Coba Cermati Gejala Penyakit Asam Lambung Berikut Ini!

674

Diedit:

Penyakit naiknya asam lambung boleh dibilang penyakit yang sering dialami orang-orang. Ini terjadi ketika asam lambung dan isi lambung lainnya naik kembali ke atas menuju kerongkongan. Apabila terjadi, maka akan timbul gejala penyakit asam lambung yang seringnya adalah nyeri di ulu hati.

Jika ditinjau lebih lanjut, proses kenaikan asam lambung dan isi lambung lainnya terjadi melalui sfingter kerongkongan bagian bawah (Lower Esophageal Sphincter—disingkat LES). LES adalah sebuah cincin otot yang terletak di saluran pencernaan dimana kerongkongan memenuhi perut.

LES akan membuka untuk memasukkan makanan yang ditelan ke dalam lambung, kemudian menutup untuk mencegah isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Apabila LES melemah atau mengalami kerusakan, maka dia tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik sehingga menyebabkan isi lambung dapat kembali naik ke kerongkongan—akibatnya terjadilah gejala-gejala penyakit asam lambung.

Gejala-gejala tersebut bervariasi mulai dari yang level-nya ringan sampai berat. Gejala penyakit asam lambung umumnya dialami ketika:

  • Ketika sedang berbaring atau membungkuk
  • Setelah makan porsi besar
  • Setelah makan yang berlemak atau yang pedas

Kenaikan asam lambung sebenarnya bisa terjadi kapanpun dalam waktu 24 jam. Akan tetapi, kebanyakan orang cenderung merasakan gejala-gejalanya pada malam hari. Ini karena posisi tubuh berbaring di malam hari memudahkan asam lambung untuk mengalir ke arah dada.

Jika naiknya asam lambung sering terjadi, ini dapat menandakan Anda mengalami penyakit Gastroesophageal reflux (GERD)—jenis penyakit asam lambung yang kronis dan lebih parah, serta dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius jika tidak diobati.

Gejala Penyakit Asam Lambung yang Umumnya Dialami

Ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan, hal tersebut dapat menyebabkan beragam gejala. Gejalanya bergantung pada organ mana yang terpengaruh oleh asam lambung. Tidak semua orang yang mengalami kenaikan asam lambung akan mengalami gejala yang sama.

  • Heartburn

    Heartburn merupakan gejala naiknya asam lambung yang paling sering dialami. Gejala ini menimbulkan sensasi terbakar yang menyakitkan. Asam lambung bergerak dari lambung—dimana lapisannya tahan terhadap efek korosif dari asam—menuju kerongkongan yang lapisannya tidak tahan korosif. Bahkan asam lambung bisa naik dari bagian kerongkongan paling bawah sampai ke atas tenggorokan.

    Heartburn menimbulkan sensasi yang bervariasi—mulai dari ketidaknyamanan sampai menyakitkan. Namun, tingkat keparahan sensasi terbakar tersebut tidak selalu menunjukkan seberapa parah kerusakannya di kerongkongan.

    Heartburn seringnya bertambah buruk saat Anda berbaring atau membungkuk. Posisi tersebut membuat asam lambung semakin mudah mengalir melalui LES menuju dada.

  • Rasa Asam

    Apabila asam lambung naik sampai ke tenggorokan atau bahkan ke mulut, ini bisa menimbulkan rasa asam atau pahit di mulut. Anda juga mungkin merasakan sensasi terbakar di tenggorokan dan mulut.

  • Regurgitasi

    Beberapa orang mengalami regurgitasi—perasaan adanya cairan atau makanan yang bergerak dengan cara yang salah di tenggorokan (seperti bergerak naik, bukannya turun). Dalam beberapa kasus, ada yang bahkan sampai muntah. Tapi kasus muntah lebih sering dialami anak-anak dan jarang terjadi pada orang dewasa.

    Bayi dan anak-anak yang mengalami problem Gastroesophageal reflux (GER) mungkin menunjukkan gejala regurgitasi berulang. Ini biasanya tidak membahayakan dan normal dialami oleh bayi usia dibawah 18 bulan. Menurut badan National Digestive Diseases Information Clearinghouse, lebih dari setengah populasi bayi mengalami gejala ini di 3 bulan pertama kehidupannya.

  • Dispepsia

    Dispepsia adalah perasaan terbakar dan ketidaknyamanan di bagian tengah-atas lambung. Gejala ini dikenal juga sebagai gangguan pencernaan.

    Beberapa orang yang mengalami dyspepsia mungkin: merasa kembung, merasakan heartburn, merasa perut penuh, menjadi mual, merasakan sakit perut, dan muntah atau sering bersendawa.

    Gejala-gejala penyakit lambung diatas tidak boleh dianggap sepele. Karena gejala tersebut bisa saja tanda adanya gangguan lain yang disebut penyakit tukak lambung (maag). Penyakit tukak lambung bisa menyebabkan gejala kronis, antara lain perdarahan serta lubang di lambung, yang keduanya merupakan kondisi darurat medis.

  • Kesulitan Menelan (Disfagia)

    Kebanyakan penderita gejala penyakit lambung ini adalah kaum lansia yang berusia diatas 50 tahun. Ini merupakan kondisi dimana kegiatan menelan menjadi sulit bahkan menyakitkan. Ada banyak kemungkinan penyebab disfagia. Selain karena masalah naiknya asam lambung atau GERD, disfagia bisa disebabkan oleh stroke, penyakit multiple sklerosis, penyakit Parkinson, serta kanker.

  • Sakit Tenggorokan

    Penyakit asam lambung bisa mengiritasi tenggorokan. Beberapa gejala umumnya adalah: sakit tenggorokan, suara serak, dan perasaan seperti ada yang mengganjal di tenggorokan. Menurut badan NYU Langone Medical Center, penyakit asam lambung dialami oleh setengah dari pasien yang suaranya serak.

Baca juga:  Asam Lambung: Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Gejala Penyakit Asam Lambung yang Lain

Beberapa orang dewasa dan kebanyakan anak dibawah usia 12 tahun tidak merasakan gejala heartburn—yang merupakan gejala tersering penyakit asam lambung. Akan tetapi, mereka mengalami gejala-gejala penyakit asam lambung yang lainnya.

  • Batuk Kering

    Batuk kering adalah gejala yang sering dialami oleh anak-anak. Orang dewasa yang mengalami gejala ini mungkin juga merasakan seperti ada yang mengganjal di tenggorokan. Mereka mungkin merasa butuh berkali-kali batuk untuk membersihkan tenggorokannya.

  • Gejala Asma

    Naiknya asam lambung tidak jarang sebabkan terjadi gejala asma pada anak-anak. Gejalanya antara lain suara bengek yang disebabkan oleh asam lambung mengiritasi saluran udara. Ada juga penderita GERD dewasa yang mengalami gejala asma.

Kapan Gejala Penyakit Asam Lambung Butuh Perhatian Khusus?

Menurut badan International Foundation for Functional Gastrointestinal Disorders, sebanyak 60% dari pasien UGD yang mengeluhkan nyeri dada ternyata disebabkan oleh GERD. Tetapi hanya karena gejala nyeri dada tersebut seringkali bukan gejala penyakit jantung, tidak berarti semua nyeri dada yang Anda alami boleh dianggap disebabkan GERD.

Segera carilah pertolongan medis apabila Anda merasakan:

  • Heartburn yang rasanya berbeda atau lebih buruk dari biasanya
  • Nyeri dada yang parah
  • Sensasi seperti diremas, ditekan, atau diremukkan di dada
Perawatan medis darurat khususnya penting jika nyeri diatas terjadi selama aktivitas fisik atau disertai dengan: sesak napas, pusing, mual, berkeringat, dan nyeri menjalar ke lengan kiri, pundak, punggung, leher, atau rahang.

Karena mirip gejala serangan jantung, gejala penyakit asam lambung sering disalah-artikan. Tetapi sebenarnya penyakit asam lambung juga bisa menandakan masalah serius. Perhatikan jika gejalanya disertai oleh penampakan feses berwarna merah marun atau hitam, atau disertai muntah yang hitam (seperti ampas kopi) atau berdarah. Ini bisa jadi tanda-tanda Anda mengalami perdarahan di dalam lambung.

Baca juga:  Apa Obat Asam Lambung Alami?