Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Kami buka kembali tanggal 3 Juli 2017. Pembelian produk tetap bisa dilakukan melalui Lazada.co.id. atau Tokopedia.com. Terima kasih untuk pengertiannya.
Kanker Serviks Kanker Serviks thepulse.co

Wanita, Waspadai 10 Penyebab Kanker Serviks Ini demi Kehidupan Anda!

Penyakit kanker serviks dimulai dari sel-sel yang menyelubungi serviks—bagian bawah rahim. Kadang-kadang bagian rahim ini disebut juga serviks uterus. Sedangkan bagian atas rahim adalah tempat pertumbuhan janin. Serviks menghubungkan badan rahim ke vagina sebagai jalan lahir.

Serviks memiliki dua bagian terpisah dan masing-masing diselubungi oleh dua jenis sel yang juga berbeda.

  • Bagian serviks yang terdekat dengan badan rahim disebut endoserviks dan diselubungi oleh sel-sel glandular.
  • Bagian serviks di sebelah vagina disebut eksoserviks (atau ektoserviks) dan diselubungi oleh sel-sel skuamosa.

Kedua jenis sel ini saling bertemu di area bernama zona transformasi. Lokasi dari zona ini terus berubah seraya Anda bertambah usia dan jika melahirkan.

Sebagian besar kasus kanker serviks mulai berkembang pada sel-sel yang berada di zona transformasi. Sel-sel ini tidak tiba-tiba berubah menjadi kanker. Sebaliknya, sel-sel serviks yang normal awalnya secara bertahap berkembang menjadi sel-sel pra kanker yang akan berubah menjadi kanker.

Ada beberapa istilah dokter untuk mendeskripsikan perubahan pra kanker tersebut, misalnya cervical intraepithelial neoplasia (CIN), squamous intraepithelial lesion (SIL), dan displasia. Perubahan-perubahan tersebut dapat dideteksi melalui pemeriksaan Pap sehingga bisa ditangani sebelum menjadi kanker.

Setiap wanita mulai usia 21 tahun dianjurkan untuk mulai rutin melakukan pemeriksaan Pap smear setiap 3 tahun sekali untuk mendeteksi dini kanker serviks.

Walaupun kanker serviks dimulai dari sel-sel yang mengalami perubahan pra kanker, tapi sebenarnya tidak semua wanita yang memiliki kondisi pra kanker akan mengidap kanker serviks. Biasanya butuh bertahun-tahun bagi pra kanker serviks untuk berkembang menjadi kanker serviks. Namun adakalanya perkembangan itu hanya perlu waktu kurang dari setahun.

Pada sebagian besar wanita, sel-sel pra kanker tersebut akan hilang meskipun tidak menjalani pengobatan apa pun. Tapi sayangnya, ada sejumlah wanita yang kondisi pra kanker-nya terus berkembang menjadi kanker sebenarnya yang bersifat invasif.

Karena itu cara terbaik untuk mencegah hampir semua jenis kanker serviks adalah dengan menangani kondisi pra kanker pada serviks.

Jenis-Jenis Kanker Serviks

Kanker serviks dan pra kanker serviks digolongkan berdasarkan penampilan mereka jika dilihat melalui mikroskop. Jenis-jenis kanker serviks yang utama adalah karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma.

  • Sebagian besar (hingga 9 dari 10) kanker serviks merupakan karsinoma sel skuamosa. Jenis ini berkembang dari sel-sel pada eksoserviks dan sel-sel kanker ini memiliki karakteristik sel skuamosa di bawah mikroskop. Karsinoma sel skuamosa terutama bermula di zona transformasi (area bertemunya eksoserviks dan endoserviks).
  • Sebagian besar jenis kanker serviks lain merupakan adenokarsinoma. Ini adalah kanker yang berkembang dari sel-sel glandular. Adenokarsinoma serviks berkembang dari sel-sel glandular yang memproduksi lendir pada endoserviks. Jenis ini tampaknya lebih sering terjadi dalam 20 – 30 tahun terakhir ini.
  • Jenis kanker serviks lain yang jarang terjadi memiliki karakteristik campuran dari karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma sehingga dinamakan karsinoma adenoskuamosa atau karsinoma campuran.

Mesikpun hampir semua jenis kanker serviks merupakan karsinoma sel skuamosa atau adenokarsinoma, namun ada juga jenis kanker lain yang juga berkembang di serviks. Kanker itu misalnya adalah melanoma, sarkoma, dan limfoma, yang biasanya muncul di bagian tubuh lain.

Penyebab Kanker Serviks

Di tahun-tahun belakangan ini, ada cukup banyak kemajuan dunia medis dalam memahami apa yang terjadi di sel-sel serviks ketika kanker berkembang. Dan ada beberapa faktor risiko yang berhasil dikenali. Faktor risiko adalah hal apa pun yang meningkatkan kemungkinan seorang wanita untuk mengembangkan kanker serviks.

Perkembangan sel-sel normal terutama bergantung pada informasi yang berada dalam DNA sel tersebut. DNA adalah bahan kimia dalam sel kita yang membentuk gen kita, yang mengendalikan bagaimana sel kita bekerja. Kita bisa mirip dengan orang tua kita karena mereka lah sumber dari DNA kita. Tapi DNA bukan hanya memengaruhi penampilan kita.

Ada beberapa gen yang mengendalikan kapan waktunya sel-sel bertumbuh, membelah diri, dan mati:

  • Gen yang membantu pertumbuhan sel dan membuatnya tetap hidup disebut onkogen.
  • Gen yang membantu mengendalikan pertumbuhan sel atau membuat sel mati di waktu yang tepat disebut gen supresor tumor.

Kanker disebabkan oleh mutasi DNA (cacat gen) yang mengaktifkan onkogen atau menonaktifkan gen supresor tumor.

Virus Human papilloma (HPV) menyebabkan produksi dari 2 protein yang dikenal sebagai E6 dan E7—keduanya menonaktifkan gen supresor tumor. Hal ini dapat memungkinkan sel-sel yang menyelubungi serviks bertumbuh tidak terkendali serta mengembangkan perubahan gen tambahan, yang dalam beberapa kasus bisa memicu kanker.

Namun HPV bukanlah satu-satunya penyebab kanker serviks. Sebagian besar wanita yang terinfeksi HPV tidak mengembangkan kanker serviks. Sedangkan sejumlah faktor risiko tertentu, misalnya merokok dan infeksi HIV, yang memengaruhi wanita yang sudah terinfeksi HPV, lebih mungkin menyebabkan berkembangnya kanker serviks.

Faktor Risiko Penyebab Kanker Serviks

Faktor risiko kanker serviks adalah hal apa saja yang mengubah kemungkinan seseorang untuk mengembangkan kanker serviks. Sewaktu seorang wanita mengembangkan kondisi pra kanker serviks atau sudah kanker serviks, ada kemungkinan penyebabnya adalah faktor risiko tertentu. Berikut ini beberapa faktor risiko penyebab kanker serviks:

• Infeksi Human Papilloma Virus (HPV)

Infeksi karena HPV adalah salah satu faktor penyebab kanker serviks yang utama. HPV merupakan kelompok yang terdiri dari lebih dari 150 virus berkaitan. Beberapa di antaranya menyebabkan pertumbuhan yang disebut papiloma, atau yang seringnya disebut kutil.

  • HPV bisa menginfeksi sel-sel di permukaan kulit, dan yang menyelubungi organ genital, anus, mulut, serta tenggorokan, tapi tidak bisa menginfeksi darah atau organ dalam seperti jantung atau paru-paru.
  • HPV bisa menyebar dari orang ke orang melalui kontak dari kulit ke kulit. Satu cara penyebaran HPV adalah melalui hubungan seks, termasuk seks vaginal, anal, dan bahkan oral.
  • Jenis HPV yang berbeda menyebabkan kutil di bagian-bagian tubuh yang berbeda. Beberapa menyebabkan kutil umum (common warts) di tangan dan kaki, sedangkan yang lain biasanya menyebabkan kutil di bibir atau lidah.

Jenis-jenis HPV tertentu dapat menyebabkan kutil pada atau di sekitar organ genital serta pada daerah anus. Ini disebut jenis-jenis HPV berisiko rendah karena jarang berkaitan dengan kanker.

Jenis-jenis HPV lain disebut berisiko tinggi karena mereka sangat berkaitan dengan kanker, termasuk kanker yang tumbuh di serviks, vulva, vagina, penis, juga kanker di anus, mulut, dan tenggorokan pada pria maupun wanita.

Infeksi HPV sebenarnya umum terjadi, dimana kebanyakan orang tubuhnya mampu membersihkan diri sendiri dari infeksi tersebut. Namun kadang-kadang infeksi tersebut tidak hilang malah berkembang menjadi kronis. Infeksi kronis, khususnya yang disebabkan oleh jenis HPV berisiko tinggi, akhirnya dapat menyebabkan tipe kanker tertentu, salah satunya kanker serviks.

Walaupun saat ini belum ditemukan obat untuk infeksi HV, tapi ada sejumlah cara untuk mengatasi pertumbuhan sel abnormal yang disebabkan HPV.

• Merokok

Sewaktu seseorang merokok, dia dan mereka yang di sekitarnya terpapar banyak zat kimia penyebab kanker yang memengaruhi berbagai organ tubuh. Zat-zat berbahaya ini diserap melalui paru-paru lalu dibawa aliran darah menuju ke seluruh tubuh.

Wanita yang merokok punya risiko dua kali lipat dibandingkan mereka yang tidak merokok. Hasil sampingan dari tembakau ditemukan pada lendir serviks wanita yang merokok. Para peneliti menyakini bahwa zat-zat ini merusak DNA sel-sel serviks serta dapat memicu perkembangan kanker serviks. Merokok juga melemahkan pertahanan sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi HPV.

• Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah

Human immunodeficiency virus (HIV), virus penyebab AIDS, merusak sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga mereka lebih rentan terinfeksi HPV. Hal ini bisa jadi penjelasan mengapa wanita penderita AIDS berisiko tinggi mengidap kanker serviks.

Sistem kekebalan tubuh penting untuk menghancurkan sel-sel kanker serta memperlambat pertumbuhan dan penyebarannya. Pada wanita yang terinfeksi HIV, kondisi pra kanker serviks dapat berkembang menjadi kanker invasif lebih cepat daripada normalnya.

• Infeksi Bakteri Klamidia

Klamidia adaah jenis bakteri yang cukup sering menginfeksi sistem reproduksi. Bakteri ini menyebar melalui kontak seksual. Infeksi klamidia dapat menyebabkan peradangan panggul sehingga memicu infertilitas (kemandulan).

Sejumlah penelitian telah melihat adanya kenaikan risiko kanker serviks pada wanita yang hasil tes darah serta lendir serviksnya menunjukkan bukti dia sedang atau pernah terinfeksi klamidia. Wanita yang terinfeksi klamidia seringkali tidak merasakan keluhan apa-apa. Mereka mungkin tidak akan pernah tahu jika tidak melakukan tes klamidia selama pemeriksaan panggul.

• Kurang Konsumsi Buah dan Sayur

Wanita yang jarang makan buah dan sayuran mungkin menjadi lebih rentan terhadap kanker serviks.

• Penggunaan Pil KB Jangka Panjang

Ada bukti bahwa penggunaan pil KB jangka panjang meningkatkan risiko kanker serviks. Penelitian memperlihatkan bahwa risiko kanker serviks menanjak tinggi seiring dengan lamanya pemakaian pil KB. Tapi risikonya menurun setelah menghentikan konsumsi pil KB, lalu kembali menjadi normal sekitar 10 tahun setelah berhenti.

• Penggunaan KB Spiral (IUD)

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan alat kontrasepsi KB Spiral (IUD) memiliki risiko kanker serviks yang lebih rendah. Efek pada risiko bahka terlihat pada wanita yang menggunakan IUD selama kurang dari setahun, dan efeknya tetap bertahan setelah IUD dilepaskan.

Menggunakan IUD mungkin juga bisa menurunkan risiko kanker endometrium. Tapi tetap saja penggunaan IUD memiliki sejumlah risiko. Seorang wanita yang tertarik memakai KB Spiral perlu mempertimbangkan risiko-risiko yang ditimbulkannya bersama dokter.

• Sering Hamil

Seorang wanita yang pernah hamil sampai 3 kali atau lebih diketahui lebih riskan terkena kanker serviks. Memang teori ini belum terbukti, tapi beberapa penelitian menunjukkan adanya perubahan hormon selama kehamilan yang mungkin membuat seorang wanita lebih rentan terhadap infeksi HPV atau pertumbuhan kanker. Dugaan lainnya, wanita hamil mungkin memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah sehingga rentan terinfeksi HPV dan mengembangkan kanker.

• Hamil Sebelum Usia 17 Tahun

Wanita yang hamil sebelum usia 17 tahun memiliki risiko 2 kali lebih tinggi mengidap kanker serviks di masa mendatang dibandingkan dengan wanita yang menunggu sampai usia 25 tahun atau lebih sebelum hamil.

• Ada Keluarga yang Mengidap Kanker Serviks

Kemungkinan ada gen yang rentan terhadap kanker serviks yang diturunkan dalam keluarga. Jika ibu atau kakak/adik perempuan Anda mengidap kanker serviks, maka risiko Anda meningkat menjadi 2 – 3 kali lebih tinggi.

Dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya penyebab kanker serviks adalah perubahan abnormal pada sel-sel di serviks. Sebagian besar perubahan sel yang mengarah pada kanker terjadi pada zona transformasi, karena di sana sel-sel tersebut memang normalnya mengalami perubahan yang terus-menerus.

Selama proses perubahan itulah, beberapa sel-sel serviks dapat berkembang secara abnormal jika Anda sudah terinfeksi dengan jenis HPV berisiko tinggi. Di samping itu, ada sejumlah hal lain yang dapat turut menjadi faktor penyebab kanker serviks, antara lain merokok dan berganti-gantian pasangan seks.

Salah satu cara terbaik untuk mencegah kanker serviks yaitu dengan rutin menjalankan pemeriksaan Pap smear untuk mendeteksi dini perkembangan kanker serviks. Selain itu, setiap wanita juga harus melakukan pencegahan dengan menghindari berbagai faktor penyebab kanker serviks, seperti mencegah infeksi HPV melalui vaksin HPV, tidak merokok, gaya hidup sehat, dan tidak melakukan hubungan seksual di luar perkawinan.

addfriends en 130
Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »

Log In or Register