Kanker Otak Glioblastoma: Penyebab, Gejala, & Pengobatannya


By Cindy Wijaya

Ada jenis kanker otak yang sifatnya agresif, artinya kanker ini terbentuk, bertumbuh, dan menyebar dengan cepat. Salah satunya adalah penyakit kanker otak yang disebut glioblastoma. Apa penyebab kanker otak jenis glioblastoma ini? Seperti apa gejala kanker otak glioblastoma dan bagaimana pengobatan untuk mengatasinya?

Artikel ini akan membahas secara garis besar mengenai kanker otak jenis glioblastoma, yakni penyebab, gejala, dan pengobatan yang disarankan dokter. Untuk mendapat informasi yang akurat, kami menggunakan sumber yang bisa dipercaya. Anda bisa melihat sumber-sumbernya pada “sumber referensi” di bagian akhir artikel.

Apa Itu Penyakit Kanker Otak Glioblastoma?

Glioblastoma adalah penyakit kanker bersifat agresif yang dapat berkembang di otak atau di sumsum tulang belakang. Glioblastoma terbentuk dari sel-sel di otak yang berbentuk bintang, bernama astrosit, yang mendukung sel-sel saraf. Pada orang dewasa, kanker ini biasanya bermula di bagian cerebrum, yang adalah bagian terbesar dari otak.

Tumor-tumor yang terbentuk pada glioblastoma membuat suplai darah mereka sendiri, untuk mendukung pertumbuhan mereka. Kanker ini mudah untuk menyerang jaringan otak lain yang masih sehat.

Kanker ini dapat dialami oleh orang-orang dari segala usia, tetapi lebih cenderung terjadi pada orang tua. Kanker otak jenis glioblatsoma dapat menimbulkan gejala berupa sakit kepala, mual, muntah, dan kejang yang memburuk.

Kanker ini juga dikenal dengan nama glioblastoma miltiforme. Glioblastoma bisa sangat sulit untuk diobati dan penyembuhannya sering kali tidak mungkin. Namun perawatan yang tepat dapat memperlambat perkembangan kanker dan meringankan gejala-gejalanya.

Apa Penyebab Penyakit Kanker Otak Glioblastoma?

Sama seperti kebanyakan jenis kanker otak lainnya, penyebab dari penyakit glioblastoma masih belum jelas diketahui. Namun ada sejumlah faktor yang diduga dapat memperbesar risiko Anda untuk terkena kanker ini, yang disebut faktor risiko. Berikut sejumlah faktor risiko tersebut:

Usia: Glioblastoma lebih cenderung terjadi pada orang dewasa yang sudah berusia cukup tua. Akan tetapi kanker ini dapat dialami oleh orang usia berapapun.

Terpapar radiasi: Contoh terpapar radiasi yaitu sewaktu menerima terapi radiasi untuk pengobatan kanker lainnya dan terkena radiasi akibat bom atom.

Riwayat keluarga penderita glioblastoma: Kanker otak jenis glioblastoma jarang diturunkan dalam keluarga. Tetapi memiliki riwayat keluarga penderita kanker ini dapat meningkatkan risiko untuk mengembangkannya juga.

Apa Saja Gejala Penyakit Kanker Otak Glioblastoma?

Gejala-gejala dari kanker otak glioblastoma dapat berbeda-beda, tergantung pada jenis kankernya serta ukuran, lokasi, dan tingkat pertumbuhan tumornya. Berikut ada beberapa tanda dan gejala umum dari kanker otak glioblastoma:

  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Kebingungan dan penurunan fungsi otak
  • Perubahan kepribadian atau gampang marah
  • Kesulitan untuk berpikir
  • Gangguan penglihatan, misalnya penglihatan kabur, ganda, atau hilangnya penglihatan tepi
  • Kesulitan bicara
  • Kejang-kejang, terutama pada orang yang tidak pernah kejang
Ilustrasi Gejala Kanker Otak Glioblastoma
Credit Photo: Science Photo Library / Media Bakery

Apabila Anda melihat adanya ciri-ciri menyerupai gejala kanker otak glioblastoma, apalagi sudah terjadi dalam waktu lama, sebaiknya segera periksa ke dokter. Tanyakan pada dokter apakah ada kemungkinan gejala itu disebabkan oleh kanker. Jika dirasa perlu, dokter bisa meminta Anda untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut atau merujuk Anda ke dokter spesialis.

Cara Dokter Mendiagnosis Glioblastoma


Dokter yang akan melakukan pemeriksaan diagnosis untuk glioblastoma ialah dokter spesialis saraf (neurologi). Untuk memastikan apakah Anda memiliki penyakit kanker otak jenis glioblastoma, ia mungkin akan melakukan pemeriksaan:

  • Pemeriksaan neurologis (saraf)
  • Tes pencitraan dengan MRI, atau juga CT scan dan PET
  • Biopsi

Bagaimana Pengobatan Kanker Otak Glioblastoma?

Pengobatan untuk penyakit kanker glioblastoma disesuaikan berdasarkan jenis, ukuran, tingkat, dan lokasi dari tumornya, serta usia, kondisi kesehatan keseluruhan, dan pilihan pribadi pasien.

Selain dari tindakan operasi untuk mengangkat tumor, pengobatan glioblastoma juga terdiri dari penggunaan obat-obatan untuk meringankan gejala-gejala yang ditimbulkannya.

Dokter mungkin akan meresepkan obat steroid untuk mengurangi pembengkakan dan meredakan tekanan pada bagian otak yang terpengaruh. Obat anti-epilepsi juga mungkin digunakan untuk mengendalikan gejala kejang-kejang.

Operasi:

Operasi bertujuan untuk sebanyak mungkin mengangkat tumor, dan biasanya menjadi tindakan pertama untuk kanker otak glioblastoma jenis apapun. Kadang kala, glioblastoma masih kecil dan mudah untuk diangkat.

Tapi adakalanya tumor tidak bisa dipisahkan dari jaringan di sekitarnya, atau mereka terletak di bagian otak yang sensitif sehingga riskan untuk dioperasi. Pada situasi ini, dokter mungkin hanya akan mengangkat tumor di bagian yang aman. Mengangkat sebagian tumor saja sudah dapat meringankan gejala-gejala.

Terapi Radiasi:

Terapi radiasi biasanya dilakukan setelah operasi, terutama pada jenis glioblastoma tingkat tinggi. Radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti sinar-X atau proton, untuk membunu sel-sel kanker. Terapi radiasi untuk glioblastoma biasanya dilakukan dari mesin di luar tubuh (eksternal).

Jenis dan tingkat glioblastoma serta dan faktor-faktor lain akan dipertimbangkan untuk menentukan tipe radiasi eksternal yang akan diberikan.

Kemoterapi:

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker, yang bisa diminum secara oral (pil) atau dimasukkan melalui pembuluh darah (infus). Untuk pengobatan kanker otak glioblastoma, kemoterapi biasanya dikombinasikan bersama terapi radiasi.

Obat kemoterapi yang sering digunakan untuk pengobatan penyakit kanker otak glioblastoma ialah temozolimide, yang diberikan dalam bentuk pil (diminum secara oral).

Terapi Obat Tertarget:

Perawatan obat tertarget berfokus pada kelaian spesifik yang ada dalam sel kanker. Dengan memblokir kelainan ini, perawatan obat yang ditargetkan dapat menyebabkan sel kanker mati.

Salah satu terapi obat tertarget yang digunakan utnuk mengobati jenis kanker otak glioblastoma adalah bevacizumab. Obat ini, yang diberikan lewat infus, menghentikan pembentukan pembuluh darah baru, memotong suplai darah ke tumor dan membunuh sel-sel kanker.

Ilustrasi Pengobatan Kanker Otak Glioblastoma
Credit Photo: MJ_Prototype / iStock

Kesimpulan tentang Penyakit Kanker Otak Glioblastoma

Apa itu glioblastoma? Glioblastoma (disebut juga glioblastoma miltiforme) adalah jens penyakit kanker bersifat agresif yang dapat berkembang di otak atau di sumsum tulang belakang. Kanker ini terbentuk pada sel-sel di otak yang disebut astrosit.

Apa penyebab kanker otak glioblastoma? Penyebab dari kanker otak glioblastoma masih belum jelas, namun ada sejumlah faktor risiko yaitu usia tua, terpapar radiasi, dan riwayat keluarga penderita glioblastoma.

Apa saja gejala kanker otak glioblastoma? Tanda dan gejala yang perlu dicurigai antara lain: sakit kepala, mual atau muntah, kebingungan dan penurunan fungsi otak, perubahan kepribadian atau gampang marah, kesulitan berpikir, gangguan penglihatan, kesulitan bicara, dan kejang-kejang.

Bagaimana pengobatan kanker otak glioblastoma? Bergantung pada jenis, ukuran, tingkat, dan lokasi tumor, pengobatan yang disarankan biasanya terdiri dari operasi, terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi obat tertarget.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang penyakit kanker otak glioblastoma. Semoga informasi ini dapat membuat Anda semakin waspada dan mengantisipasi gejala-gejala aneh pada tubuh. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar penyakit kanker otak dan gangguan kesehatan lainnya hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Mayo Clinic. Glioblastoma. Published: 2019-08-09. URL: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/glioblastoma/cdc-20350148. Accessed: 2020-03-10

WebMD. What Is Glioblastoma?. Reviewed: 2019-12-17. URL: https://www.webmd.com/cancer/brain-cancer/what-is-glioblastoma. Accessed: 2020-03-10

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}