HOTLINE KONSULTASI HERBAL:
0812-8187-1234 | 0818-029-100-88
Senin-Jumat, pkl. 8.30-16.00 WIB

A+ A A-
Kemoterapi dan herbal Kemoterapi dan herbal Shutterstock

Pengobatan Kanker dengan Metode Kemoterapi dan Herbal

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit kanker. Setiap orang yang terkena kanker tentu saja merasa was-was mengingat penyakit ini digolongkan sebagai penyakit berbahaya yang mematikan. Diperlukan penanganan yang dini dan serius untuk melakukan mengatasi penyakit ini, mengingat dampaknya yang fatal bila terlambat atau salah dalam pengobatan.

Kini, bukan hanya pengobatan secara medis yang dikenal masyarakat, namun banyak juga cara pengobatan seperti perpaduan antara kemoterapi dan herbal.

Masing-masing metode pengobatan tersebut tentu saja menyebabkan konsekuensinya sendiri. Khusus untuk pengobatan tradisional/alami, banyak ahli bedah tumor yang beranggapan bahwa pola pengobatan tersebut tidak berpengaruh sama sekali terhadap kesembuhan pasien.

Sebaliknya, seringkali ini dianggap berpotensi dalam memengaruhi kinerja obat anti-kanker yang sedang dikonsumsi. Jika dicermati, pendapat tersebut memang rasional terlebih jika melihat fakta bahwa semakin banyak saja pengobatan alternatif yang berbasiskan herbal namun, tanpa melakukan uji klinis terlebih dahulu.

Meski begitu, tentu saja kita tak bisa 'pukul rata' dan menganggap bahwa setiap pengobatan tradisional yang berbasiskan herbal tidak mengandung manfaat sama sekali untuk mengobati kanker.

Pada dasarnya, banyak tumbuhan herbal dan buah-buahan yang mengandung flavonoid yang sangat bermanfaat untuk mengobati penyakit kanker. 

Penyebarannya yang luas serta tingkat toksisitasnya yang rendah memberikan keuntungan bagi kita untuk mengonsumsi tanaman yang mengandung senyawa aktif ini guna pengobatan.

Banyak sekali manfaat yang diberikan oleh flavonoid di dalam tubuh kita. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa flavonoid mampu berperan dalam memodifikasi reaksi tubuh terhadap penyakit.

Fungsi flavonoid selain melawan kanker, diantaranya dapat menekan peradangan atau inflamasi, mengontrol kadar gula dalam darah, melindungi tubuh dari serangan penyakit jantung, dan juga memperbaiki sistem imunitas atau kekebalan tubuh.

Perlu diketahui bahwa kadar flavonoid dalam setiap tumbuhan bervariasi sehingga kombinasi dan kuantitasnya yang beragam tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai jenis kanker.

Fungsi dan manfaat flavonoid ini dalam kemoterapi ialah dapat membantu meningkatkan kinerja kemoterapi dan menurunkan efek racun (toksisitas) kemoterapi tersebut.

Akan lebih baik jika dilakukan kombinasi berbagai ragam flavonoid seperti luteolin, quercetin, genistein, apigenin, dan juga kaemferol. Perpaduan tersebut khususnya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker ovarium.

Kombinasi tersebut berpeluang lebih besar dalam membunuh kanker karena melakukan pengobatan dengan cara yang berbeda, dimana masing-masing memiliki fungsi tersendiri.

Jika hanya dilakukan pengobatan dengan cara kemoterapi, memang cara ini dapat membunuh sel kanker, namun kurang berdaya untuk mencegah penyebaran sel kanker tersebut ke organ yang lain.

Kemoterapi juga tidak akan berdaya jika ada pertumbuhan pembuluh darah yang baru, yang dapat memasok makanan bagi sel kanker. Makanya, diperlukan kombinasi dengan flavonoid yang dapat mencegah penyebaran sel kanker dan berfungsi dalam menekan adanya pertumbuhan pembuluh darah yang baru, menekan terjadinya mitosis atau pembelahan sel, dan menghambat metastasis atau penyebaran ke organ lainnya.

Ya, disamping pengobatan medis, Anda juga bisa mempertimbangkan konsumsi herbal anti-kanker untuk mengatasi penyakit ini. Yang penting, pengobatan dilakukan dengan cara konsisten dan persisten. Untuk kesembuhan Anda, apapun caranya mesti rela ditempuh!

Log In or Register