10 Penyebab Rambut Rontok: Bagian 3

433

Diedit:

Punya rambut yang lebat, sehat, dan berkilau tentu saja menjadi idaman setiap orang. Rambut disebut sebagai mahkota kepala yang bisa meningkatkan rasa percaya diri seseorang. Tetapi jika rambut mengalami kerontokan dalam jumlah berlebihan, sebaiknya Anda segera kenali apa penyebab rambut rontok tersebut. Anda mungkin bisa mengatasi masalah kesehatan dibalik kerontokan rambut, sebelum terlambat dan rambut terlanjur botak.

Anda bisa melihat ulasan selengkapnya mengenai 10 penyebab rambut rontok di artikel bagian pertama dan artikel bagian kedua. Bagian ketiga ini akan menjelaskan mengenai 3 penyebab terakhir dari masalah kerontokan rambut.

Kekurangan Zink

Penyebab rambut rontok yang selanjutnya adalah kekurangan zink di dalam tubuh yang menyebabkan rambut jadi rapuh. Kekurangan zink memengaruhi rambut pada kulit kepala maupun pada alis dan bulu mata.

Zink adalah mineral yang penting untuk mendorong proses reproduksi sel-sel, pertumbuhan serta perbaikan jaringan-jaringan dalam tubuh. Zink membantu menjaga fugnsi kelenjar pensekresi minyak yang melekat pada folikel rambut. Jadi jika tubuh tidak punya cukup zink, ini akan langsung memengaruhi pertumbuhan rambut Anda.

Ditambah lagi, kekurangan zink dapat mengakibatkan kerusakan pada molekul protein yang adalah bahan pembentuk rambut. Selain itu, masalah ini juga dikaitkan dengan hipotiroidisme—salah satu penyebab rambut rontok yang paling sering. Sebuah penelitian tahun 2013 pada International Journal of Trichology memperlihatkan bahwa kekurangan zink berkaitan dengan hipotiroidisme.

Untuk mengatasi penyebab rambut rontok ini, Anda bisa mengonsumsi lebih banyak makanan yang kaya akan zink, misalnya kacang-kacangan seperti biji kenari, kacang pikan, kacang mete, dan almond.

Sumber zink lainnya adalah daging merah, telur, tiram, kepiting, lobster, sereal gandum, dan produk susu seperti keju atau susu rendah lemak. Anda juga boleh mengonsumsi multivitamin atau suplemen zink, namun pastikan Anda sudah berkonsultasi dulu dengan dokter mengenai hal ini.

Baca juga:  Cara Mengatasi Rambut Rontok secara Alami

Kekurangan Protein

Rambut terbuat dari sejenis protein yang bernama keratin, sehingga asupan protein secara langsung berkaitan dengan pertumbuhan dan kesehatan rambut Anda. Protein ini penting untuk mendukung beragam fungsi dalam tubuh—mulai dari regulasi hormon, sampai fungsi untuk memperbaiki jaringan tubuh.

Kekurangan protein dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk kerapuhan rambut sehingga memicu rambut rontok secara tidak wajar. Sayangnya banyak orang belum memenuhi kebutuhan protein tubuhnya, atau bisa jadi tubuh mereka tidak sanggup menyerap protein dengan baik.

Ketidakmampuan tubuh dalam menyerap protein dengan baik dapat menyebabkan intoleransi gluten, gangguan kantong empedu, kegagalan fungsi hati, gangguan pankreas, pergerakan abnormal pada usus, dan berkembangbiaknya bakteri dalam usus yang tidak terkendali.

Jika Anda selama ini merasa kurang memenuhi kebutuhan protein harian, sebaiknya tingkatkan asupan protein dengan mengonsumsi daging (tanpa lemak), unggas, ikan, kacang-kacangan, olahan kedelai, almond, yogurt, dan telur. Ibu yang sedang hamil dan mereka yang sedang membesarkan otot dengan latihan beban harus memenuhi kebutuhan protein yang lebih besar lagi.

Penyumbatan Arteri

Arteri yang tersumbat dapat menyebabkan kebotakan pada pria. Malahan sebenarnya kebotakan di puncak kepala pria adalah tanda-tanda umum dari penyumbatan arteri. Selain itu, masalah ini juga jadi penyebab kerontokan bulu kaki.

Sebuah studi di tahun 2000 yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine melaporkan adanya hubungan antara pola kebotakan laki-laki dengan penyakit jantung koroner. Masalah kebotakan ini lebih sering dialami oleh pria yang memiliki hipertensi atau kolesterol tinggi.

Penelitian lain di tahun 2013 yang dipublikasikan Indian Dermatology Online Journal juga memastikan bahwa ada hubungan antara pola kebotakan laki-laki dengan penyakit jantung koroner. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal tahun 2013 menjelaskan bahwa pola kebotakan laki-laki mungkin menunjukkan adanya resistensi insulin, peradangan kronis, atau peningkatan kepekaan terhadap testosteron, yang semuanya terlibat langsung atau tidak langsung dalam memicu penyakit kardiovaskular.

Baca juga:  Mengatasi Rambut Rontok Itu Mudah Kok!

Semua penelitian di atas memperlihatkan bahwa untuk melindungi rambut Anda dari kebotakan, Anda juga harus peduli dengan kesehatan jantung. Ketahuilah apa saja faktor risiko penyakit jantung serta secara teratur periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan jantung rutin.

Selain itu, untuk mencegah kebotakan dini, segeralah berhenti merokok, batasi konsumsi alkohol, rutin olahraga, dan kurangi asupan makanan berlemak untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda.

Apakah ada dari ke-10 penyebab rambut rontok ini yang sedang Anda alami? Jika ya, segeralah atasi masalah kesehatan tersebut agar Anda bisa menikmati kesehatan yang lebih baik, termasuk rambut yang lebih lebat.

Selain memastikan penyebab rambut rontok, Anda juga perlu mencari tahu bagaimana merawat rambut yang benar supaya tidak merusaknya. Langkah yang pertama, pastikan Anda menggunakan sampo dan kondisioner yang berbahan alami atau bahan kimia ringan. Minum lebih banyak air untuk menghidrasi rambut.

Jangan lupa untuk rajin mencuci rambut agar tidak terjadi penumpukan keringat atau sel-sel kulit mati di kepala, ini menyebabkan rambut jadi ketombean dan memicu lebih banyak kerontokan. Sering mencuci rambut juga bisa mengurangi gatal-gatal di kulit kepala.

Hindari gaya penataan rambut yang ekstrim, sebab gaya rambut seperti itu mengurangi kelembapannya dan banyak menggunakan pemanas rambut sehingga membuat rambut jadi lebih kering serta rapuh. Intinya, jangan jadikan penataan maupun perawatan rambut Anda malah jadi salah satu penyebab rambut rontok.

Advertisement
Alinesia