5 Gejala Kunci ADHD pada Orang Dewasa


By Cindy Wijaya

Kehidupan biasanya menjadi lebih seimbang saat sudah dewasa. Tapi jika Anda terus-menerus terlambat, tidak teratur, pelupa, dan kewalahan oleh tanggung jawab Anda, bisa jadi itu gejala ADHD pada orang dewasa. Banyak orang dewasa mengalami gangguan ini sehingga berdampak pada pekerjaannya dan hubungannya dengan orang lain.

ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) adalah suatu gangguan yang dapat menyebabkan kesulitan untuk memusatkan perhatian, serta perilaku impulsif dan hiperaktif. Namun para ilmuwan tidak yakin persis apa yang menyebabkan ADHD, mereka menduga itu disebabkan oleh gabungan faktor gen, lingkungan, dan sedikit perbedaan dalam caranya otak “terprogram”.

Jika Anda pernah didiagnosis ADHD atau ADD saat anak-anak, kemungkinan Anda membawa setidaknya beberapa gejalanya hingga dewasa. Tapi bahkan orang yang tidak pernah didiagnosis saat masih kecil juga bisa mengalami ADHD sewaktu dewasa.

ADHD seringkali tidak dikenali selama masa anak-anak, terutama di masa lalu, karena sangat sedikit orang yang punya pengetahuan tentang gangguan ini. Sebaliknya daripada mengenalinya sebagia gejala ADHD, keluarga, guru, atau orang lain mungkin melabeli Anda sebagai orang yang suka berkhayal, bodoh, pemalas, pembuat onar, atau murid yang tidak baik.

Atau mungkin Anda bisa mengimbangi gejala-gejalanya saat masih kecil, namun kesulitan saat sudah dewasa. Sebab berbagai tanggung jawab orang dewasa, seperti tuntutan pekerjaan, berumah tangga, membesarkan anak, menuntut lebih banyak kemampuan untuk mengorganisasi, fokus, dan tetap tenang. Ini tentunya sulit bagi siapapun yang memiliki ADHD.

Kabar baiknya, gejala ADHD pada orang dewasa bisa diatasi. Dengan pengetahuan, dukungan, dan sedikit kreativitas, Anda dapat belajar mengelola gejala ADHD—bahkan mengubah beberapa kelemahan Anda menjadi kekuatan.

Apa Saja Gejala ADHD pada Orang Dewasa?

Pada orang dewasa ADHD biasanya tampak agak berbeda daripada pada anak-anak, dan gejala-gejalanya juga berbeda-beda pada setiap orang. Berikut adalah sejumlah kategori gejala yang menyoroti gejala umum ADHD pada dewasa. Cobalah mengenali gejala apa yang paling bermasalah bagi Anda, dan mulailah rencanakan strategi untuk menghadapinya.

1. Kesulitan Konsentrasi dan Tetap Fokus

“Attention deficit” (defisit/kurang perhatian) sebenarnya bukan label yang tepat. Orang dewasa dengan ADHD bisa fokus pada kegiatan-kegiatan yang mereka anggap menarik, tapi kesulitan untuk tetap fokus dan mengerjakan kegiatan-kegiatan biasa.

Anda mungkin jadi gampang tersimpangkan oleh suara dan hal lain yang tidak berkaitan, “melompat” dari satu kegiatan ke kegiatan lain, atau cepat bosan. Gejala-gejala dalam kategori ini kadang diabaikan karena biasanya tidak terlalu mengganggu dibandingkan gejala berupa perilaku hiperaktif dan impulsif.

  • Gampang tersimpang oleh hal-hal yang bisa dengan mudah diabaikan orang pada umumnya.
  • Memikirkan banyak hal sehingga sulit untuk hanya memikirkan satu hal.
  • Kesulitan untuk memberi perhatian atau fokus, seperti saat membaca atau mendengarkan orang lain.
  • Sering melamun atau pikirannya “melayang-layang” tanpa disadari, bahkan di tengah percakapan.
  • Berjuang untuk menyelesaikan tugas, bahkan yang tampaknya sederhana.
  • Kecenderungan untuk mengabaikan detail, sehingga sering salah atau pekerjaannya tidak lengkap.
  • Keterampilan mendengarkan yang buruk, misalnya sulit mengingat percakapan dan mengikuti petunjuk.
  • Cepat bosan dan mencari pengalaman baru yang menarik.

Hiperfokus, Kebalikan dari Susah Fokus

Ada gejala ADHD pada orang dewasa yang kebalikan dari susah fokus, yaitu hiperfokus atau terlalu fokus. Ini bisa terjadi pada kegiatan-kegiatan yang dianggapnya menstimulasi dan menarik. Contohnya, Anda begitu asyik membaca buku, menonton TV, atau bermain komputer sehingga benar-benar lupa waktu dan mengabaikan tanggung jawab Anda.

2. Disorganisasi dan Pelupa

Ketika Anda memiliki ADHD pada orang dewasa, hidup bisa terasa kacau dan tak terkendali. Menjaga keteraturan dan memegang kendali bisa sangat sulit, misalnya dalam hal memilah informasi yang relevan untuk tugas Anda, memprioritaskan daftar tugas, mengerjakan tugas dan tanggung jawab, dan mengatur waktu.

  • Keterampilan mengorganisasi yang buruk (rumah, kantor, meja, atau mobil sangat berantakan).
  • Cenderung menunda-nunda.
  • Kesulitan memulai dan menyelesaikan proyek.
  • Sering terlambat.
  • Sering lupa janji, komitmen, tenggat waktu.
  • Terus-menerus kehilangan atau salah taruh barang (kunci, dompet, telepon, dokumen, tagihan).
  • Meremehkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas.

3. Impulsif

Kalau Anda mengalami gejala ADHD pada orang dewasa dari kategori ini, Anda mungkin mengalami kesulitan dalam menekan perilaku, komentar, dan tanggapan Anda. Anda mungkin bertindak sebelum berpikir, atau bereaksi tanpa mempertimbangkan akibatnya.

  • Sering menyela orang lain yang sedang bicara.
  • Kontrol diri yang buruk, cenderung kecanduan.
  • Melampiaskan pikiran yang kasar atau tidak pantas tanpa berpikir dulu.
  • Bertindak sembrono atau spontan tanpa memikirkan konsekuensinya.
  • Kesulitan berperilaku dengan cara yang berterima (misalnya duduk diam selama meeting yang panjang).

4. Kesulitan Emosional

Banyak orang dewasa dengan ADHD mengalami kesulitan mengendalikan perasaan mereka, terutama dalam hal emosi seperti kemarahan atau kekecewaan/frustasi.

  • Mudah merasa bingung dan stres.
  • Gampang merasa marah atau tersinggung.
  • Merasa rendah diri atau kurang berprestasi.
  • Sulit untuk tetap termotivasi.
  • Terlalu sensitif terhadap kritik.

5. Hiperaktif atau Tidak Betah Diam

Hiperaktif sebagai gejala ADHD pada orang dewasa mungkin tampak sama seperti pada anak-anak. Anda mungkin sangat energik dan terus-menerus aktif. Namun bagi banyak orang dengan ADHD, gejala hiperaktif ini menjadi lebih tak kentara seraya usia bertambah.

  • Perasaan tidak tenang, pikiran bercabang.
  • Gampang bosan, menginginkan stimulasi/rangsangan, cenderung mengambil risiko.
  • Bicara berlebihan, melakukan banyak hal sekaligus.
  • Sulit duduk diam, gelisah terus-menerus.

Gejala ADHD pada Orang Dewasa Tidak Selalu Hiperaktif

Orang dewasa dengan ADHD jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menunjukkan perilaku hiperaktif daripada anak-anak dengan ADHD. Hanya sebagian kecil orang dewasa dengan ADHD yang memiliki gejala hiperaktif yang menonjol. Anda bisa saja menderita gangguan ini jika mengalami satu atau beberapa kategori gejala di atas, meski Anda tidak hiperaktif.

Tips Mengatasi Gejala ADHD pada Orang Dewasa

Banyak orang dewasa penderita ADHD telah menemukan cara mengatasi gejala-gejala mereka, memanfaatkan keadaan mereka, serta menjalani kehidupan yang produktif dan memuaskan. Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk mengendalikan gejala-gejala ADHD pada orang dewasa.

  • Olahraga dan konsumsi makanan sehat: Olahraga membantu menetralkan kelebihan energi dan agresivitas dengan cara yang positif, sambil menenangkan tubuh. Konsumsilan berbagai macam makanan sehat dan batasi makanan manis untuk membantu menstabilkan
  • Cukupi kebutuhan tidur: Jika kelelahan Anda semakin sulit untuk fokus, mengelola stres, tetap produtif, dan memegang tanggung jawab Anda. Jadi beri waktu bagi tubuh untuk beristirahat dengan tidur antara 7 – 9 jam setiap malam.
  • Manajemen waktu yang lebih baik: Tetapkan tenggat waktu untuk semua hal, bahkan untuk tugas yang tampaknya kecil. Gunakan timer dan alarm agar tetap teratur. Beristirahatlah secara berkala. Hindari tumpukan dokumen atau penundaan dengan menangani setiap hal sesegera mungkin. Prioritaskan tugas-tugas yang lebih penting dan tuliskan setiap tugas, pesan, atau pemikiran yang penting.
  • Upayakan hubungan Anda dengan orang lain: Jadwalkan kegiatan dengan teman-teman dan tepati janji-janji Anda. Berilah perhatian pada lawan bicara Anda: dengarkan dan cobalah untuk tidak bicara terlalu cepat. Kembangkan hubungan dengan orang-orang yang bersimpati dan memahami perjuangan Anda dengan ADHD.
  • Ciptakan lingkungan kerja yang mendukung: Sering-seringlah menggunakan daftar, pengingat, catatan, dan fail dokumen. Jika memungkinkan, pilih pekerjaan yang memotivasi dan menarik minat Anda. Perhatikan bagaimana dan kapan Anda bekerja paling baik dan terapkan kondisi ini ke lingkungan kerja Anda sebaik mungkin.

Apabila gejala ADHD pada orang dewasa sudah sangat mengganggu hidup Anda, meski sudah berupaya untuk mengendalikannya, mungkin sudah saatnya mencari bantuan profesional. Anda dapat berkonsultasi dengan seorang dokter kesehatan mental yang terlatih dalam menangani ADHD.

Demikianlah artikel ini yang membahas mengenai gejala ADHD pada orang dewasa. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel bermanfaat lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

HelpGuide. ADHD in Adults. https://www.helpguide.org/articles/add-adhd/adhd-attention-deficit-disorder-in-adults.htm

NHS. Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) – Symptoms. https://www.nhs.uk/conditions/attention-deficit-hyperactivity-disorder-adhd/symptoms/

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>