Penyakit Kelenjar Tiroid: Jenis, Gejala, & Penyebabnya

62
Ilustrasi Penyakit Kelenjar Tiroid
Credit Photo: Sneksy / iStock

Kelenjar tiroid adalah salah satu bagian tubuh yang memegang peranan penting. Kelenjar ini menghasilkan dan menyimpan hormon-hormon yang dibutuhkan tubuh untuk bekerja dengan baik. Sayangnya penyakit pada kelenjar tiroid tergolong sangat umum dan bisa terjadi pada wanita, pria, maupun anak-anak. Ada beberapa jenis penyakit tiroid dan masing-masing punya penyebab serta gejala yang berbeda.

Apa sebenarnya penyakit pada kelenjar tiroid itu? Apa saja jenis-jenis penyakit pada tiroid? Apa saja penyebab dan bagaimana gejala dari penyakit tiroid itu? Bagaimana pengobatan untuk mengatasi penyakit pada tiroid? Dalam artikel ini akan dibahas jawaban dari pertanyaan-pertanyana tersebut.

Apa Itu Penyakit Kelenjar Tiroid?

Penyakit tiroid adalah kondisi yang memengaruhi kelenjar tiroid, yakni kelenjar berbentuk kupu-kupu terletak di bagian depan leher. Tiroid punya fungsi penting untuk mengendalikan berbagai proses metabolik di seluruh tubuh. Ada beberapa jenis penyakit yang dapat memengaruhi struktur ataupun fungsi dari kelenjar tiroid.

Kelenjar tiroid terletak di bawah jakun yang mengitari trakea (batang tenggorokan). Sebuah daerah tipis dari jaringan di tengah kelenjar, yang dikenal sebagai isthmus, bergabung dengan dua lobus tiroid di setiap sisi.

Tiroid menggunakan yodium untuk menghasilkan hormon-hormon vital. Tiroksin, yang juga diebut T4, adalah hormon utama yang diproduksi oleh kelenjar ini. Setelah mengirimkan hormon ke jaringan-jaringan tubuh melalui peredaran darah, sejumlah kecil T4 lalu dihasilkan oleh kelenjar untuk diubah menjadi triiodothyronine (T3), yang merupakan hormon paling aktif.

Fungsi kelenjar tiroid dikendalikan oleh mekanisme umpan balik yang melibatkan otak. Sewaktu kadar hormon tiroid menjadi rendah, maka hipotalamus di otak akan menghasilkan hormon TRH (thyrotropin releasing hormone) yang menyebabkan kelenjar hipofisis (letaknya di dasar otak) untuk menghasilkan hormon TSH (thyroid stimulating hormone). TSH merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan lebih banyak T4.

Karena kelenjar tiroid dikendalikan oleh kelenjar hipofisis dan hipotalamus, maka gangguan pada kedua jaringan tersetut juga dapat memengaruhi fungsi tiroid dan kemudian menyebabkan penyakit tiroid.

Ilustrasi Kelenjar Tiroid (Credit Gambar: magicmine / iStock)

Apa Saja Jenis-Jenis Penyakit Kelenjar Tiroid?

Ada beberapa jenis penyakit yang dapat memengaruhi fungsi atau struktur dari kelenjar tiroid, diantaranya: hipotiroidisme, hipertiroidisme, gondok, nodul tiroid, dan kanker tiroid. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing penyakit tersebut.

Hipotiroidisme:

Hipotiroidisme (atau sering disebut hipotiroid saja) terjadi karena kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Penyakit ini dapat berkembang dari masalah di dalam kelenjar tiroid, kelenjar hipofisis, atau di dalam hipotalamus. Gejala-gejala dari penyakit tiroid ini antara lain:

  • Kelelahan
  • Sulit konsentrasi atau berpikir
  • Kulit kering
  • Sembelit
  • Merasa dingin
  • Retensi cairan (penumpukan cairan di bagian-bagian tubuh tertentu)
  • Nyeri pada otot dan sendi
  • Depresi
  • Menstruasi yang lebih lama atau lebih berat pada wanita
Baca juga:  Waspada Hipotiroid, Penyakit yang Bisa Bikin Anda Selalu Lelah

Kondisi hipotiroidisme dapat disebabkan oleh beberapa penyebab. Penyebab-penyebab umum dari penyakit pada kelenjar tiroid ini antara lain:

  • Penyakit tiroiditis Hashimoto: gangguan autoimun yang menyebabkan peradangan (inflamasi) pada kelenjar tiroid.
  • Sindrom resistensi hormon tiroid
  • Jenis lain dari penyakit tiroiditis (peradangan pada tiroid), misalnya tiroiditis akut dan tiroiditis pasca-melahirkan.

Hipertiroidisme:

Hipertiroidisme (atau sering disebut hipertiroid saja) terjadi karena kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid dalam jumlah berlebihan. Penyakit ini lebih jarang dibandingkan hipotiroidisme.

Gejala-gejala dari penyakit tiroid ini biasanya berkaitan dengan meningkatnya metabolisme di dalam tubuh. Pada kasus yang ringan, mungkin gejala-gejalanya tidak begitu kelihatan. Berikut adalah sejumlah gejala dari penyakit pada kelenjar tiroid ini:

  • Tremor (gemetar)
  • Merasa gugup
  • Detak jantung cepat
  • Kelelahan
  • Tidak tahan suhu panas
  • Buang air besar lebih sering
  • Berkeringat lebih banyak
  • Sulit konsentrasi
  • Berat badan turun tanpa sebab

Kondisi hipertiroidisme dapat disebabkan oleh beberapa penyebab. Penyebab-penyebab umum dari penyakit pada kelenjar tiroid ini antara lain:

  • Penyakit Grave
  • Gondok multinodular toksik
  • Penyakit nodul tiroid yang mengekspres hormon tiroid secara berlebihan
  • Konsumsi yodium yang berlebihan

Gondok:

Gondok adalah kondisi pembengkakan pada kelenjar tiroid, entah apapun itu penyebabnya. Gondok sebenarnya bukanlah satu jenis penyakit yang spesifik. Kondisi ini ada kaitannya dengan penyakit hipotiroidisme, hipertiroidisme, atau dengan fungsi normal tiroid itu sendiri.

Nodul Tiroid:

Nodul adalah benjolan atau massa abnormal di dalam kelenjar tiroid. Beberapa penyebab penyakit nodul pada kelenjar tiroid yakni kista jinak, tumor jinak, atau kanker tiroid (jarang terjadi). Benjolan bodul dapat muncul sendiri atau langsung beberapa, dan dapat bervariasi ukurannya. Jika nodul terlalu besar, mereka bisa menekan struktur tiroid di dekatnya lalu menimbulkan gejala-gejala.

Kanker Tiroid:

Penyakit kanker tiroid jauh lebih sering terjadi pada wanita dewasa daripada pada pria atau anak-anak. Sekitar 2/3 dari kasusnya dialami oleh orang-orang di bawah umur 55 tahun. Terdapat beberapa jenis penyakit kanker tiroid, tergantung pada tipe sel apa di dalam kelenjar tiroid yang berubah menjadi kanker. Sebagian besar kanker tiroid punya prognosis dan angka kelangsungan hidup yang tinggi, khususnya jika berhasil dideteksi sejak dini.

Dampak Penyakit Kelenjar Tiroid pada Wanita


Fungsi dari kelenjar tiroid banyak berpengaruh pada sistem reproduksi wanita, terutama jika terjadi penyakit hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) atau hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif). Kedua penyakit tiroid itu menyebabkan ketidakseimbangan kadar hormon dan dapat memberikan dampak buruk pada tubuh wanita. Berikut adalah beberapa dampaknya:

Pubertas dan Menstruasi:

Penyakit tiroid bisa membuat pubertas dan menstruasi terjadi terlalu awal atau terlambat pada seorang perempuan. Selain itu, kadar hormon yang terlalu tinggi atau rendah bisa membuat menstruasi terlalu ringan atau berat, menstruasi tidak teratur, atau sama sekali tidak menstruasi (amenorea).

Reproduksi:

Penyakit tiroid juga dapat mengganggu proses ovulasi (pembuahan) pada wanita. Selain itu, penyakit tiroid kurang aktif (hipotiroidisme) membuat ovarium (indung telur) lebih riskan menumbuhkan kista. Hipotiroidisme yang parah bahkan bisa membuat payudara menghasilkan ASI, sekaligus mencegah proses ovulasi.

Kehamilan dan Pasca-Melahirkan:

Penyakit kelenjar tiroid selama kehamilan dapat membahayakan janin dan bisa menyebabkan gangguan tiroid pada ibu pasca-melahirkan. Kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, lahir mati, dan pendarahan pasca-melahirkan. Penyakit tiroid terlalu aktif pada wanita selama kehamilan membuatnya rentan mengalami mual yang lebih parah.

Menopause:

Penyakit tiroid dapat menyebabkan menopause dini pada wanita, yaitu sebelum usia 40 atau di awal 40-an. Gejala-gejala penyakit tiroid terlalu aktif (hipotiroidisme) juga bisa menyerupai gejala menopause dini. Misalnya jarang menstruasi, hot flash, susah tidur, dan mood tidak stabil.

Dampak Penyakit Kelenjar Tiroid pada Anak


Fungsi kelenjar tiroid sangat penting untuk kehidupan, pertumbuhan, dan perkembangan pada anak-anak. Karena itulah penyakit kelenjar tiroid pada anak bisa punya dampak yang cukup besar pada tubuhnya.

Gejala Penyakit Tiroid Terlalu Aktif pada Anak:

  • Perasaan gugup atau gelisah
  • Kelelahan atau lemah otot
  • Tidak tahan dengan suhu panas
  • Susah tidur
  • Tangan gemetar
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Sering buang air besar atau diare
  • Berat badan turun tanpa sebab
  • Mood tidak stabil
  • Kelenjar tiroid membesar

Gejala Penyakit Tiroid Kurang Aktif pada Anak:

  • Kelelahan yang ekstrem
  • Merasa dingin
  • Sembelit
  • Kulit kering
  • Rambut rontok
  • Pertumbuhan yang lambat atau buruk
  • Berat badan sedikit naik, tidak lebih dari 2 – 5 kg
  • Pubertas terlambat
  • Menstruasi tidak teratur pada anak perempuan remaja
  • Kelenjar tiroid membesar

Apabila penyakit kelenjar tiroid terlalu aktif (hipertiroidisme) pada anak tidak segera diatasi, itu bisa menimbulkan masalah serius pada organ jantung, tulang, otot, siklus menstruasi, dan kesuburannya. Penyakit tiroid kurang aktif (hipotiroidisme) yang tidak diatasi bisa menyebabkan keterbelakangan mental dan dapat memengaruhi perkembangan anak, termasuk kematangan seksualnya. Penyakit ini juga bisa menyebabkan anemia, suhu tubuh yang rendah, dan bahkan gagal jantung.

Bagaimana Pengobatan untuk Penyakit Kelenjar Tiroid?

Pengobatan untuk penyakit tiroid umumnya dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan atau, pada beberapa kasus, diperlukan operasi. Pengobatannya akan disesuaikan berdasarkan jenis penyakit apa yang terjadi pada kelenjar tiroidnya.

Baca juga:  Hipotiroid: Apa Itu dan Bagaimana Mengobatinya?

Obat Tiroid:

Pada hipotiroidisme, obat pengganti hormon tiroid dapat diberikan untuk menggantikan kekurangan hormon tiroid alami. Hormon tiroid buatan ini diberikan dalam bentuk pil. Pada hipertiroidisme, obat yang cocok digunakan untuk mengurangi produksi hormon tiroid atau mencegahnya dikeluarkan dari kelenjar tiroid.

Obat-obatan lain juga bisa diberikan untuk meringankan gejala-gejala penyakit hipertiroidisme, misalnya gejala detak jantung cepat. Jika hipertiroidisme tidak bisa ditangani dengan obat, mungkin dokter menyarankan pasiennya untuk menjalani terapi ablasi radioaktif untuk menghancurkan jaringan tiroidnya.

Operasi Tiroid:

Operasi dilakukan untuk mengangkat gondok yang sudah besar atau nodul yang berfungsi berlebihan di dalam kelenjar tiroid. Operasi juga diperlukan saat ada kemungkinan adanya kanker di tiroid. Jika kelenjar tiroid diangkat seluruhnya, seorang pasien perlu mendapatkan pengganti hormon tiroid seumur hidup.

Operasi tiroid juga dapat dilakukan untuk penyakit Grave serta merupakan salah satu pilihan pengobatannya sebelum terapi RAI dan konsumsi obat-obatan anti-tiroid. Namun sekarang operasi untuk penyakit Grave tidak dilakukan sesering dulu.

Penyakit pada kelenjar tiroid sering kali dapat ditangani dengan baik dan tidak berbahaya. Meski begitu ada beberapa penyakit yang perlu diobati dengan operasi, tetapi hasilnya juga biasanya baik. Bahkan kebanyakan orang dengan kanker tiroid juga punya prognosis dan angka kelangsungan hidup yang cukup tinggi.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang penyakit pada kelenjar tiroid, jenis-jenis, gejala dan penyebab, serta pengobatannya. Semoga informasi ini dapat menambah kepedulian Anda terhadap kesehatan diri sendiri maupun keluarga. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar masalah kesehatan hanya di Deherba.com.


Referensi Penyakit Kelenjar Tiroid:

Stöppler, Melissa. Thyroid Disorders. URL: https://www.medicinenet.com/thyroid_disorders/article.htm. Accessed: 2019-11-20

John Hopkins Medicine. Thyroid Disorders in Women. URL: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/thyroid-disorders-in-women. Accessed: 2019-11-20

Premier Health. Why Thyroid Disorders in Children Need Action Now. Published: 2018-03-07. URL: https://www.premierhealth.com/your-health/articles/women-wisdom-wellness-/why-thyroid-disorders-in-children-need-action-now. Accessed: 2019-11-20