Manfaat Kenikir untuk Kanker Payudara, Jangan Sia-siakan!

304
manfaat kenikir untuk obat kanker payudara
Manfaat Kenikir untuk Kanker Payudara (Credit: Viver Health)

Diedit:

Kenikir sudah diketahui manfaatnya sebagai tanaman herbal dan telah digunakan secara tradisional di Asia Tenggara. Kini sejumlah penelitian menunjukkan bahwa di dalam kenikir terdapat manfaat untuk obat kanker payudara. Benarkah kenikir yang biasa jadi lalapan berguna untuk kanker payudara? Jika ya, bagaimana cara mengolah kenikir untuk dijadikan obat?

Dalam artikel ini akan dibahas bukti-bukti penelitian yang menunjukkan adanya manfaat kenikir untuk obat kanker payudara. Di bagian akhir artikel juga akan dijelaskan bagaimana cara mengolah kenikir untuk dijadikan obat kanker. Namun pertama-tama mari kita kenali lebih dekat apa itu tanaman kenikir.

Apa Itu Tanaman Kenikir?

Kenikir adalah tanaman bernama latin Cosmos caudatus yang biasa disantap sebagai lalapan oleh orang Indonesia. Kenikir juga dikenal dengan nama ulam raja. Aroma dan rasanya yang khas membuatnya punya sensasi tersendiri saat dimakan mentah. Tapi bukan hanya lezat, kenikir juga merupakan salah satu tumbuhan herbal paling populer untuk mengobati penyakit.

Sejumlah penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa kenikir kaya akan kandungan senyawa bioaktif. Di dalamnya terdapat flavonoid, fenolik, mineral, protein, dan vitamin yang bermanfaat. Berbagai kandungan itu membuat seluruh bagian dari tanaman ini digunakan untuk kepentingan pengobatan.

Ekstrak kenikir telah ditunjukkan bermanfaat untuk memperkuat kepadatan tulang, melancarkan peredaran darah, serta menurunkan tekanan darah. Batang dan daun mentah kenikir secara tradisional dimakan untuk mengatasi penyakit infeksi dan sebagai agen anti-penuaan. Selain itu daun kenikir juga dianggap berkhasiat untuk menambah nafsu makan dan mengatasi gangguan lambung.

Berbagai penelitian modern juga membuktikan bahwa kenikir memiliki beragam aktivitas farmakologis yang berguna untuk pencegahan, perawatan, dan pengobatan penyakit. Aktivitas tersebut antara lain: anti-bakteri, anti-jamur, anti-osteoporosis, anti-hipertensi, anti-diabetes, anti-inflamasi, antioksidan, dan anti-kanker.

Bagaimana dengan Manfaat Kenikir untuk Kanker Payudara?

Penelitian menunjukkan bahwa daun kenikir mengandung antioksidan tingkat cukup tinggi, dengan nilai IC50 sebesar 70 mg/L. Diketahui juga bahwa daun ini mengandung flavonoid dan glikosida kuersetin. Berdasarkan penelitian-penelitian yang sudah dilakukan, senyawa flavonoid diketahui sanggup menginduksi apoptosis pada sel-sel kanker. Apoptosis adalah kematian sel secara terprogram dan berperan penting untuk menghambat dan menghentikan pertumbuhan kanker.

Cara kerja flavonoid dalam menginduksi apoptosis yaitu dengan menghambat aktivitas DNA topoisomerasi I/II, modulasi jalur pensinyalan, menurunkan ekspresi gen Bcl-2 dan Bcl-XL, meningkatkan ekstrepsi gen Bax dan Bak, serta mengaktifkan endonuklease.

Sedangkan cara kerja kuersetin untuk menginduksi apoptosis yaitu dengan menstimulasi pelepasan sitokrom c dari mitokondria. Karena mengandung flavonoid dan kuersetin, maka tidak heran bila daun kenikir memiliki manfaat untuk memicu terjadinya apoptosis pada sel-sel kanker payudara.

Penelitian tentang Manfaat Kenikir untuk Obat Kanker Payudara

Sebuah penelitian dilakukan oleh Ratna Budhi Pebriana dan rekan-rekannya dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Penelitian itu menggunakan daun kenikir yang masih segar dan tidak berpenyakit serta garis sel T-47D. T-47D adalah garis sel kanker payudara pada manusia yang biasa digunakan dalam penelitian.

Baca juga:  Resiko Kanker Payudara Bisa Dipicu oleh Alkohol, Obesitas, dan Sinar X

Daun kenikir kemudian dicuci dam dikeringkan hingga menjadi simplisia kering. Simplisia itu lalu diekstrak menggunakan penyaring metanol kemudian diuapkan sampai konsistensinya kental. Ektrak kental daun kenikir itulah yang diuji aktivitas sitotoksiknya terhadap sel kanker payudara T-47D. Sitotoksik artinya aktivitas yang merusak suatu zat pada sel, sehingga sel berhenti berkembang, bertumbuh, membelah, atau mengalami kematian.

Setelah didapatkan hasil uji sitotoksiknya, ekstrak daun kenikir terbukti memiliki nilai IC50 yang relatif tinggi terhadap sel T-47D. Nilai IC50 yang diperoleh sebesar 344,91 μg/ml. Pengamatan morfologi sel dan pengecatan DNA juga menunjukkan adanya kematian sel yang disebabkan oleh peristiwa apoptosis.

Manfaat ekstrak daun kenikir untuk memicu apoptosis pada sel kanker payudara diduga berasal dari senyawa flavonoid dan glikosida kuersetin yang dikandungnya. Karena manfaatnya terbukti, para peneliti berharap agar hasil penelitian ini dapat menjadi fondasi dasar untuk mengembangkan obat anti kanker payudara (dan kanker-kanker lainnya) dari tanaman kenikir.

Manfaat Kenikir untuk Obat Kanker Payudara
Daun Kenikir (Credit: Wan Fahmy Redzuan / Shutterstock)

Kenikir Dapat Dikombinasikan dengan Obat Kanker Payudara Medis

Hingga saat ini pilihan utama terapi medis kanker payudara ialah menggunakan agen kemoterapi, dan salah satu yang paling luas digunakan adalah doksorubisin. Sayangnya, penggunaannya dalam dosis tinggi berisiko mengakibatkan kardiotoksisitas yang bisa menyebabkan kematian. Selain itu juga dapat memicu terjadinya resistensi multi-obat yang membuat tubuh kebal terhadap efek obat.

Efek samping doksorubisin itu dapat diupayakan untuk diatasi dengan cara memadukan kemoterapi. Salah satu bahan herbal yang punya potensi kuat sebagai agen kemoterapi adalah daun kenikir. Penelitian oleh Ratna Budhi Pebriana dan rekan-rekannya, sebagaimana sudah dijelaskan di atas, telah membuktikan manfaat ekstrak daun kenikir untuk memicu apoptosis pada sel kanker payudara T-47D karena memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker tersebut.

Untuk menyelidiki manfaat kombinasi ekstrak daun kenikir dengan obat doksorubisin terhadap sel kanker payudara, dilakukan penelitian oleh Fera Elia Fita dan rekan-rekannya dari Fakultas Farmasi Universita Wahid Hasyim Semarang. Penelitian ini membandingkan hasil uji sitotoksik dari ekstrak kenikir tunggal dengan hasil ujis sitotoksik dari gabungan ekstrak kenikir dan doksorubisin.

Didapati bahwa kombinasi kenikir dan doksorubisin memiliki kemampuan yang lebih besar dalam menekan viabilitias (daya hidup) sel kanker payudara T-47D. Hasil analisa data menunjukkan bahwa kombinasi kenikir dan doksorubisin dengan konsentrasi 130 μg/mL-41 nM; 195 μg/mL-41 nM; dan 130 μg/mL-27,33 nM, menghasilkan efek sinergis yang kuat dengan nilai indeks kombinasi 0,2 ; 0,3 ; dan 0,3.

Manfaat sinergis tersebut diduga berasal dari cara kerja berbeda yang dimiliki oleh masing-masing kenikir dan doksorubisin untuk memicu apoptosis sel kanker payudara. Cara kerja doksorubisin yakni melibatkan ikatan dengan DNA melalui interkalasi di antara pasangan basa dan menghambat sintesis DNA dan RNA melalui pangacauan template dan halangan sterik. Sedangkan kenikir memiliki cara kerja unik yang berasal dari senyawa flavonoid dan glikosida kuersetin di dalamnnya.

Baca juga:  Kanker Payudara pada Pria, Jangan Anggap Remeh!

Bagaimana Cara Mengolah Kenikir untuk Obat Kanker Payudara?

Dua penelitian yang dibahas di atas menggunakan ekstrak daun kenikir, jadi apakah bisa kita mendapat manfaat untuk kanker payudara dari kenikir yang tidak diekstrak? Memang akan lebih baik jika Anda bisa mengonsumsi ekstrak daun kenikir, namun herbal yang dibuat dari kenikir segar juga bisa bermanfaat.

Itu karena kandungan flavonoid dan glikosida kuersetin yang ada di dalam daun kenikir segar. Kedua senyawa itulah yang diyakini menghasilkan manfaat bagi kenikir untuk digunakan sebagai obat kanker payudara alami. Penelitian menunjukkan bahwa daun kenikir yang masih muda mengandung paling banyak senyawa bermanfaat tersebut.

Jadi gunakanlah daun kenikir muda jika ingin membuat ramuan herbal untuk obat kanker payudara. Sekarang pertanyaannya, bagaimana resep untuk meramu herbal dari daun kenikir? Berikut adalah langkah-langkahnya.

Resep Teh Herbal Daun Kenikir


Bahan:
Daun kenikir yang masih muda dan segar, secukupnya.

Cara Mengolah:
Cuci bersih daun kenikir dengan air mengalir.
Keringkan dengan cara digantung dan diangin-anginkan selama 2 hari.*
Remas-remas daun yang sudah kering dengan tangan sampai hancur.*

Cara Minum:
Seduh 1 sdt daun kenikir kering untuk membuat 1 gelas teh herbal.
Minum teh herbal ini 2 gelas sehari di pagi dan sore hari.

*) Sebaiknya tidak dikeringkan di bawah sinar matahari langsung karena dapat mengurangi kandungan senyawa berkhasiatnya.
*) Sisa daun kenikir kering bisa disimpan dalam stoples kaca yang kedap udara untuk digunakan sampai habis.

Ilustrasi Teh Herbal Kenikir
Ilustrasi Teh Herbal Kenikir (Image by Imo Flow from Pixabay)

Kesimpulan tentang Manfaat Kenikir untuk Kanker Payudara

Secara tradisional tanaman kenikir telah digunakan untuk mengobati berbagai masalah kesehatan, dari yang ringan sampai yang berat. Secara ilmiah, daun kenikir juga dibuktikan punya manfaat untuk membantu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Bahkan ada penelitian yang menunjukkan bahwa ekstrak kenikir dapat dikombinasikan dengan obat kanker payudara doksorubisin.

Manfaat kenikir untuk obat kanker payudara alami diduga kuat berasal dari kandungan senyawa flavonoid dan glikosida kuersetin yang dimilikinya. Kedua senyawa tersebut memiliki cara kerjanya masing-masing dalam memicu apoptosis (kematian terprogram) pada sel kanker payudara.

Apakah Anda ingin mencoba sendiri khasiat dari daun kenikir ini? Ada baiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter, khususnya jika Anda sedang menjalani pengobatan medis. Bila dokter mengizinkan, tetaplah ingat untuk mengonsumsinya dalam jumlah tidak berlebihan. Dan disarankan untuk menggunakan herbal dalam bentuk ekstrak karena kandungan senyawa bermanfaatnya lebih tinggi.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang manfaat kenikir untuk kanker payudara. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan Anda tentang tumbuh-tumbuhan herbal bermanfaat yang ada di sekitar kita. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar penyakit kanker payudara dan pemanfaatan herbal untuk kanker hanya di Deherba.com.


Referensi Manfaat Kenikir untuk Kanker Payudara:

Bunawan, Hamidun, dkk. (2014). Cosmos Caudatus Kunth: A Traditional Medicinal Herb. Global Journal of Pharmacology. 8 (3): 420-426. DOI: 10.5829/idosi.gjp.2014.8.3.8424

Pebriana, Ratna Budhi, dkk. (2008). Pengaruh Ekstrak Metanolik Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) terhadap Pemacuan Apoptosis Sel Kanker Payudara. Pharmacon. 9(1): 21-26

Fita, Fera Elia, dkk. (2015). Efek Sitotoksik Kombinasi Ekstrak Metanol Daun Kenikir (Cosmos Caudatus, Kunth) dan Doksorubisin terhadap Sel Kanker Payudara T47d secara In-vitro dan In-silico. Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik

Fatanah, Dian-Nashiela, dkk. (2015). Antioxidant activity of herbal tea prepared from Cosmos caudatus leaves at different maturity stages. International Food Research Journal. 22(3): 1189-1194. DOI: 10.17576/jsm-2018-4704-10


Advertisement
Alinesia