Apa Saja Metode Pencegahan Kanker?


By Fery Irawan

Berbagai riset menunjukkan sepertiga kematian akibat kanker bisa dihindari melalui pencegahan dan sepertiga lainnya melalui deteksi dini dan pengobatan.

Namun, pencegahan kanker secara dini perlu dilakukan agar tidak terlalu membebani pasien dan keluarganya dalam membiayai pengobatan penyakit tersebut.

Kalau begitu, langkah dasar apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker? Dalam pencegahan kanker terdapat 3 tahap yang dapat dilakukan, yakni pencegahan primer, pencegahan sekunder, dan pencegahan tersier. Mari kita simak perbedaannya masing-masing dan bagaimana hal tersebut dapat dilakukan.

Apa yang Dimaksud Pencegahan Primer Terhadap Kanker?

Pencegahan primer adalah pencegahan terhadap etiologi (penyebab) penyakit. Pencegahan primer dilakukan pada orang yang sehat (bebas kanker).

Terkait hal ini, penelitian perlu dilakukan lebih lanjut tentang penyebab, faktor pemicu, faktor resiko timbulnya kanker, dan upaya untuk  menghilangkan pengaruhnya bagi manusia.

Langkah nyata yang dapat dilakukan adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang pencegahan kanker. Bagaimana metode pencegahan primer kanker? Berikut adalah beberapa metode pencegahan primer kanker:

Menjaga Kebersihan dengan Pola Hidup Sehat

Ini merupakan upaya pencegahan yang paling hemat dan efektif. Kehidupan seksual yang higienis merupakan upaya pencegahan kanker yang efektif terutama untuk mencegah kanker ginekologi.

kesetiaan pada satu pasangan dengan tidak berganti-ganti pasangan atau tidak melakukan hubungan dengan pria beresiko tinggi (pria beresiko tinggi adalah pria yang melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan seks) serta dengan menunda melakukan hubungan seks pertama hingga usia 20 tahun.

Hindari merokok karena tembakau mengandung zat karsinogenik baik yang dihisap sebagai rokok atau cerutu, maupun yang dikunyah. Bahan yang berasal dari tembakau yang dihisap terdapat pada getah serviks wanita perokok dan dapat menjadi kokarsinogen infeksi virus pada kanker serviks.

Selain itu, merokok meningkatkan kemungkinan mendapat kanker paru, mulut, nasofaring, laring, dan esofagus. Hentikan kebiasaan menginang (makan sirih) karena dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker bibir dan mulut, orofaring, dan sebagainya.

Baca Juga:  Efektifkah Sambiloto untuk Pengobatan Kanker

Vaksinasi

Penyebab kanker yang telah dipastikan adalah hepatoma oleh virus hepatitis B dan kanker leher rahim oleh virus HPV (Human Papiloma Virus). Vaksinasi dapat berperan sebagai profilaktik (pencegahan) sekaligus terapeutik (pengobatan).

Vaksin sebagai profilaktik bekerja secara efektif dengan menginduksi respons imun humoral untuk melindungi dari infeksi/antigen. Vaksin sebagai terapeutik merangsang respon imun seluler untuk melawan infeksi virus sel (antigen).

Vaksinasi terhadap virus papiloma humanus tipe 16 dan 18 sangat dianjurkan bagi setiap wanita, sebelum melakukan hubungan seksual yang pertama kali.

Komposisi Nutrisi yang Rasional

Keseimbangan nutrisi harus diperhatikan, mengurangi asupan lemak dan kolesterol, memperbanyak makanan yang kaya vitamin A, C, E (buah-buahan), asam folat, beta karotin/retinol, dan selulosa (makanan tinggi serat). Tidak mengonsumsi makanan yang telah berjamur, hangus terbakar, terlalu asin, atau terlalu panas.

Bahan-Bahan Kimiawi

Bahan-bahan kimiawi yang sedang diteliti dewasa ini adalah menggunakan zat kimia alamiah ataupun sintetik untuk menghambat atau menghentikan proses berkembangnya kanker (karsinogenesis).

Dewasa ini, yang berefek preventif atau mencegah cukup jelas terlihat pada vitamin A untuk pencegahan leukoplakia (lesi berwarna putih yang merupakan bentuk awal kanker pada rongga mulut), kanker primer kedua di kepala dan leher atau kanker paru-paru pada mantan perokok; aspirin untuk pencegahan kanker usus, dan lain-lain.

Mengenali dan Menghindari Zat Pemicu Kanker di Lingkungan

Meningkatkan upaya pemantauan, pengendalian, dan pemberantasan terhadap zat pencetus dan pemicu kanker yang telah diketahui serta menghindari polusi lingkungan. Misalnya larangan penggunaan bahan dari asbes untuk mencegah kanker paru-paru yang disebabkan asbes.

Untuk karyawan atau buruh yang bekerja di tempat atau daerah yang kadar polusi atau karsinogennya tinggi, lindungilah diri terhadap bahaya dan resiko di tempat kerja dan/atau menghindari kontak dengan zat-zat karsinogenik dengan patuh terhadap peraturan keselamatan kerja dan memakai alat-alat pelindung yang sesuai. Misalnya memakai masker, baju dan alat pelindung lainnya.

Baca Juga:  12 Langkah Terbaik Mencegah Kanker: Bagian 1

Obati Tumor Jinak dan Lesi Prakanker

Pengobatan tumor jinak dan lesi prakanker merupakan tindakan pencegahan primer yang jauh lebih murah dan efektif daripada pengobatan kanker invasif yang telah terjadi.

Apa yang Dimaksud dengan Pencegahan Sekunder Kanker?

Pencegahan sekunder adalah pencegahan yang dilakukan pada orang yang sudah sakit. Tujuannya adalah untuk mencegah perkembangan penyakit lebih lanjut dari penyakit serta membatasi terjadinya kecacatan.

Beberapa hal yang termasuk pencegahan sekunder adalah deteksi dini atau skrining, diagnosis dini, dan pengobatan dini terhadap kanker (prompt treatment), serta pembatasan kecacatan (disability limitation). Bagaimana metode pencegahan sekunder dapat dilakukan?

Skrining merupakan metode efektif untuk pencegahan sekunder kanker. Melalui tes skrining terhadap masyarakat maka dapat ditemukan penderita kanker dini yang belum memiliki keluhan subjektif, kelompok orang beresiko tinggi kanker, lesi prakanker, lalu dilakukan intervensi untuk memutus perjalanan penyakit.

Apa yang Dimaksud Pencegahan Tersier Kanker?

Pencegahan tersier adalah upaya meningkatkan angka kesembuhan, angka survival (bertahan hidup), dan kualitas hidup dalam pengobatan kanker berupa penatalaksanaan terapi rehabilitatif, paliatif, dan bebas rasa sakit.

Misalnya penderita kanker stadium lanjut membutuhkan terapi paliatif, yaitu terapi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien penderita kanker, baik dengan radioterapi atau dengan obat-obatan. Bagaimana metode pencegahan tersier dapat dilakukan?

Pencegahan tersier hampir sama dengan terapi dan rehabilitasi kanker, hanya saja ditinjau dari sudut yang berbeda. Diperlukan pedoman yang baku dalam diagnosis, terapi, dan rehabilitasi pasien.

Selain itu, perlu memberi petunjuk bagi terapi fisiologi (fungsi organ tubuh), psikologis, nutrisi, dan pelatihan untuk mengembangkan terapi bebas rasa sakit dan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien stadium lanjut dan memperhatikan perawatan pasien terminal (stadium akhir).

Informasi penting lainnya seputar pengobatan dan terapi bagi penderita kanker dapat Anda temukan dengan membaca artikel Sekilas Sarang Semut.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}