Liposarkoma: Penyebab, Gejala, dan Saran Herbalnya

136
Ilustrasi Kanker Liposarkoma
Ilustrasi Sel Kanker Liposarkoma (Credit: KGH - [CC BY-SA 3.0])

Lipoma hampir selalu bersifat jinak, artinya tidak akan berubah menjadi kanker. Tetapi ada jenis kanker langka, yaitu liposarkoma, yang menjadi penyebab dari benjolan mirip lipoma di dalam kulit. Karena itu kita perlu tahu cara membedakan mana benjolan lipoma yang jinak dan mana yang gejala kanker liposarkoma. Dan kalau sudah terlanjur terkena liposarkoma, adakah obat herbal untuk membantu mengobatinya?

Dalam artikel ini akan dirangkum informasi dari berbagai sumber terpercaya yang menjelaskan tentang penyebab, gejala, dan obat herbal untuk liposarkoma. Namun sebelum masuk ke penjelasan tentang penyebabnya, ada baiknya kita cari tahu dulu apa itu kanker liposarkoma.

Apa Itu Kanker Liposarkoma?

Liposarkoma adalah jenis kanker langka yang tumbuh pada jaringan lemak di dalam tubuh. Karena berasal dari jaringan lemak, yang merupakan bagian dari jaringan lunak tubuh, kanker ini tergolong dalam jenis sarkoma jaringan lunak (soft tissue sarcoma).

Penyakit ini dikategorikan sebagai tumor ganas atau kanker karena berpotensi untuk muncul berulang kali dan menyebar ke bagian tubuh lain. Tingkat keparahan penyakit ini tergantung pada tipe yang diderita dan stadium dari kankernya.

Kanker ini dapat muncul di berbagai lokasi di seluruh tubuh, tetapi paling sering di anggota-anggota badan utama, terutama di bagian paha. Kanker ini juga dapat tumbuh di balik perut, di bagian yang disebut “retroperitoneum”. Jika tumbuh di bagian itu, kanker dapat terus bertumbuh tanpa disadari karena di bagian itu ada banyak ruang untuk pertumbuhan tumornya.

Beberapa penderita liposarkoma mungkin tidak mengalami gejala-gejala apapun pada tahap awal pertumbuhannya. Namun seiring tumor terus bertumbuh dan berkembang ke tahap selanjutnya, ia akan menekan jaringan-jaringan lain dalam tubuh lalu menimbulkan rasa sakit.

Sampai saat ini para ahli masih menyelidiki penyebab spesifik dari liposarkoma. Berbagai penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penyebab liposarkoma ada hubungannya dengan sel-sel lemak yang sudah tidak mampu lagi untuk menjadi matang atau untuk bertumbuh secara terkendali.

Para ahli juga mendapati bahwa penyakit ini lebih umum diderita oleh pria paruh baya usia 50-65 tahun dibandingkan dengan wanita, dan sangat jarang terjadi pada anak-anak.

Secara medis, perawatan utama untuk kanker ini ialah dengan kemoterapi atau radiasi tergantung pada stadiumnya. Selain secara medis, ada juga terapi alternatif dengan menggunakan obat herbal untuk membantu mengatasi dan menghambat pertumbuhan liposarkoma.

Apa Penyebab Kanker Liposarkoma?

Sebagaimana sudah disinggung, penelitian menunjukkan bahwa penyebab liposarkoma ada kaitannya dengan sel-sel lemak yang mulai bertingkah dan berkembang secara tidak normal. Sel-sel lemak yang berkembang menjadi sel-sel kanker diperkirakan berasal dari jaringan-jaringan lemak di bagian yang lebih dalam pada tubuh, bukan dari sel-sel lemak superfisial yang ada tepat di bawah kulit atau di membran mukosa.

Baca juga:  Kanker Sarkoma, Kanker yang Bisa Muncul Dimanapun

Meskipun kanker ini dapat berkembang hampir di bagian tubuh manapun, tetapi kebanyakan berkembang di bagian anggota-anggota badan utama (lengan dan kaki) dan di perut. Jenis kanker ini tergolong langka, jumlahnya hanya mencakup 1% dari kasus seluruh jenis kanker.

Memang penyebab spesifik dari liposarkoma masih belum diketahui dengan jelas, tetapi gejala kanker ini biasanya mulai disadari setelah terjadi cedera berat, dan muncul benjolan keras yang tetap ada meski harusnya sudah sembuh. Tetapi cedera atau luka berat bukanlah penyebab dari liposarkoma.

Lipoma juga bukan penyebab dari kanker liposarkoma, meski keduanya memiliki gejala yang mirip, yakni sama-sama menimbulkan benjolan lemak di bawah kulit.

Faktor-Faktor Risiko yang Memicu Kanker Ini


Meski penyebab pastinya belum jelas, namun para pakar telah mendapati adanya faktor-faktor tertentu yang diduga memperbesar risiko seseorang untuk mengembangkan liposarkoma. Faktor-faktor itu disebut faktor risiko. Faktor risiko untuk kanker ini yaitu: radiasi, sindrom kanker keluarga (contoh: neurofibromatosis, sindrom Gardner), kerusakan sistem getah bening (limfatik), dan/atau terkena paparan bahan kimia tertentu (contoh: vinil klorida, dioksin).

Bagaimana Gejala-Gejala Kanker Liposarkoma?

Banyak penderita liposarkoma pada awalnya tidak merasakan sakit atau gejala-gejala lain sehingga mereka terlambat menyadari keberadaan kanker ini. Mereka baru merasakan gejala-gejala ketika liposarkoma sudah berkembang hingga tahap atau stadium lanjut.

Sebenarnya tanda dan gejala kanker ini dapat berbeda-beda, tergantung pada bagian tubuh mana yang terkena dan sejauh mana kanker telah menyebar di dalam tubuh. Pada waktu gejala-gejalanya mulai muncul, sering kali penderita liposarkoma akan mengalami seperti ini:

  • Pembengkakan yang menyakitkan dan/atau benjolan tumbuh di bawah kulit
  • Mati rasa
  • Pembesaran varises
  • Rasa letih dan/atau rasa lemah, terutama di anggota badan yang terkena
  • Sakit perut, sembelit, cepat kenyang, dan/atau BAB berdarah
  • Sakit dada
  • Kesulitan dan/atau rasa sakit saat buang air kecil
  • Kesulitan menelan
  • Mual
  • Muntah
  • Kesulitan menggerakkan anggota-anggota badan

Apakah Anda mengalami beberapa keluhan seperti di atas? Pantaulah perkembangannya selama 2 minggu. Jika gejala-gejalanya tidak membaik dalam waktu 2 minggu, segera lakukan pemeriksaan medis ke dokter atau rumah sakit.

Membedakan Gejala Kanker dengan Benjolan Lipoma


Untuk membedakan mana benjolan mirip lipoma yang jinak dan mana yang punya kemungkinan sebagai kanker, coba perhatikan dulu ciri-ciri khas dari lipoma berikut ini:

  • Benjolannya muncul tepat di bawah kulit. Biasanya di kulit leher, bahu, punggung, perut, lengan, dan paha.
  • Benjolan terasa lembut dan pekat ketika disentuh. Juga bisa dengan mudah digerakkan hanya dengan sentuhan jari.
  • Benjolan biasanya berukuran kecil. Diameter lipoma umumnya kurang dari 5 cm, tapi mereka bisa bertambah besar.
  • Benjolan biasanya tidak terasa sakit. Kecuali jika lipoma membesar dan menekan saraf-saraf terdekatnya, atau jika di dalamnya terdapat banyak pembuluh darah.
Bedakan Lipoma dengan Kanker Liposarkoma
Benjolan Lipoma di Dekat Siku Lengan (Credit: mikrostoker / depositphotos)

Pada umumnya lipoma tidak akan menunjukkan gejala-gejala lain selain di atas. Apabila muncul benjolan mirip lipoma tetapi disertai mati rasa, rasa sakit, rasa lemah atau letih, pembesaran varises, atau tanda-tanda mencurigakan lainnya, sebaiknya periksa ke dokter untuk memintanya memastikan apakah itu gejala kanker.

Apa Saran Obat Herbal untuk Kanker Liposarkoma?

Apakah Anda sedang mencari solusi alami untuk pendamping pengobatan medis yang sedang dijalani? Anda mungkin sedang mempertimbangkan untuk mencoba obat herbal yang disebut-sebut memiliki khasiat anti kanker untuk membantu perawatan atau pencegahan liposarkoma. Tapi karena ada cukup banyak jenis obat herbal yang diklaim anti-kanker, mana yang sebaiknya dipilih?

Baca juga:  Kanker Sarkoma Ewing

Untuk menjadi bahan pertimbangan Anda, di artikel ini akan diulas secara singkat salah satu herbal yang telah terbukti kemampuan anti-kanker nya dari segi penelitian ilmiah maupun dari pengalaman para penggunanya. Nama herbal itu adalah Sarang Semut Papua.

Sarang Semut Papua untuk obat herbal liposarkoma

Penelitian ilmiah telah mengungkapkan bahwa kemampuan anti-kanker yang dimilikinya kemungkinan berasal dari senyawa aktif bernama flavonoid yang banyak terkandung di dalamnya. Senyawa ini telah banyak diuji dan sudah terbukti mampu menghambat, mengurangi, dan mengatasi pertumbuhan dari banyak jenis sel kanker pada tubuh manusia.

Boleh dibilang flavonoid memiliki “jurus jitu” atau mekanisme kerja khusus untuk membasmi perkembangan sel-sel kanker. Senyawa ini punya mekanisme untuk menghalangi jalur pengiriman nutrisi/makanan ke sel-sel kanker, merangsang terjadinya kematian pada sel-sel kanker, serta menghambat penyebaran dan perkembangan sel-sel kanker ke lokasi tubuh lainnya.

Bagaimana pengalaman dari para pengguna Sarang Semut Papua? Mereka rata-rata melaporkan bahwa dalam waktu 1 – 3 bulan mengonsumsi herbal ini, mereka sudah merasakan berbagai perubahan positif.

Contohnya dari yang tadinya selalu kesakitan menjadi jauh berkurang rasa sakitnya, dari yang hanya bisa berbaring di tempat tidur menjadi bisa berjalan lagi, dari yang tadinya susah makan jadi dapat makan dengan normal, dari yang benjolan kankernya cukup besar jadi mengecil secara berangsur-angsur, dan masih banyak lagi.

Apakah Anda ingin mencoba obat herbal ini untuk membantu perawatan atau pencegahan kanker liposarkoma? Kami menganjurkan untuk membaca informasi lebih lanjut di artikel: “Sarang Semut Papua Hancurkan Kanker, Tumor, dan Benjolan Abnormal!

Ayo Berjuang Lawan Kanker Liposarkoma!

Liposarkoma adalah jenis kanker sarkoma yang langka dan gejala-gejalanya bisa menyerupai benjolan lipoma. Tetapi lipoma hampir selalu bersifat jinak, artinya tidak akan berubah menjadi kanker. Jadi meski punya gejala yang mirip, kanker liposarkoma beda dengan lipoma.

Apa penyebab kanker liposarkoma? Sampai saat ini para pakar masih terus berusaha menyelidiki penyebab spesifiknya. Yang sudah diketahui sekarang yaitu kanker ini diperkirakan berawal dari sel-sel pada jaringan lemak di bagian dalam tubuh yang mulai bertingkah dan berkembang secara tidak normal.

Bagaimana gejala-gejala dari kanker ini? Pada waktu gejala-gejalanya mulai muncul, seorang penderitanya kemungkinan akan mengalami beberapa keluhan ini: benjolan tumbuh di bawah kulit dan/atau pembengkakan yang menyakitkan, mati rasa, pembesaran varises, rasa letih/lemah di anggota badan yang terkena, mual, muntah, dan lain sebagainya.

Apa saran obat herbal untuk liposarkoma? Herbal yang disarankan ialah yang telah terbukti memiliki khasiat anti-kanker, misalnya herbal Sarang Semut Papua. Sarang Semut Papua mampu menghambat, mengurangi, dan mengatasi pertumbuhan dari banyak jenis sel kanker pada tubuh manusia.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang kanker liposarkoma. Semoga informasi ini dapat berguna khususnya bagi Anda yang sedang menghadapi penyakit ini. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar penyakit kanker hanya di Deherba.com.


Sumber Referensi:

Davis, Charles P. Liposarcoma. Reviewed: 2018-04-25. URL: https://www.medicinenet.com/liposarcoma/article.htm. Accessed: 2019-09-10

National Organization for Rare Disorders. Liposarcoma. Published: 2018. URL: https://rarediseases.org/rare-diseases/liposarcoma/. Accessed: 2019-09-10


Advertisement
Alinesia