Buang Air Besar Berdarah, Apakah Berbahaya?


By Cindy Wijaya

Anda mungkin merasa takut saat melihat ada darah di kloset atau melihat darah di tisu saat menyeka setelah buang air besar. Untungnya sebagian besar penyebab buang air besar berdarah tidaklah mengancam jiwa. Biasanya itu karena wasir atau luka di anus. Namun ada juga penyebab yang berbahaya dan harus segera ditangani secara medis.

Satu-satunya cara untuk memastikan apakah buang air besar berdarah itu berbahaya atau tidak adalah melalui pemeriksaan medis. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai kapan Anda harus segera periksa ke dokter, apa saja penyebab umum dari BAB berdarah, dan bagaimana pemeriksaan medis akan dilakukan.

Kapan Buang Air Besar Berdarah Harus Diperiksa ke Dokter?

Kebanyakan orang mengalami BAB berdarah yang tidak terkait dengan kanker atau masalah kesehatan serius lain. Namun, mustahil untuk benar-benar mengetahui penyebab pendarahan itu tanpa pemeriksaan oleh dokter.

Jadi, jika Anda melihat adanya darah di tinja atau pendarahan dari dubur, Anda sebaiknya sesegera mungkin menemui dokter. Dokter dapat memberi Anda saran tentang apakah Anda harus menjalani pemeriksaan khusus, dan jika harus, kapan itu perlu dilakukan.

Anda juga sebaiknya menemui dokter jika melihat adanya perubahan pada seberapa sering atau kepadatan buang air besar, mengalami sakit perut, atau merasa sangat lelah atau lemah.

Apa Saja Penyebab Buang Air Besar Berdarah?

Kalau Anda melihat hanya ada sedikit darah merah terang di tisu setelah menyeka, di bagian luar tinja, atau di kloset, kemungkinan penyebabnya adalah wasir atau luka di anus (fisura ani). Keduanya bukan masalah yang berbahaya dan bisa diobati.

Namun kadang BAB berdarah juga bisa disebabkan oleh kanker atau pra-kanker (mengarah ke kanker). Kondisi pra-kanker yang dapat menyebabkan pendarahan dari dubur adalah polip, sedangkan kondisi kanker yang dapat menyebabkannya adalah kanker kolorektal.

Wasir:

Ini adalah kondisi pembengkakan pembuluh darah di rektum atau anus yang bisa terasa sakit (bisa juga tidak), gatal, dan kadang berdarah. Wasir sering menjadi penyebab BAB berdarah tapi tidak sakit; darah merah terang di bagian luar tinja; darah menetes ke kloset; atau noda darah di tisu toilet.

Anda mungkin berisiko terkena wasir jika:

  • Mengalami diare dalam waktu lama
  • Sering sembelit (susah buang air besar)
  • Sering mengangkat beban berat
  • Duduk dalam waktu lama
  • Sedang hamil

Wasir dapat diatasi dengan mengonsumsi lebih banyak serat atau menggunakan salep khusus untuk mengobati wasir. Tetapi wasir yang sudah parah mungkin membutuhkan operasi.

Fisura Ani:

Fisura ani adalah penyebab paling umum dari buang air besar berdarah pada bayi, tapi juga bisa dialami siapa pun. Darah dari fisuran ani berwarna merah terang.

Fisura ani disebabkan oleh sembelit, atau tinja yang besar dan keras sehingga sulit dikeluarkan. Ini dapat menimbulkan robekan pada kulit.

Untungnya fisura ani bisa sembuh dengan sendirinya. Anda bisa meredakan rasa sakit dan ketidaknyamanan lain dengan mengoleskan petroleum jelly. Anda juga bisa melunakkan tinja dengan minum lebih banyak air dan makan makanan berserat tinggi.

Polip:

Polip adalah pertumbuhan kecil pada dinding saluran pencernaan. Ada beberapa jenis polip yang berbeda, sebagian yang paling umum adalah polip adenomatosa. Polip ini tumbuh di dinding usus besar, dan sekitar 25% orang dewasa usia 50 tahun ke atas memiliki jenis polip ini.

Polip adenomatosa dapat berkembang menjadi kanker kolorektal (kanker pada usus besar atau rektum). Namun hanya sekitar 5% polip ini yang akan berkembang menjadi kanker.

Sering kali polip tidak menunjukkan gejala-gejala, tapi kadang dapat menyebabkan buang air besar berdarah. Darahnya mungkin berwarna merah atau gelap seperti ter.

Melalui prosedur medis, polip bisa dihilangkan sebelum berkembang menjadi kanker. Bila akhirnya berkembang menjadi kanker, kanker tersebut masih bisa diobati asalkan terdeteksi sejak awal.

Itu sebabnya orang berusia 45 tahun ke atas disarankan menjalankan skrining untuk kanker kolorektal, yang biasanya dilakukan dengan pemeriksaan kolonoskopi atau tes menggunakan feses.

Kanker Kolorektal:

Karena darah pada feses dapat menjadi gejala dari kanker kolorektal, Anda sebaiknya segera periksa ke dokter begitu melihat gejala ini. Darah dari kanker kolorektal mungkin berwarna merah atau gelap seperti ter.

Dulu pernah dianggap bahwa orang usia 50 tahun ke atas yang paling berisiko terkena kanker ini. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa kanker ini juga merupakan penyebab utama ketiga kematian terkait kanker pada orang dewasa di bawah 50 tahun.

Kabar baiknya, jika berhasil dideteksi dan diobati sejak awal, penderita kanker kolorektal dapat memiliki harapan hidup yang lebih baik.

Penyebab Lain dari Buang Air Besar Berdarah

Beberapa masalah kesehatan lain yang dapat menyebabkan pendarahan dubur antara lain:

  • Kolitis (radang usus besar)
  • Proktitis (radang rektum)
  • Penyakit divertikular
  • Angioectasia (pembuluh darah abnormal di saluran pencernaan)
  • Luka di rektum

Jika pendarahan berasal dari bagian saluran pencernaan lebih atas, seperti di lambung, maka dapat menyebabkan BAB berwarna hitam dan tampak seperti ter. Ini karena asam lambung mengubah darah menjadi hitam. Namun, dalam kasus lain, pendarahan saluran pencernaan bagian atas juga bisa tampak berwarna merah cerah.

Dokter dapat membantu Anda mengetahui penyebab BAB berdarah Anda, berdasarkan gejala-gejala Anda dan hasil tes atau pemeriksaan medis yang Anda jalani.

Makanan Penyebab BAB Berdarah

Ada jenis makanan tertentu yang dapat membuat feses berwarna tidak biasa. Feses bahkan bisa berwarna kehijauan, kekuningan, dan bahkan hitam.

Ini dapat terjadi karena berbagai alasan—misalnya karena terlalu banyak empedu selama pencernaan, punya masalah kesehatna seperti penyakit radang usus atau penyakit celiac, mengonsumsi antibiotik, atau bahkan hanya karena makan makanan  dengan pigmen warna yang kuat.

Sering kali, darah dapat membuat tinja Anda terlihat sangat gelap dan hampir hitam. Makanan seperti bit, beri hitam (blueberry dan blackberry), licorice hitam, dan gelatin merah dapat membuat tinja terlihat sangat gelap. Ini bisa keliru dikira sebagai buang air besar berdarah.

Jika Anda melihat warna tinja sangat gelap saat buang air besar, coba ingat-ingat kembali apa yang Anda makan baru-baru ini. Anda kemungkinan apa yang Anda makan bisa menjadi penyebab dari warna tinja yang tidak biasa itu.

Bagaimana Pemeriksaan Medis untuk Buang Air Besar Berdarah?

Pemeriksaan yang harus dijalankan dapat berbeda-beda tergantung pada usia, gejala, dan riwayat medis Anda. Dokter mungkin akan mengajukan pertanyaan tentang pendarahan Anda (termasuk seberapa sering, berapa banyak, dan seperti apa tampilannya), kebiasaan BAB Anda, apakah ada gejala lain seperti rasa sakit, dan riwayat kesehatan keluarga Anda (misalnya, apakah ada kerabat yang telah didiagnosis kanker kolorektal atau kanker lainnya).

Pemeriksaan Fisik:

Kadang dokter dapat memastikan penyebab BAB berdarah dengan memeriksa dubur. Ini biasanya dilakukan dengan pemeriksaan bagian luar anus dan memasukkan jari yang bersarung tangan ke dalam rektum untuk merasakan apakah ada benjolan atau kelainan lain.

Mungkin dokter juga melakukan pemeriksaan anoskopi pada saat itu. Selama anoskopi dokter menggunakan tabung kaku untuk memeriksa saluran anus dan rektum bagian bawah.

Tes Diagnostik:

Ada sejumlah tes yang dapat memeriksa bagian dalam usus besar, rektum, dan anus. Prosedur ini dilakukan menggunakan alat khusus bernama scope.

  • Sigmoidoskopi: Selama sigmoidoskopi, dokter dapat memeriksa rektum dan sebagian besar dari usus besar bagian bawah.
  • Kolonoskopi: Prosedur ini memungkinkan dokter untuk memeriksa seluruh usus besar.

Jenis tes atau prosedur yang disarankan dokter mungkin berbeda untuk Anda, tetapi yang terpenting adalah Anda menemui dokter. Ini satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan buang air besar berdarah, dan memastikan Anda mendapat perawatan yang tepat.

Kesimpulan tentang Buang Air Besar Berdarah

Apakah buang air besar berdarah itu berbahaya? Sering kali penyebab BAB berdarah tidaklah serius. Dua penyebab umumnya adalah wasir dan fisura ani (luka di anus), yang dapat diobati dengan baik atau bahkan sembuh sendiri jika masih ringan.

Tetapi kadang penyebabnya adalah masalah kesehatan yang perlu penanganan khusus. Dua penyebab BAB berdarah yang harus segera ditangani adalah polip dan kanker kolorektal.

Polip merupakan pertumbuhan di dinding saluran pencernaan yang dapat berkembang menjadi kanker kalau tidak ditangani. Sedangkan kanker kolorektal adalah masalah kesehatan yang serius dan dapat mengancam jiwa bila tidak mendapat perawatan yang tepat.

Satu-satunya cara untuk memastikan apakah buang air besar berdarah itu berbahaya atau tidak adalah memeriksakan diri ke dokter. Dokter dapat menentukan apakah Anda perlu pemeriksaan lebih lanjut. Jika diperlukan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan dubur, dan bisa dilanjutkan dengan sigmoidoskopi atau kolonoskopi.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang buang air besar berdarah. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga ulasan informatif lain seputar masalah kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Verywell Health. Possible Causes of Bloody Stool. URL: https://www.verywellhealth.com/causes-of-bloody-stool-1124078

UpToDate. Patient education: Blood in the stool (rectal bleeding) in adults (Beyond the Basics). URL: https://www.uptodate.com/contents/blood-in-the-stool-rectal-bleeding-in-adults-beyond-the-basics

Cleveland Clinic. Rectal Bleeding. URL: https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/14612-rectal-bleeding

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>