Last Updated on

Selama ini kita hanya mengenal penyakit kanker dan memahami seberat apa resiko yang mungkin harus dihadapi pasien yang tengah mengalami penyakit kanker. Tanpa mengetahui, bahwa sebenarnya ada beragam jenis jenis kanker yang menyerang dengan cara dan karakter yang berbeda.

Memahami jenis jenis kanker akan membantu Anda untuk lebih memahami seberapa besar resiko yang mungkin Anda miliki. Juga memahami bagaimana kanker ini dapat muncul dalam tubuh seseorang.

Pada dasarnya, meski secara umum penanganan medis untuk tiap jenis jenis kanker ini hampir serupa. Tetapi tiap jenis kanker memiliki karakter berbeda baik dalam kemampuan invasi maupun efek merusaknya. Dan karenanya tiap jenis kanker akan membutuhkan perawatan intensif yang berbeda pula.

Apa Sebenarnya Kanker?

Sebelum kita memahami betul apa saja jenis jenis kanker, kita perlu pahami dulu apa sebenarnya kanker. Dari mana kanker muncul dan bagaimana kanker dapat muncul? Serta bagaimana kanker dapat tumbuh dan menyebar.

Sulit memahami bagaimana kanker bisa muncul pada seseorang. ada demikian banyak faktor yang dapat berperan sehingga kanker muncul. Mulai dari faktor genetik, kebiasaan hidup yang tidak sehat hingga aspek radikal bebas yang terendap dalam tubuh dan memicu efek oksidasi sel.

Sejumlah besar pakar memang sepakat, bahwa oksidasi sel atau proses ausnya sel akibat efek serangan dari faktor radikal bebas, toksin, unsur kimia dari virus dan lain sebagainya menyebabkan sel mengalami kerusakan.

Kerusakan pada awalnya bukan masalah serius karena sel memiliki mekanisme normal untuk meregenerasi dirinya sendiri. Kerusakan sel yang terjadi hanya akan membuat sel membentuk sel sehat baru yang lebih segar. Dan fungsi jaringan kembali berjalan normal sebagaimana sebelumnya.

Tetapi kerusakan akibat efek oksidasi yang masif dapat menyebabkan kerusakan yang bersifat lebih permanen. Dimana nukleus sel tempat DNA dari sel bersangkutan berada juga turut terserang. Kerusakan semacam ini membuat sel mengalami gangguan dalam proses regenerasi.

Akibatnya sel membentuk sel baru yang sifatnya menyimpang dengan kemampuan membelah diri yang lebih agresif. Selama sifat sel ini hanya membelah diri dengan agresif dan lebih cepat, maka sifat sel ini hanya sebagai sel tumor jinak yang tidak berbahaya.

Sel sel ini hanya bertumpuk dan membentuk massa besar yang kadang menyebabkan efek sumbatan, penyempitan, pembengkakan dan menghimpit organ sehat di sekitarnya.

Tetapi kerusakan DNA juga dapat memicu terjadinya sifat invasif pada sel baru ini. tidak sekedar membelah diri dengan masif, tetapi juga menyerang sel sehat di sekitarnya untuk turut rusak dan berkembang menjadi sel abnormal baru. Akibatnya sel sel sehat di sekitarnya bertahap berubah menjadi sel abnormal semua. Inilah yang disebut dengan kanker.

Memahami Sel kanker

Dikatakan sel kanker terbentuk dari sel sehat yang terus mengalami gerusan efek oksidasi sehingga pada akhirnya mengalami kerusakan yang permanen. Kerusakan ini menyebabkan sel beregenerasi dengan cara menyimpang, membentuk sel baru yang agresif dalam membelah diri dan menginvasi sel sehat di sekitarnya.

Jadi pada dasarnya, sel kanker bukan sel yang datang dari luar, melainkan sel yang berasal dari sel sehat dalam tubuh. Hanya saja sel sehat ini mengalami kerusakan dan mengalami perubahan DNA sehingga gagal membentuk sel normal sebagaimana mestinya.

Dari pemahaman inilah kemudian sel kanker dibagi dalam beberapa golongan. Pembagian jenis jenis kanker ini sebenarnya mengacu jenis sel asli dimana sel kanker mengembangkan diri.

Jenis Sel Dalam Tubuh

Sel adalah komponen terkecil dari tubuh. Setiap sel membentuk jaringan, sementara jaringan membentuk organ dan membentuk fungsi dalam sistem operasi tubuh.

Sebagaimana bisa Anda temukan sel pada permukaan dinding dalam usus adalah bagian dari jaringan dinding usus dan menjadi bagian dari organ usus. Serta menjadi bagian pula dari sistem pencernaan.

Setiap sel bekerja dalam fungsi yang berbeda, sel dalam dinding usus tentu berbeda dengan sel pada dinding rahim. Sel pada dinding dalam usus tentu berbeda dengan sel dalam dinding luar usus. Sel pada darah, tentu berbeda dengan sel pada tulang juga berbeda dengan sel pada kulit.

Dan jenis jenis sel itu sendiri adalah sebagai berikut.

Sel ephithelial


Pada dasarnya ini adalah sel sel yang berfungsi membungkus, baik itu seluruh tubuh maupun membungkus organ. Fungsinya sudah tentu sebagai pelindung dan sebagai kantung wadah dari organ. Beberapa contoh dari sel ephithelial adalah sel kulit, sel yang membungkus rahim, sel yang membungkus jantung, paru paru, ginjal dan lain sebagainya.

Baca juga  BPJS Jamin Obat Kanker Serviks?

Sel tulang


Sel ini memiliki ciri khas karena sifatnya menghimpun mineral yang terlarut dalam tubuh untuk membentuk komponen zat tanduk. Karena itu sel ini keras dengan daya rekat kuat, karena berfungsi untuk membentuk postur dan menyangga tubuh. Sel serupa juga dapat Anda temukan pada kuku, gigi dan pada rambut dengan karakter pengikat yang berbeda.

Sel tulang rawan


Sel ini jelas berbeda dari sel tulang, karena sel tulang rawan memiliki sifat lebih lunak. Sel ini memiliki sejumlah kesamaan dengan sel tulang dalam hal kemampuannya dalam mengikat mineral. Tetapi sejumlah komponen di dalamnya membuat sel tulang rawan tetap fleksibel. Sel ini mudah Anda temukan pada tulang hidung, tulang telinga dan pada sudut-sudut persendian.

Sel otot


Bisa dikatakan ini adalah bagian terbanyak dari sel tubuh. Karena sebagian besar bagian dari tubuh adalah otot dan ligamen. Sel ini bersifat lunak dan membentuk massa tubuh, membentuk lekuk tubuh, dan memiliki sistem untuk mendukung proses gerak. Jenis otot semacam ini bisa Anda temukan mulai dari pada otot tangan dan kaki, hingga otot pada usus, pembuluh darah, jantung dan rahim.

Sel sekresi


Sel lunak ini memiliki ciri khas khusus. Karena bekerja sebagai sel-sel yang memproduksi senyawa tertentu. Sel sekresi adalah sel yang menjadi bagian dari organ kelenjar dan memiliki fungsi menghasilkan senyawa khusus seperti enzim dan hormon. Beberapa jenis sel sekresi adalah sel pada pankreas yang memproduksi hormon insulin, sel kelenjar minyak pada wajah, sel kelenjar adrenal dan sel kelenjar air liur.

Sel Adiposa


Sel ini biasanya terbentuk di sekitar sel otot dan kadang juga terbentuk pada area sekitar perut. Sel adiposa adalah tempat dimana tubuh menyimpan cadangan lemak. Bisa dikatakan komponen utama dari sel ini adalah lemak. Biasanya dengan mudah Anda temukan di sekitar perut, lengan, pantat dan lain sebagainya.

Sel darah


Sel darah adalah sel yang terlarut dalam cairan dalam. Bila dilihat secara mikroskopik darah yang berbentuk cairan sebenarnya terdiri dari ribuan butir mikro dari sel darah. Sel darah sendiri terdiri dari beragam jenis.

Mulai dari sel darah merah, plasma sel dan beberapa jenis sel darah putih. Setiap sel darah memiliki fungsi yang berbeda untuk tubuh. sel darah merah bertugas menghantarkan nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh sedang pasma sel dan sel darah putih bekerja menjadi garda imunitas.

Sel saraf


Sel ini adalah bagian penting dari seluruh fungsi tubuh. Sel ini bertanggung jawab membentuk respon untuk setiap stimulan, menjadi pembentuk fungsi otak hingga sejumlah kemampuan responsif,kontraksi, refleks, motorik, memori dan kognitif.

Apa Saja Jenis Jenis Kanker?

Pembagian jenis jenis kanker sebenarnya didasarkan pada asal muasa sel kanker. Maksudnya di sini dari sel sehat apa sel kanker ini berasal. Dan berdasar jenis jenis sel di atas, berikut adalah 5 jenis jenis kanker yang menyerang manusia.

Karsinoma


Karsinoma adalah jenis kanker yang paling sering terjadi. Menurut sumber Cancer Research UK, kanker karsinoma terjadi sebanyak 85% dari seluruh jenis kanker yang ada.

Kanker karsinoma adalah jenis kanker yang muncul dari sel ephithelial. Jadi kanker karsinoma ini akan terbentuk pada dinding luar dari organ atau pada area kulit.

Beberapa pakar sepakat tingginya kasus kanker karsinoma adalah efek dari rentannya sel sel ephithelial. Sel ephithelial ini cenderung tipis, dan memiliki ketahanan lebih rendah dari sel lain. Sedang sel ephithelial juga kerap menjadi sel yang paling sering terpapar efek oksidasi, seperti pada sel ephithelial pada kulit.

Kanker karsinoma pada tahap awal masih sangat mungkin untuk diatasi, karena sifatnya yang hanya menyerang sisi luar dari organ. Stadium awal dari karsinoma belum mempengaruhi fungsi organ sama sekali, sehingga proses pengangkatan kadang lebih mudah dan organ dapat difungsikan kembali.

Beberapa jenis karsinoma adalah sebagai berikut.

  • Karsinoma sel squamous

    Karsinoma jenis ini berawal dari sel squamous. Sel ini sendiri merupakan sel yang berada pada lapisan terluar dari susunan sel ephithelial. Sel ini menjadi permukaan terluar dari kulit, permukaan terluar dari organ seperti ginjal, jantung dan lambung. Sel ini juga ditemukan pada dinding tenggorokan dan esofagus.

    Sel squamous adalah sel yang berbentuk datar dan menyerupai lempengan. Keberadaan sel karsinoma akan membuat permukaan dinding akan bergurat dan tidak rata. Kadang sejumlah inflamasi bisa terbentuk bersamaan dengan efek invasi dari sel karsinoma.

  • Adenokarsinoma

    Kanker karsinoma ini terbentuk pada sel adenomateus. Sel ini menjadi ligamen penyangga dari organ. Biasanya juga menjadi sel yang menyimpan cairan tubuh untuk tetap melindungi organ supaya terjaga kelembabannya.

    Kanker jenis ini relatif beresiko karena berada dekat dengan sel fungsional dari organ dan menjadi bagian utama dinding organ. Kerusakan pada sel adenomateus akan menyebabkan kerusakan fatal pada organ.

  • Karsinoma sel basal

    Selain karsinoma sel adenomateus dan sel squamous, karsinoma juga sangat kerap menyerang sel basal pada lapisan ephithelial. Sel basal adalah lapisan kedua dari susunan sel ephithelial. Sel basal ini menjadi perlindungan kedua bagi tubuh dan organ. Karsinoma pada sel basal sendiri merupakan keluhan penyakit kanker yang paling banyak terjadi.

  • Karsinoma sel transisi

    Sel transisi adalah jenis ephithelial yang berbeda dari jenis sel ephithelial lain. Sel transisi adalah sel yang bertanggung jawab dalam fungsi kemban kempis organ. Sel ini berperan membesarkan organ dan menambah kapasitas volume dari organ. Sel semacam ini terdapat pada area kandung kemih, usus besar dan lain sebagainya.

Baca juga  BPJS Jamin Obat Kanker Paru-Paru?

Sarkoma


Bila dibandingkan dengan jenis kanker karsinoma, tentu kanker sarkoma tidak terlalu tinggi kasusnya. Beberapa jenis kanker sarkoma bahkan dianggap sebagai jenis kanker langka, karena relatif sangat jarang terdiagnosa.

Kanker sarkoma adalah jenis kanker yang menyerang sel fungsional dan pada sel yang bekerja sebagai sistem koneksi. Sarkoma hanya menyerang pada sel sel yang bertanggung jawab terhadap fungsi organ.  Dan beberapa jenis kanker sarkoma adalah sebagai berikut.

  • Sarkoma pada tulang

    Kanker tulang adalah salah satu jenis kanker yang kerap kali sulit untuk disadari. Sel kanker sarkoma menyerang pembentukan sel masif yang merusak sel sehat pada tulang.  Dikatakan kanker sarkoma pada tulang adalah salah satu jenis kanker sarkoma yang paling sering muncul.

    Sarkoma pada tulang ini dapat muncul pada jaringan terluar dari tulang menjadi osteosarkoma. Dapat pula muncul pada jaringan cancellous yang menjadi jaringan berbentuk spons dan berongga pada tulang dan kemudian disebut ewing sarkoma.

    Juga pada jaringan subchondral, yakni jaringan lunak dari  tulang yang berada di sisi tepi tulang sebelum jaringan tulang rawan berada dan kemudian disebut chondrosarcoma.

    Sarkoma jenis ini akan membuat bentuk tulang mengalami perubahan dan pembesaran. Bentukan baru ini membuat sel sel di sekitar tulang terdesak. Selain juga merusak densitas dan kekuatan dari tulang itu sendiri.

  • Sarkoma pada jaringan lunak fungsional

    Sementara karsinoma hanya menyerang bagian sel ephithelial dari organ, maka sarkoma justru menyerang sel fungsional dari organ. Sel ini menyerang sel sel otot yang menjadi pusat kontraksi organ, juga pada sel sekresi yang menghasilkan hormon dan enzim.

    Sarkoma juga bisa menyerang tulang rawan pada persendian hingga jaringan adiposa yang menjadi tempat lemak berdiam. Keberadaan sarkoma tentu saja memberi efek buruk lebih berat dari karsinoma.

    Karena sel kanker langsung menyerang sel fungsional dari organ. Seperti kanker pankreas yang menyerang sel kelenjar beta pada pankreas yang menghasilkan insulin. Karena sarkoma terbentuk pada sel kelenjar ini, maka fungsi pankreas sebagai penghasil insulin akan terganggu. Dan akhirnya, kebutuhan tubuh akan insulin akan tidak tercukupi.

    Atau ketika sel sarkoma muncul pada sel sel paru paru. Maka fungsi paru paru sebagai punca dari sistem pernafasan juga akan terganggu. kapasitas paru paru dalam menarik dan melepas udara akan berkurang dan kadang menyebabkan gangguan pada suplai oksigen ke seluruh tubuh.

Leukemia


Leukemia adalah jenis kanker yang menyerang sel darah. Berbeda dari jenis sel lain dimana lokasinya tidak berubah ubah. Justru sel darah akan terus bergerak dan mengikuti siklus sirkulasi dalam pembuluh darah.

Leukemia sendiri adalah sel darah putih yang tidak terbentuk dengan sempurna. Menariknya, sel darah putih ini bukan menyerang sel pengganggu tetapi justru menyerang sel darah merah. Hingga tubuh kekurangan sel darah merah dan tidak dapat mensuplai cukup nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh.

Sel darah putih ini sendiri diproduksi oleh sumsum tulang, yakni jaringan lunak yang tersimpan di tengah tengah rongga tulang. Kerusakan terjadi pada sumsum tulang kuning yang bertanggung jawab memproduksi sel darah putih.

Sumsum tulang ini mengalami kerusakan sehingga DNA dari sel darah putih yang tersimpan dalam sumsum tulang rusak dan membentuk sel darah putih yang tidak normal. DNA yang rusak ini tidak hanya menghasilkan sel darah putih yang abnormal, tetapi juga dalam jumlah berlebihan, tidak bisa mengalami efek kadaluarsa dan bersifat invasif terhadap sel darah merah.

Baca juga  Kupas Tuntas 16 Fakta Kanker yang Wajib Anda Pahami

Karena sel darah putih abnormal ini diproduksi berlebihan tetapi juga tidak dapat kadaluarsa, maka sel darah putih akan mengalami peningkatan jumlah berlebihan. bahkan beribu kali lipat dari sel darah merah. Dominasi sel darah putih dan kerusakan sel darah merah ini dapat menyebabkan kematian.

Limfoma dan myeloma


Kedua jenis kanker ini adalah jenis kanker yang merusak sel yang bertugas sebagai garda utama dari sistem imunitas. Kanker ini relatif berat untuk disembuhkan. Sementara kanker lain dapat diatasi dengan mengandalkan sistem imunitas tubuh, justru di sini sistem imunitas lah yang terserang kanker.

  • Kanker limfoma

    Kanker ini terbentuk pada cairan getah bening (limfosit) dan pada kelenjar getah bening. Getah bening adalah cairan sel darah putih khusus yang diproduksi oleh kelenjar limfoma yang terletak pada beberapa titik tubuh seperti pada sekitar ketiak, pangkal leher dan selangkangan. Kemudian cairan akan disalurkan diseluruh tubuh melalui pembuluh limfosit.

    Biasanya pertumbuhan kanker terbentuk pada sel sel kelenjar di satu lokasi. Kemudian menyebabkan kelenjar memproduksi cairan getah bening yang abnormal dan invasif. Kemudian menularkan sel kanker pada sel kelenjar lain di seluruh tubuh.

    Masalahnya, cairan ini mengandung sel B dan sel T yang menjadi bagian penting sistem imunitas. Justru sel T dan sel B inilah yang kerap diandalkan untuk melawan sel kanker dengan mandiri. Tetapi di sini, sel B dan sel T dalam limfosit sendiri sudah mengalami kerusakan.

    Daya sebar atau efek metastasis dari kanker ini juga sangat tinggi. karena cairan yang sudah terjangkit kanker akan masuk ke seluruh organ tubuh melalui pembuluh limfosit. Cairan ini menghantarkan sel kanker memasuki sel sehat pada organ organ tersebut.

  • Kanker myeloma

    Kanker ini menyerang sumsum tulang merah, sumsum yang bertanggung jawab pada produksi sel darah merah dan cairan plasma sel. Cairan ini juga bekerja pada sistem imunitas dan disebarkan melalui pembuluh darah utama bersama dengan sel darah merah.

    Plasma sel ini memiliki komponen penting dalam imunitas yang dikenal sebagai anti bodi, imunoglobulin. Senyawa ini bekerja sebagai bentuk perlawanan terhadap infeksi. Dan karenanya mereka yang terserang myeloma cenderung akan sangat mudah sakit.

    Kanker ini menyebabkan sel plasma diproduksi berlebihan dengan kemampuan yang menurun. Meski banyak sifatnya tak lagi ampuh mengatasi infeksi, dan kadang justru menyebabkan kerusakan sel darah merah terjadi lebih cepat.

    Kanker jenis satu ini terbilang cukup langka. Sejumlah besar kasus kanker myeloma terjadi karena efek paparan unsur oksidasi kuat seperti radiasi, paparan logam berat dan efek polusi yang sangat berat. Di dunia sendiri jumlah kasusnya tidak lebih dari 2%.

Kanker pada jaringan saraf

Ini adalah jenis kanker yang juga cukup jarang terjadi. kasus kanker yang menyerang jaringan saraf memang relatif rendah dibandingkan jenis jenis kanker lain. Tetapi efek dari kerusakan saraf ang ditimbulkan kanker ini bisa cukup berbahaya.

  • Kanker otak

    kanker otak terbentuk pada jaringan lunak sistem saraf pusat pada otak. Serangan invasi terhadap fungsi sel sehat otak menyebabkan kinerja otak menurun, menimbulkan rasa sakit hebat dan menurunkan seluruh kemampuan responsif, kontraksi, refleks, motorik, memori dan kognitif.

    Kasus kanker otak sendiri mencapai kisaran 3% di seluruh dunia. rendahnya kasus kanker otak memang disebabkan kerusakan pada sel otak yang masif relatif jarang terjadi. selain unsur genetik adalah salah satu faktor kuat.

  • Kanker sistem saraf

    Bisa dikatakan ini adalah jenis kanker yang sangat langka. Prosentasinya demikian rendah tetapi sangat mematikan. Beberapa kasus muncul sebagai efek genetik dan gangguan DNA bawaan sejak bayi. Itu sebabnya beberapa kasus kanker pada jaringan saraf terjadi pada anak anak.

Itulah beberapa jenis jenis kanker berdasar jenis sel sehat yang menjadi asal muasalnya. Memahami asam muasal dari sel kanker dan bagaimana sel kanker terbentuk memberi Anda wawasan mengenai penyakit kanker.

Nurul Kuntarti

Seorang sarjana ekonomi yang menemukan hasratnya dalam bidang kesehatan sejak memiliki putri pertamanya. Keinginan untuk terus memahami dunia kesehatan dilanjutkan dengan mengabdikan diri dalam dunia tulis-menulis di bidang kesehatan. Dengan latar belakang keluarga medis dari kedua orang tua, ini semakin menguatkan dirinya untuk terus menghasilkan artikel-artikel kesehatan yang akurat dan kredibel.