Mengenal Migrain

Diedit:

Migrain atau sakit kepala sebelah, seringkali digambarkan oleh penderitanya sebagai sakit kepala parah yang sering kali didahului dan disertai dengan tanda-tanda peringatan seperti adanya kilatan cahaya, bintik-bintik buta, kesemutan di tangan dan kaki, mual, muntah, dan meningkatnya kepekaan terhadap cahaya dan suara.

Rasa sakit kepala hebat ini bisa berlangsung berjam-jam hingga berhari-hari yang bisa membuat penderitanya tak mampu melakukan aktivitas harian.

Penyebab migrain diduga disebabkan oleh kombinasi pelebaran pembuluh darah dan pelepasan suatu senyawa kimia dari serat saraf yang melilit pembuluh darah.

Saat merasakan nyeri hebat di kepala, pembuluh darah arteri yang terletak di luar tengkorak di bawah kulit temporal arteri membesar. Inilah cikal bakal pelepasan senyawa kimia yang menyebabkan peradangan, nyeri, dan pembesaran arteri lebih jauh.

Karena adanya respon mual, diare, dan muntah dari saraf simpatik, penderita migrain bahkan tak mampu memasukkan makanan selama beberapa waktu. Penderita migrain juga sangat peka terhadap cahaya dan suara.

Karena itu, ketika penderita migrain beristirahat, sebaiknya kamar terlindung dari adanya cahaya dan suara apapun. Penyakit migrain yang disebabkan oleh adanya pelepasan senyawa kimia hingga kini belum diketahui pencetus pastinya.

Banyak penderita migrain dengan gamblang menyebutkan pencetus dari migrain tapi sebagian lainnya tak bisa menyebutkannya. Ada beragam pencetus migrain. Namun, perlu diingat bahwa pencetus ini tak selalu menyebabkan migrain dan menghindari pencetus ini mungkin tak selalu bisa mencegah migrain.

Beberapa pencetus migrain adalah: reaksi alergi, cahaya yang terlalu terang, suara yang terlalu keras, parfum, stres, tidur yang tidak teratur, merokok, alkohol, puasa, menstruasi, tekanan darah di kepala, makanan yang mengandung tiramin (anggur merah, keju yang tua, hati ayam, beberapa jenis kacang-kacangan), dan makanan lain seperti coklat, kacang tanah, pisang, alpukat, bawang, dll.

Baca juga:  Kaitan Erat Antara PMS dan Migrain

Di seluruh dunia, penyakit migrain diperkirakan lebih banyak menyerang wanita dibandingkan laki-laki. Migrain juga sangat erat kaitannya dengan gen.

Kemungkinan terserang migrain lebih besar jika memiliki orang tua penderita migrain ketimbang mereka yang tidak memiliki orang tua pengidap migrain.

Nah, jika Anda mengalami nyeri kepala sebelah yang berulang hingga lima kali atau lebih, durasi sakit kepala 4 jam hingga tiga hari, nyeri kepala yang menyebabkan Anda tak bisa beraktivitas, dan merasakan setidaknya satu gejala migrain seperti mual, muntah, dan peka terhadap cahaya dan suara, maka Anda sudah dapat membuat kesimpulan bahwa Anda mengidap migrain. Tentu saja pemeriksaan medis lebih lanjut diperlukan.

Hingga saat ini obat yang dapat menyembuhkan migrain secara total tergolong langka. Obat-obatan yang dikonsumsi oleh penderita migrain hanya dapat menyembuhkan serangan migrain sementara.

Dengan kata lain, migrain dapat terjadi sewaktu-waktu, sepanjang hidup si penderita. Tetapi informasi yang melegakan adalah beberapa cara dapat digunakan untuk mencegah terjadinya serangan migrain, menurunkan frekuensi, dan menurunkan rasa sakit, mulai dari diet dan olahraga hingga hal-hal berikut ini:

  • Botox.
  • Beta Blockers dan anti-depresan.
  • Konsumsi obat-obatan herbal seperti Sarang Semut dan vitamin koenzym Q10, B12, melatonin, magnesium, dll. Sarang Semut memiliki kandungan flavonoid, kalsium, kalium, dan magnesium yang dapat mencegah serangan migrain.
  • Terapi oksigen.
  • Akupuntur dan hypnosis.
  • Diet zat perekat (gluten free).

Meski migrain tak mematikan, namun penyakit ini sangat mengganggu penderitanya sebab membuat karena penderita tak mampu beraktivitas hingga beberapa lama.

Memang, obat yang mampu menyembuhkan migrain secara total tergolong langka. Namun melakukan terapi pencegahan untuk mengontrol tingkat kambuhnya, cukup membantu para penderita migrain melewati hari-harinya.

Baca juga:  12 Cara Mudah Mencegah Migrain Sebelum Terjadi