Share:

Terakhir Diedit:

Sebelumnya kita sudah membahas mengenai sebaik apa dan setinggi apa nutrisi yang tersimpan dalam kacang mete. Dan rupanya, meski kaya nutrisi dan penuh manfaat, tak lantas membuat kita bebas mengonsumsi kacang mete sebanyak-banyaknya. Anda perlu pastikan porsinya untuk menghindari resiko bahaya kacang mete.

Benar, ada resiko yang perlu Anda perhatikan akan bahaya kacang mete. Karena meski kaya nutrisi, vitamin, mineral hingga sejumlah besar asam amino, kacang mete juga memiliki komponen senyawa yang tidak sehat untuk tubuh.

Beberapa isu terkait sisi bahaya kacang mete akan kita bahas dalam uraian kami kali ini. kita juga akan melihat bagaimana cara sehat dan aman dalam mengonsumsi kacang mete.

Kandungan Kolesterol Dalam Kacang Mete


Salah satu isu yang paling banyak menjadi perhatian dari jenis kacang-kacangan pohon ini adalah pandangan bahwa kacang mete adalah penyebab kolesterol tinggi.

Sejumlah sumber mengatakan bahwa kacang mete adalah penyebab kolesterol dalam darah meningkat karena kadar LDL kolesterol dalam kacang mete tinggi.

Bagaimana sebenarnya kandungan kolesterol dalam kacang mete? Apakah sebagai penyebab kolesterol tinggi juga merupakan salah satu bahaya kacang mete?

Mengatakan kacang mete sebagai penyebab kolesterol naik sebenarnya tak sepenuhnya tepat. Kandungan lemak dalam kacang mete memang terbilang tinggi. kadar lemak untuk tiap 150 gram kacang mete mencapai kisaran 70 gram menurut data nutritiondata.self .

Dari kadar lemak sebanyak itu, hanya sekitar 13,5 gram saja yang merupakan jenis lemak jenuh atau lemak trans. Sedang sisanya, justru berupa lemak monosaturasi dan lemak polisaturasi yang memiliki sifat HDL kolesterol (High Density Lipid).

Kadar lemak monosaturasi mencapai 40 gram dan lemak polisaturasi mencapai kisaran 12 gram. Dengan kandungan asam lemak omega 6 mencapai kisaran 11 ribu mg dan kadar asam lemak omega 3 mencapai 230 mg.

Baca juga  Temukan 12 Herbal Diet untuk Melangsingkan Badan Lebih Cepat

Prosentasi lemak sehat dalam kacang mete sendiri mencapai kisaran 80% dari total lemak dalam kacang mete. Sehingga sulit untuk membenarkan bahwa kacang mete penyebab kolesterol tinggi.

Justru kacang mete menjadi penyebab kolesterol sehat naik pada level cukup aman. Kolesterol dengan kadar lipid tinggi memiliki kelebihan lebih mudah untuk diserap tubuh dan diolah menjadi energi. Karenanya tubuh akan mendapatkan cukup energi dan encegah pembentukan endapan kolesterol jahat pada pembuluh darah.

Ini menjadi penyebab kolesterol yang menumpuk dalam tubuh ini bertransformasi menjadi plak kolesterol pada pembuluh darah dan memicu terbentuknya arterosklerosis.

Resiko dan Bahaya Kacang Mete


Meski terbukti kacang mede bukan penyebab kolesterol tinggi, tak lantas bisa dikatakan kacang mete bebas resiko efek samping. Sejumlah fakta terungkap bahwa kacang mete juga memiliki sejumlah efek samping. Dan sejumlah bahaya kacang mete yang perlu Anda waspadai antara lain.

Meningkatkan Resiko Batu Ginjal

Dijelaskan dalam salah satu riset yang diadakan di Lincoln University New Zealand pada tahun 2006 terbukti bahwa sejumlah kacang-kacangan memiliki kandungan oksalat relatif tinggi, termasuk di antaranya pada kacang mete.

Oksalat berperan sebagai salah satu material yang banyak membentuk batu ginjal. Sebagaimana dijelaskan dalam Journal of American Society of Nephrology tahun 2007. Oksalat akan terikat dengan kalsium yang luruh dalam cairan tubuh untuk membentuk endapan kristal batu ginjal.

Dijelaskan dalam Journal of Food Composition and Analysis tahun 2007,  bahwa mereka yang sudah pernah mengalami masalah batu ginjal atau memiliki tingkat resiko batu ginjal relatif tinggi disarankan untuk membatasi asupan kacang-kacangan termasuk kacang mete. Karena adanya bahaya kacang mete dalam membentuk batu ginjal.

Masalah Alergi

Salah satu bahaya kacang mete lain yang juga perlu Anda waspadai adalah alergi. beberapa orang memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap kacang mete. Meski dalam kebanyakan kasus alergi kacang mete memicu reaksi alergi ringan, sejumlah kasus alergi kacang mete juga bisa memicu reaksi mematikan.

Menurut sumber Archives of Diseases in Childhood tahun 2005 dijelaskan bahwa sejumlah anak mengalami reaksi alergi terhadap kacang-kacangan, termasuk kacang mete dan menunjukan reaksi yang berkaitan dengan anaphylaxis.

Anaphylaxis atau anafilaksis merupakan keluhan reaksi alergi yang bersifat darurat. Ini merupakan reaksi alergi yang mempengaruhi seluruh tubuh. Ketika senyawa histamin di dalam tubuh dilepas berlebihan dan berpengaruh di seluruh bagian tubuh.

Pasien akan sekaligus mengalami reaksi gatal-gatal, hidup tersumbat dan gatal, sesak nafas, sakit perut, mual, berdebar atau justru detak jantung melemah, diare dan kerap kali juga menyebabkan efek demam dan reaksi bingung. Serangan syok ini bisa mematikan bila tidak segera diatasi.

Dugaan sementara reaksi alergi ini dipicu oleh komponen asam amino dalam kacang mete. Beberapa jenis asam amino pada kacang mete memiliki unsur pembawa alergi. sebagaimana dijelaskan dalam The Journal of Allergy and Clinical Immunology tahun 2005.

Memicu Reaksi Dermatitis

Sebenarnya ini adalah bagian dari reaksi alergi. Bahaya kacang mete kali ini adalah reaksi alergi yang kemudian berkembang menjadi dermatitis. Kondisi ini terjadi ketika reaksi alergi berkembang hingga terbentuk reaksi peradangan yang menyakitkan dan merusak sel kulit.

Mudahnya reaksi alergi terhadap kacang mete untuk berkembang menjadi dermatitis telah dijelaskan dalam American Journal of Contact Dermatitis tahun 1998.

Kandungan asam anarkadik diduga kuat sebagai penyebab reaksi biduran, ruam merah, luka iritasi, gatal dan bengkak-bengkak pada mulut, bibir, wajah dan sekitar pipi. Setiap bagian tubuh yang terpapar senyawa asam ini yang kemudian akan menunjukan reaksi alergi.

Reaksi asam yang korotif sebenarnya tidak terlalu kuat pada asam anarkadik. Hanya saja beberapa orang terlalu sensitif dengan senyawa ini, hingga mengalami reaksi  pada dinding mulut dan sekitar wajah yang pada akhirnya berkembang menjadi inflamasi.

Gangguan Pencernaan

Di satu sisi kandungan serat termasuk inulin dalam kacang mete dianggap sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Namun beberapa komponen asam amino dalam kacang mete justru menimbulkan reaksi alergi pada sistem pencernaan.

Reaksi dari alergi ini memunculkan tanda-tanda seperti mual, nyeri perut, kram perut, muntah-muntah, rasa begah di perut atas, diare, kembung dan lain sebagainya.

Kacang Mentahnya Mengandung Toksin

Hindari sama sekali untuk mengonsumsi kacang mete dalam kondisi mentah. Karena sebenarnya terdapat kandungan toksin dalam membran kacang yang masih dengan mudah Anda jumpai melekat pada kacang ketika dalam kondisi mentah.

Toksin ini bisa cukup berbahaya, memberi efek limbung, mual, diare dan kadang disertai efek sesak nafas yang mematikan. Beberapa pakar menyamakan efek mematikan dari toksin ini dengan poison ivy dan racun sumac.

Toksin ini akan menyebabkan kerusakan pada hati dan sejumlah fungsi tubuh. Bahkan dikatakan memicu kerusakan hati yang mengarah pada hepatitis akut, sebagaimana dijelaskan dalam ACG Case Report Journal tahun 2016.

Proses pengelupasan yang maksimal disertai pemanasan dalam suhu tinggi membuat kacang sepenuhnya kehilangan kulit membrannya. Sehingga efek toksin dinyatakan hilang sama sekali.

Efek Inflamasi dan Stimulan Kanker

Dikatakan mengandung anti oksidan yang tinggi sehingga sangat bermanfaat untuk membantu mencegah kanker. Juga dikatakan baik untuk membantu proses pembentukan anti oksidan alami glutathione yang baik untuk proteksi DNA tubuh.

Tetapi rupanya berlebihan dengan kacang mete justru memicu kanker dan meningkatkan kerentanan tubuh mengalami inflamasi. Ini disebabkan kandungan asam lemak omega 6 dalam kacang mete yang sangat tinggi dan berbanding jauh dari kandungan asam lemak omega 3.

bahaya kacang mete

Asam lemak sangat baik sebagai anti inflamasi, tetapi ketika kadar asam lemak omega 3 dan 6 berada pada rasio aman. Menurut Boletín Médico del Hospital Infantil de México tahun 2016, kadar asam lemak omega 6 menjadi berlebihan, senyawa lemak ini justru memicu reaksi inflamasi dan meningkatkan resiko kanker

Peningkatan kadar asam lemak omega 6 berlebihan akan memicu produksi prostaglandin, senyawa yang mendorong inflamasi. Sebagaimana dijelaskan dalam Journal of Prostaglandins, Leukotrienes, and Essential Fatty acids tahun 2018.

Memicu Reaksi Sakit Kepala

Meski tidak bekerja pada setiap orang, sejumlah orang mengeluhkan reaksi sakit kepala pasca mengonsumsi kacang mete berlebihan. rupanya memang ada sejumlah senyawa dalam kacang mete yang bisa menyebabkan bahaya kacang mete terhadap fungsi neurotransmitter dan sistem sirkulasi darah di otak.

Ini disebabkan oleh komponen asam amino tyramine and phenylethylamine. Dijelaskan bahwa mereka yang terus menerus mengalami migrain dan sakit kepala disarankan untuk mengurangi asupan tyramine dan phenylethylamine, sebagaimana dijelaskan dalam the Clinical Journal of Pain  tahun 2009.

Dapat Menambah Berat Badan

Meski banyak manfaat dan lebih banyak mengandung lemak sehat ketimbang kolesterol jahat, perlu disadari bahwa kacang mete tetap mengandung kalori yang tinggi. dan ini dapat meningkatkan resiko kegemukan bila dikonsumsi berlebihan.

Kadar kalori kacang mete bisa mencapai 550 kcal untuk tiap 100 gram. Ini belum bila pengolahan dilakukan dengan menggunakan minyak goreng kaya kalori, penambahan garam berlebihan dan penggunaan elemen tepung atau mentega sebagai penambah rasa.

Artinya ketika Anda mengonsumsi 100 gram saja kacang mete goreng, Anda sudah memenuhi 1/4 kebutuhan kalori tubuh Anda. Angka yang relatif tinggi hanya dari satu mangkuk kacang mete bukan?

Penyajian Kacang Mete Paling Aman


Bicara soal kacang mete sebenarnya bicara soal cara tepat dalam penyajiannya. Bahaya kacang mete didapat ketika kacang mete dikonsumsi dengan cara yang salah atau justru dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Baca juga  Obat Herbal vs Obat Modern

Ada beberapa tips yang perlu Anda pahami untuk bisa mendapatkan manfaat kacang mete dengan optimal dan menghindari bahaya kacang mete. Beberapa tips tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

Bersihkan dengan Baik

Bagian terpenting dari penyajian kacang mete adalah dengan membersihkan kacang dengan sebaik-baiknya. Bahaya kacang mete yang paling utama berada pada kulit air dan membran kacangnya yang mengandung toksin.

Karenanya membersihkan kacang dari kulit ari adalah bagian krusial sebelum kacang mete diolah. Selain dibersihkan dengan baik, pastikan kacang sudah dipanaskan dalam suhu tinggi. pemanasan adalah sentuhan penting untuk mendapatkan kacang mete yang sepenuhnya bebas toksin.

Padukan dengan Bahan Rendah Kalori

Kacang mete memang tidak dapat dikatakan sebagai penyebab kolesterol tinggi. kandungan serat dan inulin dalam kacang mete sangat membantu menurunkan level kolesterol jahat sehingga sebenarnya relatif aman untuk dikonsumsi.

Letak kesalahan dalam menyajikan kacang mete justru terletak pada penyajiannya. Penyajian kacang mete yang tidak tepat justru yang dapat menjadi penyebab kolesterol tinggi.

Beberapa cara yang kurang sehat untuk menyajikan kacang mete adalah dengan menambahkan banyak gula atau lemak seperti dengan membungkusnya kacang menggunakan cokelat, es krim atau krim keju yang kaya lemak.

Kedua bahan ini mengandung banyak kalori dan mengandung sedikit serat. Mengonsumsi kacang mete yang sudah ditambahkan cokelat dan gula akan meningkatkan resiko naiknya kadar kolesterol dalam tubuh.

Selain tentu saja akan berkontribusi meningkatkan kadar kalori dalam sajian. Tentu Anda harus ingat bahwa kadar kalori dalam kacang mete 100 gram saja sudah mencapai ¼ kebutuhan kalori harian.

Lebih Baik Dipanggang Daripada Digoreng

Sebagaimana dijelaskan untuk menghindari bahaya kacang mete mentah yang mengandung toksin, Anda diharuskan untuk memasak kacang dalam panas tinggi. biasanya kacang mete akan dipanaskan dengan cara dipanggang kering atau di goreng.

bahaya kacang mete

Pilihan pertama memang lebih jarang dikenal di Indonesia, tetapi sebenarnya cara pertama adalah pilihan yang lebih sehat dari cara kedua. Karena ketika kacang mete digoreng, maka komponen lemak dan kolesterol jahat dalam minyak goreng akan meresap dalam kacang.

Kacang mete goreng akan mengandung kalori dan kolesterol lebih tinggi. dan justru ini sebenarnya yang menjadi penyebab kolesterol tinggi pada sebagian orang.

Hindari Penambahan Garam Berlebihan

Bukan hanya pilihan cara memanaskan yang perlu menjadi perhatian Anda. karena biasanya untuk membuat kacang mete terasa nikmat dan menggugah selera, kita sering menambahkan bumbu yang salah satunya tentu saja garam.

Masalahnya kita kerap menambahkan garam berlebihan pada kacang mete sehingga rasanya cukup gurih. Meski enak dilidah, penambahakn garam berlebih ini sebenarnya bukan cara bijak dalam menyajikan kacang mete.

Karena semakin banyak kacang mete yang Anda konsumsi, semakin banyak kadar natrium yang Anda konsumsi dan ini menyebabkan peningkatan kadar natrium dalam darah.

Sementara pada level tertentu, kelebihan natrium dalam tubuh Anda akan dapat memicu pembentukan arterosklerosis dan tekanan darah tinggi.

Itulah sejumlah informasi seputar kacang mete. Mengenai tingkat bahaya kacang mete untuk kesehatan dan sejumlah resiko dari mengonsumsi kacang mete. Termasuk pengaruhnya sebagai penyebab kolesterol naik.

Untuk menghindar dari bahaya kacang mete dengan maksimal, cukup pastikan Anda mengonsumsi dalam jumlah yang moderat dan diolah dengan cara yang tepat dan sehat.

Nurul Kuntarti

Seorang sarjana ekonomi yang menemukan hasratnya dalam bidang kesehatan sejak memiliki putri pertamanya. Keinginan untuk terus memahami dunia kesehatan dilanjutkan dengan mengabdikan diri dalam dunia tulis-menulis di bidang kesehatan, untuk terus menghasilkan artikel-artikel kesehatan yang akurat, kredibel, dan bermanfaat.


Artikel di-posting oleh Nurul Kurtanti dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.