflamasi karena operasi.

    Selain itu juga terdapat kandungan xeronine, sejenis protein unik yang berfungsi mengendalikan pertumbuhan sel untuk tetap normal. Dipadu dengan manfaat terpenoid yang juga berfungsi mempertahankan fungsi regenerasi sel tetap dalam sistem normalnya. Dengan peran dua senyawa ini, regenerasi sel bisa dimaksimalkan tanpa ada efek mutasi gen yang menjadi awal dari kanker. Regenerasi sel sendiri sangat penting untuk penyembuhan pasca operasi.

    Terdapat pula kandungan scolopetin dalam buah noni yang mengatasi endapan darah dan detoksifikasi sehingga melancarkan aliran darah menuju sel sehat. Scolopetin juga bekerja sama dengan sejumlah fitonutrien yang sangat penting dalam membentuk senyawa antigen alami tubuh yang sifatnya sebagai antikanker. Beberapa senyawa alami tersebut antara lain interferon dan interleukin, nitrit oksida dan lipopolisakarida.

    Tambahan kandungan damnachantal dalam buah noni juga efektif untuk membantu mencegah kerusakan sel akibat dari serangan kanker, mengingat kanker cenderung merusak sel sehat. Selain itu senyawa ini juga baik mengatasi kerusakan sel akibat terapi yang dijalankan sebagai pengobatan kanker mata.

Kanker mata bukan jenis kanker yang sering terjadi, bahkan tidak termasuk dalam 10 besar kasus kanker yang umum terdeteksi. Hanya saja kanker ini bisa menjadi sangat ganas mengingat lokasinya yang berada di dekat beberapa organ vital. Itu sebabnya penting bagi pasien untuk lebih awal mendeteksi kondisi kanker supaya dapat memaksimalkan manfaat pengobatan.

BACA JUGA ARTIKEL REKOMENDASI HERBAL BERIKUT:

Sarang Semut Papua Tumpas Kanker dan Tumor dalam Waktu 3 Bulan atau Kurang!

sarang semut papua 3
Berkat herbal ini banyak penderita kanker, tumor dan benjolan abnormal bisa kembali menjalani hidup mereka seperti semula tanpa harus menghadapi biopsi, pembedahan, dan kemoterapi […] Baca Selengkapnya »

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »
FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram