Bagaimana Sinar Matahari dan Sinar Ultraviolet Menyebabkan Kanker Kulit?

856
Shutterstock

Sinar matahari sangat bagus bagi kesehatan kita. Kita mungkin sudah sering membaca bahwa tubuh membutuhkan cukup sinar matahari agar bisa menghasilkan vitamin D. Dan vitamin ini mempunyai peran vital demi keberlangsungan fungsi tubuh kita. Sayangnya, ada bahaya besar di balik sinar yang menyehatkan ini.

Terlalu banyak terkena sinar ultraviolet dari berjemur di bawah sinar matahari atau tanning bed adalah penyebab kanker kulit yang terutama. Sebenarnya sebagian besar kasus melanoma—jenis kanker kulit yang paling ganas, dapat dicegah dengan berhati-hati terhadap paparan sinar matahari serta menghindari penggunaan tanning bed.

Apa Itu Sinar Ultraviolet?

Terdapat 2 jenis utama sinar ultraviolet yang membahayakan kulit kita. Kedua jenis ini sanggup menyebabkan kanker kulit:

  • Sinar UVB bertanggung jawab atas sebagian besar kasus luka akibat sengatan matahari (sunburn).
  • Sinar UVA menembus jauh ke dalam kulit. Sinar ini menuakan kulit, tapi jauh lebih sedikit menimbulkan sengatan matahari.

Jenis sinar ultraviolet yang ketiga, UVC, kemungkinan adalah yang paling berbahaya, tapi beruntung sinar ini dapat dihentikan oleh lapisan ozon dan tidak sampai ke permukaan bumi.

Apa Itu Sunburn?

Sunburn adalah luka akibat sengatan matahari. Ini merupakan tanda jelas bahwa DNA di dalam sel-sel kulit kita telah rusak akibat terlalu banyak radiasi sinar ultraviolet. Mengalami sunburn, meski hanya sekali setiap 2 tahun, dapat memperbesar risiko kanker kulit hingga 3 kali lipat.

Sunburn tidak harus berarti kulit menjadi kasar, terkelupas, atau melepuh. Jika kulit kita berubah warna jadi merah muda atau merah di bawah sinar matahari, itu berarti kulit sudah terluka akibat sengatan matahari. Bagi orang-orang yang warna kulitnya gelap, sunburn mungkin ditandai hanya dengan gejala iritasi, sensitif, atau gatal pada kulit.

Kita tidak bisa merasakan sinar ultraviolet—sebenarnya rasa panas dari sinar matahari bukan dari sinar ultraviolet, tetapi berasal dari sinar inframerah yang tidak bisa membakar kulit. Inilah sebabnya mengapa orang-orang masih bisa mengalami sunburn meski cuaca sedang dingin.

Apa yang Terjadi Sewaktu Kulit Tersengat Matahari?

Terlalu banyak terkena radiasi sinar ultraviolet dari sinar matahari atau tanning bed dapat merusak material genetik (DNA) di sel-sel kulit kita. Bila kerusakan DNA cukup meningkat seiring waktu, hal tersebut dapat menyebabkan sel-sel mulai tumbuh tak terkendali, yang pada akhirnya dapat menjadi penyebab kanker kulit.

Tubuh kita memiliki cara untuk memperbaiki sebagian besar kerusakan yang dialami. Tapi tetap saja tidak bisa secara sempurna pulih—sejumlah kerusakan DNA tetap dibiarkan begitu saja. Upaya tubuh untuk memperbaiki kerusakan ini adalah penyebab dari gejala-gejala menyakitkan dari luka akibat sengatan matahari.

Apa yang Harus Dilakukan ketika Tersengat Matahari?

Mengalami sunburn bukan berarti Anda pasti akan menderita kanker kulit. Tapi memang itu berarti ada lebih banyak alasan lagi bagi kita untuk melindungi masa depan kulit kita, setidaknya dengan berusaha tidak menambahkan kerusakan yang telah terjadi.

Jika terlihat kulit berubah menjadi merah muda atau merah, itu tandanya kita harus menghindari sinar matahari lalu menutupi kulit untuk membantu menghentikan kerusakan lebih lanjut. Dan ingatlah bahwa kalau sudah memakai tabir surya (sunscreen) bukan artinya kita sudah benar-benar aman dari bahaya sengatan sinar matahari.

Setelah mengoleskan tabir surya, mungkin kulit yang terbakar matahari akan terasa lebih baik. Tetapi tetap saja itu tidak akan memperbaiki kerusakan DNA yang sudah terjadi.

Bisakah Kanker Kulit Menyebar?

Kanker kulit jenis melanonma dan non-melanoma bisa menyebar. Sama seperti kanker bisa bertumbuh di permukaan kulit, kadang-kadang kanker mampu tumbuh ke dalam lapisan kulit. Jika kanker tumbuh mencapai dinding pembuluh darah atau getah bening, sel-sel kanker dapat pecah dan menyebar ke bagian tubuh lain.

Itulah sebabnya mengapa kanker kulit biasanya lebih mudah diobati dengan sukses jika berhasil dideteksi pada tahap awal perkembangannya. Semakin awal kita mendeteksi tanda-tanda kanker kulit, maka semakin mudah menanganinya. Jadi sangat penting bagi kita untuk mengenali apa saja gejala-gejala kanker kulit tahap awal.

Anda bisa membaca mengenai gejala-gejala kanker kulit di artikel berikut: Kenali Gejala Kanker Kulit dan Pilihan Pengobatan Herbal Terbaiknya.

Bagaimana Cara Lindungi Diri dari Sinar Ultraviolet?

Tidak soal berapa pun usia kita, cara terbaik untuk menikmati sinar matahari dengan aman sekaligus melindungi kulit dari sunburn adalah dengan kombinasi antara tempat berteduh, pakaian, dan tabir surya.

Anak-anak dan remaja mungkin harus diingatkan mengenai ini, tetapi orang tua bisa memberikan contoh bagi mereka sehingga mereka akan meniru dan menjadikannya kebiasaan juga.

Sewaktu sinar matahari sedang terik-teriknya, lakukanlah 3 tips berikut:

  • Berlindunglah di tempat teduh, terutama antara jam 10 pagi hingga 4 sore.
  • Lindungi kulit dengan pakaian panjang, topi, dan kacamata hitam.
  • Oleskan tabir surya yang memiliki tingkat perlindungan minimal SPF 15. Oleskanlah hingga ke semua bagian tubuh yang terbuka dan oleskan ulang secara teratur.

Tempat Berteduh

Satu cara terbaik untuk melindungi kulit dari efek berbahaya sinar ultraviolet adalah dengan berlindung di tempat-tempat teduh. Sebagai contoh, kita bisa berlindung di bawah pohon dan dedaunan, payung, kanopi, tenda, atau masuk ke dalam ruangan.

Berlindunglah di tempat-tempat teduh sewaktu sinar matahari sedang kuat-kuatnya. Tapi sinar ultraviolet tetap bisa masuk melalui kain jenis tertentu dan memantul dari tanah, jadi tambahkan perlindungan dengan mengenakan bahan pakaian yang cocok dan tabir surya.

Pakaian

Selain tempat teduh, cara lain untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet penyebab kanker kulit adalah mengenakan baju yang tepat, topi lebar, dan kacamata hitam berkualitas bagus.

Baju: Semakin luas area kulit yang ditutupi oleh baju, maka semakin baik perlindungannya. Pilihlah baju yang agak longgar dan berwarna gelap. Juga pilih yang bahannya tidak tembus pandang. Pakaian yang kering juga memberi perlindungan lebih daripada yang basah—ini terutama berlaku untuk bahan katun.

Topi: Topi bagus untuk melindungi wajah dan kepala. Pilihlah topi bertepi lebar agar lebih banyak melindungi area kepala. Ada topi yang disebut ‘shade cap’, dilengkapi sekitar 18 cm kain yang dialungkan ke bawah samping dan belakang topi sehingga melindungi bagian telinga dan leher. Kita bisa membuatnya sendiri dengan menempelkan/menjahitkan sapu tangan besar ke topi baseball.

Kacamata hitam: Ketika memilih kacamata hitam, pilihlah yang dilengkapi perlindungan terhadap sinar ultraviolet, setidaknya yang mampu menahan 99 hingga 100 persen sinar UVA dan UVB. Juga pastikan kacamata tersebut dapat melindungi bagian samping mata, contohnya kacamata model ‘wraparound’.

Tabir Surya

Tabir surya tidak sepenuhnya melindungi kita dari kerusakan akibat sinar matahari. Akan tetapi, tabir surya berguna untuk melindungi bagian-bagian tubuh yang tidak bisa ditutupi pakaian. Inilah sebabnya kita dianjurkan mengenakan pakaian yang tepat, berlindung di tempat teduh, sekaligus menggunakan tabir surya agar tidak terlalu banyak sinar ultraviolet yang menerpa kulit.

Anjuran sewaktu membeli tabir surya adalah yang:

  • Memiliki perlindungan terhadap sinar matahari dengan SPF minimal 15 (dengan perlindungan terhadap UVB).
  • Memiliki peringkat bintang tinggi minimal 4 bintang (perlindungan terhadap UVA).

Perlindungan terhadap UVA juga bisa dilihat dari huruf ‘UVA’ yang tertera pada label tabir surya. Sayangnya, banyak orang yang memakai tabir surya cenderung dengan sengaja menghabiskan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari.

Kita sebaiknya tidak menggunakan tabir surya hanya untuk menghabiskan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari. Tidak ada tabir surya, tidak soal berapa besar SPF yang dimilikinya, yang sanggup memberikan perlindugnan 100 persen terhadap sinar ultraviolet.

Anda bisa membaca lebih lengkap mengenai cara melindungi diri dari sinar ultraviolet penyebab kanker kulit di artikel: Cegah Kanker Kulit dengan Melindungi Diri dari Sinar Ultraviolet!

Sebagai kesimpulan artikel ini, kita telah mengetahui bahwa sinar ultraviolet menjadi penyebab kanker kulit karena sinar tersebut mampu merusak DNA yang terdapat pada sel-sel kulit. Jika kerusakan tersebut sudah cukup parah atau terus berlangsung, maka pada akhirnya dapat menyebabkan sel-sel mulai tumbuh tak terkendali, sehingga memicu perkembangan kanker kulit.

Oleh sebab itu, kita semua—dari usia berapa pun dan wanita maupun pria—perlu lebih memperhatikan kesehatan kulit dengan berusaha melindunginya dari kerusakan akibat sinar ultraviolet. Ikutilah tips-tips di artikel ini supaya tetap menikmati sinar matahari yang menyehatkan secara aman.