Waspadai Nyeri Perut yang Terjadi Selama Kehamilan

608
Shutterstock

Diedit:

Rasa nyeri bisa jadi kerap dirasakan para wanita yang tengah berbadan dua, entah itu di pinggang, panggul, kaki, dan perut. Tentu saja, tidak semua nyeri tersebut bersifat membahayakan. Namun, bagaimana mengenali nyeri perut yang memang beresiko mengancam keselamatan janin Anda? Mari kita kenali beberapa nyeri perut yang patut Anda waspadai selama proses kehamilan.

Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik terjadi ketika embrio berada di luar rongga rahim. Jika dibiarkan, ini sangat berbahaya karena dapat mengancam jiwa wanita yang mengalaminya.

Gejala yang muncul biasanya terjadi setelah usia kehamilan berada pada minggu 6-10, yang berupa rasa nyeri yang sangat pada perut bagian bawah, perdarahan, rasa sakit yang tiba-tiba di area panggul dan akan semakin sering terjadi, hipotensi, dan denyut nadi yang meningkat.

Tanda-Tanda Awal Keguguran

Segera hubungi dokter untuk mendapatkan pertolongan ketika Anda mengalami kram seperti pada masa haid, namun dengan tingkat nyeri yang intens dan berlangsung lebih lama.

Rasa nyeri dapat menjalar dari pinggang menuju area atas kemaluan. Umumnya, perdarahan berwarna merah muda yang disertai kontraksi dapat terjadi.

Kontraksi Palsu/Kontraksi braxton hicks

Pada wanita hamil, sering terjadi kontraksi palsu (Braxton hicks) dimana kondisi rahim mengencang dan juga mengendur. Rasanya dapat digambarkan seperti ketika Anda mengalami kram perut saat haid.

Kontraksi ini akan semakin sering terjadi dan semakin intens menjelang persalinan. Selain itu, jenis nyeri yang ditimbulkan Braxton hicks juga dapat terjadi karena kuatnya pergerakan janin yang semakin berkembang.

Nyeri Perut Akibat Preeklampsia

Ini adalah kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah dan ditandai dengan tingginya kadar protein dalam urin. Gejala preeklampsia dapat berupa rasa nyeri yang muncul pada bagian ulu hati (perut atas), diikuti dengan sakit kepala, gangguan penglihatan, mual dan muntah serta pembengkakan pada wajah, tangan, dan kaki.

Baca juga:  Tips Praktis Menghadapi 7 Keluhan Kehamilan

Kondisi ini sering terjadi menjelang masa persalinan. Akibatnya, pertumbuhan bayi dapat terganggu, air ketuban lebih sedikit, dan plasenta yang lepas sebelum waktunya.

Nyeri Perut Akibat Penyakit Tertentu

Selama kehamilan, ada beberapa penyebab nyeri perut dapat terjadi, namun tidak berhubungan dengan kondisi kehamilan tersebut, misalnya karena peradangan usus buntu atau pecahnya kista akibat penekanan yang terjadi dalam rahim.

Carilah pertolongan medis jika Anda mengalami nyeri perut seperti gambaran di atas. Untuk membedakan nyeri perut yang patut diwaspadai dengan nyeri perut yang wajar seperti akibat konstipasi dan gas dalam perut, perhatikan gejala dan tingkat nyeri serta frekuensi nyeri itu muncul.

Nyeri perut yang berbahaya tidak hilang sekalipun Anda telah beristirahat dan akan semakin sering muncul seraya waktu berlalu. Jika tidak segera ditangani, komplikasi serius dapat terjadi.

Advertisement
Alinesia