Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Penyebab Sembelit Penyebab Sembelit Shutterstock

21 Penyebab Sembelit yang Tidak Diduga-duga—Bagian 2

Kami telah membahas mengenai 10 masalah yang dapat menjadi penyebab sembelit dalam bahasan kami sebelumnya di artikel bagian pertama. Masih ada 11 lagi alasan kenapa seseorang mengalami sembelit yang akan kami bahas dalam kesempatan kali ini.

Pada dasarnya sebagaimana telah dijelaskan. Sayur dan buah sebagai sumber serat bersifat krusial dalam membantu seseorang terhindar dari sembelit. Namun dalam beberapa kondisi, Anda bisa saja mengalami sembelit bahkan bila Anda sudah mengasup sayur dan buah serta meminum air dalam kadar cukup.

Sejumlah makanan, terapi obat dan penyakit bisa memicu seseorang mengalami konstipasi. Dalam kondisi demikian, penting untuk Anda menambah kadar air dan asupan buah serta sayuran yang Anda konsumsi demi menurunkan resiko sembelit.

Dan sejumlah makanan, asupan dan kondisi yang perlu Anda cermati karena bisa menyebabkan sembelit antara lain.

Mengonsumsi Makanan Kemasan dan Cepat Saji

Semua jenis makanan cepat saji dan kemasan seperti nugget, sosis dan criping cenderung rendah serat dan kaya akan minyak dan lemak. Komponen garam yang berlebihan dalam makanan akan memicu lebih banyak masalah dalam usus.

Kondisi ini membuat kinerja usus melambat, sejumlah komponen air dalam usus keluar dan akhirnya membuat feses kekurangan air dan berbentuk lebih liat akibat tingginya kadar pati dan lemak jenuh di dalamnya.

Dalam penjelasan LIVESTRONG.COM, diungkap pula bagaimana garam berlebihan memang berkolerasi dengan sembelit. Garam membuat pencernaan berjalan lambat dan mengurangi komposisi air dalam usus.

Mengonsumsi Terlalu Banyak Kopi dan Alkohol

Kopi memiliki dua sisi pengaruh ketika kita bicara soal kinerja usus dan pencernaan. Menurut LIVESTRONG.COM, kopi membantu meningkatkan gerak otot usus besar, sehingga feses lebih mudah keluar. Tetapi di sisi lain efek diuretiknya menarik banyak air menuju ginjal dan menurunkan kadar air dalam usus.

Alkohol juga memiliki efek diuretik. Bahkan lebih efektif dari kopi, karena adanya pengaruh alkohol membebani liver lebih berat sehingga memaksa liver menarik lebih banyak air menuju ginjal. Masalah lain, alkohol juga menyebabkan gangguan fungsi lambung yang semakin memperburuk fungsi pencernaan.

Mengalami Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah kondisi ketika produksi hormon tiroid dalam tubuh menjadi terlalu rendah. Kondisi ini mengacu pada pelambatan seluruh fungsi tubuh. Dan tentu saja termasuk sistem pencernaan.

Hormon tiroid berperan dalam fungsi metabolisme dan kinerja setiap sel. Bila kadar hormon tiroid rendah, sejumlah sel tidak terstimulasi untuk bekerja sebagaimana mestinya dan melambat.

Demikian halnya dengan usus yang menyebabkan proses cerna makanan dan proses pendorongan sisa makanan menuju anus melambat. Inilah yang menjadi penyebab sembelit.

Kebanyakan Terapi Enema

Terapi enema memang banyak direkomendasikan oleh beberapa dokter untuk membantu mengatasi keluhan sembelit dengan cepat dan mudah. Cara ini juga terbilang aman karena terapi sebenarnya tidak masuk ke dalam tubuh, melainkan hanya menyerap ke dalam feses dan membuat feses lebih mudah keluar.

Cara ini dilakukan dengan memasukan gel laksatif ke dalam anus untuk kemudian membiarkannya beberapa saat sebelum akhirnya pasien akan BAB dengan mudah. Pada batas tertentu terapi ini sepenuhnya aman dan bebas efek samping.

Tetapi bila kebiasaan ini terus menerus dilakukan, maka pasien akan mengalami ketergantungan. Sistem dinding anus yang seharusnya bekerja membaca sinyal dan membentuk gerakan peristaltik alami akan mengalami penurunan fungsi.

Beberapa terapi sejenis termasuk kopi enema, atau enema dengan sabun dan beberapa metode enema lain yang sejenis juga memiliki resiko hampir serupa pada fungsi usus besar.

Depresi

Sebuah fakta yang cukup kontradiktif ketika dikatakan dalam Health terapi anti depresan memberi efek konstipasi tetapi depresi itu sendiri juga bisa menjadi penyebab sembelit.

Meski tidak selalu terjadi, mereka dengan keluhan depresi berat juga bisa mengalami keluhan konstipasi. Depresi memicu otak untuk menurunkan sejumlah fungsi tubuh dengan alami. Kadang penurunan fungsi juga menyerang fungsi pencernaan.

Kehamilan dan Melahirkan

Semakin bertambah usia kehamilan, sejumlah ibu mengeluhkan semakin sering mereka mengalami masalah sembelit. Beberapa bahkan menjadi sangat serius sampai mengeluhkan keluarnya darah selagi BAB dan munculnya wasir kecil.

Ini sebenarnya efek dari dorongan rahim yang membesar dan menekan ke segala arah di dalam area perut, termasuk pula area usus besar. Ini membuat usus besar menyempit dan mengalami hambatan untuk bekerja sebagaimana mestinya. Dorongan ini pula kadang yang memicu munculnya wasir di saat hamil.

Setelah melahirkan masalah juga tak lantas usai. Beberapa alasan muncul berkaitan dengan sembelit di masa setelah melahirkan. Beberapa berkaitan dengan robeknya perineum atau dinding antara vagina dan anus yang membuat pasien mengeluhkan perih ketika BAB. Rasa perih ini membuat ibu akan kesulitan untuk BAB.

Di sisi lain, beberapa ibu membutuhkan proses penyembuhan yang lebih lama sehingga beberapa otot di sekitar pelvisnya melemah. Inilah yang membuat gerak peristaltik pada usus besar menurun.

Memiliki Keluhan Lambung

Keluhan lambung seperti ganguan iritasi lambung atau acid reflux yakni naiknya kadar asam lambung  juga memicu terjadinya sembelit. Bukan hanya karena efek obat-obat antasida yang mengandung komponen logam berat, tetapi karena gangguan lambung juga akan menurunkan kinerja fungsi pencernaan secara menyeluruh.

Pada beberapa kondisi, gangguan lambung membuat makanan yang Anda asup tidak terproses sempurna. Ini membuat sisa makanan yang dihasilkan memiliki bentuk yang lebih padat dan keras. Kondisi yang menyebabkan terjadinya sembelit.

Mengalami Masalah Diabetes

Diabetes rupanya juga bisa mempengaruhi masalah konstipasi. Diabetes dalam beberapa level kondisi akan menurunkan fungsi sistem saraf dan kinerja sejumlah jaringan otot. 

Sejumlah kasus diabetes menahun menunjukan pasien mulai mengeluhkan bagaimana mereka mudah merasa sebah dan mual. Ini disebabkan oleh melemahnya fungsi otot pada usus dan memperlambat kinerja pencernaan.

Beberapa pasien diabetes lain mengeluhkan bagaimana anus mereka tidak lagi cukup peka untuk BAB. Ini membuat mereka kesulitan  membuang kotoran, apalagi ditambah dengan keluhan peristaltik pada area dinding anus yang juga turut menurun.

Mengalami IBD

IBD adalah kepanjangan dari Inflammatory Bowel Disease, atau lebih kerap disebut dengan infeksi usus. Penyakit ini terbagi dalam dua jenis yakni Crohn's Disease and Ulcerative Colitis.

Kedua penyakit ini bisa memicu terjadinya konstipasi. Karena sejumlah penurunan fungsi usus sehingga memicu gagalnya pembentukan feses sempurna oleh usus. Ini menyebabkan feses menjadi terlalu keras dan sulit dikeluarkan. Sementara itu, IBD juga bisa mengganggu fungsi peristaltik usus sehingga menyulitkan gerakan alami feses menuju anus.

Tak perlu terlalu khawatir, meski IBD bisa berkolerasi dengan sembelit, Anda baru layak untuk khawatir bila sembelit Anda disertai dengan reaksi kram perut yang kuat, rasa mual dan sebah yang menekan dan ketika feses Anda tampak mengandung darah.

Mengalami Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi secara langsung memang tidak banyak mempengaruhi masalah konstipasi. Tetapi ditemukan fakta bahwa sejumlah terapi yang diberikan untuk penyakit tekanan darah tinggi bisa memicu sembelit.

Dalam ulasan Canadian Journal of Gastroenterology, juga diungkap beberapa terapi yang lazim diberikan pada penderita tekanan darah tinggi juga bisa menjadi penyebab sembelit. Beberapa diantaranya adalah methyldopa, clonidine, propranolol, kemudian juga Calcium channel blockers.

Memiliki Masalah Fungsi Saraf dan Otot

Memiliki masalah dengan fungsi saraf dan otot biasanya juga bisa berkolerasi dengan masalah sembelit. Ini terkait dengan terapi yang diberikan dan sejumlah koneksi sistem saraf yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Ketika fungsi neurotransmitter seseorang terganggu, maka beberapa fungsi dalam tubuhnya juga bisa terganggu. Dan tidak melepas kemungkinan bila gangguan muncul pada fungsi pencernaan.

Sedang menurut sumber News MEDICAL LIFE SCIENCES, beberapa terapi obat-obatan medis yang bekerja pada sistem saraf dan otot seperti sejumlah obat anti kejang (anti spasmodik), terapi anti parkinson, anti epilepsi dan anti kolinergik  yang mempengaruhi fungsi neurotransmitter bisa menurunkan fungsi saraf dan otot pada usus.

Dalam hal ini terapi bisa menurunkan kinerja otot dan mengurangi kemampuan peristaltik usus dalam mendorong sari makanan dan sisa makanan menuju usus besar. Juga menurunkan kepekaan dinding rektum dan anus untuk mengenali sinyal pada usus besar.

Rupanya masalah sembelit bukan sekedar persoalan asupan makanan yang sehat. Sejumlah hal bisa pula menjadi penyebab sembelit. Dan dengan memahami hal tersebut secara baik dapat membantu Anda mengantisipasi dengan lebih efektif.

Cara antisipasi yang paling sederhana adalah dengan tetap menjaga asupan serat ke dalam tubuh Anda. Hindari asupan karbohidrat sederhana dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks yang kaya serat. Pastikan untuk mengonsumsi cukup buah dan sayuran. Dan jangan lupa untuk minum air 8 gelas sehari serta menjalankan aktivitas fisik dengan rutin.

Serat dan air akan membantu kinerja usus, bahkan bilapun sistem kerja usus mengalami pelemahan. Juga membantu menjaga komposisi normal feses sehingga lunak dan mudah dikeluarkan, meskipun sejumlah fungsi dalam ruas anus menurun. Demikianlah kedua seri artikel yang membahas mengenai penyebab sembeli yang perlu dihindari.

FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram

Log In or Register