Faktor Resiko Migrain, Siapa Saja yang Beresiko?


By Fery Irawan

Siapa saja yang beresiko menderita migrain? Apakah Anda termasuk salah satu diantaranya? Migrain dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Stres, gaya hidup yang buruk (merokok dan konsumsi alkohol), atau alergi, dapat memicu timbulnya migrain. Beberapa orang memang dapat mengurangi resiko terjadinya migrain dengan menghindari berbagai pemicu di atas.

Meski begitu, ada beberapa faktor resiko migrain yang berada di luar kendali Anda yang juga turut berkontribusi pada terjadinya migrain.

Pengetahuan akan faktor-faktor resiko ini dapat mempersenjatai diri Anda untuk mewaspadai resiko terjadinya migrain. Berikut beberapa faktor resiko migrain yang perlu Anda waspadai.

Jenis Kelamin dan Perubahan Hormon

Selama masa anak-anak, pria dan wanita memiliki kecenderungan yang sama terhadap resiko migrain. Namun, memasuki masa puber, resiko wanita terhadap migrain lebih besar dibandingkan pria.

Ini disebabkan oleh adanya fluktuasi hormon estrogen selama masa hidup wanita sejak terjadinya menstruasi dan terus berlangsung selama kehidupannya termasuk dalam masa kehamilan dan menopause.

Beberapa wanita melaporkan bahwa serangan migrain semakin memburuk menjelang menstruasi dan saat trimester pertama kehamilan, dimana fluktuasi hormon estrogen sangat signifikan.

Riwayat Keluarga

Apakah ada anggota keluarga Anda yang menderita migrain? Sekitar tujuh puluh sampai delapan puluh persen penderita migrain ternyata berasal dari keluarga dengan riwayat penderita migrain.

Mengenali riwayat migrain dalam keluarga dapat membantu Anda menyadari resiko migrain dan mempercepat proses diagnosis. Resiko Anda mengidap migrain semakin meningkat apabila salah satu atau kedua orang tua Anda mengidap penyakit ini. Jika Anda mengalaminya, orang tua Anda dapat menjadi sumber anjuran untuk mengatasi migrain.

Faktor Usia

Sebenarnya, migrain dapat menyerang pada usia berapapun. Namun, dilaporkan bahwa migrain paling sering terjadi antara usia 15-55 tahun, yang dipengaruhi juga oleh stres, hormon, dan diet. Statistik menunjukkan bahwa resiko migrain menurun pada pria setelah melewati usia 40 tahun. Sebaliknya, wanita lebih rentan terkena migrain menjelang menopause, yakni di antara usia 45-55 tahun.

Faktor Ras/Etnis

Ras Kaukasia memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap migrain. Karena itu, angka kejadian migrain lebih sering terlihat di Eropa atau Amerika Utara dan Selatan, namun, lebih jarang ditemukan di Afrika maupun Asia.

Selain faktor genetik, penelitan yang dilakukan belum menemukan hubungan antara kondisi lingkungan dan makanan yang dikonsumsi sebagai faktor resiko migrain dalam hal ini.

Jika Anda memiliki satu atau lebih dari faktor resiko migrain di atas, berdiskusilah dengan dokter mengenai langkah-langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan. Diskusikan semua pilihan perawatan dan pengobatan yang ada guna mencegah maupun mengendalikan migrain.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}