Gangguan Makan Setelah Melakukan Terapi Kanker

405
Shutterstock

Diedit:

Setiap orang tentu membutuhkan asupan makanan terlebih bagi mereka yang sedang menderita penyakit kanker. Pada penderita kanker, memenuhi kebutuhan zat gizi sangat penting peranannya terutama untuk mempertahankan status gizi yang optimal.

Dengan mencukupi kadar gizi yang diperlukan tubuh selama masa terapi kanker, tentu saja akan sangat membantu dalam proses pengobatan dan penyembuhan.

Beberapa terapi kanker yang umum meliputi kemoterapi, radiasi, transplantasi sumsum tulang belakang, imunoterapi, dan juga operasi. Setiap terapi kanker yang dilakukan tentunya memiliki efek sampingnya masing-masing tak terkecuali efeknya yang bisa menyebabkan gangguan makan.

Efek samping dari terapi kanker selain yang bersifat psikologis berupa stres dan depresi, juga dapat menyebabkan perubahan yang berkaitan dengan makan yakni perubahan pada rasa kecap, mual, muntah, masalah mengunyah dan menelan, tidak nafsu makan, menurunnya produksi air liur, mulut kering, dan diare.

Bagaimana Mengatasi Gangguan Makan Pasca Terapi Kanker?

Kurang nafsu makan dapat diatasi dengan cara:

  • Menyediakan makanan dalam porsi kecil.
  • Mengonsumsi makanan padat yang tinggi energi dan protein.
  • Menyediakan selalu makanan favorit untuk menggugah selera.
  • Mengonsumsi makanan lebih sering dari biasanya. Makanlah dalam 1-2 jam sekali.
  • Mengolah makanan dengan bentuk yang menarik.
  • Hindari bau makanan yang menyengat.
  • Ciptakan suasana makan yang menyenangkan.
  • Tekankan pada diri bahwa makan adalah bagian yang penting dalam program pengobatan.

Setelah terapi kanker, biasanya pasien menjadi tiba-tiba tidak suka terhadap makanan yang biasanya disukai sehingga makanan yang dikonsumsi menjadi berkurang. Perubahan dalam indera perasa akibat efek samping terapi radiasi dan kemoterapi dapat diatasi dengan cara berikut.

  • Bilas mulut dengan air sebelum makan.
  • Campurkan makanan dengan rasa manis seperti gula dan madu.
  • Gunakan bahan-bahan yang dapat meningkatkan selera dari segi aroma maupun rasa.
  • Konsumsi jus atau makanan selingan berbahan buah-buahan yang segar.
Baca juga:  Benarkah Obat Herbal Dapat Menyembuhkan Kanker?

Efek lain, rasa mual, akan sangat memengaruhi asupan makanan pada pasien kanker. Gangguan mual yang dialami pasca terapi kanker ini dapat diatasi dengan cara:

  • Makan makanan yang kering.
  • Porsi makanan kecil dengan frekuensi 6-8 kali/hari, di antara 3 kali porsi besar.
  • Hindari makanan yang berbau merangsang.
  • Hindari makanan dan minuman yang terlalu manis.
  • Hindari makanan yang berlemak tinggi karena akan merangsang rasa mual.
  • Makan dan minum perlahan-lahan.
  • Tidak tiduran setelah makan ± 1 jam setelah makan.
  • Apabila muntah, minumlah banyak air untuk menghindari terjadinya dehidrasi.

Jika yang dialami adalah perasaan cepat kenyang, tips-tips berikut mungkin dapat membantu Anda.

  • Hindari minum sebelum makan.
  • Konsumsi makan dalam porsi kecil dalam frekuensi sering.
  • Hindari makan dalam posisi tidur.

Dan bila yang dialami adalah kesulitan mengunyah dan menelan, Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini.

  • Minum dengan menggunakan sedotan.
  • Bentuk makanan yang sudah disaring atau cair. Bila makanan lunak, bahan makanan dipotong kecil-kecil dan masak hingga lunak.
  • Hindari makanan terlalu asin atau asam.
  • Makan/minum dengan suhu kamar.

Itulah beberapa hal yang perlu dipahami tentang adanya gangguan makan pasca seseorang melakukan terapi kanker. Hal tersebut sejatinya wajar karena terjadi pada setiap pasien kanker yang diterapi.

Yang harus Anda lakukan ialah meminimalisir efek-efek yang ditimbulkan dari terapi kanker tersebut sehingga tidak mengganggu dan bisa makan dengan normal. Untuk itu, langkah-langkah diatas patut dicoba untuk diterapkan.

Advertisement
Alinesia