10 Makanan Anti Inflamasi untuk Diet Bebas Peradangan (1)

914
mtipt.com

Inflamasi atau peradangan bisa terjadi pada setiap orang tanpa kecuali, baik itu pada anak-anak dan dewasa termasuk pula pada manula. Inflamasi pada umumnya tak terlalu berbahaya, namun ketika diabaikan bisa berkembang menjadi masalah serius, abses yang berat, perdarahan dalam dan kadang memungkinkan terjadinya pembentukan sel kanker.

Inflamasi selalu melibatkan mikroba atau biota jahat yang sifatnya merusak sel. Kadang kemunculannya akibat dari terbentuknya iritasi yang tidak teratasi hingga akhirnya terinfeksi bakteri atau virus. Tapi bisa pula terjadi karena masuknya bakteri atau virus yang sifatnya agresif dan kemudian menyerang tubuh manusia dengan cukup kuat. Serangan ini juga bisa menyebabkan kerusakan masif yang mengarah pada inflamasi.

Sistem Alami Tubuh Melawan Inflamasi

Pada dasarnya tubuh sudah dipersenjatai dengan mekanisme untuk melawan inflamasi. Tubuh memiliki sistem alami untuk terus melakukan regenerasi sel untuk menggantikan sel-sel rusak dan usang secara berkala. Tubuh juga sudah dipersenjatai sistem imun dengan cairan limfosit yang kaya akan sel T dan sel B yang bekerja aktif menyerang  mikroba-mikroba juga sel-sel abnormal berbahaya yang ada dalam tubuh.

Namun seringkali, mekanisme tubuh ini tak cukup kuat melawan serangan mikroba. Inflamasi tak bisa dicegah dan diatasi dengan cepat. Tubuh membutuhkan stimulan untuk membantu mendorong menghasilkan cukup benteng imunitas untuk melawan serangan mikroba jahat. Tubuh juga membutuhkan nutrisi cukup untuk membantu memaksimalkan fungsi regenerasi sel.

Disinilah peran sejumlah makanan anti inflamasi, makanan yang sangat disarankan Anda masukan dalam menu Anda. Menjalankan pola diet sehat yang padat akan makanan anti inflamasi akan membantu tubuh Anda lebih kuat dalam menahan serangan infeksi dan inflamasi. Lantas apa saja yang termasuk dalam makanan anti inflamasi?

  • Konsumsi buah dalam aneka warna

    Warna pada buah-buahan bukan sekedar hadir untuk memberi kesan menarik dan menggugah selera belaka. Karena di dalam buah-buah penuh warna ini tersimpan pigmen yang sangat baik untuk tubuh Anda.

    Dalam pigmen ini terkandung antioksidan yang salah satu perannya adalah membantu mengatasi inflamasi, menstimulasi proses regenerasi sel dan membantu meningkatkan kinerja imunitas, sebagaimana dijelaskan dalam sharecare.com. Mengonsumsi buah dalam beragam pilihan warna dengan rutin akan meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh yang berperan besar dalam menjaga tubuh dari radikal bebas.

    Selain itu, kebanyakan jenis buah mengandung vitamin C dalam kadar cukup tinggi. Vitamin C adalah senyawa penting yang menutrisi tubuh dalam memaksimalkan fungsi imunitas dan perbaikan sel akibat efek inflamasi.  Hal ini sudah dijelaskan dalam Mini Reviews in Medicinal Chemistry  tahun 2014 dengan jurnalnya Ascorbic acid: its role in immune system and chronic inflammation diseases.

    Diantara banyak jenis buah, jenis buah dalam golongan berry termasuk strawberry, blueberry, gojiberry, raspberry, noni menjadi beberapa yang paling disarankan. Kandungan nutrisi termasuk vitamin C dan antioksidan di dalamnya termasuk yang paling tinggi dibandingkan jenis buah lainnya, sebagaiamana diungkap dalam penjelasan dari health.harvard.

  • Konsumsi makanan lemak tak jenuh

    Lemak bukan sahabat yang baik sebenarnya untuk mereka yang tengah mengalami infeksi. Namun ketika Anda bertujuan mencegah inflamasi atau mengatasi infeksi ringan, lemak masih sangat bisa diandalkan. Tetapi tentu saja bukan sembarangan lemak, tetapi jenis lemak tak jenuh termasuk asam lemak omega 3, omega 6 dan omega 9.

    Ketiga jenis lemak di atas memiliki kemampuan sangat baik dalam membantu menurunkan kadar LDL kolesterol dalam tubuh yang akan bekerja sebagai pemicu inflamasi.  Juga membantu menutrisi sel dalam tubuh untuk tetap menjaga elastisitas jaringan yang terbentuk.

    Termasuk pula membantu proses regenerasi sel dengan menstimulasi pembentukan kolagen dan gluthathione yang berperan besar dalam proses regenerasi kulit. Asam lemak tak jenuh juga berperan dalam membantu meningkatkan kinerja imunitas. Jurnal European Journal of Clinical Nutrition tahun 2002 dengan tajuk Polyunsaturated fatty acids, inflammation and immunity mengungkap penjelasan mengenai hal ini.

    Anda bisa mendapatkan asupan makanan kaya lemak tidak jenuh pada ikan-ikanan, alpukat, kacang-kacangan, buah zaitun dan minyak essensialnya, minyak kelapa sawit, flax seeds, chia seedx dan masih banyak lagi.

  • Konsumsi makanan jenis whole grain

    Alihkan kebiasaan Anda mengonsumsi nasi putih dan roti tawar putih dengan makanan yang tergolong whole grain, seperti oat, gandum utuh, lentils, beras merah dan beras hitam, flax seeds, chia seeds dan masih banyak lagi. Makanan semacam ini baik untuk membantu memerangi inflamasi sebagaimana dijelaskan dalam runnersworld.com.

    Makanan semacam ini memiliki kadar kalori yang sesuai kebutuhan, tetapi juga memiliki kandungan serat yang tinggi. Baik itu serat larut yang membantu melancarkan pencernaan juga serat tak larut yang membantu memperlambat proses penyerapan makanan.

    Ini bekerja secara ganda, membantu Anda tetap kenyang, melakukan proses penyerapan perlahan yang baik untuk menjaga kadar kalori dalam tubuh sekaligus melancarkan pembuangan sehingga mengatasi endapan lemak kotoran dalam usus yang bisa memicu tubuh menjadi lebih rentan mengalami inflamasi.

Ternyata, untuk lebih sehat dan bebas dari inflamasi yang Anda perlukan hanyalah mengatur pola makan dengan cara yang lebih cermat. Masukan beberapa jenis makanan anti inflamasi dalam diet Anda, tingkatkan imunitas dan asupan nutrisi sehari-hari. Jangan lupa pula untuk menghindari makanan penyebab inflamasi seperti lemak jenuh dan gula.

Masih ada banyak lagi jenis makanan anti inflamasi yang belum kami ulas pada bagian pertama ini. Anda bisa mendapatkan  lebih banyak lagi informasi seputar makanan anti inflamasi dan bagaimana kinerjanya dalam mencegah dan mengatasi inflamasi dalam ulasan kami berikutnya: Diet Bebas Inflamasi Dengan 10 Makanan Anti Inflamasi (2).