Mengontrol Kadar Asam Lemak Trigliserida Tidak Berlebihan

566

Diedit:

Asam lemak terdiri dari beberapa asam monokarboksilat rantai tanpa cabang. Asam lemak yang memiliki atom karbon berjumlah genap juga sebagai salah satu dari sumber gizi makro. Diketahui bahwa asam lemak terdiri dari dua macam, yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.

Asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh dapat dibedakan melalui ikatan rangkap. Asam lemak jenuh tidak memiliki ikatan rangkap. Sedangkan asam lemak tidak jenuh memiliki ikatan rangkap. Asam lemak tidak jenuh memiliki sifat lebih mudah teroksidasi karena memiliki ikatan rangkap. Asam oleat, linoleat, linolenat, dan arakidonat termasuk dalam asam lemak tidak jenuh.

Apabila di dalam tubuh Anda mengandung jumlah asam lemak tidak jenuh yang tinggi, maka akan berubah menjadi senyawa radikal. Kemudian mengarah pada proses esterifikasi di dalam tubuh antara satu molekul dari gliserol bereaksi dengan tiga asam lemak menghasilkan trigliserida. Secara umum, tubuh akan mampu mengontrol kapan reaksi tersebut terjadi. Jika tidak, maka kadar asam lemak tersebut pun tinggi.

Seharusnya jika jumlah asam lemak tidak jenuh dapat dikontrol, maka molekul gliserol akan mampu teresterifikasi bersama satu asam lemak yang menghasilkan monogliserida. Namun jika sebaliknya, tubuh akan mengalami gangguan kesehatan ketika asam lemak tidak jenuh semakin tinggi. Padahal apabila reaksi antara gliserol dan tiga asam lemak normal, maka tubuh akan mampu menyimpan sejumlah kalori serta menghasilkan energi sesuai yang Anda perlukan dalam beraktivitas.

Kadar Reaksi Gliserol dan Tiga Asam Lemak yang Perlu Dikontrol

Sangat penting bagi Anda sejak muda, untuk peduli dengan kesehatan. Mengontrol kadar asam lemak dapat membuat tubuh bebas dari penyakit. Sedapat mungkin, reaksi antara gliserol dan tiga asam lemak tubuh memiliki kadar 150 mg/dl ke bawah untuk kadar normal. Jika sudah melewati ambang batas 500 mg/dl, tentu harus segera memeriksakan kesehatan ke dokter.

Baca juga:  Kadar Trigliserida Tinggi: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

Kadar asam lemak dapat berubah tergantung dari pola hidup masing-masing individu. Jika Anda memicu kenaikan asam lemak dengan mengonsumsi daging berkulit, maka tubuh pun tidak dapat berbuat apa-apa untuk mencegah asam lemak agar tidak naik.

Kadar Asam Lemak Tinggi Memicu Kerusakan Fungsi Ginjal

Doyan mengonsumsi makanan yang enak-enak tidak heran bila ada keluhan sakit pada tubuh Anda. Kesalahan dalam pola hidup tanpa disadari memicu kenaikan reaksi gliserol dan tiga asam lemak. Bagi Anda yang kurang memperhatikan makanan yang dikonsumsi, maka Anda tentu tidak peduli jika toksin dalam makanan akan menyerang tubuh. Begitu juga bagi Anda yang kurang memperhatikan minuman.

Terlebih bagi Anda yang senang dengan minuman beralkohol. Mudah memicu kenaikan reaksi gliserol dan tiga asam lemak. Kemudian mengarah pada organ ginjal yang mulai kelelahan melakukan proses detoksifikasi. Sebab setiap hari organ ginjal selalu harus berhadapan dengan toksin-toksin di dalam tubuh. Tentu semakin lama kerja organ ginjal akan mencapai titik kelelahan. Sampai pada menyebabkan terganggunya tekanan darah.

Kadar Asam Lemak Tinggi Memicu Komplikasi Penyakit

Tingginya kadar trigiserida di dalam tubuh juga mampu menyebabkan terjadi komplikasi penyakit. Kadar yang tinggi secara langsung memicu tubuh mengalami sindrom metabolik. Sindrom inilah yang akan memicu timbulnya komplikasi penyakit di dalam tubuh Anda maupun orang-orang yang memiliki kadar tinggi pada reaksi gliserol dan tiga asam lemak.

Pertama, tubuh akan mengalami hipertensi. Kadar asam lemak yang tinggi sudah disebutkan di atas akan mengganggu tekanan darah. Kemudian berlanjut pada jumlah asam lemak yang semakin menumpuk terutama pada pinggul. Berlanjut pada komplikasi diabetes karena penyerapan kadar gula darah terganggu oleh tingginya kadar asam lemak. Dan pada akhirnya memicu pula penyakit jantung hingga stroke.

Turunkan Segera Kadar Asam Lemak Sebelum Terlambat

Jika Anda merasa tubuh tidak sehat, maka segera periksakan ke dokter. Namun melakukan check-up setiap enam bulan sekali sangat penting. Meskipun masih muda, demi kesehatan, mengapa tidak. Apalagi jika diketahui kadar asam lemak hasil reaksi antara gliserol dan tiga asam lemak ternyata tinggi.

Baca juga:  Apakah Itu Trigliserida?

Secara alami Anda dapat menurunkannya dengan mengatur berat badan tetap dalam ambang batas normal. Mulailah batasi konsumsi harian lemak, namun tidak perlu menghindarinya sama sekali. Tubuh tetap memerlukan asupan gizi makro tersebut. Lebih baik jika lemak yang Anda konsumsi bukanlah lemak trans. Lemak trans adalah sumber pemicu semakin tingginya kadar asam lemak di dalam tubuh. Kontrol jenis makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Jangan berlebihan, baik itu yang mengandung lemak, kalori, maupun gula.

Olahraga Teratur Membakar Lemak Berlebih

Tubuh Anda akan sehat asalkan melakukan olahraga secara teratur. Lakukanlah olahraga yang Anda sukai. Pastikan tubuh mengeluarkan keringat saat berolahraga. Ini sebagai bukti adanya pembakaran lemak dan kalori di dalam tubuh.

Pengobatan Herbal Dianjurkan

Melakukan pengobatan herbal demi tubuh yang sehat juga perlu. Terkadang ketika Anda sudah mengontrol pola hidup sebaik mungkin, masih ada kemungkinan kadar asam lemak reaksi dari gliserol dan tiga asam lemak menjadi tinggi. Anda bisa lebih mencegahnya dengan mengonsumsi olahan kubis.

Kubis memiliki senyawa CHB atau Cyanohydroxybutena yang mampu membentuk glutation dengan rangsangan bersama iberin serta sulforafan. Pengobatan herbal dengan mengonsumsi jati belanda juga mampu mengurangi kelebihan kadar asam lemak di dalam tubuh. Di dalam jati belanda terdapat tanin, lendir, serta alkaloid yang akan bertindak. Sampai pada mengonsumsi jamu herbal berbahan dasar daun sambiloto.

Sebelum terlambat, Anda tentu perlu melakukan pola hidup yang benar-benar terkontrol. Mampu mengontrol agar trigliserida tetap pada jumlah kadar yang normal. Sehingga tubuh Anda pun tidak akan mengalami berbagai macam komplikasi akibat tingginya rekasi antara gliserol dan tiga asam lemak.