Ternyata Ikan Tuna Juga Kaya Manfaat untuk Tubuh Anda

516
Shutterstock

Diedit:

Kebanyakan dari kita tentu sudah memahami benar bahwa ikan sangat baik untuk kesehatan. Pandangan ini berlaku tanpa kecuali untuk segala jenis ikan. Hanya saja kebanyakan orang demikian terfokus pada jenis-jenis ikan laut dalam dengan kandungan lemak tinggi. Dan lupa bahwa ikan-ikan lain juga tidak kalah bermanfaatnya. Termasuk pula jenis ikan tuna.

Tuna termasuk jenis ikan laut dalam yang bisa berukuran relatif sangat besar. Dan manfaat tuna juga tak kalah tinggi dibandingkan jenis ikan trout dan salmon. Dan karenanya pada kesempatan kali ini kita akan mencoba mengulas mengenai manfaat ikan tuna untuk kesehatan.

Tuna adalah jenis ikan yang masih berkerabat dengan ikan makarel, tongkol, cakalang dan kembung. Memiliki daging yang lebih padat dan tidak lembut, ikan-ikanan jenis ini dikenal lebih kaya protein dan karenanya sangat cocok dijadikan pengganti daging merah.

Ikan tuna di dunia sendiri memiliki 15 jenis dan kesemuanya cocok untuk Anda konsumsi. Jenis-jenis ikan tuna ini tersebar di seluruh lautan di dunia, terutama di kawasan laut dengan kedalaman menengah.

Dalam data dari whfoods.com, komponen utama dari ikan tuna adalah protein. Komponen mineral dan vitamin menempati posisi kedua sebagai nutrisi yang paling banyak dikandung tuna, terutama adalah selenium, vitamin B3, zink, zat besi, vitamin B12, fosfor, vitamin D dan kolin.

Dan yang menarik, ternyata meski tidak dalam komposisi yang sama tingginya dengan ikan salmon dan ikan trout, ikan tuna juga kaya akan asam lemak omega 3. Sedang komponen kecil vitamin B1 dan 2, yodium, kalium dan magnesium juga dapat Anda temukan dalam daging ikan tuna ini.

Yang menarik ikan ini mengandung komponen khusus dari selenium yang kemudian disebut dengan selenoneine yang dikenal justru sebagai anti oksidan. Senyawa selenium ini bekerja menetralisir komponen toksin yang terlarut dalam daging ikan.

Untuk lebih jelasnya, berikut merupakan sejumlah manfaat ikan tuna berdasar sumber organicfacts.net.

Menjaga Kestabilan Tekanan Darah

Asam lemak omega 3 merupakan komponen anti inflamasi yang baik.  Ini rupanya memberi manfaat untuk memperbaiki kerusakan saluran pembuluh darah akibat efek kolesterol. Sebagaimana dijelaskan dalam ahajournals.

Kandungan potasium yang terdapat dalam ikan tuna berpadu dengan tepat dengan kadar garam sehingga memberi manfaat baik dalam meregulasi kondisi tekanan darah yang naik.

Menjaga Kesehatan Jantung

Kemampuan asupan tuna dalam memperbaiki kerusakan pembuluh darah akibat terbentuknya plak kolesterol (artherosklerosis) dan kemampuan asupan ikan tuna dalam menjaga stabilitas fungsi air dalam tubuh memberi imbas positif pada kesehatan jantung.

Dalam ulasan ahajournals diungkap bahwa mengonsumsi ikan terutama yang memiliki kandungan asam lemak omega 3 seperti ikan tuna akan memberi manfaat signifikan terhadap kesehatan jantung.

Menjaga Kesehatan Ginjal

Ada mekanisme keseimbangan cairan dalam tubuh yang bergantung sekali dengan keseimbangan komposisi antara sodium atau natrium dengan kalium atau potasium. Dan beruntung ada manfaat ikan tuna dalam menjaga keseimbangan kadar antara keduanya.

Bila garam dalam tubuh meningkat, maka tubuh akan menarik lebih banyak air untuk mencegah pengentalan darah. Akibatnya aliran darah akan menguat karena meningkatnya volume. Ini memicu terjadinya tekanan darah tinggi.

Baca juga:  Ikan Kembung Lebih Baik dari Ikan Salmon, Benarkah?

Di sisi lain ginjal akan terganggu karena kadar air yang masuk ke dalam ginjal berkurang. Ginjal akan tertekan dan akhirnya rentan mengalami gangguan. Dan disinilah peran tuna yang mampu menjaga keseimbangan antara kadar kalium dan natrium. Yang nantinya tentu berimbas pada keseimbangan cairan tubuh sekaligus melindungi kesehatan ginjal.

Mendorong Regenerasi dan Pertumbuhan Sel

Untuk tetap menjaga kesinambungan pertumbuhan sel dan regenerasi sel, tubuh membutuhkan kecukupan protein. Dan untuk Anda yang memilih menghindari daging merah, bisa mencoba sumber protein alternatif seperti ikan tuna ini.

Daging merah dan ikan tuna sama-sama memiliki kadar protein yang tinggi. Dalam satu porsi ikan tuna berukuran 165 gram mengandung protein hingga 85% kebutuhan tubuh.

Protein yang terpenuhi akan berperan dalam proses penyembuhan luka, pembentukan otot dan perbaikan jaringan yang rusak dan membantu proses pertumbuhan pada anak-anak. Bukan hanya itu protein dalam tuna adalah pilihan terbaik untuk pelaku diet untuk menjaga efisiensi metabolisme dan tetap bertahan kenyang lebih lama.

Membantu Produksi Energi

Sebagaimana dijelaskan bahwa mengasup ikan tuna memberi manfaat untuk efisiensi metabolisme, maka ikan tuna juga memberi manfaat untuk pembentukan energi.

Ada peran vitamin B kompleks dan protein yang bekerja dalam ikan tuna dalam menstimulasi sel-sel tubuh lebih aktif dalam memproduksi energi dan meningkatkan produksi energi dengan efektif.

Asupan Baik untuk Diet

Sejumlah diet memang dikembangkan dengan konsep memakan lebih banyak protein ketimbang sumber karbohidrat. Konsep ini lahir bukan hanya dikarenakan kemampuan protein untuk mencegah rasa lapar datang lebih cepat. tetapi memang terbukti protein membantu meningkatkan proses pembakaran dan produksi energi.

Semakin banyak pembakaran, semakin efektif penurunan berat badan bisa dijalankan. Selain protein juga berperan dalam menjaga massa otot, sehingga tubuh tidak menjadi kendor pasca diet dijalankan.

Dan tuna, bukan hanya mengandung protein, tetapi juga kaya akan vitamin B dan sejumlah komponen mineral. Seluruh komposisi berperan untuk meningkatkan produksi energi, meningkatkan pembakaran lemak dan menjaga stamina tubuh selama diet.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Ikan-ikanan selalu dikenal kaya akan selenium dan zink yang berperan besar dalam pembentukan sistem imunitas. Mengonsumsi ikan-ikanan termasuk tuna yang terbukti kaya akan selenium dan zink akan memberi banyak manfaat untuk peningkatan dan regulasi fungsi imunitas. Baik untuk perbaikan daya tahan tubuh dan membantu menormalkan kondisi autoimun termasuk alergi.

Dalam Molecular Nutrition and Foods Research tahun 2008 dijelaskan bahwa selenium berperan besar dalam perbaikan fungsi imunitas. Selenium meningkatkan daya serap oksigen dalam sel dan mencegah terjadinya oksidasi sel yang sifatnya merusak. Ini membantu sel lebih tahan terhadap serangan penyakit dan kerusakan.

Sedang zink sendiri diketahui berperan dalam menormalkan fungsi kelenjar dan hormon. Diketahui bahwa salah satu hormon penting dalam tubuh, yakni hormon tiroid menjadi bagian penting dalam fungsi imunitas. Dan itulah sebabnya zink menjadi memiliki manfaat untuk imunitas.

Baca juga:  Kontroversi Bahaya dan Manfaat Ikan Lele

Meningkatkan Suplai Oksigen ke Seluruh Tubuh

Dalam ikan tuna terkandung zat besi dan komposisi vitamin B kompleks yang cukup tinggi. Ini yang menjadikan tuna akan berperan dalam fungsi sirkulasi darah. Karena vitamin B dan zat besi bekerja memproduksi sel darah merah yang bekerja membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Sedang seluruh sel dalam tubuh dan terutama otak menjadikan oksigen sebagai asupan krusial. Tanpa oksigen fungsi organ tidak akan bekerja. Dan karenanya mengasup makanan kaya zat besi dan vitamin B akan membantu memenuhi suplai oksigen ke seluruh tubuh.

Membantu Meredakan Peradangan

Dijelaskan sebelumnya dalam ikan tuna terkandung sejumlah komponen yang bisa bekerja sebagai anti inflamasi, seperti selenium dan asam lemak omega 3. Dalam pengungkapan arthritis.org, dijelaskan bahwa tuna adalah salah satu jenis ikan yang sangat disarankan untuk penderita arthritis.

Selain bekerja untuk inflamasi (peradangan) pada kasus persendian dan otot, mengonsumsi tuna juga baik untuk membantu meredakan gejala inflamasi pada fungsi pencernaan, paru-paru hingga sistem saluran kencing.

Memperkuat Membran Sel

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, salah satu penyebab inflamasi adalah akibat lemahnya membran sel sehingga mudah sekali rusak oleh serangan kuman, toksin dan radikal bebas.

Dan menariknya, justru tuna yang telah dipanaskan memiliki kandungan seleprotein, perkembangan dan selenium dengan protein tertentu dan komponen peptida yang terbukti bekerja meningkatkan kekebalan dan kesehatan membran sel.

Mengatasi Depresi

Dijelaskan bahwa terdapat manfaat ikan tuna untuk meningkatkan suplai oksigen menuju otak. Suplai oksigen yang memadai menuju otak merupakan salah satu terapi sederhana dalam menangkal depresi. Karena oksigen akan meregulasi fungsi neurotransmitter dalam otak.

Selain itu, diketahui pula ikan tuna mengandung zink, salah satu mineral penting dalam fungsi hormonal. Dan terbukti bahwa depresi erat kaitannya dengan fungsi-fungsi hormonal dalam tubuh yang tidak seimbang. Sejumlah hormon pemicu stress seperti  Kortisol dan Norepinephrine diproduksi berlebihan hingga menimbulkan efek tekanan atau depresi.

Dalam American Journal of Epitomology tahun 2014 dijelaskan bahwa mengonsumsi ikan termasuk tuna akan memberi manfaat dalam melindungi kesehatan mental kalangan muda, manula dan terutama wanita.

Sebagai Anti Kanker

Dalam penjelasan sebelumnya dikatakan bahwa dalam ikan tuna tersimpan komponen selenium yang tinggi termasuk di antaranya jenis selenoneine yang memiliki karakter anti oksidan.

Ini menjadikan adanya manfaat ikan tuna untuk menurunkan resiko kanker payudara dan kanker kolon. Juga dijelaskan adanya pengaruh tuna dalam mencegah terjadinya endometriosis.

Komponen selenoneine ini juga diketahui membantu mereduksi kadar merkuri dan mencegahnya bekerja mengoksidasi sel. Sementara dunia diresahkan oleh fakta bahwa produk laut saat ini telah terkontaminasi oleh merkuri, ikan tuna masih sangat aman untuk Anda konsumsi.

Ikan tuna adalah salah satu produk ikan laut yang banyak di hasilkan di lautan Indonesia. Dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan ikan impor. Dan rupanya, ada demikian banyak manfaat ikan tuna yang sayang untuk Anda lewatkan. Jadi kenapa tidak untuk mengonsumsi ikan tuna dalam menu harian Anda? 

Advertisement
Alinesia