Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Gejala Kanker Kulit Gejala Kanker Kulit

Kenali Gejala Kanker Kulit dan Pilihan Pengobatan Herbal Terbaiknya

Penyakit kanker kulit dewasa ini cenderung mengalami peningkatan jumlahnya terutama di kawasan Amerika, Australia, dan Inggris. Di Indonesia, penderita kanker kulit terbilang sangat sedikit dibandingkan ke-3 negara tersebut.

Meskipun demikian kanker kulit perlu dipahami karena selain menyebabkan kecacatan (merusak penampilan), pada stadium lanjut juga dapat berakibat fatal bagi penderita.

Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda cara untuk menghindari kanker kulit dan bagaimana mengenali gejala-gejala kanker kulit. Temukan juga keterangan mengenai pilihan herbal terbaik untuk mengatasi tanda-tanda kanker kulit di akhir artikel.

Gejala-Gejala Kanker Kulit Berdasarkan Jenis Kanker

Kanker kulit seringkali berkembang di area kulit yang terekspos sinar matahari, termasuk kulit kepala, wajah, bibir, telinga, leher, dada, tangan, dan kaki. Tetapi kanker kulit juga bisa terbentuk di area-area yang jarang terkena cahaya matahari—misalnya telapak tangan, di antara jari-jari atau kuku, dan di area organ genital.

Kanker ini dapat menyerang orang-orang dengan warna kulit apapun, termasuk mereka yang berkulit gelap. Jika melanoma dialami orang berkulit gelap, itu lebih mungkin terjadi di area yang biasanya tidak terkena sinar matahari, seperti di telapak tangan dan telapak kaki.

Gejala Kanker Kulit Karsinoma Sel Basal

Karsinoma sel basal biasanya terjadi di area yang terekspos cahaya matahari, seperti area leher atau wajah. Ciri-ciri kanker kulit ini dapat muncul dengan ciri khas:

  • Benjolan yang berbentuk seperti mutiara atau yang permukaannya terlihat licin.
  • Area kulit yang berwarna seperti daging atau cokelat mirip bekas luka.

Gejala Kanker Kulit Karsinoma Sel Skuamosa

Seringkali kanker jenis ini terjadi di area yang terkespos sinar mentari, misalnya wajah, telinga, dan tangan. Akan tetapi orang yang berkulit gelap lebih mungkin terkena jenis kanker ini di area yang jarang kena cahaya matahari. Tanda-tanda karsinoma sel skuamosa biasanya muncul sebagai:

  • Bintil merah yang keras.
  • Area kulit yang bersisik dan berkerak.

Gejala Kanker Kulit Melanoma

Melanoma dapat tumbuh di bagian tubuh manapun, entah itu di kulit normal atau di tempat tahi lalat. Pada pria, kanker kulit ini seringkali muncul di wajah atau di bagian tubuh atas. Pada wanita, kanker jenis ini paling sering muncul di bagian kaki bawah. Baik pada pria maupun wanita, melanoma dapat berkembang di area kulit yang tidak pernah terekspos sinar matahari.

Melanoma dapat dialami oleh orang-orang dari berbagai warna kulit. Pada orang yang memiliki warna kulit gelap, melanoma cenderung terjadi di telapak tangan atau kaki, atau di bawah kuku. Ciri-ciri kanker kulit melanoma meliputi:

  • Area besar berwarna kecokelatan dengan bintik-bintik gelap.
  • Tahi lalat yang berubah warna, ukuran, atau berdarah.
  • Area kulit yang berwarna kemerahan, putih, biru, atau biru-hitam yang pinggirannya tidak beraturan.
  • Area gelap kulit di telapak tangan, telapak kaki, jari tangan atau kaki, atau pada selaput mukus yang melapisi mulut, hidung, vagina, atau anus.

Gejala Kanker Kulit Lainnya

Selain dari jenis-jenis kanker kulit yang sering dialami seperti diatas, ada juga beberapa jenis kanker kulit yang lebih jarang terjadi, antara lain:

  • Kaposi sarkoma. Jenis kanker kulit langka ini berkembangan di pembuluh darah kulit dan menyebabkan bercak merah atau ungu pada kulit atau selaput mukus. Kaposi sarkoma terutama terjadi pada orang yang punya sistem imun lemah, seperti pada penderita AIDS, dan orang yang mengonsumsi obat penekan sistem imun seperti yang digunakan oleh orang yang pernah menjalani transplantasi organ.
  • Karsinoma sel merkel. Jenis ini menimbulkan ciri-ciri kanker kulit berupa bintil yang keras dan mengkilap di bawah permukaan kulit dan di folikel rambut. Karsinoma sel merkel paling sering ditemukan di bagian kepala, leher, dan bagian atas tubuh lainnya.
  • Karsinoma kelenjar sebaceous. Jenis kanker ini langka dan agresif, berasal dari kelenjar minyak (sebaceous) di kulit. Karsinoma kelenjar sebaceous biasanya menimbulkan bintil keras dan tidak terasa sakit yang muncul di bagian tubuh manapun, tetapi paling sering di kelopak mata.
Sering-seringlah memeriksa kulit untuk melihat apakah ada pertumbuhan yang tidak biasa atau perubahan ukuran, bentuk, atau warna dari suatu area kulit. Jika Anda menemukan sesuatu yang dicurigai sebagai gejala kanker kulit, Anda sebaiknya memeriksakannya ke dokter kulit.

Faktor Risiko yang Memicu Kanker Kulit

Faktor-faktor tertentu dapat meningkatan risiko kanker kulit. Dengan menghindari faktor-faktor tersebut, Anda dapat mengurangi risiko terkena kanker kulit. Bagi Anda yang memiliki faktor-faktor yang tidak dapat dihindari, Anda bisa mencegahnya dengan melakukan pemeriksaan kulit secara teratur untuk menemukan bila ada perkembangan tanda-tanda kanker kulit sebelum itu terlanjur parah.

  • Warna kulit cerah. Kulit yang memiliki lebih sedikit pigmen (melanin) sehingga berwarna cerah membuatnya kurang terlindung dari radiasi UV yang merusak. Sehingga mereka yang memiliki warna kulit cerah lebih rentan terkena kanker kulit dibandingkan dengan orang-orang yang berkulit gelap.
  • Kulit pernah terbakar sinar matahari. Seseorang yang sewaktu masih kecil kulitnya pernah terbakar sinar matahari lebih rentan memiliki kanker kulit pada saat dewasa. Pernah mengalami kulit terbakar saat dewasa juga meningkatkan risiko.
  • Sering terkena cahaya matahari. Siapapun yang menghabiskan banyak waktu di bawah sinar matahari dapat mengembangkan kanker kulit. Khususnya jika kulitnya tidak dilindungi oleh tabir surya (losion) atau pakaian yang mencukupi. Menggunakan metode tanning (menghitamkan kulit) menggunakan lampu dan bed khusus tanning juga meningkatkan risiko kanker kulit.
  • Tinggal di wilayah beriklim panas. Orang yang tinggal di daerah yang panas atau hangat lebih sering terkena cahaya matahari dibandingkan dengan orang-orang yang tinggal di wilayah beriklim dingin. Tinggal di dataran tinggi, dimana sinar matahari sangat kuat, juga menyebabkan seseorang terkena lebih banyak radiasi UV.
  • Memiliki tahi lalat. Orang-orang yang punya banyak tahi lalat juga lebih rentan. Tahi lalat yang abnormal—terlihat tidak beraturan dan umumnya lebih besar dari tahi lalat biasa—lebih mungkin berkembang menjadi kanker. Jika Anda punya tahi lalat, sering-seringlah mengeceknya untuk melihat apakah ada perkembangan yang abnormal.
  • Riwayat kanker kulit. Jika Anda pernah terkena kanker kulit, Anda berisiko mengalaminya lagi. Memiliki anggota keluarga yang pernah terserang kanker kulit juga meningkatkan risiko Anda.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah. Orang yang punya sistem imun yang lemah lebih besar kemungkinannya terserang kanker kulit, ini termasuk para penderita AIDS dan mereka yang mengonsumsi obat penekan kekebalan setelah menjalani transplantasi organ.
  • Paparan radiasi. Orang yang menerima pengobatan radiasi untuk kondisi kulit seperti eksem dan jerawat mungkin memiliki risiko lebih besar.
  • Paparan zat-zat tertentu. Misalnya zat arsenik dapat meningkatkan risiko munculnya gejala-gejala kanker kulit.

Untuk mencegah kanker kulit, sangatlah penting untuk melakukan pemeriksaan kulit secara rutin, terutama jika Anda punya beberapa tahi lalat yang besar atau faktor risiko lainnya. Meskipun pemeriksaan tidak secara langsung mencegah kanker, akan tetapi ini akan membantu Anda untuk mendeteksi dini bila ada perkembangan ciri-ciri kanker kulit.

Periksakan diri ke dokter dan bicarakanlah kepadanya jika Anda melihat adanya tahi lalat atau pertumbuhan lain di kulit yang bentuknya tidak normal atau yang berubah menjadi tidak normal.

Pilihan Herbal Terbaik Untuk Pengobatan Kanker Kulit

Jika Anda yang mencari alternatif untuk pengobatan kanker kulit, berikut adalah 3 pilihan herbal yang direkomendasikan, yaitu Sarang Semut, Noni Juice, dan Temu Putih.

  • Sarang Semut

    Sebagai alternatif dari pengobatan secara medis, herbal Sarang Semut sudah banyak digunakan sebagai alternatif untuk untuk mengobati kanker kulit. Sarang Semut mengandung senyawa aktif penting seperti flavonoid, tokoferol, polifenol, dan kaya akan berbagai mineral yang berguna sebagai antioksidan dan anti kanker yang terbukti efektif menumpas berbagai jenis kanker termasuk kanker kulit.

    Sebagai contoh senyawa flavonoid memiliki cara kerja yang spesial untuk menumpas pertumbuhan sel-sel kanker. Misalnya cara kerjanya sebagai penghambat siklus sel yang menekan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel kanker. Kemudian ada juga cara mekanisme inhibisi angiogenesis yang sanggup menghambat proses pengiriman nutrisi ke sel-sel kanker sehingga mereka lama-kelamaan akan 'kelaparan' lalu mati.

    Bila Anda ingin mendapat informasi selengkapnya mengenai khasiat Sarang Semut untuk penyembuhan ciri-ciri kanker kulit, silakan lihat artikel: Sarang Semut Papua Mulai Hancurkan Kanker, Tumor, Benjolan Abnormal dalam Waktu 3 Bulan atau Kurang!

  • Noni Juice

    Kandungan damnachantal yang dimiliki Noni Juice berfungsi sebagai penghambat reproduksi sel-sel kanker. Selain itu Noni Juice sanggup merangsang kemampuan tubuh untuk mereproduksi elemen-elemen penting untuk melawan kanker, seperti misalnya interleukin, interferon, lipopolisakarida, faktor nekrosis tumor, serta nitrit oksida yang saling bekerja sama untuk membunuh kanker.

    Di dalam tubuh Noni akan bekerja secara sinergis dengan mikronutrien lain untuk menghambat aliran darah yang menuju sel-sel kanker agar mereka tidak mendapatkan kiriman nutrisi yang dibutuhkan. Lama-kelamaan mereka akan mati sendiri karena tidak mendapat cukup nutrisi.

    Bila Anda ingin mendapat informasi selengkapnya tentang khasiat Noni Juice untuk membantu menghilangkan dampak penyakit kanker, silakan lihat artikel: Noni Juice—Herbal Teruji Taklukan Darah Tinggi, Diabetes, Gangguan Jantung, dan Penyakit Lainnya!

  • Temu Putih

    Temu Putih atau Kunyit Putih sudah cukup dikenal oleh masyarakat sebagai obat herbal kanker alami. Berbagai penelitian dengan uji farmakologi, uji toksikologi, dan uji klinis sudah dijalankan untuk meneliti kemampuan anti kanker yang dimilikinya.

    Penelitian mendapati bahwa herbal ini mengandung zat antioksidan yang bermanfaat mencegah kerusakan gen akibat pengaruh kanker serta senyawa kurkumin yang dapat memengaruhi jalur-jalur molekul vital yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan kanker.

    Bila Anda ingin mendapat informasi selengkapnya seputar kemampuan anti-kanker Temu Putih atau Kunyit Putih, silakan lihat artikel: Kunyit Putih—Herbal Pengusir Kanker dan Tumor.

Pilihan herbal di atas sama-sama bermanfaat untuk penyembuhan gejala-gejala kanker kulit. Namun, jika ditilik dari segi bukti empiris (pengalaman pengguna), herbal yang lebih direkomendasikan adalah Sarang Semut.

Herbal ini memiliki keunggulan karena lebih cepat menumpas kanker jika dibandingkan herbal-herbal anti kanker lainnya. Menurut pengakuan para penggunanya, Sarang Semut dapat membantu mereka merasakan perbaikan dari kanker sejak 1-3 bulan pertama konsumsi rutin.

Apakah Anda sekarang merasa khawatir karena sudah merasakan ciri-ciri kanker kulit seperti yang ditulis artikel ini? Atau mungkin Anda baru-baru ini telah divonis mengidap kanker kulit? Wajar apabila Anda sedang kalut dan merasa takut bila memikirkan masa depan. Tetapi perlu ditekankan bahwa vonis kanker bukan akhir, justru itu adalah awal perjuangan Anda mengalahkan kanker!

Sekarang yang perlu Anda lakukan adalah berupaya tetap tenang dan jangan pernah menyerah. Carilah pengobatan kanker kulit yang paling sesuai dengan keadaan Anda. Jika tubuh Anda masih baru menunjukkan gejala-gejala kanker kulit, kemungkinan besar herbal dapat membantu mengatasi gejala-gejala tersebut dengan tuntas.

addfriends en 130
PENTING: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami.

Log In or Register