BPJS Jamin Obat Kanker Getah Bening?

635
BPJS Jamin Obat Kanker Getah Bening
Sumber Gambar - huffingtonpost

Diedit:

Penyakit kanker getah bening adalah penyakit yang jelas berbeda dengan jenis kanker lainnya. Kanker ini biasanya terjadi langsung pada kelenjar getah bening, bukan hasil penyebaran kanker lainnya. Jika kemunculan awalnya berada di kelenjar getah bening, maka kanker ini disebut juga dengan limfoma. Jenis kanker ini memiliki potensi besar untuk pulih kembali. Bagi masyarakat yang memiliki masalah ini, bisa mencoba melakukan pemeriksaan medis. Namun, mengenai apakah BPJS jamin obat kanker getah bening belum dapat dipastikan.

Dalam artikel ini, Anda akan melihat kemungkinan alasan BPJS jamin obat kanker getah bening. Serta solusi pengganti pengobatan kanker getah bening dengan alternatif lainnya. Juga, bagaimana dengan konsumsi herbal pendukung obat kanker getah bening, berupa Sarang Semut Papua – mungkinkah untuk memberikan solusi bagi penderita kanker? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Benarkah BPJS Jamin Obat Kanker Getah Bening?

Apabila BPJS jamin obat kanker getah bening tentunya penderita kanker getah bening akan merasa lega. Bagi warga Indonesia yang memanfaatkan jaminan kesehatan dari BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), ini merupakan berita yang membahagiakan.

Mengingat pengobatan kanker secara medis tidaklah murah dan menguras tenaga. Benarkah BPJS jamin obat kanker getah bening tersebut? Jika benar obat apakah itu?

BPJS Menjamin Obat Kanker
Sumber Gambar – HealthDetik

Krestijanto Pandji selaku Presiden Direktur PT. Ferron Par Parmaceuthicals menyebutkan, bahwa obat bendamustine akan masuk dalam formularium nasional atau ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional sekitar bulan April atau Mei 2018. Ingatlah maksimal pengobatan yang ditanggung oleh BPJS hanya 6 siklus saja.

Segi Finansial Obat Kanker Bendamustine

Obat kanker bendamustine memang sudah sejak lama diproduksi oleh negara Jerman, sebagai negara asal ditemukannya obat ini. Harga grosir rata-rata bendamustine adalah Rp.60 juta per dosis.

Harga grosir rata-rata untuk satu siklus perawatan adalah Rp 120 juta per dosis. Namun apabila diproduksi oleh dalam negeri, tentu ini dapat memangkas harga tersebut.

Tak heran jika Krestijanto Pandji mengatakan bahwa “Dengan harganya yang lebih terjangkau, produksi obat tersebut dapat membantu pasien kanker getah bening di Indonesia dan mengurangi penggunaan obat impor”.

Hal ini tentu mendukung upaya pemerintah dalam memangkas 20% anggaran obat impor yang mencapai 11 triliun di tahun 2016. Jika bisa memangkas anggaran obat impor sebanyak itu, tentu dapat dipergunakan untuk kebutuhan medis lainnya. Sehubungan dengan kualitas obat impor dengan obat lokal, tampaknya tak jauh berbeda.

Penanganan obat ini dilakukan dengan oleh ahli dari Rumah Sakit Universitas Giessen Jerman, yaitu; Prof. Rummel MJ, PhD. Jika harganya terjangkau dan BPJS jamin obat kanker getah bening ini, tentu akan membantu banyak penderita kanker getah bening yang ada di Indonesia.

Dosis awal kombinasi bendamustine ialah 90 mg/m² diberikan pada hari ke-1 dan ke-2 dari siklus pada minggu ke-4 sampai minggu ke-6, hingga maksimum sebanyak 6 siklus. Ketahuilah dosis penggunaan hanya boleh dilakukan oleh dokter yang merawat. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi medis dan bukan ketetapan pasti bagi penggunanya.

Setidaknya ada 14.905 penderita kanker getah bening yang ada di Indonesia. Jika 1 orang memerlukan 6 siklus pengobatan dengan bendamustine seharga Rp.720 Juta. Maka, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk 14.905 penderita kanker?

Tentu ini dapat menghabiskan anggaran sebesar Rp. 10.731.600.000.000 alias 10.7 Triliun rupiah. Namun, obat bendamustine buatan lokal tentu tidak akan semahal itu, terlebih jika BPJS jamin obat kanker getah bening tersebut.

Segi Klinis Obat Kanker Bendamustine

Bagaimana dengan segi klinis penggunaan obat bendamustine? Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian Prof. Rummel MJ, PhD diketahui bahwa penggunaan obat ini dapat memperbesar kemungkinan bebas dari serangan kanker selama 10 tahun.

Ia meneguhkan bahwa penggunaan herbal ini mampu memperkecil angka kematian karena kanker dibandingkan dengan pasien yang memanfaatkan terapi standar. Pemberian obat ini dilakukan melalui suntikan intravena, maupun saat kemoterapi yang dapat dikombinasikan dengan obat lainnya, seperti rituximab.

Penggunaan obat bendamustine, khususnya digunakan pada kanker getah bening stadium awal – seperti pada kanker limfoma non-hodgkin. Pemberian obat ini tidak dianjurkan bagi penderita yang memiliki gangguan fungsi ginjal ataupun gangguan hati. Sifat dari obat medis ini hanya mengendalikan pertumbuhan kanker dengan menghambat proses penyebarannya.

Sekalipun belum dapat menyembuhkan secara sempurna, paling tidak obat ini mampu pasien kanker untuk menikmati kehidupan. Tentu saja agar BPJS jamin obat kanker getah bening tersebut, obat harus benar-benar memberikan pengaruh positif.

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat apapun, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter sehubungan dengan pengurangan atau penghentian pengobatan. Mengingat pada jenis obat tertentu Anda tak bisa segera menghentikan proses pengobatan begitu saja.

Bahkan jika efek samping terjadi, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter. Perlu diketahui bahwa obat ini dapat menimbulkan reaksi alergi, ruam kulit parah, hingga pendarahan.

Wasapadai penggunaan obat ini dengan obat lain, seperti; Allupurinol, Ciprofloxacin, Esemeprazole, Fluvoxamine dan Omeprazole. Obat-obat ini dapat memengaruhi kinerja bendamustine, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum Anda mengombinasikannya dengan obat apapun.

Jika obat ini termasuk dalam Formularium Nasional, maka BPJS jamin obat kanker getah bening tersebut. Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No.28 Tahun 2014, tindakan operasi yang dilakukan dengan tujuan pengobatan akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan – hal ini termasuk operasi kelenjar getah bening.

Jika dalam keadaan gawat darurat, pasien dapat segera datang ke IGD rumah sakit guna memperoleh pemeriksaan tanpa perlu surat rujukan atau pengantar. Sedangkan untuk pemeriksaan biasa hanya dilakukan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat 1.

Baca juga:  Kanker Sembuh dengan Sendirinya: Mungkinkah?

Solusi Praktis Bagi Penderita Kanker Getah Bening

Bagaimana jika Anda tidak memiliki BPJS Kesehatan, memang akan sangat menyulitkan dan biaya pengobatan dengan obat tersebut tidaklah murah. Sebagai alternatif pendukung pengobatan kanker, herbal Sarang Semut dapat menjadi pilihan bagi penderita kanker serviks.

Dari segi finansial, herbal kanker ini masih terjangkau – setidaknya 1 botol pemakaian kapsul ekstrak Sarang Semut harganya berkisar antara 200 ribu rupiah yang bisa dikonsumsi hingga 25 kali.

Sarang Semut
Sumber Gambar – Shutterstock

Sayangnya BPJS jamin obat kanker getah bening, bukan herbal – diharapkan jika BPJS juga dapat memberikan solusi bagi para pengguna herbal. Khusus Sarang Semut sendiri sudah terdaftar di BPOM RI, sehingga Anda tidak perlu merasa khawatir dengan tingkat keamanannya.

Sarang Semut Papua juga telah mengalami beragam pengujian secara klinis dan empiris. Sehingga Anda dapat merasa tenang selama mengonsumsinya. Adakah pengalaman pengguna Sarang Semut yang telah berhasil mengatasi kanker getah bening?

Kisah Glent

Sudah 4 bulan Bapak Glent mengalami pembengkakan kaki, pembengkakannya bahkan mencapai area sekitar kejantanannya. Hingga Akhirnya ia memutuskan untuk melakukan pemeriksaan medis dan mendapati adanya benjolan di sekitar selangkangan, paha, perut, ketiak dan leher.

Kanker kelenjar getah bening

Setelah melakukan pemeriksaan, ia kemudian melakukan biopsi sebagai salah satu bagian dari pemeriksaan lanjutan guna mengetahui asal benjolan tersebut.

Ternyata, benjolan yang telah tumbuh dinyatakan sebagai kanker getah bening dan dokter menganjurkan agar ia menjalani kemoterapi hingga 6 siklus.

Kemoterapi pertama sungguh menyiksanya, ia merasakan sakit, mual, muntah, pusing, badan terasa melemah, kulit menghitam, hingga kerontokan rambut. Efek ini berlangsung hingga 1 minggu, setelah itu ia melakukan kemoterapi untuk kedua kali.

Namun sayangnya, efek kemoterapi ini sangat menyakitkan, sehingga ia tidak melanjutkan pengobatan kemoterapi. Sayangnya 4 bulan kemudian, pembengkakan kembali terjadi disekitar perut, terjadinya penurunan berat badan dan badan terasa lemah.

Sehingga ia harus dirawat dirumah sakit, namun pengobatan medis yang dijalininya tak kunjung membuahkan hasil. Belakangan ia mencoba Sarang Semut Papua jenis Myrmecodia Pendans. Setelah mengonsumsinya selama satu setengah bulan, pembengkakannya berangsur mengecil dan setelah 2 bulan pengobatan ia sudah dapat beraktivitas kembali.

Masih banyak pengalaman pengguna Sarang Semut yang telah berhasil mengatasi penyakit kanker yang dialaminya. Bagaimana dengan Anda, sudahkah Anda merasakan manfaat herbal pendukung obat kanker getah bening?

Baca juga:  Kombinasi Terapi Alternatif untuk Kanker, Sarang Semut dan Pijat Refleksi

Saat ini, memang BPJS jamin obat kanker getah bening. Namun, tak semua jenis obat dijamin – oleh karena itu manfaatkanlah kesempatan ini untuk memulihkan diri dari serangan kanker. Baik dengan obat medis ataupun herbal pendukung pengobatan kanker getah bening.


Nila FM. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/659/2017 Tentang Formularium Nasional. 2017-12-28. URL: http://farmalkes.kemkes.go.id/?wpdmact=process&did=NDg1LmhvdGxpbms=. Accessed: 2018-08-24. (Archived by WebCite®)

Fitri F. Balsalazide–Fungsi–Dosis dan Penggunaan–Efek Samping. 2017-02-04. URL: https://halosehat.com/obat-a-z/obat-b/balsalazide. Accessed: 2018-08-24. (Archived by WebCite®)

Lusia KA. Obat Kanker Limfoma Diproduksi di Dalam Negeri, Harga Lebih Terjangkau. 2018-01-29. URL: https://sains.kompas.com/read/2018/01/29/090000923/obat-kanker-limfoma-diproduksi-di-dalam-negeri-harga-lebih-terjangkau. Accessed: 2018-08-24. (Archived by WebCite®)

Kanker-actueel. Bendamustine plus rituximab (Rituxin). 2013-02-25. URL: https://kanker-actueel.nl/bendamustine-plus-rituximab-rituxin-geeft-verdubbeling-van-ziektevrije-tijd-betere-overleving-met-minder-bijwerkingen-voor-patienten-met-nieuw-gediagnosticeerde-lymfklierkanker-non-hodgkin-en-mantelcellymfomen-in-vergelijking-met-de-r-chop-kuren.html. Accessed: 2018-08-24. (Archived by WebCite®)