Gangguan Kepribadian Antisosial: Apa Penyebabnya?


By Cindy Wijaya

Gangguan kepribadian antisosial adalah salah satu jenis kelainan mental kronis di mana penderitanya tidak mampu berpikir, membaca situasi, serta memahami orang lain dengan baik. Orang yang antisosial biasanya tidak memedulikan hak, keinginan, serta perasaan orang lain. Apa penyebab seseorang memiliki gangguan kepribadian ini?

Karena ketidakpeduliannya, seorang antisosial sanggup bersikap kasar dalam memperlakukan orang lain, bahkan cenderung memanipulasi. Seorang antisosial juga masa bodoh dengan hukum sehingga sering melanggarnya namun tidak menunjukkan rasa bersalah dan mengulanginya lagi. Tidak jarang, ada penderitanya yang kecanduan alkohol atau obat-obatan terlarang.

Karakteristik dari gangguan kepribadian antisosial ini berakibat buruk bagi kehidupan penderitanya, karena membuat ia tidak sanggup menjalankan tugas dengan baik, misalnya di sekolah, pekerjaan, atau di keluarga.

Faktor Penyebab Seseorang Menjadi Antisosial

Pada dasarnya, kepribadian merupakan kombinasi dari pemikiran, emosi juga perilaku yang membuat setiap pribadi unik. Hal ini memengaruhi cara pandang serta pemahaman pribadi tersebut terhadap sekelilingnya, juga caranya memandang diri sendiri. Kepribadian dibentuk sedari masa kanak-kanak, berdasarkan faktor-faktor berikut:

  • Genetik. Oleh karena faktor ini, kecenderungan Anda sedikit banyak mirip dengan yang dimiliki orang tua Anda—misalnya cenderung pemalu atau cenderung mudah bergaul. Faktor ini bisa juga disebut temperamen.
  • Lingkungan. Memaksudkan lingkungan sekitar tempat Anda tinggal dan tumbuh besar, peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di sepanjang kehidupan Anda, serta hubungan dengan anggota keluarga atau orang lain. Ini juga termasuk pola asuh orang tua, baik itu baik atau buruk.

Penyebab antisosial diyakini adalah perpaduan dari kedua faktor di atas. Beberapa orang memiliki gen yang rentan mengembangkan sifat antisosial, dan berbagai situasi di sepanjang kehidupannya akhirnya memicu sifat tersebut muncul ke permukaan.

Ada kemungkinan kurangnya empati—kemampuan memahami cara pandang dan masalah orang lain, sudah terlihat di masa kanak-kanak. Mengidentifikasi masalah ini sedini mungkin dapat mengurangi kemungkinan anak menderita gangguan kepribadian antisosial di masa depan.

Faktor Resiko Penyebab Gangguan Kepribadian Antisosial

  • Riwayat keluarga penderita antisosial atau gangguan kepribadian serta kelainan mental lain
  • Menjadi korban kekerasan, baik secara verbal, fisik, maupun seksual semasa kanak-kanak
  • Sewaktu kecil tinggal dalam kondisi keluarga yang berantakan
  • Menderita trauma kehilangan orang tua akibat perceraian
  • Riwayat keluarga yang kecanduan obat-obatan
  • Jenis kelamin—pria memiliki resiko lebih besar memiliki gangguan kepribadian antisosial dibanding wanita

Meskipun beberapa faktor di atas memang dialami pada banyak kasus antisosial, belum diketahui apa persisnya yang memicu kepribadian antisosial. Namun demikian, seluruh kasusnya tampaknya dimulai dari usia dini, karenanya ada baiknya bagi orang tua untuk memerhatikan perilaku anak jika mulai menunjukkan gejala antisosial. Ingatlah, manusia adalah makhluk sosial oleh karena itu waspadai jika kepribadian Anda cenderung berubah.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}