Kanker Selaput Otak: Gejala dan Pengobatannya

90
Ilustrasi Gejala Kanker Selaput Otak
Ilustrasi (Credit: Unsplash)

Diedit:

Sel-sel kanker dari beberapa jenis penyakit kanker, seperti kanker payudara dan melanoma, kadang dapat menyebar ke selaput otak. Sekitar 5 dari setiap 100 (5%) penderita tumor padat akan mengalami kanker ini. Dan jumlah penderita kanker ini meningkat dalam tahun-tahun belakangan. Apakah ada gejala yang menandakan bahwa kanker telah menyebar ke selaput otak?

Dalam artikel ini akan merangkum informasi seputar kanker pada selaput otak dan bagaimana gejala-gejala yang ditunjukkannya. Semoga informasi ini dapat membantu Anda untuk lebih waspada terhadap penyakit ganas ini.

Apa Itu Kanker Selaput Otak?

Jenis kanker ini secara medis disebut dengan istilah “kanker leptomeningeal” atau “metastasis meningeal”. Sebenarnya kanker ini awalnya tidak muncul langsung di selaput otak, melainkan hasil dari penyebaran kanker di tempat lain dalam tubuh.

Biasanya kanker utama (asal) yang menyebar ke selaput otak ialah kanker melanoma, kanker payudara, kanker paru-paru, dan kanker pada saluran pencernaan.

Selaput otak (bahasa medisnya “meninges”) adalah lapisan jaringan yang menutupi dan melindungi otak serta sumsum tulang belakang Anda. Mereka kadang-kadang digambarkan seperti jaket atau amplop.

Selain menyebar ke meninges, kanker-kanker itu juga dapat menyebar ke cairan serebrospinal. Cairan serebrospinal adalah cairan yang berada di antara lapisan meninges. Cairan ini diproduksi di dalam otak dan membantu melindungi otak serta sumsum tulang belakang Anda.

Seseorang akan didiangosis “kanker leptomeningeal” atau “metastasis meningeal” apabila dokter telah menemukan adanya keberadaan sel-sel kanker pada meninges dan/atau cairan serebrospinal.

Bagaimana Gejala Kanker Selaput Otak?

Ketika kanker telah menyebar ke selaput otak dan/atau ke cairan serebrospinal di antaranya, maka seseorang akan mengalami beragam jenis gejala. Berikut adalah sejumlah gejala yang dapat dialami:

  • Kesulitan untuk berpikir
  • Penglihatan ganda
  • Sakit kepala
  • Kesulitan untuk berbicara atau menelan
  • Merasakan sakit
  • Kelemahan atau kurangnya koordinasi pada tangan dan kaki
  • Tidak sanggup mengendalikan buang air kecil atau besar
  • Kejang-kejang
Baca juga:  Sarang Semut, Alternatif Terbaik Mengobati Kanker Otak

Jika kanker Anda sudah menyebar ke selaput otak, Anda bisa saja mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas sekaligus. Mengalami satu gejala di atas bukan berarti Anda juga akan mengalami gejala-gejala yang lainnya. Segeralah periksakan diri ke dokter apabila merasakan salah satu atau beberapa gejala di atas.

Cara Dokter Mendiagnosis Kanker Leptomeningeal


Magnetic resonance imaging (MRI) scan: Jika dokter menduga bahwa Anda memiliki gejala-gejala kanker selaput otak, Anda mungkin diminta untuk melakukan MRI scan pada otak atau tulang belakang. Hasil pemeriksaan MRI scan dapat digunakan untuk meneguhkan diagnosis kanker ini.

Lumbar puncture: Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lumbar puncture (kadang disebut spinal tap) untuk melihat apakah ada keberadaan sel-sel kanker pada cairan serebrospinal Anda atau untuk melihat berapa banyak sel-sel kanker yang ada di sana.

Selama lumbar puncture, dokter akan memberikan suntikan obat untuk membuat kulit punggung bawah mati rasa. Kemudian ia akan memasukkan jarum melalui kulit ke kanal tulang belakang untuk mengambil sampel cairan serebrospinal.

Sampel ini lalu dikirim ke bagian patologi untuk diperiksa apakah ada sel-sel yang bersifat kanker. Kalau terdeteksi ada sel-sel kanker, itu berarti Anda memiliki kanker leptomeningeal.

Dokter mungkin perlu memberikan lebih dari satu lumbar puncture, karena sulit untuk menemukan sel-sel kanker di cairan serebrospinal. Lumbar puncture juga memungkinan dokter untuk mengukur tekanan di dalam cairan serebrospinal Anda. Kanker pada selaput otak dapat menyebabkan tekanan menjadi tinggi, yang kemudian membuat gejala-gejala semakin buruk.

Apa Pengobatan untuk Kanker Leptomeningeal?

Tujuan utama pengobatan kanker selaput otak ialah untuk meredakan gejala-gejala dan untuk berupaya membunuh sel-sel kanker di selaput otak dan/atau cairan serebrospinal. Dokter mungkin merekomendasikan terapi radiasi, kemoterapi, atau keduanya.

Baca juga:  7 Tanda-Tanda Kanker Otak Stadium Awal

Dokter akan merekomendasikan jenis pengobatan sesuai dengan jenis kanker, gejala-gejala, dan hasil pemeriksaan Anda. Dokter dan tim perawat kemudian akan berbicara dengan Anda dan keluarga Anda mengenai rekomendasi pengobatannya. Jika Anda sudah setuju, maka dokter akan menjalankan jenis pengobatan yang telah disetujui.

Terapi Radiasi:

Dalam terapi ini radiasi ditargetkan ke tempat-tempat dimana terdapat sekelompok sel-sel kanker yang menimbulkan gejala, seperti di kepala, area di sumsum tulang belakang, atau keduanya. Kadang-kadang, terapi radiasi diberikan ke satu area terlebih dulu baru kemudian ke area lain. Terapi biasanya diberikan secara rawat jalan di rumah sakit, atau bisa juga diberikan saat Anda diopname di rumah sakit.

Kemoterapi:

Kemoterapi untuk kanker leptomeningeal diberikan dalam tiga cara berbeda: kemoterapi oral (obat pil), kemoterapi IV (dengan infus), atau kemoterapi intratekal (suntikan ke cairan serebrospinal). Dokter akan mempertimbangkan jenis kemoterapi mana yang tepat bagi Anda. Anda juga mungkin akan dianjurkan untuk mendapatkan lebih dari satu jenis kemoterapi, biasanya untuk membantu mengobati kanker leptomeningeal sekaligus kanker utamanya.

Saat Anda menjalani pengobatan untuk kanker leptomeningeal, dokter akan memantau Anda dengan cermat. Anda mungkin akan diminta menjalani MRI scan, lumbar puncture, atau keduanya setiap 6 sampai 8 minggu sekali. Anda juga mungkin diminta menjalani pemeriksaan fisik di rumah sakit setiap 6 sampai 8 minggu sekali.

Herbal untuk Membantu Mengobati Kanker Leptomeningeal


Salah satu herbal yang paling direkomendasikan untuk membantu meringankan gejala-gejala kanker selaput otak serta untuk membantu menekan pertumbuhan sel-sel kanker ialah Sarang Semut Papua. Herbal ini telah terbukti secara empiris mampu membantu pengobatan jenis-jenis kanker yang dapat menyebar ke meninges dan/atau cairan serebrospinal, seperti kanker payudara dan kanker paru-paru.

Sarang Semut Papua untuk Herbal Kanker Selaput Otak

Di samping itu herbal ini juga sudah dibuktikan secara ilmiah kemampuannya sebagai anti-kanker. Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa Sarang Semut mengandung senyawa aktif flavonoid yang memiliki sejumlah “jurus jitu” untuk melawan pertumbuhan kanker.

Jurus-jurus jitu itu antara lain untuk menghambat proses perbanyakan dan pembelahan sel-sel kanker, memicu terjadinya kematian pada sel-sel kanker, dan menghalangi penyaluran makanan pada sel-sel kanker. Dengan kemampuannya itu, herbal ini dapat membantu meringankan gejala-gejala dan menghambat perkembangan kanker utama sekaligus kanker yang telah menyebar di selaput otak.

Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang herbal anti-kanker ini, kami anjurkan untuk membaca artikel berikut: Sarang Semut Papua Hancurkan Kanker, Tumor, dan Benjolan Abnormal!

Kesimpulan tentang Kanker Selaput Otak

Apa itu kanker selaput otak? Dalam istilah kedokteran, kanker ini disebut “kanker leptomeningeal” atau “metastasis meningeal”. Ini adalah jenis kanker sekunder yang menyebar ke meninges dan/atau cairan serebrospinal dari lokasi lain dalam tubuh. Kanker utama atau asal yang sering dapat menyebar ke meninges dan/atau cairan serebrospinal ialah kanker melanoma, payudara, paru-paru, dan kanker pada saluran pencernaan.

Bagaimana gejala kanker selaput otak? Kemungkinan Anda akan mengalami salah satu atau beberapa gejala ini: kesulitan untuk berpikir, penglihatan ganda, sakit kepala, kesulitan untuk bicara atau menelan, merasakan sakit, kelemahan atau kurang koordinasi pada tangan dan kaki, tidak sanggup mengendalikan buang air kecil atau buang air besar, atau kejang-kejang.

Apa pengobatan untuk kanker leptomeningeal? Dokter biasanya akan merekomendasikan terapi radiasi, kemoterapi, atau gabungan keduanya. Tujuan dari pengobatan medis yaitu untuk meringankan gejala-gejala dan untuk berupaya membunuh sel-sel kanker di selaput otak dan/atau cairan serebrospinal.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang kanker leptomeningeal. Semoga informasi ini dapat berguna khususnya bagi Anda yang sedang berjuang menghadapi penyakit kanker. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar penyakit kanker hanya di Deherba.com.


Referensi Kanker Leptomeningeal:

Memorial Sloan Kettering Cancer Center. Leptomeningeal Metastases. Updated: 2019-02-22. URL: https://www.mskcc.org/cancer-care/patient-education/leptomeningeal-metastases. Accessed: 2019-09-30


Advertisement
Alinesia