Kanker Sarkoma, Kanker yang Bisa Muncul Dimanapun

561
ilustrasi kanker sarkoma
Ilustrasi Kanker Sarkoma (© Yastremska / Bigstock)

Diedit:

Kanker sarkoma adalah istilah yang asing terdengar di telinga kita. Tak heran karena kasus kanker ini di Indonesia terbilang langka. Dalam daftar 35 penyakit kanker terbanyak di Indonesia, hanya satu jenis sarkoma—sarkoma kaposi—yang masuk di posisi terakhir dengan 91 kasus selama tahun 2018 (sumber: Globocan 2018).

Apakah ada orang terdekat Anda yang didiagnosis kanker langka ini? Atau mungkin Anda sendiri yang terdiagnosis? Anda mungkin punya banyak pertanyaan soal apa yang akan terjadi dan apa yang sedang terjadi sekarang di tubuh Anda. Artikel ini akan membantu menjelaskan apa itu sarkoma, bagaimana itu bisa terjadi, dan pilihan pengobatan apa saja yang tersedia.

Apa Itu Kanker Sarkoma?

Kanker sarkoma adalah penyakit kanker yang muncul pada sel-sel yang menyatukan tubuh dengan membentuk jaringan ikat. Sederhananya, sarkoma adalah kanker pada jaringan ikat. Karena itu, kanker ini bisa muncul di bagian tubuh manapun—luar maupun dalam—termasuk di otot, tulang, tendon, pembuluh darah, jaringan lemak, dan jaringan ikat lainnya.

Sarkoma punya banyak jenis, setidaknya ada sekitar 100. Sarkoma biasanya muncul di lengan, kaki, dan badan, karena di situ lah terdapat sebagian besar jaringan ikat. Karena lokasinya yang sering tersembunyi jauh di dalam tubuh, sarkoma sering kali terdiagnosis ketika sudah menjadi terlalu besar dan sulit ditangani. Jadi apabila Anda melihat ada benjolan aneh di tubuh, meski ukurannya kecil, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Para penderita kanker sarkoma bisa bertahan hidup apabila kanker berhasil dideteksi dini, ketika pengobatan masih cukup efektif dan sebelum sarkoma menyebar ke bagian-bagian tubuh lain. Saat pasien sudah didiagnosis mengidap sarkoma, sangat penting untuk segera dirujuk ke tim dokter spesialis sarkoma. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pengobatan kanker ini semakin tinggi apabila ditangani oleh ahlinya.

Apa Saja Jenis-Jenis Sarkoma?

Setidaknya ada sekitar 100 jenis sarkoma. Namun untuk memudahkan, para ahli mengelompokkan kanker ini ke dalam dua kategori utama: sarkoma jaringan lunak dan sarkoma bukan jaringan lunak. Berikut adalah penjelasan secara garis besar untuk dua kategori ini:

Sarkoma Jaringan Lunak

Istilah jaringan lunak maksudnya jaringan-jaringan yang menghubungkan, menyokong, atau mengelilingi struktur dan organ tubuh lainnya. Yang termasuk jaringan ini yaitu otot, tendon (pita-pita serat yang menghubungkan otot ke tulang), jaringan fibrosa, lemak, pembuluh darah, saraf, dan jaringan sinovial (jaringan di sekitar sendi).

Tumor ganas (bersifat kanker) yang berkembang di jaringan lunak disebut sebagai sarkoma. Sebenarnya istilah sarkoma berasal dari istilah Yunani yang berarti “pertumbuhan berdaging.” Sarkoma jaringan lunak punya banyak jenis yang berbeda. Mereka dikelompokkan menjadi satu karena memiliki karakteristik mikroskopik yang serupa, menimbulkan gejala yang mirip, dan pada umumnya ditangani dengan cara yang sama.

Sarkoma Bukan Jaringan Lunak

Jenis kanker sarkoma bukan jaringan lunak yang paling umum adalah osteosarkoma. Osteosarkoma merupakan kanker pada tulang, yang muncul dan berkembang di jaringan baru pada tulang yang sedang bertumbuh. Jenis yang lainnya yaitu kondrosarkoma, yang muncul di kartilago (tulang rawan).

Ada juga kanker sarkoma Ewing, yakni jenis kanker pada tulang lainnya, yang menurut penelitian muncul di jaringan saraf yang belum matang di sumsum tulang. Osteosarkoma dan sarkoma Ewing lebih sering diidap oleh anak-anak dan remaja, sedangkan kondrosarkoma lebih sering dialami oleh orang dewasa.

hasil MRI sarkoma di lutut
Hasil MRI Sarkoma di Jaringan Ikat pada Lutut (© Robert Semnic / Dreamstime)

Di samping dua kategori utama kanker sarkoma di atas, ada berbagai macam sub-jenis sarkoma lainnya. Lembaga Mayo Clinic telah membuat daftar yang mencakup sebagian besar sub-jenis sarkoma. Berikut daftar sub-jenis kanker sarkoma menurut abjad:

  • AngiosarcomaAngiosarkoma
  • Chondrosarcoma – Kondrosarkoma
  • Dermatofibrosarcoma protuberan – Dermatofibrosarkoma protuberan
  • Desmoplastic small round cell tumor – Tumor sel bulat kecil desmoplastik
  • Epithelioid sarcoma – Sarkoma epitelioid
  • Ewing’s sarcomaSarkoma Ewing
  • Gastrointestinal stromal tumor (GIST) – Tumor stroma gastrointestinal
  • Kaposi’s sarcoma – Sarkoma Kaposi
  • Leiomyosarcoma – Leiomiosarkoma
  • LiposarcomaLiposarkoma
  • Malignant peripheral nerve sheath tumor (MPNST) – Tumor selubung saraf perifer ganas
  • Myxofibrosarcoma – Miksofibrosarkoma
  • OsteosarcomaOsteosarkoma
  • Pleomorphic sarcoma – Sarkoma pleomorfik
  • RhabdomyosarcomaRabdomiosarkoma
  • Solitary fibrous tumor – Tumor berserat soliter
  • Synovial sarcoma – Sarkoma sinovial
  • Undifferentiated pleomorphic sarcoma – Sarkoma pleomorfik yang tidak terdiferensiasi
Baca juga:  Kanker Otot, Kenali Gejala-Gejalanya Sejak Awal

Ketentuan untuk pengelompokkan sub-jenis dari sarkoma masih diperdebatkan. Itu karena masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk sepenuhnya memahami bagaimana kanker ini berkembang dan menyebar, serta bagaimana cara terbaik untuk mendiagnosis dan menanganinya.

Apa yang Menyebabkan Kanker Sarkoma?

Para peneliti masih terus berupaya memahami penyebab di balik kemunculan kanker ini. Mereka telah menemukan ada karakteristik umum pada sejumlah jenis sarkoma yang sering terjadi, sehingga mereka dapat menyimpulkan beberapa faktor yang mungkin berperan dalam memicu sarkoma. Berikut adalah sejumlah faktor yang umumnya diduga berperan:

Paparan Zat Kimia Tertentu

Penelitian menunjukkan bahwa para pekerja yang terpapar asam fenoksiasetat dari herbisida (bahan kimia pembunuh tumbuhan pengganggu/gulma) dan klorofenol dari pengawet kayu dapat memiliki risiko lebih tinggi terkena sarkoma.

Juga didapati ada banyak penderita angiosarkoma di hati yang telah terpapar vinil klorida dalam pekerjaan mereka. Zat vinil klorida digunakan dalam pembuatan jenis plastik tertentu.

Terapi Radiasi Dosis Tinggi

Di awal 1900-an, ketika para ilmuwan baru saja menemukan potensi manfaat radiasi untuk mengobati penyakit, masih sedikit yang diketahui tentang tingkat dosis aman dan metode pemberian radiasi yang tepat. Pada saat itu, radiasi digunakan untuk mengobati berbagai masalah kesehatan non-kanker, termasuk masalah pembesaran amandel, gondok, dan kelenjar timus.

Belakangan, penelitian menemukan penyebab beberapa pasien mengidap kanker sarkoma adalah mereka pernah mendapat terapi radiasi dosis tinggi. Karena risiko inilah terapi radiasi untuk kanker sekarang dirancang dengan memastikan bahwa dosis maksimum radiasi diarahkan khusus ke jaringan yang sakit, sementara jaringan yang sehat sebisa mungkin dilindungi.

Faktor Genetik

Penelitian terus dilangsungkan untuk menemukan perubahan (mutasi) genetik apa yang dapat menyebabkan sarkoma. Para peneliti mendapati bahwa ada sebagian kecil keluarga yang lebih dari satu anggotanya memiliki kanker sarkoma. Ditemukan juga ada kerabat-kerabat dari penderita sarkoma yang mengalami jenis penyakit kanker lainnya.

Sarkoma dalam beberapa keluarga itu, yang mewakili sebagian kecil dari semua kasus sarkoma, mungkin berkaitan dengan mutasi genetik bawaan/warisan yang langka. Namun pada sebagain besar kasus, kanker sarkoma adalah penyakit yang tidak bisa ditebak kemunculannya dalam riwayat keluarga.

Kemudian didapati bahwa penyakit bawaan tertentu berkaitan dengan meningkatnya risiko sarkoma jaringan lunak. Sebagai contoh, penderita sindrom Li-Fraumeni (terkait dengan mutasi pada gen p53) atau penyakit von Recklinghausen / neurofibromatosis (terkait dengan mutasi pada gen NF1) punya risiko lebih besar untuk mengidap sarkoma jaringan lunak.

Seseorang bisa saja berupaya mencegah sarkoma dengan sebisa mungkin menghindari dan mengendalikan faktor-faktor di atas. Tetapi sayangnya kebanyakan kasus penyakit ini muncul pada orang yang tidak memiliki faktor-faktor di atas. Jadi untuk saat ini masih belum diketahui cara pasti untuk mencegah sarkoma.

Walaupun begitu, Anda tetap dianjurkan untuk mengupayakan gaya hidup sehat—pola makan yang baik dan bergizi seimbang diimbangi olahraga teratur. Berbagai penelitian membuktikan bahwa orang yang punya gaya hidup sehat lebih sedikit kemungkinannya untuk terkena penyakit kanker jenis apapun.

Seperti Apa Gejala dari Kanker Sarkoma?

Banyak penderita sarkoma di Indonesia terlambat didiagnosis saat penyakitnya sudah berkembang dan menyebar ke bagian tubuh lain. Satu alasan kenapa sulit dideteksi saat masih stadium awal yaitu karena kurangnya tanda-tanda khas dari penyakit ini.

Alasan lainnya adalah karena sarkoma sering salah didiagnosis dan ditangani sebagai penyakit lain. Akibatnya kanker salah ditangani dan punya kesempatan untuk bertumbuh serta menyebar. Untuk membantu mendeteksi dini penyakit ini, waspadailah gejala-gejala berikut:

  • Benjolan yang bisa diraba di permukaan kulit, bisa terasa sakit atau tidak
  • Rasa nyeri di tulang
  • Retak atau patah tulang yang tiba-tiba, misalnya karena cedera ringan atau bahkan tanpa cedera sama sekali
  • Rasa nyeri di perut
  • Berat badan turun tanpa sebab

Sarkoma juga dapat dideteksi melalui pemeriksaan medis secara rutin. Kadang seseorang bisa terdeteksi mengidap kanker ini saat menjalani pemeriksaan untuk alasan kesehatan lain, misalnya untuk masalah hematoma (memar/lebam), cedera, tumor jinak (lipoma, fibroma, dll), kista, dan lain sebagainya.

Baca juga:  Liposarkoma: Penyebab, Gejala, dan Saran Herbalnya

Apabila Anda melihat ada gejala-gejala aneh seperti di atas, segera lah periksakan diri ke dokter. Tanyakanlah kepada dokter apakah ada kemungkinan gejala itu disebabkan oleh kanker. Jika dokter curiga, beliau mungkin akan meminta Anda melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapat diagnosis yang tepat.

Bagaimana Pengobatan untuk Kanker Sarkoma?

Secara garis besar, pengobatan untuk sarkoma disesuaikan berdasarkan stadium kankernya. Dasar pembagian stadium kanker sarkoma adalah dari ukuran dan tingkat tumornya, juga apakah kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian tubuh lainnya (bermetastasis). Berikut adalah metode pengobatan yang umumnya digunakan untuk melawan sarkoma:

Operasi

Ini adalah metode paling umum untuk pengobatan sarkoma. Jika mungkin, dokter akan mengangkat kanker dan sebagian area dari jaringan sehat di sekitarnya. Kadang dihilangkan juga semua bagian atau sebagian dari lengan atau kaki (amputasi), tergantung pada ukuran dan lokasi sarkomanya. Tetapi amputasi jarang sekali dibutuhkan; hanya kurang dari 10 – 15 persen pasien sarkoma yang diharuskan amputasi.

Pada sebagian besar kasus bisa dilakukan operasi penyelamatan anggota badan untuk menghindari amputasi. Operasi penyelamatan ini akan menghilangkan sebanyak mungkin tumor tanpa mengorbankan anggota badan (lengan/kaki). Sebelumnya diberikan dulu terapi radiasi dan/kemoterapi untuk mengecilkan tumor. Dan sesudah operasi juga diberikan terapi radiasi dan/atau kemoterapi untuk membunuh sisa sel-sel kanker.

Terapi Radiasi

Metode ini menggunakan sinar-X dosis tinggi. Terapi radiasi dapat dilakukan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor, atau setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa.

Kemoterapi

Metode ini menggunakan obat-obat khusus anti-kanker. Kemoterapi dapat dilakukan bersama terapi radiasi sebelum operasi untuk mengecilkan tumor, atau sesudah operasi untuk membunuh sisa sel-sel kanker. Pemberian kemoterapi bagi pasien kanker sarkoma adalah biasanya melalui intravena (disuntikkan ke pembuluh darah).

Jika kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain, maka kemoterapi dapat diguanakn untuk mengecilkan tumor dan mengurangi ketidaknyamanan, tetapi jarang sekali bisa mengatasi penyakitnya. Kemoterapi masih belum terbukti efektif untuk mencegah penyebaran sarkoma.

kemoterapi
Ilustrasi Pengobatan Kemoterapi di Rumah Sakit (Credit: Napocska / Shutterstock)

Para peneliti dan dokter masih terus melakukan uji klinis dengan harapan bisa menemukan pengobatan yang lebih efektif, juga untuk memperbaiki metode pengobatan yang sudah ada. Semoga ke depannya semakin lengkap tersedia perawatan medis bagi pasien sarkoma, termasuk di Indonesia.

Karena kanker sarkoma adalah penyakit yang langka, pasien dianjurkan untuk mencari rumah sakit dan dokter yang telah berpengalaman menangani penyakit ini. Penyakit ini biasanya akan ditangani oleh tim dokter yang terdiri dari berbagai spesialis bidang yang berkaitan dengan sarkoma.

Ayo Berjuang Lawan Kanker Sarkoma!

Kanker sarkoma adalah penyakit yang bisa tidak disadari karena lokasinya yang sering kali tersembunyi di dalam tubuh. Namun apabila Anda terbiasa melakukan pemeriksaan medis ke rumah sakit secara rutin, ada kemungkinan gejala-gejalanya dapat terdeteksi sejak awal.

Penderita sarkoma dapat lebih lama bertahan hidup jika kankernya berhasil dideteksi dan didiagnosis di stadium awal. Namun penderita sarkoma stadium lanjut pun tetap dapat bertahan hidup jika mengupayakan pengobatan yang terbaik.

Jika Anda terdiagnosis kanker ini, dianjurkan untuk mencari perawatan dari rumah sakit dan dokter yang sudah berpengalaman menangani penyakit yang serupa. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pengobatannya lebih besar apabila ditangani oleh ahlinya.

Demikianlah ulasan artikel ini. Meski kanker sarkoma adalah penyakit yang langka, namun Anda bisa percaya diri menghadapinya jika melengkapi diri dengan informasi yang tepat. Semoga artikel ini membantu Anda lebih memahami kanker ini. Temukan juga info-info penting lain seputar penyakit kanker dan informasi kesehatan lainnya hanya di Deherba.com.


Referensi Kanker Sarkoma:

The Sarcoma Foundation of America. Patient Resources. URL: https://www.curesarcoma.org/patient-resources/. Accessed: 2019-03-26

Mayo Clinic. Sarcoma. URL: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sarcoma/symptoms-causes/syc-20351048. Accessed: 2019-03-26

Sarcoma UK. Understanding Sarcoma. URL: https://sarcoma.org.uk/about-sarcoma/understanding-sarcoma-0. Accessed: 2019-03-26


Advertisement
Alinesia