Pilihan Obat Mata Merah di Apotik, Mana yang Tepat untuk Anda?


By Cindy Wijaya

Mata merah adalah problem yang biasa dihadapi orang-orang. Mata merah seperti berdarah itu terjadi jika pembuluh darah di bagian putih mata—disebut konjungtiva—mengalami iritasi dan membesar. Ada banyak penyebab mata merah, seringnya tidak berbahaya tetapi ada juga yang cukup serius. Jika penyebabnya tidak serius, Anda mungkin dapat mencoba mengatasinya sendiri dengan obat mata merah yang bisa diperoleh di apotik.

Namun ada cukup banyak pilihan obat mata merah maupun obat tetes mata yang tersedia di apotik atau di toko obat, mana yang cocok? Sebenarnya jenis obat mata yang cocok haruslah disesuaikan fungsinya dengan masalah mata merah yang Anda alami. Untuk membantu Anda, artikel ini akan menjelaskan fungsi dari jenis-jenis obat mata merah yang biasa ada di apotik atau di toko obat.

Apa Boleh Memakai Obat Mata Merah Sendiri?

Sering kali penyebab mata merah tidaklah serius, misalnya akibat masalah riasan, kurang tidur, asap rokok, berenang di kolam yang mengandung klorin, konsumsi alkohol, dsb. Tidak apa-apa untuk mengobati iritasi ringan, kelelahan, dan kemerahan sesekali dengan obat tetes mata merah.

Satu hal yang perlu diketahui bahwa obat tetes mata merah tidak akan mengobati masalah mendasarnya. Banyak orang terus memakai obat tetes mata sebagai solusi praktis, meski mereka tidak tahu apa sebenarnya penyebab mata mereka memerah. Dan ironisnya, terlalu sering memakai obat tetes mata justru bisa membuat mata tambah merah.

Obat tetes mata yang dijual bebas di apotik atau di toko obat lain mungkin dapat membantu mengurangi atau mencegah kondisi mata kering, namun obat resep cenderung bekerja lebih baik karena dokter sudah lebih dulu memeriksa penyebab di balik problem mata itu.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Biasanya Anda tidak perlu selalu periksa ke dokter setiap kali mengalami mata merah. Akan tetapi, siapa pun yang mengalami salah satu dari gejala berikut sebaiknya mencari bantuan dokter:

  • Mata merah disertai penglihatan kabur atau buram.
  • Mata merah disertai rasa sakit dan gatal yang hebat.
  • Keluar cairan berwarna hijau atau kuning dari mata.
  • Kesulitan melihat.
  • Mata terasa tertekan.
  • Mata kering dan gatal terus-menerus.
  • Mata merah musiman yang mungkin akibat alergi.
  • Mata merah setelah cedera di mata atau sekitarnya.
  • Mata sensitif terhadap cahaya.
  • Disertai gejala-gejala seperti pilek.
  • Disertai mual.

Pilihan Obat Mata Merah di Apotik Tanpa Resep Dokter

Obat mata merah tanpa resep biasanya aman digunakan pada sebagian besar kasus mata merah yang tingkat keparahannya ringan hingga sedang. Berikut adalah sejumlah pilihan obat mata merah yang bisa diperoleh di apotik atau toko obat.

Obat Tetes Air Mata Buatan

Obat tetes air mata buatan, yang secara klinis disebut sebagai obat tetes demulcent, adalah obat tetes mata yang dijual bebas yang diformulasikan untuk mengembalikan kelembapan pada mata yang kering dan meradang. Tetes mata buatan ini harus cukup sering diteteskan; kebanyakan orang cenderung kurang sering memakainya.

Cara Pakai Obat Tetes Air Mata Buatan:

Coba teteskan air mata buatan:

  • Setiap jam selama 6 jam pertama pemakaian.
  • Setelahnya 6 kali per hari selama seminggu.

Beberapa orang menyimpan botol obat tetes mata mereka di lemari es, karena merasa cairannya yang didinginkan bisa lebih menenangkan mata.

Vasokonstriktor

Vasokonstriktor (dekongestan) bekerja dengan cara mengecilkan pembuluh-pembuluh darah kecil pada bagian konjungtiva mata. Beberapa contoh obat mata merah di apotik yang punya fungsi sebagai vasokonstriktor adalah:

  • Tetrahydrozoline (contohnya Visine)
  • Naphazoline (contohnya Cendo Vasacon Eye Drop)
  • Phenylephrine (contohnya Cendo Efrisel 10%)

Obat-obatan ini tidak umum digunakan oleh dokter, sebab bila digunakan terlalu lama atau terlalu sering, efeknya cepat habis. Hal ini dapat menyebabkan kondisi mata merah ‘rebound’—maksudnya pembuluh darah tambah lebar dari sebelumnya, dan membuat mata semakin marah.

Cara Pakai Obat Mata Merah Vasokonstriktor:

Pakailah maksimal dua kali sehari:

  • Sekali di pagi hari
  • Sekali sebelum tidur

Vasokonstriktor mengurangi kemerahan mata dan dapat digunakan dengan aman dalam batas waktu maksimal 72 jam.

Penggunaan yang lebih sering atau lebih lama justru bisa berdampak tidak baik untuk mata Anda. Jika Anda sampai merasa harus meneteskan obat ini setiap pagi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Pengingat!

Jangan pakai obat tetes mata vasodilator (pelebar pembuluh darah) tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter apabila Anda:

  • Sedang hamil
  • Punya masalah jantung
  • Punya diabetes
  • Punya hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif)

Orang yang memiliki masalah glaukoma sudut sempit juga sebaiknya tidak menggunakan obat tetes mata vasodilator.

Obat Tetes Mata Antihistamin

Obat mata merah yang mengandung antihistamin dirancang untuk mengobati gejala alergi mata (konjungtivitis alergi)—terutama yang disertai gatal-gatal, tapi juga termasuk kemerahan, nyeri, perih, dan/atau bengkak di mata—yang dipicu oleh respons kekebalan tubuh terhadap alergen (pemicu alergi).

Jenis obat ini sempat hanya boleh dibeli dengan resep dokter, namun sekarang obat tetes mata antihistamin dapat dibeli secara bebas.

Contoh merek obat mata merah yang mengandung antihistamin adalah Opcon-A dan Naphcon, yang juga mengandung vasokinstriktor untuk sekaligus mengecilkan pembuluh darah untuk mengurangi kemerahan.

Cara Pakai Obat Tetes Mata Antihistamin:

Antihistamin adalah jenis obat kerja cepat, jadi mereka harus digunakan:

  • Setidaknya 4 kali per hari
  • Atau sesuai petunjuk dokter
  • Tapi tidak lebih dari 2 – 3 hari berturut-turut, karena dapat meningkatkan iritasi dan gejala lain

Apabila Anda biasa memakai lensa kontak, tunggu 10 menit setelah menggunakan obat mata antihistamin sebelum memasang lensa kontak.

Pengingat!

Kalau gejala alergi mata tidak membaik atau malah memburuk, sebaiknya periksa ke dokter mata. Dan selalu tanyakan pada dokter sebelum mulai mencoba obat tetes mata antihistamin/vasokonstriktor apabila Anda punya:

  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Pembesaran prostat
  • Glaukoma sudut sempit

Bolehkah Memakaikan Obat Mata Merah pada Anak?

Bagaimana kalau yang mengalami mata merah adalah anak Anda yang masih kecil? Apakah aman meneteskan sendiri obat mata merah pada anak kecil? Setiap situasi bisa berbeda, jadi setiap kali mata anak menjadi merah, sebaiknya orang tua perlu waspada.

Beberapa anak mungkin bisa dengan baik diobati obat mata merah yang dijual bebas dan tidak memerlukan bantuan medis. Namun pada beberapa anak lain, khususnya bayi dan balita, harus mendapat perawatan dokter.

Jika anak Anda mengalami mata merah, cobalah ikuti tips-tips praktis berikut.

  • Lepaskan lensa kontak: Kalau anak Anda memakai lensa kontak, segera lepaskan dan ganti dengan kacamata biasa sampai iritasi dan kemerahan di matanya menghilang.
  • Hindari iritasi: Pastikan untuk melindungi mata anak Anda dari asap, serbuk sari, debu, bulu binatang, zat klorin di kolam renang, dan apa pun yang bisa memicu iritasi atau alergi.
  • Bilas kelopak mata: Coba bilas kelopak mata anak secara hati-hati dengan air hangat selama 5 menit.
  • Kompres dingin: Rendam handuk kecil bersih dalam air dingin beberapa menit, peras airnya, dan tempelkan di area mata.
  • Kompres hangat: Rendam handuk kecil bersih dalam air panas beberapa menit, peras airnya, dan tempelkan di area mata. PENGINGAT: Jangan langsung tempelkan handuk panas di mata; tunggu sampai suhunya hangat dan nyaman di mata.

Perlu diketahui bahwa mata merah bisa menjadi tanda dan/atau menyebabkan masalah lain, termasuk konjungtivitis dan infeksi mata lainnya.

Bergantung pada seberapa parah mata merah anak Anda, Anda mungkin perlu menjadwalkan janji temu dengan dokter spesialis mata. Sementara itu, batasi kontak mereka dengan orang lain.

Kapan Anak Harus Periksa ke Dokter?

Karena ada banyak penyebab di balik mata merah pada anak, akan jauh lebih baik jika seorang dokter membantu Anda untuk memeriksa kondisi anak Anda.

Jika Anda tidak dapat menemui dokter mata untuk sementara waktu, ada pilihan obat mata merah untuk anak yang dijual bebas di apotik atau toko obat. Mereka bisa menjadi solusi sementara untuk meringankan rasa sakit dan kemerahan. Obat tetes mata yang tanpa zat pengawet adalah pilihan yang optimal.

Pengingat!

Berhati-hatilah dengan obat tetes mata merah yang diberi label ‘whitening’ dan ‘red eye remover’, karena mereka mungkin mengandung vasokonstriktor, yang mengecilkan pembuluh darah. Penggunaan yang salah dari obat tetes ini justru bisa menimbulkan lebih banyak masalah pada mata anak Anda.

Jika mata merah anak memburuk, muncul gejala-gejala baru, atau jika obat mata merah untuk anak tidak cukup membantu, segera temui dokter mata terdekat.

Demikianlah artikel ini yang menjelaskan tentang macam-macam obat mata merah dan obat tetes mata merah yang umum tersedia di apotik atau toko obat. Sekali lagi, pastikan bahwa kondisi mata merah yang Anda alami tidaklah serius sebelum mencoba obat sendiri. Kemudian, pastikan juga obat yang hendak dibeli sudah mendapat izin dari BPOM atau DINKES.

Semoga informasi di artikel ini bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga pembahasan-pembahasan menarik lain seputar masalah kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Verywell Health. Top Treatments for Red Eyes. URL: https://www.verywellhealth.com/red-eye-treatment-3422112

Medical News Today. The best eye drops for people with red eyes. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/315681

All About Vision. Treating your infant’s or child’s red or bloodshot eyes. URL: https://www.allaboutvision.com/parents/how-to-treat-red-eye-in-children/

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>