Pencegahan Kanker Usus

533
Pencegahan Kanker Usus
Sumber Gambar: shutterstock_176963576

Diedit:

Tahukah Anda apa pencegahan kanker usus yang perlu Anda ketahui? Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker usus. Tapi ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan yang bisa membantu menurunkan risiko Anda, seperti mengubah faktor risiko yang dapat Anda kontrol.

Dalam artikel ini Anda akan memperoleh informasi seputar pencegahan kanker usus, mulai dari menjaga pola hidup sehat, menghentikan kebiasaan merokok, mengonsumsi multi-vitamin, serta mewaspadai penggunaan obat anti inflamasi. Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut!

Pencegahan Kanker Usus

Pencegahan kanker usus dapatkah dilakukan? Kanker usus sering tidak diperhatikan selayaknya kanker lain. Padahal jenis kanker ini merupakan jenis kanker yang paling umum terjadi dan menduduki peringkat ketiga di Amerika Serikat. Namun, ternyata 75% dari semua kasus kanker usus dapat dihindari dengan mengamati penyebab kanker usus yang sering terjadi dan memerhatikan hal-hal berikut:

Pola Hidup Sehat

Jumlah yang terdiagnosa kanker usus bahkan mencapai 140.000 orang setiap tahunnya. Alhasil lebih dari satu juta pria dan wanita memiliki riwayat penyakit ini. Anda mungkin bisa menurunkan risiko kanker usus dengan memerhatikan beberapa faktor risiko yang dapat Anda kontrol, seperti diet dan aktivitas fisik.

Berat badan: Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko serangan kanker usus pada pria dan wanita, terutama bagi pria. Terlalu banyak lemak yang ada di perut (seperti; lingkar pinggang yang lebih besar) juga dapat dikaitkan dengan kanker usus. Menjaga berat badan yang sehat dan menghindari kenaikan berat badan di sekitar bagian tengah tubuh dapat membantu menurunkan risiko serangan kanker usus.

Aktivitas fisik: Meningkatkan aktivitas fisik juga dapat menurunkan risiko kanker usus dan polip. Aktivitas fisik kardio yang teratur dapat menurunkan risiko kanker. Aktivitas ini juga dapat memberi manfaat lebih besar lagi. Terutama dalam meningkatkan intensitas dan jumlah aktivitas fisik sehingga dapat membantu mengurangi risiko Anda.

Diet: Secara keseluruhan, diet tinggi akan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian telah dikaitkan dengan risiko kanker usus yang lebih rendah. Walaupun tidak jelas faktor mana yang penting. Banyak penelitian menemukan adanya hubungan antara daging merah (daging sapi, babi, dan domba) atau daging olahan (seperti hot dog, sosis, dan daging makan siang) dengan peningkatan risiko kanker usus.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa penelitian besar telah menyarankan bahwa serat dalam makanan, terutama dari biji-bijian dapat menurunkan risiko kanker usus. Penelitian di bidang ini masih terus berlangsung.

Alkohol: Beberapa penelitian telah menemukan risiko kanker usus yang lebih tinggi dengan peningkatan asupan alkohol, terutama di kalangan pria. Menghindari konsumsi alkohol yang berlebihan dapat membantu mengurangi risiko kanker.

Berhenti merokok

Penelitian memperlihatkan bahwa merokok dalam jangka panjang sering dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan kanker usus dan masalah kesehatan lainnya. Mengonsumsi rokok dapat membantu menurunkan risiko kanker usus dan jenis kanker lainnya. Jika Anda merokok segeralah berhenti!

Baca juga:  5 Ciri-Ciri Kanker Usus yang Paling Mudah Dikenali

Konsumsi Multi Vitamin

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi multi vitamin setiap hari yang mengandung asam folat, atau folat, dapat menurunkan risiko kanker usus. Namun tidak semua peneliti setuju akan hal ini. Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan sehubungan dengan hal ini.

Kalsium dan vitamin D dapat bekerja sama dalam mengurangi risiko kanker usus. Karena vitamin D dapat membantu penyerapan kalsium tubuh. Namun, tidak semua penelitian membuktikan bahwa suplemen nutrisi ini dapat mengurangi risiko.

Obat antiinflamasi non-steroid (NSAID)

Banyak penelitian menemukan bahwa orang yang secara teratur mengonsumsi aspirin atau obat anti inflamasi non-steroid (NSAID), seperti; ibuprofen (Motrin, Advil) dan naproxen (Aleve), memiliki risiko kanker usus dan polip yang lebih rendah.

Tapi aspirin dan NSAID lainnya dapat menyebabkan efek samping serius bahkan mengancam nyawa. Seperti; perdarahan karena iritasi lambung atau sakit maag. Untuk alasan ini, kebanyakan ahli tidak merekomendasikan pemakaian NSAID dalam menurunkan risiko kanker usus.

Namun, bagi beberapa orang berusia 50-an yang memiliki peningkatan risiko penyakit jantung aspirin dosis rendah sering digunakan untuk membantunya. Hal ini juga memberikan manfaat tambahan dalam mengurangi risiko kanker usus.

Karena aspirin atau NSAID lainnya dapat memiliki efek samping yang serius, tanyakan kepada dokter Anda sebelum memulai konsumsi obat tersebut.

Demikianlah beberapa tindakan pencegahan kanker usus yang bisa Anda lakukan sejak dini. Jika Anda ingin memastikan kebenaran akan tindakan pencegahan yang mungkin masih meragukan, silahkan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikannya. Pemeriksaan kanker usus dapat dilakukan untuk memastikan seberapa ganas kanker yang menyerang Anda.

Advertisement
Alinesia