Berkenalan dengan Terapi Alternatif Kanker Budwig Protocol

502

Diedit:

Belakangan ini sejumlah pakar mulai menemukan adanya kemungkinan untuk mengatasi dan mengobati kanker dengan cara-cara terapi yang tidak konvensional. Sementara kebanyakan orang mengira kanker hanya bisa diatasi dengan pengobatan konvensional seperti operasi pengangkatan organ dan sejumlah terapi yang “menyakitkan”, sejumlah pakar secara kontroversial memberikan bukti bagaimana sejumlah diet dan terapi alami justru memberi hasil yang menjanjikan.

Kami katakan menjanjikan, karena sejumlah terapi kanker alternatif ini bukan hanya bekerja mengatasi sel kanker, tetapi memulihkan kondisi pasien secara general,termasuk mengatasi kerusakan sel akibat serangan sel kanker, memperbaiki kondisi tubuh dan imunitas yang terusik oleh keberadaan sel kanker bahkan juga membantu mengatasi kerusakan sel akibat terapi-terapi yang “menyakitkan” itu.

Menarik sekali, sementara kemoterapi atau radio terapi yang selama ini diklaim sebagai metode terbaik mematikan sel kanker justru kerap menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan akibat rusaknya sel sehat seiring berjalannya terapi, terapi alternatif kanker ini malah membantu menjaga sel sehat dan memperbaiki sel-sel rusak sembari mengatasi sel kanker. Kinerja yang berlawanan arah bukan?

Dan salah satu yang kerap diungkap sebagai metode terapi alternatif kanker adalah budwig protocol. Tidak tanggung menurut sumber Cancertutor, terapi budwig protocol ini efektif mengatasi sejumlah keluhan kanker termasuk jenis kanker yang sifatnya sulit diatasi seperti kanker paru-paru, kanker otak dan kanker getah bening. Bahkan juga diklaim memiliki efektifitas hingga stadium yang relatif berat seperti stadium 3.

Seperti apa sebenarnya terapi alternatif kanker budwig protocol ini? bagaimana cara kerjanya dan bagaimana terapi ini dijalankan? Kami mencoba menjabarkan informasi seputar budwig protocol untuk membantu Anda memahami terapi ini yang diklaim sanggup mengatasi kanker dengan risiko yang lebih rendah.

Apa Sebenarnya Terapi Budwig Protocol Itu?

Budwig protocol ditemukan oleh seorang pakar Dr. Johanna Budwig, seorang pakar farmasi dan ahli kesehatan yang mendalami dunia lemak dari Jerman. Beliau juga dikenal sebagai salah satu pakar kanker dari Eropa. Dokter yang sudah mendapatkan 7 nobel kesehatan ini kelahiran 1908 dan menemukan metode budwig protocol pada tahun 1952.

Temuannya sebenarnya terbilang sangat unik. Dalam laman www.cancertutor.com, dijelaskan bahwa Beliau menemukan bagaimana kinerja seluruh tubuh ternyata berkaitan dengan aktivitas elektrik dari sel-sel dalam tubuh. Bawah nukleus dari sel adalah kutub positif dan membran sel adalah kutub negatif dan setiap kinerja hingga proses regenerasi sel dan keterikatan antara sel satu dengan yang lain juga berkaitan dengan aktivitas elektrik sel.

Hanya saja pola makan, pengaruh stress dan pengaruh paparan oksidasi menyebabkan keseimbangan elektrisitas dari sel-sel tubuh terganggu. Dan inilah yang kemudian menjadi awal mula dari kerusakan sel. Kerusakan sel yang akan memicu terjadinya sejumlah penyakit mulai dari diabetes, jantung sampai kanker.

Baca juga:  Apa Itu Terapi Kanker Cellect Budwig Protocol?

Di sisi lain, untuk bisa menjaga kualitas aktivitas kelistrikan sel ini berjalan baik, sel-sel tubuh akan membutuhkan lemak tak jenuh dalam kualitas baik, paparan sinar matahari pagi dan sejumlah vitamin juga mineral serta senyawa organik alami yang tidak diperoleh dari sumber sintetis.

Tubuh dalam sehari bisa memproduksi setidaknya 500 juta sel baru dan seluruh aktivitas ini membutuhkan dukungan sumber-sumber diatas yang bekerja menunjang proses perkembangan sel. Materi-materi tersebut akan bekerja menjaga kualitas kelistrikan sel dan menjaga kesinambungan koneksi antara nukleus dan membran sel, antar sel dengan sel lainnya dan kinerja organ secara general.

Terapi alternatif kanker satu ini mengedepankan penggunaan flaxseed oil dan jenis keju rumahan yang kemudian lazim disebut dengan quark. Keduanya dipandang sebagai sumber makanan dengan kandungan lemak sehat terbaik untuk menunjang kesehatan sel sekaligus menjaga kualitas elektrik dari sel.

Riset Budwig bermuara pada temuan bahwa asam lemak omega 3 atau Linolenic Acid (LNA) dan asam lemak omega 6 atau Linoleic Acid (LA) memiliki manfaat sangat tinggi sebagai sumber lemak sehat bagi tubuh dengan sifat elektrik yang stabil dan tidak mudah rusak. Flaxseed oil merupakan sumber nabati terbaik untuk kedua jenis lemak ini. Dikatakan bahwa sumber lemak tak jenuh nabati lebih sehat bagi mereka dengan keluhan penyakit termasuk kanker.

Tidak hanya itu, dalam risetnya Johanna Budwig juga menemukan adanya kesamaan kinerja antara quark (cottage cheese) dengan sejumlah terapi kanker konvensional dimana terdapatnya senyawa asam amino khusus khusus yang bekerja merusak sel-sel abnormal dalam tubuh. Senyawa bernama cysteine and methionineamino acid. (thetruthaboutcancer.com)

Terdengar terlalu mustahil memang, bahkan pada awalnya banyak pakar kanker dunia menjadi skeptis terhadap konsep Budwig ini. Didalam menjalankan terapi alternatif kanker ini, pasien hanya disarankan mengonsumsi mixture atau makanan campuran dari flaxseed oil dan cottage cheese dengan beberapa penambah rasa alami dari buah atau rempah.

Budwig protocol memang berkonsentrasi pada manfaat flaxseed oil dan cottage cheese sebagai aspek utama. Kemudian tambahan buah dan sayuran terutama yang kaya vitamin, mineral dan senyawa fitonutrien menjadi penyempurna. Anda bisa pilih jenis buah segar, atau kemasan dalam produksi premium dimana produk terjamin nutrisinya. Beberapa jenis buah dan sayuran seperti brokoli, noni, buah naga, jeruk, wortel, tomat menjadi pilihan.

Sedang tambahan herbal rempah seperti kayu manis, ketumbar, wijen, cengkeh, serai atau jintan menjadi pilihan yang bekerja aman untuk membantu menstimulasi perlawanan terhadap kerusakan sel dan pertumbuhan sel abnormal.

Baca juga:  Apa Itu Terapi Kanker Cellect Budwig Protocol?

Kemudian pasien akan disarankan untuk lebih banyak berjemur di bawah sinar matahari pagi hari. Ini berkaitan dengan kemampuan sinar matahari dalam membantu memproduksi vitamin D3 yang terbukti pula bekerja menjaga kemurnian DNA. (www.cancertutor.com)

Bagaimana Terapi Budwig Protocol Bekerja?

Sederhananya, terapi ini bertujuan awal mengembalikan kondisi kelistrikan dari sel tubuh. Asupan lemak tak jenuh dan sejumlah senyawa akan bekerja merekonstruksi sel dalam tubuh, mengembalikan komposisi pembentuk sel dan membantu proses perbaikan sel yang rusak.

Bersumber pada Cancer – The Problem and the Solution, berikut adalah konsep dasar dari pengaturan makan dalam budwig protocol.

  • Hanya mengonsumsi air putih yang sudah dipurifikasi.
  • Menghindari sepenuhnya semua jenis makanan dari jenis daging-dagingan.
  • Menghindari gula dan makanan olahan, termasuk bahan adiktif.
  • Menghindari suplemen dan obat
  • Hanya mengonsumsi makanan segar yang baru setidaknya 15 menit lalu diolah, serta sama sekali tidak mengonsumsi makanan yang disimpan.
  • Flaxseed segar adalah pilihan terbaik, digiling sesaat sebelum dikonsumsi.
  • Konsumsi campuran flaxseed oil dan cottage cheese (bisa diganti dengan yoghurt atau kefir dengan kualitas baik) untuk asupan penting.
  • Mengonsumsi buah, sayuran dan rempah herbal alami yang diolah dan dikonsumsi segera. Anda bisa memilih jenis juice kemasan hanya yang dipastikan proses produksinya premium demi dimana elektrisitas dari cairan di dalamnya bertahan dengan baik. Dalam hal ini, noni juice premium bisa menjadi pilihan.

Budwig Protocol sebagai Terapi Alternatif Kanker

Draxe.com menunjukan bagaimana terapi budwig protocol memang layak menjadi salah satu pilihan terapi untuk diet. Dalam sejumlah temuan di lapangan ,se jumlah pakar menemukan keberhasilan yang relatif tinggi penggunaan budwig protocol dalam penanganan kasus kanker.

Bahkan dalam bukunya, “Cancer – The Problem and the Solution”, Johanna Budwig juga melibatkan sejumlah pasien kanker stadium akhir dimana kanker mereka sudah bermetastasis. Metode ini terbukti membantu mengembalikan secara bertahap kesehatan pasien.

Proses penyembuhan berawal dari membantunya kembali merasa segar dan lebih nyaman dan mengatasi kerusakan sek akibat serangan sel kanker atau akibat terapi-terapi konvensional. Proses ini akan membantu pasien merasakan berkurangnya efek nyeri yang biasanya menyertai penderita kanker.

Setelah itu, perpaduan senyawa asam amino, asam lemak dan fitonutrien dalam buah, sayuran dan rempah akan bekerja menstimulasi sel untuk memperbaiki diri, sementara sel-sel kanker yang bekerja dengan konstruksi menyimpang justru akan mati dengan bertahap.