Nyeri Ulu Hati: Penyebab dan Cara Mengobatinya

306
Ilustrasi Nyeri Ulu Hati
Ilustrasi Nyeri Ulu Hati (Credit: TeroVesalainen / BigStock)

Diedit:

Kalau terasa sakit di ulu hati, apa yang paling pertama Anda pikirkan? Kemungkinan besar Anda mengira bahwa itu adalah keluhan dari penyakit lambung. Memang anggapan itu tidak selalu salah, tapi sebenarnya ada banyak penyebab lain dari nyeri ulu hati yang tidak ada hubungannya dengan gangguan di lambung. Jika tahu apa penyebab di balik ulu hati sakit, Anda juga akan tahu obat yang tepat untuknya.

Dalam artikel ini akan dijelaskan apa sebenarnya keluhan sakit di ulu hati itu, apa penyebab yang mendasarinya, dan bagaimana cara mengatasi keluhan tersebut. Informasi di artikel ini dapat membantu Anda membedakan mana rasa nyeri ulu hati yang tidak perlu terlalu dikhawatirkan dan mana yang perlu diberi perhatian khusus.

Apa Itu Nyeri Ulu Hati?


Dalam ilmu kedokteran, ulu hati adalah epigastrium yang letaknya tepat di bawah tulang rusuk di tengah perut bagian atas. Jadi nyeri ulu hati bisa juga disebut nyeri epigastrium. Sakit di ulu hati bisa terasa biasa saja, bisa juga terasa sangat sakit. Rasa sakitnya juga dapat menyebar dari atau ke bagian tubuh lain. Keluhan ulu hati sakit dapat disertai oleh gejala-gejala tak mengenakkan lain, tergantung pada penyebab dibaliknya.

Beberapa gejala yang dapat menyertai misalnya: mual, muntah, perut kembung, rasa panas dalam dada (heartburn), sembelit, atau diare; tidak nafsu makan, berat badan turun, perut terasa penuh saat baru mulai makan; sakitnya berkurang atau bertambah ketika bergerak atau hanya tidak sakit pada posisi tertentu; terasa sakit saat makan, atau sakitnya berkurang setelah makan atau BAB; sakit tenggorokan atau suara serak.

Meski kadang penyebabnya cukup berbahaya, tetapi sering kali keluhan ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Karena itu Anda perlu tahu bagaimana membedakan gejala sakit di ulu hati yang disebabkan oleh sesuatu yang tidak berbahya dengan yang disebabkan oleh masalah kesehatan lain di dalam tubuh.

Apa Saja Penyebab Ulu Hati Terasa Sakit?


Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab ulu hati terasa sakit. Cukup banyak masalah kesehatan yang dapat mengakibatkan nyeri ulu hati sebagai gejala utamanya, misalnya penyakit GERD (refluks gastroesofagus) dan sejenisnya. Berikut ini adalah sejumlah penyebab sakit di ulu hati.

Sakit di Ulu Hati Akibat GERD:

GERD adalah masalah kesehatan yang menyebabkan penderitanya mengalami rasa panas/terbakar di belakang daerah tulang dada (sternum), yaitu di bagian tengah dada. Penyebab utama dari GERD ialah aliran balik (refluks) makanan dari lambung ke kerongkongan. Jika penyebab ulu hati terasa sakit adalah karena GERD, maka rasa sakitnya akan semakin parah ketika Anda membungkuk, menunduk, atau berbaring.

Nyeri Ulu Hati Akibat Tukak Lambung:

Tukak lambung dalam bahasa kedokteran disebut “ulkus peptikum”. Penyebab utama dari tukak lambung ialah infeksi bakteri H. pylori dan konsumsi jangka panjang obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) sehingga menimbulkan luka terbuka pada dinding lambung. Jika penyebab ulu hati terasa sakit adalah karena tukak lambung, bisa jadi rasa sakitnya muncul atau hilang setelah makan dan disertai dengan keluhan perut kembung, sendawa, atau mual.

Baca juga:  Penyebab Nyeri Dada Selain Jantung: Apa Sajakah Itu?

Nyeri Ulu Hati Akibat Refluks Asam Lambung:

Refluks asam lambung adalah gangguan pencernaan yang disebabkan oleh asam lambung yang naik dari lambung ke kerongkongan. Jika penyebab ulu hati terasa sakit adalah karena refluks asam lambung, maka gejala lainnya yang Anda rasakan ialah heartbrun, yakni rasa panas/terbakar di dalam dada.

Sakit di Ulu Hati Akibat Gastritis:

Gastritis dalam bahasa sehari-hari sering disebut “sakit maag”. Penyakit gastritis disebabkan oleh peradangan pada dinding lambung. Bila penyebab ulu hati terasa sakit adalah karena gastritis, maka Anda kemungkinan akan mengalami keluhan lain seperti mual, muntah, dan berat badan turun.

Nyeri Ulu Hati Akibat Ulkus Duodenum:

Ulkus duodenum mirip dengan penyakit ulkus peptikum, bedanya pada ulkus duodenum yang mengalami luka terbuka adalah usus kecil atau usus halus (duodenum). Seperti ulkus peptikum, penyebab utama luka di duodenum ialah infeksi bakteri H. pylori dan konsumsi jangka panjang obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS). Bila penyebab ulu hati terasa sakit adalah karena ulkus duodenum, maka rasa sakitnya mungkin akan muncul beberapa jam setelah makan.

Sakit di Ulu Hati Akibat Kanker Lambung:

Meski jarang terjadi, sakit ulu hati juga bisa menjadi salah satu gejala yang ditimbulkan oleh kanker lambung. Apabila penyebab ulu hati terasa sakit adalah karena kanker di lambung, maka Anda mungkin juga akan mengalami berat badan yang turun cukup drastis tanpa sebab yang jelas.

Sakit di Ulu Hati Akibat Pankreatitis:

Pankreatitis adalah penyakit peradangan pada pankreas yang sering menimbulkan rasa sakit di perut bagian atas. Ini adalah salah satu penyebab umum dari sakit ulu hati. Pankreatitis bisa terjadi secara akut (dalam waktu singkat) atau kronis (dalam waktu lama). Jika penyebab nyeri ulu hati adalah pankreatitis kronis, maka rasa sakitnya cukup parah dan menjalar ke punggung. Jika penyebabnya pankreatitis akut, rasa sakitnya biasanya agak ringan.

pankreatitis, salah satu penyebab ulu hati sakit
Ilustrasi Pankreatitis (© Magicmine | Dreamstime.com)

Nyeri Ulu Hati Akibat Gastroenteritis:

Gastroenteritis adalah penyakit peradangan pada lambung dan usus. Jika penyebab ulu hati terasa sakit adalah karena gastroenteritis, biasanya Anda akan mengalami gejala-gejala lain seperti sakit di perut, demam, mual, muntah, dan diare berat.

Sakit di Ulu Hati Akibat Batu Empedu:

Ini adalah penyakit dimana terbentuk batu di dalam kantung empedu, yang terutama disebabkan oleh penumpukan kolesterol di empedu. Bila penyebab ulu hati terasa sakit adalah batu empedu, maka rasa sakit muncul di perut bagian kanan atas, dan biasanya timbul setelah mengonsumsi makanan berlemak, bersantan, atau gorengan.

Nyeri Ulu Hati Akibat Penyakit Hati:

Penyakit-penyakit pada hati, misalnya hepatitis, juga dapat menyebabkan sakit ulu hati. Kalau penyebab ulu hati terasa sakit adalah karena hepatitis, biasanya akan disertai dengan gejala sakit kuning (jaundice), dimana warna kulit atau putih mata berubah menjadi kekuningan.

Sakit di Ulu Hati Akibat Serangan Jantung:

Serangan jantung terjadi akibat penyumbatan pembuluh arteri yang menyuplai darah ke jantung. Salah satu gejala khas dari serangan jantung ialah nyeri di bagian dada. Apabila penyebab ulu hati sakit adalah karena serangan jantung, biasanya rasa sakitnya akan terasa seperti sesak dan berat, dan disertai gejala lain seperti sesak napas, berkeringat, dan rasa cemas. Baca juga artikel: “Nyeri Dada Biasa atau Serangan Jantung?

Baca juga:  Nyeri Dada Biasa Atau Serangan Jantung?

Apa Obat untuk Mengatasi Sakit Ulu Hati?


Obat yang cocok untuk mengatasi sakit ulu hati harus disesuaikan dengan penyebab dibaliknya. Biasanya tidak dibutuhkan perawatan khusus pada kasus dimana rasa nyerinya muncul dan hilang dalam beberapa jam dan tidak ada gejala lain yang menyertai. Tetapi kalau ada gejala-gejala lain di samping sakit di ulu hati, maka dibutuhkan obat untuk mengatasinya. Beberapa obat yang umumnya diresepkan dokter untuk sakit ulu hati ialah:

OAINS (Obat Anti-Inflamasi Nonsteroid):

Obat OAINS dapat cukup efektif untuk mengurangi rasa sakit atau ketidaknyamanan lain pada ulu hati dan sekitarnya, juga untuk meredakan peradangan apapun yang terjadi. Obat-obatan yang termasuk OAINS antara lain ibuprofen, aspirin, dan naproxen.

Antagonis H2:

Obat antagonis H2 biasanya diresepkan dokter untuk mengatasi ulkus peptikum atau tukak lambung. Obat-obatan ini juga dapat mencegah pembentukan asam berlebihan di lambung dan membantu meringankan gejala heartburn. Obat-obatan yang termasuk antagonis H2 antara lain simetidin, ranitidin, dan famotidin.

Antasida:

Obat antasida dapat digunakan untuk mengurangi produksi asam berlebihan di lambung, dan dengan begitu akan membantu mengatasi rasa sakit di ulu hati. Obat-obatan yang termasuk antasida antara lain kalsium karbonat, magnesium karbonat, dan aluminium hidroksida.

Tips Lain untuk Mengatasi Sakit Ulu Hati


Catat gejala-gejala yang dirasakan. Catat kapan gejala itu dimulai, berapa lama itu berlangsung, dan apakah gejalanya ringan atau berat. Juga catat makanan apa yang dimakan atau aktivitas apa yang dilakukan sebelum muncul gejala itu. Dengan begitu Anda bisa mengetahui dan menghindari hal-hal yang bisa memicu sakit di ulu hati.

Konsumsi berbagai makanan sehat. Termasuk buah-buahan, sayuran, roti gandum, produk susu rendah lemak, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, dan ikan. Hindari makanan/minuman yang bisa memicu nyeri ulu hati, seperti alkohol atau makanan berlemak. Anda juga mungkin perlu makan lebih sedikit atau lebih sering dari biasanya. Mintalah saran dari dokter.

Minum air sesuai petunjuk dokter. Tanyakan pada dokter berapa banyak air atau cairan yang bisa Anda konsumsi setiap hari. Tanyakan juga apa saja minuman yang disarankan dan yang tidak disarankan. Hindari minuman yang mengandung alkohol atau kafein.

Kesimpulan tentang Nyeri Ulu Hati


Apakah nyeri ulu hati hanya dirasakan kalau ada gangguan pada lambung saja? Tidak, ada banyak penyebab lain dari ulu hati terasa sakit. Bahkan gejala ini bisa berasal dari masalah di luar pencernaan. Beberapa penyebab tersebut yaitu: GERD, tukak lambung, refluks asam lambung, gastritis (maag), pankreatitis, batu empedu, hingga serangan jantung.

Terasa Sakit di Ulu Hati
(Credit: Michael Heim / EyeEm / Getty Images)

Anda perlu mengenali dengan baik gejala seperti apa yang dirasakan, apakah hanya terbatas sakit di ulu hati, atau ada juga keluhan-keluhan lain yang menyertai. Kalau ada keluhan lain yang menyertai, dan itu dirasakan cukup parah, ada baiknya Anda segera pergi ke dokter. Hal ini penting khususnya bagi orang tua yang sudah di atas 55 tahun, karena ditakutkan ia mengalami penyakit cukup berat yang butuh pertolongan medis.

Bagaimana dengan obat untuk mengatasi sakit ulu hati? Anda sebaiknya memeriksakan diri dulu ke dokter sebelum mengonsumsi obat apapun. Sebab obat yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan penyebab di balik rasa sakit ulu hati. Namun pada umumnya dokter meresepkan jenis-jenis obat ini: OAINS, antagonis H2, dan antasida. Sekali lagi, obat-obat tersebut harus diminum sesuai resep dan petunjuk dokter.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang nyeri ulu hati. Semoga informasi ini dapat berguna bagi Anda yang sering mengalami keluhan ini. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar masalah kesehatan hanya di Deherba.com.


Sumber Referensi:

Kerkar, Pramod. Epigastric Pain: What Can Cause Pain in Epigastric Region?. Modified: 2019-02-27. URL: https://www.epainassist.com/abdominal-pain/epigastric-pain. Accessed: 2019-08-14

Drugs.com. Epigastric Pain. Updated: 2019-06-19. URL: https://www.drugs.com/cg/epigastric-pain.html. Accessed: 2019-08-14


Advertisement
Alinesia