Diet Hepatitis Yang Wajib Dilakukan Penderitanya

541
Diet Hepatitis
Sumber Gambar - Shutterstock

Diedit:

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah diet. Diet biasanya dilakukan oleh kaum perempuan yang memiliki bobot tubuh di atas normal alias obesitas. Istilah diet memang identik dengan obesitas. Namun bagaimana dengan diet hepatitis?

Tahukah Anda, sekarang dunia kesehatan juga mengenal istilah diet hepatitis yang diperuntukkan bagi orang-orang yang tengah menderita penyakit yang menggerogoti hati ini.

Diet Hepatitis

Sebagaimana telah diketahui, penyakit hepatitis menyerang organ hati sehingga pada akhirnya menyebabkan gangguan pada hati. Gangguan tersebut disebabkan oleh virus yang disebut dengan virus hepatitis. Hati merupakan organ yang penting dalam sistem kehidupan manusia. Hati atau hepar (dalam istilah kedokterannya), merupakan organ yang memiliki banyak fungsi yang kompleks.

Di antara fungsi hati ialah sebagai metabolisme hidrat arang, untuk memproduksi getah empedu, dan menetralkan berbagai kandungan racun di dalam tubuh. Oleh sebab itu, sudah seharusnya hati dijaga supaya dapat terus menjalankan tugas dan fungsinya secara normal. Jika hati rusak, maka segala metabolisme yang terjadi di dalamnya juga akan terganggu.

Jika hati sudah rusak, disinilah peranan diet hepatitis ini berlaku agar kinerja hati tidak terlampau berat. Dengan kata lain, agar hati dapat terus bekerja sekalipun tengah terjadi kerusakan di dalamnya. Tentu berbeda antara diet untuk menurunkan bobot tubuh dengan diet hepatitis. Dalam diet hepatitis ini, Anda harus mempertimbangkan agar glikogen tersedia cukup banyak di dalam hati.

Tak heran, Anda akan menemukan cara diet hepatitis yang beraneka ragam di rumah sakit, mulai dari diet I, II, III, sampai IV. Pilihan diet tersebut dapat dipilih sesuai dengan kondisi dan keinginan pasien sendiri. Selama diet hepatitis dilakukan, mengonsumsi bubur yang lembut dapat membantu meringankan kerja hati ketika melakukan metabolisme di dalam tubuh.

Pantangan Makanan Bagi Penderita Hepatitis

Meskipun begitu, pada dasarnya ada beberapa pedoman yang mestinya dipatuhi ketika tengah melakukan diet hepatitis ini. Hal tersebut sangat terkait dengan beberapa pantangan yang sudah sepantasnya dihindari sebagai berikut:

  • Selama menjalani diet hepatitis ini sebaiknya Anda berjauhan dulu dengan makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi seperti daging babi, daging kambing, susu full cream, minyak, keju, dan makanan bersantan.
  • Cemilan atau kue yang mengandung banyak lemak seperti kue tart, fast food, dan lainnya.
  • Berbagai makanan kaleng seperti kornet dan sarden.
  • Minuman dengan kandungan alkohol dan soda.
  • Makanan yang dapat menimbulkan keluarnya gas seperti kol, sawi, lobak, ubi, dan lainnya.

Anjuran Makanan Bagi Penderita Hepatitis

Untuk makanan yang dianjurkan dan yang tidak diperbolehkan, biasanya sangat tergantung dari kondisi si pasien sendiri terkait dengan berat dan tinggi badan serta kondisi kesehatan lainnya. Kemudian bahan makanan yang sebaiknya dimakan oleh para penderita hepatitis:

  • Segala makanan yang mengandung sumber hidrat arang mulai dari roti putih, nasi, umbi-umbian, dan lainnya.
  • Makanan yang banyak mengandung sumber protein seperti ikan, telur, daging, tempe, ayam, tahu, dan lainnya.

Begitu juga dengan kandungan protein untuk melakukan penghambatan terhadap metamorfosis lemak atau berbagai zat beracun di dalam tubuh. Diet hepatitis adalah diet yang tinggi akan hidrat arang. Jika penderita hepatitis termasuk dalam kategori berat, maka penderita bisa diberikan cairan glukosa dengan cara diinfus.

Jika kondisi pasien sudah lebih baik, pasien dapat diberikan cairan hidrat arang. Kemudian jika kondisi semakin membaik, maka diet bisa diberikan sesuai dengan selera si pasien sendiri. Ingatlah bahwa kondisi penderita hepatitis tidak sama antara satu individu dengan individu lain, melainkan sangat banyak variannya sehingga dietnya pun dapat disesuaikan.

Itulah beberapa poin yang berkaitan dengan diet hepatitis, yang sebaiknya Anda perhatikan supaya ketika suatu saat nanti mesti melakukan diet semacam ini, Anda tinggal mempraktikkan saja.

Intinya, diet ini terbilang sederhana karena yang diperlukan hanya konsistensi dalam menjaga pola makan. Beberapa makanan yang dilarang maupun dianjurkan selama menjalani diet ini harus benar-benar dicamkan supaya diet tersebut bisa berhasil.

Baca juga:  Apa Itu Hepatitis A? Apa Bedanya dengan Hepatitis B & C?
Advertisement
Alinesia