Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Mohon maaf kami tidak bisa melayani Anda dari tgl 17-19 Nov. Pembelian produk tetap bisa dilakukan melalui Lazada.co.id. atau Tokopedia.com. Terima kasih untuk pengertiannya.
Hipertiroidisme Hipertiroidisme GettyImages

Hipertiroidisme—Kenali Penyebab dan Gejala-Gejalanya Sejak Awal!

Hipertiroidisme (sering disebut hipertiroid saja) adalah kondisi penyakit dimana kelenjar tiroid Anda terlalu banyak menghasilkan hormon tiroksin. Hipertiroidisme dapat sangat mempercepat metabolisme tubuh, sehingga menyebabkan gejala-gejala yang mengganggu.

Apabila penyakit hipertiroid dibiarkan tidak diobati, adakalanya penderitanya bisa mengalami berbagai komplikasi kesehatan serius, misalnya gangguan jantung, keropos tulang, dan gangguan penglihatan. Maka ada baiknya Anda mencari tahu apa penyebab dan gejala hipertiroid agar bisa menanganinya sejak awal kemunculannya.

Apa Penyebab Hipertiroid?

Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang letaknya ada di dasar leher, persis di bawah jakun Anda. Walaupun ukurannya kecil, tapi kelenjar tiroid memiliki dampak yang sangat besar bagi kesehatan Anda. Setiap aspek metabolisme dalam tubuh diatur oleh hormon-hormon tiroid.

Kelenjar tiroid menghasilkan dua hormon utama, yaitu tiroksin (T-4) dan triiodotironin (T-3) yang memengaruhi setiap sel dalam tubuh. Mereka mempertahankan tingkat laju tubuh dalam menggunakan lemak dan karbohidrat, membantu mengendalikan suhu tubuh, memengaruhi detak jantung, serta membantu mengatur produksi protein. Tiroid juga menghasilkan kalsitonin, hormon yang membantu mengatur jumlah kalsium dalam darah.

Bagaimana Cara Kerja Tiroid?

Tingkat laju pelepasan hormon T-4 dan T-3 dikendalikan oleh kelenjar hipofisis dan hipotalamus—area di dasar otak yang bertindak sebagai pengatur suhu bagi seluruh sistem tubuh. Berikut cara kerjanya:

Hipotalamus memberi sinyal kepada kelenjar hipofisis untuk membuat hormon bernama TSH (thyroid-stimulating hormone). Hipofisis kemudian melepaskan TSH—jumlahnya bergantung pada seberapa banyak T-4 dan T-3 ada di dalam darah Anda. Jika Anda tidak punya cukup T-4 dan T-3 dalam darah, maka TSH akan meningkat; jika Anda punya terlalu banyak T-4 dan T-3 dalam darah, maka kadar TSH menurun.

Pada akhirnya, kelenjar tiroid mengendalikan produksi hormon-hormon tersebut berdasarkan jumlah TSH yang diterimanya. Jika kelenjar tiroid mengalami kelainan fungsi dan melepaskan terlalu banyak hormon tiroid, maka kadar TSH dalam darah akan tetap berada di bawah normal; jika kelenjar tiroid tidak sanggup melepaskan cukup hormon, maka kadar TSH akan tetap tinggi.

Penyebab Terlalu Banyak Hormon Tiroksin (T-4)

Normalnya, tiroid melepaskan hormon-hormon dalam jumlah tepat, tapi kadang-kadang bisa terlalu banyak memproduksi hormon T-4. Hal ini bisa terjadi karena beberapa penyebab, antara lain:

  • Penyakit Grave

    Penyakit ini adalah sejenis kelainan autoimun dimana antibodi-antibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh merangsang tiroid untuk memproduksi terlalu banyak T-4. Ini adalah penyebab hipertiroid yang paling umum.

    Dalam kasus penyakit Grave, antibodi-antibodi secara keliru menyerang tiroid dan kadang-kadang juga menyerang jaringan di belakang mata serta kulit, seringnya di kaki bagian bawah di atas tulang kering. Salah satu penyebab penyakit ini diduga adalah akibat faktor genetik (keturunan).

  • Benjolan Tiroid yang Hiperfungsi

    Penyebab hipertiroid ini terjadi ketika satu atau lebih dari adenoma dari tiroid menghasilkan terlalu banyak T-4. Adenoma adalah bagian dari kelenjar yang memiliki dinding terpisah dari kelenjar lainnya, membentuk benjolan non-kanker (jinak) yang dapat menyebabkan pembesaran tiroid (gondok).

    Tidak semua adenoma menghasilkan terlalu banyak T-4, dan pakar kesehatan pun belum bisa memastikan apa yang membuat beberapa adenoma mulai memproduksi terlalu banyak hormon.

  • Tiroiditis

    Kadang-kadang kelenjar tiroid bisa mengalami peradangan. Peradangan tersebut dapat disebabkan oleh bocornya kelebihan hormon tiroid yang disimpan pada kelenjar ke aliran darah.

    Satu jenis tiroiditis, disebut tiroiditis granulomatosa subakut, menyebabkan rasa sakit pada kelenjar tiroid. Jenis tiroiditis lainnya tidak menimbulkan rasa sakit dan terkadang terjadi setelah kehamilan (tiroiditis postpartum).

Hipertiroid, terutama yang penyebabnya adalah penyakit Grave, sering kali menurun dalam keluarga dan lebih umum terjadi pada wanita daripada pria. Jika ada anggota keluarga Anda yang menderita kelainan tiroid, coba bicarakan dengan dokter mengenai apakah ada kemungkinannya Anda juga memiliki masalah pada tiroid.

Seperti Apa Gejala-Gejala Hipertiroid?

Gejala-gejala hipertiroid bisa menyerupai keluhan akibat masalah kesehatan lain, sehingga cukup sulit bagi dokter untuk mendiagnosanya. Penyakit hipertiroid juga dapat menimbulkan beragam keluhan dan gejala yang bervariasi, seperti:

  • Berat badan turun tiba-tiba, meskipun selera makan dan jumlah makanan yang disantap tetap sama (bahkan mungkin meningkat).
  • Detak jantung cepat (takikardia)—umumnya lebih dari 100 detak jantung per menit—detak jantung tak beraturan (aritmia) atau jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Selera makan meningkat.
  • Perasaan cemas, gelisah, dan mudah tersinggung.
  • Gemetaran—biasanya gemetar halus di tangan dan kaki.
  • Berkeringat.
  • Perubahan pola menstruasi.
  • Lebih peka terhadap panas.
  • Perubahan pola BAB, sering kali menjadi lebih sering.
  • Pembesaran kelenjar tiroid (gondok), yang dapat terlihat seperti bengkak di bagian dasar leher.
  • Kelelahan, lemah otot.
  • Susah tidur.
  • Kulit menipis.
  • Rambut tipis dan rapuh.

Perhatikanlah bahwa hipertiroid pada lansia seringnya tidak menimbulkan gejala-gejala atau hanya ada keluhan yang tidak kentara, misalnya meningkatnya detak jantung, intoleransi jantung, dan lebih gampang lelah meskipun aktivitas biasa saja.

Hal tersebut dapat disebabkan oleh konsumsi obat penghambat beta (beta blocker)—digunakan untuk darah tinggi dan penyakit lain—bisa menyamarkan banyak gejala-gejala hipertiroid.

Gejala Khusus akibat Penyakit Grave pada Mata


Adakalanya penyakit Grave—salah satu penyebab hipertiroid—bisa memengaruhi mata, terutama jika Anda merokok. Penyakit ini membuat jaringan serta otot di belakang mata membengkak. Ini membuat bola mata maju terlalu ke depan sampai terlihat menonjol.

Hal ini juga dapat menyebabkan permukaan depan dari bola mata menjadi sangat kering dan menimbulkan masalah penglihatan.

Gejala-gejala dari penyakit Grave yang memengaruhi mata adalah: bola mata menonjol, mata merah atau bengkak, air mata sering keluar atau rasa tidak nyaman di salah satu atau kedua mata, terlalu peka terhadap cahaya, penglihatan ganda atau kabur, peradangan, atau pergerakan mata jadi terbatas.

Segeralah periksa ke dokter jika Anda merasakan gejala-gejala hipertiroid seperti berat badan turun tiba-tiba, detak jantung cepat, sering berkeringat, pembengkakan di dasar leher, atau keluhan lain yang disebutkan di atas.

Sewaktu pergi ke dokter, Anda sebaiknya ceritakan secara terperinci mengenai keluhan yang Anda rasakan. Sebab banyak dari gejala hipertiroid berkaitan juga dengan beragam masalah kesehatan lain. Apabila Anda dan dokter berhasil mengetahui penyebab hipertiroid yang Anda alami, maka jenis pengobatan yang tepat pun bisa mulai dilakukan.

BACA JUGA ARTIKEL REKOMENDASI HERBAL BERIKUT:

Noni Juice Teruji Untuk Darah Tinggi, Diabetes, Asam Urat, Gangguan Jantung

noni fruit 10
Noni juice telah membantu banyak orang untuk bebas dari darah tinggi, diabetes tipe 1 & 2, asam urat, gangguan jantung. Noni juga efektif untuk penderita kolesterol, stroke, sulit tidur, stress […] Baca Selengkapnya »

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »
FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram