10 Akibat Penyakit Rematik pada Tubuh Kita

468
akibat penyakit rematik
Credit: Shutterstock

Diedit:

Nyeri sendi merupakan salah satu keluhan yang paling banyak diderita oleh orang-orang muda maupun kaum lansia. Meski penyebabnya tentu saja beragam. Cukup sering nyeri sendi yang dirasakan adalah akibat penyakit rematik. Sayangnya, itu bukan satu-satunya dampak rematik.

Pengertian rematik sendiri yaitu penyakit peradangan yang berkembang pada persendian dan berawal dari gangguan autoimun. Pada rematik, sistem imun salah mengenali persendian sebagai benda asing berbahaya sehingga menyerangnya hingga mengalami kerusakan dan peradangan.

Menurut situs web Health, penyakit rematik bisa berkaitan dengan sejumlah masalah tubuh lain di luar persendian. Bahkan peradangan bisa saja menyebar ke organ lain, merusak fungsinya, dan memicu risiko terburuk hingga kematian. Apa saja akibat penyakit rematik pada bagian-bagian tubuh kita?

Persendian

Tentu saja yang pertama kali terkena dampak rematik adalah persendian. Pada awalnya, rematik mungkin bermula dari peradangan kecil di satu titik persendian. Bisa jadi mulanya hanya muncul gejala rematik di kaki, tangan, atau jari-jari.

Gejala rematik ini kerap kali akan menimbulkan rasa nyeri di pagi hari dengan nyeri yang terasa sama di sisi kiri maupun kanan. Selanjutnya, nyeri akan semakin menekan dan menyebar, termasuk ke area otot sekitar sendi dan menimbulkan bengkak.

Pergelangan Tangan

Pergelangan tangan sebenarnya jarang terkena dampak rematik. Tetapi bila rematik yang dialami tidak mendapat perawatan yang baik, mungkin sekali akan menyerang sendi dan otot lain termasuk di pergelangan tangan.

Gejala rematik ini dikenal dengan sebutan sindrom kapal. Biasanya penyebab rematik ini juga berkaitan dengan kebiasaan melakukan aktivitas berulang dengan pergelangan tangan. Itu akan membuat pergelangan tangan lebih rentan mengalami iritasi dan peradangan.

Pembuluh Darah

Jika awalnya akibat penyakit rematik hanya pada persendian, tetapi lama-kelamaan bisa saja gangguan autoimun juga menyerang sel-sel sehat lain. Salah satu yang sering diserang adalah sel pembuluh darah.

Kemungkinannya karena letak pembuluh darah yang tersebar di seluruh tubuh, termasuk di area dekat persendian. Kerusakan pada persendian lama-kelamaan akan memengaruhi pembuluh darah di dekatnya.

Gangguan dan kerusakan pada pembuluh darah ini dikenal dengan istilah vaskulitis. Ini adalah kerusakan yang menyebabkan terganggunya aliran adrah. Biasanya kerusakan ini juga memperburuk kondisi persendian. Sehingga menimbulkan gejala kebas dan kesemutan di area tertentu, seperti di kaki dan tangan.

Sistem Saraf

Pada persendian dan otot terdapat komponen saraf-saraf tepi yang saling berkaitan dan juga berhubungan dengan fungsi saraf pusat. Sementara itu, pembuluh darah juga punya kaitan dekat dengan fungsi saraf. Saraf membutuhkan suplai nutrisi dan okisgen agar bisa bekerja normal.

Baca juga:  Luruskan Mitos seputar Pola Diet untuk Rematik dan Asam Urat!

Bila terjadi gangguan pada jaringan persendian, otot, dan pembuluh darah, maka jaringan saraf inilah yang pertama-tama terkena dampak kerusakannya. Sering kali penderita rematik tahap lanjut akan mengeluhkan gejala kebas, kekakuan, hingga rasa terbakar dan nyeri yang hebat. Pembengkakan juga sering terjadi yang dapat menimbulkan rasa kaku di bagian tubuh tertentu.

Jantung

Siapa sangka bahwa akibat penyakit rematik juga menyasar jantung? Rupanya, para penderita rematik memiliki risiko masalah jantung dua kali lebih besar.

Rematik sendiri adalah gangguan autoimun yang cenderung memicu reaksi abnormal dari sistem imun sehingga menyerang organ tubuh sendiri. Akibatnya, peradangan bisa saja terjadi di sistem sirkulasi darah, pembuluh darah, hingga sistem arteri jantung.

Sementara itu, penderita rematik juga berisiko mengalami penyakit perikarditis. Ini adalah penyakit peradangan yang terjadi pada kantung perkardium. Kantung ini merupakan selubung yang melapisi jantung. Penyakit ini dapat mengganggu kerja detak jantung dan mengganggu sirkulasi darah dari dan menuju jantung.

Paru-Paru

10% dari penderita rematik diperkirakan akan mengalami gangguan paru-paru. Sebagaimana telah dijelaskan, kerusakan persendian akibat rematik dipicu oleh gangguan autoimun dimana sistem imun cenderung lebih mudah menyerah sel sehat. Karena itulah mungkin sekali sistem imun juga menyerang jaringan dan sel-sel sehat lain di luar persendian.

Pada umumnya penyakit paru-paru yang diakibatkan oleh serangan sistem imun adalah pleuritis. Pleuritis adalah penyakit peradangan yang terjadi di jaringan pleura, yaitu selubung yang melapisi sisi luar paru-paru.

Pleura terdiri dari dua lapisan yang memisahkan dua kantung paru-paru dan tulang rusuk. Di antara dua lapisan itu ada cairan untuk melumasi pergesekkan. Bila pleura mengalami peradangan, cairan itu bisa bocor sehingga pergesekkan tidak dilumasi dan menimbulkan rasa nyeri saat bernapas atau batuk.

Mood

Penderita penyakit peradangan berisiko tinggi mengalami gangguan mood dan emosi. Pada dasarnya, rasa nyeri dan keluhan fisik lain sangat mungkin membuat mood memburuk. Tetapi lebih dari itu, penyakit peradangan juga dapat menyebabkan memburuknya aliran darah.

Aliran darah ke otak bisa terganggu sehingga fungsi otak tidak optimal. Hal itu dapat membuat stimulasi rasa nyeri yang terus-menerus, juga dapat mengganggu fungsi neurotransmitter pada otak.

Baca juga:  Penyakit Rematik: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Akibat penyakit rematik lainnya datang dari pengobatan rematik yang menggunakan analgesik atau pereda nyeri yang bisa mengganggu fungsi saraf bila dikonsumsi dalam waktu lama.

Mata

Masalah rematik juga dapat berimbas pada kesehatan mata. Peradangan bisa berkembang di beberapa jaringan mata. Peradangan semacam ini bahkan bisa memicu kebutaan.

Peradangan bisa terjadi di iris mata atau uveitis. Ini akan mengganggu kemampuan mata dalam mengontrol jumlah masuknya cahaya ke dalam lensa. Kondisi ini termasuk rentan menyebabkan kebutaan.

Selain itu, peradangan juga bisa berkembang di area putih mata atau disebut dengan skleritis. Kondisi ini bisa membuat mata hipersensitif terhadap tekanan, angin, kotoran, bahkan pada suhu.

Kulit

Salah satu keluhan paling lazim pada penderita rematik adalah pembengkakan dan rona merah pada permukaan kulit. Biasanya ini berkembang pada bagian kulit tempat terjadinya peradangan sendi dan otot.

Pada beberapa kasus, peradangan di dalam sendi ini akan muncul hingga ke permukaan kulit. Kemunculannya ditandai dengan ruam merah yang terasa perih dan linu. Kadang, ruam merahnya semakin memburuk hingga terbentuk nodul atau benjolan kecil yang terasa nyeri.

Limpa

Meski tergolong jarang, tetapi penyakit rematik yang sudah parah juga dapat menyebabkan terjadinya sindrom Felti. Ini adalah kondisi ketika sistem imun bekerja tidak berimbang dan akhirnya memicu pembengkakan limpa.

Akibat Penyakit Rematik dan Sistem Imun

Tubuh akan memproduksi lebih sedikit sel darah putih, padahal sel darah putih sangat dibutuhkan oleh sistem imun. Bila jumlahnya kurang, tubuh akan semakin rentan mengalami infeksi.

Jadi, jangan sedikit pun kita menganggap remeh akibat penyakit rematik. Selain akan membuat kita kesulitan beraktivitas normal, seperti berjalan dan mengangkat barang, ternyata dampak rematik juga bisa menyebar ke organ-organ tubuh lain.

Karena itu, beberapa dokter menyarankan agar pengobatan rematik juga terdiri dari obat yang membantu menekan sistem imun demi meminimalkan akibat penyakit rematik pada sistem-sistem lain dalam tubuh.

Demikianlah ulasan artikel tentang 10 akibat penyakit rematik pada tubuh kita. Semoga kita semakin waspada dengan dampak buruk penyakit ini. Jangan lewatkan ulasan-ulasan menarik lain seputar info kesehatan, tips kesehatan, dan pengobatan herbal hanya di Deherba.com.

Advertisement
Alinesia