Terapi Herbal untuk Perawatan Cerebral Palsy


By Cindy Wijaya

Anda mungkin pernah mendengar mengenai Cerebral Palsy. Penyakit ini kadang dipandang sama dengan kondisi tunagrahita (keterbelakangan mental) pada umumnya. Padahal pasien pengidap penyakit ini membutuhkan sejumlah perlakuan dan perawatan khusus yang cukup berbeda.

Menariknya, perawatan untuk penderita Cerebral Palsy dapat dibantu dengan sejumlah terapi herbal. Ini akan membantu pasien mengurangi gejala dan memperbaiki kerusakan yang sudah timbul.

Tapi sebelum membahas mengenai apa dan bagaimana terapi herbal untuk pasien Cerebral Palsy ini dijalankan, mari kita pahami dulu apa itu penyakit Cerebral Palsy. Apa yang mejadi ciri khasnya dan bagaimana kinerja herbal bisa membantu perawatannya?

Apa Itu Cerebral Palsy?

Penyakit Cerebral Palsy adalah kondisi yang muncul sejak anak dilahirkan dan akan semakin kentara seiring dengan pertumbuhannya. Kondisi ini memengaruhi pada fungsi gerak, fungsi motorik dan refleks, postur tubuh, hingga keseimbangan yang berkaitan dengan kerusakan otak sewaktu masa perkembangan dalam proses pembentukan janin.

Jadi kerusakan pada penderita Cerebral Palsy sudah terjadi sejak dalam kandungan dan terus berkembang seiring dengan pertumbuhannya setelah lahir. Kondisi kerusakan menyebabkan proses pembentukan sistem otot dan saraf di seluruh tubuh, bahkan kadang susunan tulang, mengalami gangguan dan akhirnya berkembang abnormal.

Penderita Cerebral Palsy ini akan mengeluhkan postur tubuh yang tidak normal, tidak simetris, kaku, gerak yang canggung dan terbatas, refleks tubuh berlebihan, getaran dan gerakan tubuh tidak terkendali, tubuh yang goyang ketika berdiri, kaki yang tidak bisa berpijak dengan kokoh, kadang disertai dengan kesulitan berbicara serta melakukan gerakan motorik halus.

Kasus Cerebral Palsy ini bisa memiliki jenis keluhan yang sangat luas dan beragam. Beberapa pasien hanya mengeluhkan masalah motorik dan beberapa gerakan kaku. Sedangkan beberapa pasien bisa mengalami kesulitan serius pada fungsi refleks, termasuk kemampuan menelannya. Ada yang bahkan bisa mengalami gangguan penglihatan, pendengaran, serta kemampuan berpikir yang serius. Semakin besar kerusakan yang terjadi pada otak, semakin buruk juga kondisi pasien.

Apa Sebenarnya Penyebab Cerebral Palsy?

Banyak orang tua dari anak penderita Cerebral Palsy bertanya bagaimana anaknya bisa terkena gangguan ini. Sayangnya, dunia medis sampai sekarang belum sanggup memberikan jawaban yang memuaskan untuk bisa memahami penyebabnya. Meski begitu, sejumlah diagnosa dan prognosis sudah mulai didapat dari beberapa pakar saraf dunia.

Dugaan utama berkaitan dengan tidak optimalnya asupan oksigen dan nutrisi menuju titik pusat induk sel otak yang menjadi cikal bakal otak janin dalam kandungan. Penyebabnya bisa sangat beragam. Bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan ibu hamil, misalnya mengalami masalah infeksi yang menyebabkan suplai darah menuju janinnya tidak lancar.

Ada juga dugaan bahwa ibu hamil mengalami keluhan anemia akut, persalinan yang bermasalah, terjadi benturan pada janin atau pada bayi, kerusakan atau mutasi gen pada bayi akibat faktor-faktor eksternal yang merusak fungsi genital, sampai sejumlah keluhan infeksi atau sumbatan aliran darah pada janin dalam kandungan.

Bagaimana Perawatan Pasien Cerebral Palsy?

Pada umumnya pasien membutuhkan bantuan terapi fisik untuk melatih sejumlah otot dan sarafnya dengan tujuan mendorong terbentuknya fungsi normal dari otot dan saraf. Juga dengan melakukan sejumlah pengobatan medis yang memancing perbaikan pada fungsi saraf pusat dan saraf tepi, termasuk perbaikan fungsi tulang serat otot.

Kadang diperlukan terapi khusus untuk melatih kemampuan bicara dan kemampuan menganalisa pada pasien. Beberapa pasien bisa memerlukan tindakan khusus seperti bedah ortopedi sampai bedah saraf.

Namun berdasarkan laman OrganicFacts.net dikatakan bahwa kondisi ini juga bisa dibantu perawatannya dengan sejumlah terapi alternatif, termasuk dengan herbal. Terapi herbal bekerja dengan membantu mendorong perbaikan sel-sel saraf, baik pusat maupun tepi, hingga meningkatkan efektivitas terapi medis serta fisioterapi yang sedang dijalankan. Sejumlah terapi alternatif tersebut seperti berikut ini.

Terapi Akupuntur

Terapi akupuntur sebenarnya bekerja pada sistem sirkulasi darah dan stimulasi saraf. Terapi ini juga efektif mengatasi sejumlah keluhan dengan mendorong perbaikan sel-sel. Karenanya terapi ini dikenal bisa membantu dalam penanganan pasien Cerebral Palsy.

Sederhananya, dalam sebuah tusukan akupuntur pada titik tertentu pada tubuh, yang dikaitkan dengan fungsi saraf pusat dan tepi, maka efek tusukan ini secara simultan memancing aktifnya sel-sel saraf yang bersangkutan. Tusukan ini juga mendorong aliran darah bergerak menuju titik saraf yang berkaitan, lalu mendorongan aliran oksigen dan nutrisi masuk ke dalam sel-sel saraf.

Aliran darah yang masuk ini juga memancing terbentuknya proses regenerasi sel yang membantu mempercepat proses pergantian sel yang rusak. Secara bertahap dan berkesinambungan, terapi akupuntur akan membantu proses perbaikan pada sel-sel otak dan sejumlah kerusakan pada saraf dan otot.

Minuman Jahe Asli

Menarik, pasien Cerebral Palsy disarankan untuk rutin mengonsumsi minuman yang terbuat dari jahe asli. Kandungan berbagai fitonutrien dalam jahe ternyata bekerja sangat baik untuk fungsi sirkulasi darah.

Jahe membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Dengan begitu, kinerja aliran darah menjadi lebih efektif dalam menghantarkan oksigen dan nutrisi menuju otak dan sejumlah titik saraf serta otot. Manfaat jahe dalam menstimulasi sirkulasi darah dijelaskan dalam jurnal tahun 2009 yang dimuat Journal of PERIANESTHESIA NURSING dengan tajuk ‘Effectiveness of the Essential Oils Lavender and Ginger in Promoting Children’s Comfort in a Perianesthesia Setting.’

Jahe juga menstimulasi tubuh untuk memproduksi lebih banyak energi yang akan membantu aktivitas fisik dari pasien. Juga membantu mengatasi inflamasi, kekakuan pada otot, juga membantu meredakan bengkak yang kadang dialami pasien Cerebral Palsy.

Minyak Ikan

Sejumlah riset mengaitkan manfaat minyak ikan yang kaya kandungan asam lemak omega 3 dengan proses perbaikan dan pembentukan ulang sel-sel otak yang rusak. Asam emak omega 3 membantu proses regenerasi sel otak dan proses pembentukan impuls saraf pada otak. Semakin baik impuls saraf, semakin baik juga fungsi otak akan berjalan.

Kemampuan anti inflamasi pada asam lemak omega 3 juga terbukti membantu mengatasi kerusakan pada fungsi saraf pusat akibat inflamasi (peradangan). Juga diketahui bahwa asam lemak omega 3 baik untuk membantu mengatasi penyumbatan pembuluh darah yang berkaitan dengan fungsi sirkulasi darah.

Echinacea

Herbal ini memang lebih sering ditemukan dalam beberapa jenis minuman dan permen herbal dari luar negeri. Ini karena herbal echinacea ini tidak tumbuh dalam kawasan tropis seperti Indonesia.

Manfaatnya untuk menstimulasi fungsi sirkulasi sangat baik, sehingga terapi herbal echinacea sangat efektif membantu melancarkan kembali suplai oksigen dan nutrisi menuju otak dan simpul-simpul saraf di seluruh tubuh. Dengan suplai oksigen dan nutrisi yang sesuai, maka tubuh akan sehat dan membantu memperbaiki fungsi kinerja otak dalam jangka panjang.

Echinacea juga terbukti dapat dimanfaatkan untuk perawatan fungsi saraf. Ini dijelaskan dalam sebuah riset yang dimuat oleh situs CAMBRIDGE UNIVERSITY PRESS dengan tajuk jurnal ‘Use of Complementary and Alternative Medical Therapies in a Pediatric Neurology Clinic.’

Minyak Peppermint

Pasien Cerebral Palsy sangat mudah mengalami pembengkakan pada area sendi dan otot. Ini akibat otot dan sendi yang kaku karena kurang bergerak sehingga sirkulasi darah pada area tersebut tersendat dan menimbulkan pembengkakan.

Peran minyak esensial peppermint sangat baik untuk membantu melancarkan kembali pengendapan darah yang terjadi pada otot dan sendi. Mengoleskannya secara topikal pada area yang kaku dan membengkak dapat mempercepat penyembuhan.

Terapi herbal dengan teh peppermint juga efektif membantu mengembalkan sirkulasi darah dan mendorong aliran darah menuju otak. Sehingga otak dan saraf tepi akan mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi yang penting untuk perbaikan sel otak.

Makanan Kaya Prebiotik dan Probiotik

Tambahkan makanan seperti kefir, yoghurt, dan beragam jenis buah serta sayuran dalam menu pasien Cerebral Palsy. Karena pada kebanyakan pasien dengan keluhan ini memiliki kecenderungan mengalami gangguan fungsi pecernaan. Bala bantuan berupa bakteri sehat dan makanan bagi bakteri sehat ini penting untuk membantu memperbaiki fungsi pencernaan.

Bukan hanya itu, pencernaan yang sehat dan seimbang ternyata sangat membantu kinerja otak. Mereka yang sistem pencernaannya baik terbukti memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik. Seluruh fungsi tubuh pun akan didukung apabila pencernaan tidak terganggu. Sebagaimana dijelaskan sebuah jurnal tahun 2010 dalam Wiley Online Library dengan judul ‘Prevalence and clinical presentation of constipation in children with severe generalized cerebral palsy.’

Itulah sejumlah terapi herbal yang terbukti memberikan manfaat bagi pasien penderita Cerebral Palsy. Anda bisa menggunakannya sebagai perawatan tambahan untuk terapi-terapi fisik seperti terapi bicara, terapi motorik, maupun terapi lain sesuai petunjuk dokter.

Cerebral Palsy bukanlah kondisi penyakit yang berkembang progresif. Ini berarti akar masalahnya pada otak tidak semakin buruk seraya usia bertambah, dan biasanya juga tidak berpengaruh pada harapan hidup penderitanya. Ini merupakan kabar baik, karena dengan perawatan yang tepat, maka penderitanya dapat tetap menikmati hidup sebaik mungkin.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}