Tidak Usah Beli, Ini Cara Konsumsi Bawang Hitam Buatan Sendiri


By Cindy Wijaya

Bawang hitam adalah olahan bawang putih yang telah dipanaskan dan difermentasi sehingga mengubah warnanya jadi hitam dan tekstusnya lebih lembut. Proses fermentasi tersebut membuat bawang menghasilkan senyawa-senyawa yang memiliki manfaat kesehatan tertentu. Studi ilmiah mendapati khasiat bawang hitam untuk diabetes, obesitas, kolesterol, hipertensi, alergi, infeksi, hingga kanker.

Di negeri-negeri Asia, seperti China, Korea, dan Jepang, bawang fermentasi ini sudah populer dikonsumsi sebagai makanan maupun obat tradisional selama berabad-abad. Sekarang di berbagai negeri lainnya, termasuk di Indonesia, bawang hitam juga mulai dikenal dan dikonsumsi untuk tujuan kesehatannya.

Untuk memperoleh manfaatnya, Anda bisa mencoba mengonsumsi bawang hitam buatan sendiri di rumah. Bahan utamanya sangat sederhana, hanya butuh bawang putih. Jika ingin tahu caranya, simaklah artikel ini yang membahas tentang cara konsumsi bawang hitam dan cara membuat bawang hitam.

Bagaimana Cara Konsumsi Bawang Hitam?

Sebenarnya cara konsumsi bawang hitam mirip dengan bawang putih biasa. Anda bisa menggunakannya sebagai bumbu untuk berbagai jenis masakan.

Namun rasanya berbeda dari bawang putih biasa, karena rasanya yang manis dan lebih kaya dapat menambahkan cita rasa unik pada masakan. Bawang hitam juga bisa digunakan berdampingan dengan bawah putih untuk menambah cita rasa masakan.

Berikut beberapa contoh cara konsumsi bawang hitam dalam masakan. Ingatlah untuk mengupas kulitnya dulu sebelum mengolahnya. (Sumber: 6 Impressive Health Benefits of Black Garlic – Healthline)

  • Gunakan bersama dengan kecap asin untuk membuat tumisan beraroma.
  • Gunakan untuk membumbui sup.
  • Haluskan bersama dengan saus keju (cheese dip) atau krim keju (cream cheese).
  • Haluskan bersama dengan mayones atau hummus.
  • Iris tipis siung-siungnya dan tambahkan ke hidangan salad atau pasta.
  • Gunakan sebagai topping
  • Haluskan bersama minyak zaitun untuk membuat dressing

Di samping menggunakannya dalam masakan, cara konsumsi bawang hitam juga bisa secara langsung dimakan begitu saja. Anda mungkin akan merasa lebih mudah memakan bawang hitam langsung daripada bawang putih, karena rasanya yang manis dan teksturnya lebih lembut. Tapi jangan lupa untuk mengupas kulitnya terlebih dulu sebelum memakannya.

Berapa Siung Konsumsi Bawang Hitam Sehari?

Disarankan untuk makan 1 – 3 siung bawang hitam tunggal dalam sehari, yang setara dengan 3 – 5 gram. Saat memakannya, kunyahlah secara menyeluruh agar kandungan-kandungannya benar-benar tercerna dan mengoptimalkan manfaat kesehatannya. Jangan terlalu banyak makan bawang hitam karena dapat menimbulkan efek samping.

Ilustrasi Cara Konsumsi Bawang Putih
Ilustrasi Bawang Hitam (Photo by yasuhiroamano from Getty Images via Canva)

Bagaimana Cara Membuat Bawang Hitam?

Cara membuat bawang hitam ada beberapa. Anda bisa membuatnya secara tradisional menggunakan wajan atau teflon serba guna, menggunakan oven, atau menggunakan rice cooker. Berikut penjelasan dari masing-masing cara itu. (Sumber: 3 Cara Membuat Bawang Hitam yang Benar Anti Gagal, Kaya Manfaat – Liputan6.com)

Cara Membuat Bawang Hitam secara Tradisional

Proses pembuatan bawang hitam secara tradisional agak merepotkan. Tapi bisa menjadi pilihan jika Anda hanya punya wajan atau teflon di rumah. Satu alat lagi yang diperlukan adalah alas dandang yang memiliki lubang-lubang.

  • Letakkan alas dandang berlubang di dasar wajan atau teflon serba guna.
  • Susun bawang putih di atas alas dandang.
  • Tutup wajan atau teflon, dan nyalakan api kecil untuk memasaknya sekitar 20 sampai 60 menit.
  • Lakukan terus selama minimal 20 hari.

Semakin lama proses ini dilakukan, semakin baik juga kualitas dan khasiat kesehatan dari bawang hitam yang dihasilkan. Pada umumnya bawang hitam berkualitas terbaik bisa diperoleh dengan melakukannya selama 80 – 90 hari.

Cara Membuat Bawang Hitam dengan Rice Cooker

Jika Anda memiliki rice cooker di rumah, Anda bisa lebih mudah membuat bawang hitam sendiri. Alat yang dibutuhkan hanya rice cooker dan tisu dapur. Tapi boleh juga menyiapkan lilin aromaterapi untuk nantinya meminimalkan aroma bawang.

  • Letakkan rice cooker di area dengan ventilasi udara yang baik.
  • Kupas kulit terluar bawang putih sampai terlihat batas antara siungnya, tapi tetap harus ada kulitnya agar tidak gosong.
  • Beri alas rice cooker dengan tisu dapur, dan susun bawang putih secara tunggal.
  • Tutupi susunan pertama bawang putih dengan tisu dapur lagi, lalu susun lagi bawang putih seperti sebelumnya.
  • Terus susun sampai rice cooker penuh, lalu tutupi bagian atasnya dengan tisu dapur lagi.
  • Nyalakan rice cooker dan biarkan tombolnya dalam keadaan “warm” selama 40 – 90 hari.

Selama proses pembuatan yang cukup lama ini, Anda perlu rutin memeriksa keadaannya setiap 5 hari sekali. Pastikan juga rice cooker yang dipakai dalam kondisi yang baik agar bisa terus digunakan selama kurun waktu ini lebih dari sebulan ini.

Cara Membuat Bawang Hitam dengan Oven

Cara membuat bawang hitam yang ketiga adalah menggunakan oven. Selain oven, Anda juga perlu menyiapkan mangkuk yang terbuat dari stainless steel dan lembaran aluminium foil.

  • Taruh bawang putih ke dalam mangkuk stainless steel dan tutupi dengan aluminium foil.
  • Masukkan mangkuk tersebut ke dalam oven.
  • Nyalakan dengan suhu antara 25 – 30 derajat C selama 40 sampai 80 hari.

Anda perlu memeriksa keadannya secara rutin setiap 4 atau 5 hari sekali untuk melihat apakah terjadi perubahan suhu. Cara ini juga disebut cara membuat bawang hitam dengan fermentasi.

Bawang hitam sebaiknya ditaruh dalam wadah kering dan kedap udara. Pada umumnya bawang hitam dapat bertahan 6 bulan dalam kulkas, dan bisa lebih lama lagi jika disimpan dalam freezer. Tapi hanya bisa bertahan sekitar 1 minggu jika disimpan di ruang terbuka.

Setelah memfermentasi bawang putih menjadi bawang hitam, Anda juga bisa mengolahnya menjadi bubuk yang siap untuk dikonsumsi. Caranya cukup dengan mem-blender bawang hitam yang sudah jadi sampai menjadi serbuk halus. (Sumber: Global Science Society: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 Tahun 2020)

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang cara konsumsi bawang hitam dan cara membuat bawang hitam. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar pemanfaatan tanaman obat hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}