Jenis-Jenis Kanker Kulit, Apa Saja Perbedaannya?

201
ilustrasi jenis kanker kulit
Ilustrasi Kanker Kulit (Photo by Ximena Mora on Pexels)

Penyakit kanker kulit punya jenis yang berbeda-beda. Itu karena kulit kita terbuat dari beragam tipe sel dan jenis kanker kulit ditentukan dari tipe sel kulit yang terkena kanker. Setidaknya ada tiga jenis utama kanker ini, yaitu karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma. Disamping itu juga ada jenis-jenis kanker kulit lain yang lebih jarang kasusnya.

Apakah ada orang terdekat Anda yang didiagnosis mengidap kanker kulit? Atau mungkin Anda sendiri yang terdiagnosis? Dan Anda ingin mencari info seputar jenis-jenis kanker kulit? Artikel ini bisa membantu Anda. Mengetahui jenis kanker kulit yang diderita akan membantu Anda untuk lebih paham apa yang sedang terjadi pada tubuh Anda, serta membantu Anda untuk mempertimbangkan pengobatan yang tepat.

Apa Saja Jenis Kanker Kulit?

Kulit kita terdiri dari berbagai jenis sel, dan banyak diantaranya terus-menerus bergerak. Sel-sel basal bulat di bawah permukaan kulit akan menjadi datar saat mereka naik untuk menggantikan sel-sel skuamosa yang mati dan mengelupas di permukaan kulit.

anatomi lapisan & sel di kulit
Anatomi Lapisan & Sel di Kulit (Credit: Designua / Shutterstock)

Sel melanosit akan menggelapkan warna kulit jika terkena sinar matahari, dan sel Merkel memberi kulit kemampuan untuk merasakan sentuhan. Jika sel-sel itu mengalami kerusakan, mereka dapat mulai berkembang menjadi kanker kulit.

Semua jenis kanker kulit merupakan penyakit serius dan harus ditangani dengan baik. Tetapi jenis-jenis kanker kulit, metode pengobatan, serta harapan kesembuhannya bisa berbeda-beda tergantung pada jenis sel kulit yang terkena kanker. Berikut adalah jenis-jenis kanker kulit yang paling umum:

Karsinoma Sel Basal

WHO memperkirakan ada lebih dari 3 juta kasus kanker kulit setiap tahunnya di seluruh dunia. Dan lembaga American Cancer Society menyebutkan bahwa lebih dari 80 persennya adalah dari jenis karsinoma (kanker) sel basal. Itu artinya karsinoma sel basal adalah bentuk kanker kulit yang paling banyak diderita.

karsinoma sel basal
Karsinoma Sel Basal (Credit: Designua / Shutterstock)

Kanker ini berkembang di sel-sel basal yang ada di bagian terbawah dari epidermis kulit. Jenis kanker kulit ini cenderung muncul di bagian-bagian kulit yang paling sering terkena sinar matahari, misalnya di kepala dan leher. Kanker sel basal juga biasanya berkembang dengan lambat, dan jarang sekali mereka menyebar, atau bermetastasis, ke kelenjar getah bening di sekitarnya atau ke bagian tubuh lain yang jauh.

Tetapi kanker sel basal dapat bermetastasis ke tempat lain apabila dibiarkan tidak ditangani, jadi sangat penting untuk mendeteksi dan mengobatinya sejak awal. Meski sudah diobati dan dihilangkan, kanker sel basal juga dapat muncul kembali (kambuh) di lokasi awal kemunculannya.

Seseorang yang pernah sekali mengidap karsinoma sel basal memiliki risiko lebih besar untuk mengidap jenis kanker kulit yang sama di bagian tubuh lain manapun. Diperkirakan sebanyak 50 persen penderita kanker ini akan mengembangkan karsinoma sel basal yang baru dalam waktu 5 tahun setelah diagnosis pertama.

Karsinoma Sel Basal Rekuren (Kambuh)

Sebagaimana sudah disinggung, penderita karsinoma sel basal punya kemungkinan untuk kambuh lagi (rekuren) kankernya. Kanker sel basal dapat muncul kembali di lokasi yang sama di awal kemunculannya dulu, atau muncul di bagian tubuh lain. Setengah (50%) dari penderita karsinoma sel basal diperkirakan akan mengalami karsinoma sel basal rekuren dalam waktu 5 tahun setelah diagnosis pertama mereka.

Karena itu, setelah penderita menyelesaikan pengobatan untuk kanker mereka, mereka dianjurkan untuk rajin melakukan pemeriksaan kulit sendiri agar bisa segera menyadari bila ada tanda-tanda kanker kambuh kembali. Tanda-tanda tersebut misalnya ada pertumbuhan atau perubahan tidak normal pada bentuk, warna, dan ukuran pada bercak atau tahi lalat di kulit.

Meski biasanya berkembang di daerah kulit yang sering terkena matahari, namun kanker juga dapat muncul di bagian yang tertutup. Jadi amati juga apakah ada tanda-tanda tidak normal pada bagian kulit tersebut. Segera periksakan diri ke dokter kulit atau onkolog jika ada yang mencurigakan pada kulit Anda.

Baca juga:  Kanker Melanoma: Penyakit Kanker pada Sel Melanosit

Seseorang yang pernah mengidap kanker sel basal khususnya harus waspada dengan tanda-tanda kekambuhan. Ada juga beberapa faktor lain yang membuat seorang mantan penderita jenis kanker kulit ini lebih riskan mengalami kekambuhan, yakni:

  • Pernah mengalami eksem atau masalah kulit kering
  • Pernah terkena paparan sinar UV dosis tinggi (misalnya karena berjemur atau memakai tanning bed)
  • Pernah mengidap karsinoma di beberapa lapisan terdalam pada kulit
  • Pernah mengidap karsinoma yang ukurannya lebih dari 2 cm

Penderita jenis kanker kulit di sel basal juga disarankan melakukan perawatan lanjutan hingga bertahun-tahun ke depan setelah menyelesaikan pengobatan utama. Biasanya dokter akan meminta pasiennya untuk menjadwalkan check-up medis secara teratur dan rajin melakukan pemeriksaan kulit sendiri sebagai bagian dari perawatan lanjutan.

Karsinoma Sel Skuamosa

Menurut lembaga American Academy of Dermatology, karsinoma (kanker) sel skuamosa adalah jenis kedua terbanyak di antara jenis-jenis kanker kulit lainnya. Karsinoma ini mencakup sekitar 20 persen dari seluruh kanker kulit non-melanoma. Karsinoma sel skuamosa berkembang di sel-sel skuamosa datar yang banyak terdapat di epidermis (lapisan terluar kulit).

karsinoma sel skuamosa
Karsinoma Sel Skuamosa (Credit: Designua / Shutterstock)

Karsinoma sel skuamosa biasanya muncul di daerah kulit yang sering terkena cahaya matahari, seperti di leher, telinga wajah, atau belakang tangan. Tapi kanker ini juga dapat berkembang di daerah-daerah lain, seperti di bekas luka, borok, atau di area kelamin.

Jenis kanker kulit ini cenderung berkembang dengan lambat, dan jarang menyebar atau bermetastase ke bagian tubuh lain. Tetapi jika dibandingkan dengan karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa punya kemungkinan lebih besar untuk menyebar ke jaringan lemak di lapisan kulit terbawah (hipodermis) atau bahkan lebih jauh lagi.

Melanoma

Melanoma adalah kanker yang berkembang di melanosit. Melanosit ialah sel-sel kulit yang bertugas menghasilkan pigmen cokelat bernama melanin. Mereka merupakan sel-sel yang menggelapkan kulit ketika terkena cahaya matahari, sebagai respons untuk melindungi lapisan-lapisan terdalam kulit dari efek sinar UV yang berbahaya.

jenis kanker kulit melanoma
Kanker Melanoma (Credit: Designua / Shutterstock)

Kanker ini sering kali berkembang di tahi lalat yang sudah ada atau tiba-tiba muncul menyerupai tahi lalat baru di kulit. Berbeda dari jenis-jenis kanker kulit lainnya, melanoma dapat muncul di bagian-bagian tubuh yang tertutup atau tidak terkena sinar matahari, contohnya di area kelamin atau di bagian bawah kaki. Melanoma bahkan dapat berkembang di mata.

Lembaga American Academy of Dermatology menyebut melanoma sebagai bentuk kanker kulit yang paling berbahaya. Jika dibiarkan tak ditangani, kanker ini akan menyebar dengan cepat ke bagian-bagian tubuh lain dan berakibat fatal.

Namun melanoma sangat bisa diobati apabila berhasil dideteksi dini. Anda bisa mendeteksi dini tanda-tanda awal melanoma dengan pemeriksaan ABCDE pada tahi lalat. Berikut langkah-langkahnya:

  • A = Asimetris – setengah bagian tahi lalat tidak sama dengan setengah lainnya.
  • B = Border – pinggiran tahi lalat tidak teratur, bergerigi, atau tidak jelas.
  • C = Color – warnanya tidak rata; punya nuansa warna cokelat, hitam, kadang juga putih, merah, atau biru.
  • D = Diameter – biasanya punya diameter lebih dari 6 mm (ukuran penghapus kecil di ujung pensil), tapi bisa juga lebih kecil.
  • E = Evolving – tahi lalat atau bercak di kulit yang tampak berbeda dari yang lain atau berubah ukuran, bentuk, atau warnanya.

Jika Anda melihat adanya tanda-tanda di atas saat melakukan pemeriksaan, segeralah periksakan diri ke dokter kulit (dermatolog). Beliau bisa memastikan apakah tanda-tanda tersebut memang adalah gejala kanker melanoma atau bukan. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila dicurigai itu adalah gejala kanker kulit.

Baca juga:  Bagaimana Sinar Matahari dan Sinar Ultraviolet Menyebabkan Kanker Kulit?

Karsinoma Sel Merkel

Karsinoma (kanker) sel Merkel adalah jenis kanker kulit yang langka tapi bersifat agresif. Kanker ini berkembang di sel-sel Merkel yang bekerja sama dengan ujung-ujung saraf untuk memberi kulit kemampuan merasakan sentuhan. Sama seperti jenis-jenis kanker kulit non-melanoma lainnya, kanker ini lebih sering muncul di bagian kulit yang sering kena matahari, seperti di wajah atau kulit kepala.

Kanker ini khususnya rentan dialami oleh orang-orang yang berusia di atas 50 tahun yang punya masalah kekebalan tubuh. Tidak seperti jenis karsinoma di kulit lainnya, karsinoma sel Merkel dapat bermetastasis ke otak, tulang, hati, atau paru-paru.

Jenis Kanker Kulit Lain yang Langka

Sarkoma Kaposi disebabkan oleh infeksi virus human herpesvirus 8 (HHV-8), dan dikenal juga sebagai sarkoma Kaposi terkait virus herpes. Jenis kanker ini biasanya muntul dalam bentuk luka atau tumor di kulit. Tumor juga dapat tumbuh di dalam mulut, paru-paru, atau saluran pencernaan.

Pada sebagian besar orang, infeksi virus HHV-8 tidak menyebabkan perkembangan sarkoma Kaposi. Sarkoma Kaposi lebih riskan berkembang pada orang-orang yang punya kekebalan tubuh lemah, misalnya mereka yang mengidap HIV, yang sudah lanjut usia, atau yang menjalani transplantasi (pencangkokan) organ.

Keratosis aktinik adalah pertumbuhan pra-kanker yang dapat tumbuh menjadi karsinoma sel skuamosa apabila tidak diobati. Pertumbuhan ini bisa muncul di cluster pada kulit yang rusak oleh paparan radiasi sinar UV.

Limfoma di kulit, atau limfoma cutaneous, adalah jenis limfoma non-Hodgkin. Pada kebanyakan kasus limfoma, kanker terbentuk di kelenjar getah bening sehingga sering disebut kanker getah bening. Kelenjar getah bening ialah kelenjar kecil yang tersebar di seluruh tubuh dan menghasilkan sel-sel limfosit untuk melawan penyakit.

Kadang limfoma juga terbentuk di jaringan getah bening lain, seperti di limpa, sumsum tulang, dan kulit. Jenis kanker yang langka ini dapat muncul dalam bentuk ruam atau benjolan-benjolan di kulit.

Keratoakantoma merupakan tumor yang cenderung jinak (non-kanker), berkembang secara lambat, dan sering kali menghilang dengan sendirinya. Tumor keratoakantoma yang terus berkembang biasanya akan diobati dokter menggunakan cara yang sama untuk mengobati karsinoma sel skuamosa.

Ayo Berjuang Hadapi Jenis Kanker Kulit Anda!

Menghadapi penyakit yang ganas bisa menjadi perjuangan yang melelahkan, secara fisik, mental, maupun emosi. Pelajarilah sebisanya mengenai penyakit kanker kulit Anda dan jenis-jenis pengobatan atau perawatan yang tersedia. Dengan begitu Anda dapat membuat keputusan yang bijak dan lebih mampu menghadapinya.

Terimalah dukungan dari keluarga dan sahabat. Ceritakan perasaan dan kekhawatiran Anda kepada mereka yang peduli dan mau mendengarkan. Anda sangat membutuhkan dukungan emosional supaya tetap semangat dan positif dalam perjuangan melawan kanker. Jangan ragu untuk minta bantuan ketika Anda sedang tidak mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah.

Dan upayakan sebisanya untuk merawat diri sendiri dengan menerapkan gaya hidup sehat. Upayakan pola makan yang baik dan teratur, olahraga, lindungi kulit dari sinar UV, dan ubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang berpengaruh bagi kesehatan. Dengan begitu, Anda bisa lebih kuat menghadapi dampak dari kanker ini serta mencegah komplikasi atau masalah kesehatan lainnya.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang jenis kanker kulit. Semoga informasi ini dapat membantu Anda untuk lebih paham mengenai jenis-jenis kanker kulit. Nantikan juga info penting lain seputar penyakit kanker dan informasi kesehatan lain hanya di Deherba.com.


Referensi Jenis Kanker Kulit:

Cancer Treatment Centers of America. Skin Cancer Types. URL: https://www.cancercenter.com/cancer-types/skin-cancer/types. Accessed: 2019-05-21


Advertisement
Alinesia