Suka Kesal Karena Kulit Kepala Gatal? Ini Dia 5 Penyebab Utamanya!


By Cindy Wijaya

Jika Anda terus-terusan ingin menggaruk kepala karena rasa gatal tak tertahankan, bisa saja masalahnya bukan sekadar ketombe. Banyak masalah lain yang dapat menimbulkan gatal kulit kepala—mulai dari kurap, infeksi bakteri, atau bahkan masalah autoimun.

Jadi sebelum Anda berupaya mengatasi rasa gatal yang menyiksa, ada baiknya cari tahu dulu apa penyebab kulit kepala gatal yang Anda alami. Berikut adalah 5 penyebab umum dari kondisi kulit kepala gatal:

Ketombe dan Dermatitis Seboroik

Kedua masalah ini adalah yang paling sering menjadi penyebab kulit kepala gatal. Seorang dermatolog, Dr. Melissa Piliang, mengatakan bahwa respon inflamasi tubuh terhadap pertumbuhan ragi (yeast) yang berlebih menyebabkan gatal-gatal dan kulit terkelupas.

Ragi memang tumbuh secara normal di kulit kepala serta bagian tubuh berambut lain, tetapi akan menjadi masalah kalau ragi yang bertumbuh jadi terlalu banyak.

Untuk mengatasinya: Jika masalahnya masih tergolong ringan, Anda bisa keramas menggunakan sampo yang mengandung selenium atau zinc pyrithione—kedua bahan yang membantu mengendalikan pertumbuhan ragi. Jika masalahnya cukup serius, Anda mungkin perlu menggunakan sampo anti-jamur, obat salep, krim, atau obat kortison lain—biasanya membutuhkan resep dokter untuk membelinya.

Psoriasis

Ini adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan sejumlah area kulit, bisa termasuk kulit kepala, menjadi kemerahan, menebal, dan bersisik. Psoriasis bukanlah penyakit menular. Para ahli juga masih belum bisa memastikan apa sebenarnya penyebab masalah kulit ini, kecuali kemungkinan bahwa ini ada hubungannya dengan genetik.

Untuk mengatasinya: Dr. Melissa Piliang merekomendasikan untuk mencoba keramas dengan sampo yang mengandung coal tar atau asam salisilat untuk membantu mengendalikan psoriasi pada kulit kepala. Jika tidak berhasil, sebaiknya Anda periksa ke dokter kulit. Beliau bisa memberi resep sampo dan obat kortison yang cocok bagi Anda.

Tinea Kapitis

Ini adalah kondisi infeksi jamur yang lebih sering dikenal sebagai kurap (ringworm)—yang dapat terjadi juga di kulit kepala. Tinea kapitis bukan hanya bisa berkembang di bagian luar kulit, tetapi juga menjalar sampai ke dalam folikel rambut, lalu menyebabkan area pitak yang bisa membesar dari waktu ke waktu. Ruam akibat kurap mungkin permukaannya terlihat lebih naik dan muncul titik-titik hitam.

Untuk mengatasinya: Kalau penyebab kulit kepala gatal ternyata adalah infeksi jamur, Anda tidak bisa hanya menggunakan obat salep anti-jamur yang tersedia di apotek. Dr. Melissa Piliang mengungkapkan bahwa jamur sudah masuk ke dalam folikel rambut, jadi Anda butuh mengonsumsi obat anti-jamur yang diminum secara oral untuk mengatasinya.

Pergilah periksa ke dokter kulit, dan beliau akan memastikan apakah memang penyebabnya adalah infeksi jamur. Jika memang demikian, ia akan memberi resep obat-obat anti-jamur yang cocok.

Kutu Rambut

Kutu rambut bukan hanya masalah yang menghampiri anak-anak, siapa pun sebenarnya bisa saja mengalaminya. Dr. Piliang mengatakan bahwa kutu rambut lebih suka hinggap di rambut yang bersih, jadi masalah ini tidak ada hubungannya dengan kurang kebersihan.

Jika dilihat dari dekat, Anda bisa melihat telur-telur kecil yang menempel di helaian rambut. Mereka terlihat sedikit mirip ketombe, tapi tidak gampang jatuh karena mereka “dilekatkan” ke rambut. Kadang-kadang Anda juga bisa melihat kutu yang sedang bergerak di kepala.

Untuk mengatasinya: Anda bisa mengatasi kutu rambut dengan keramas memakai sampo yang mengandung insektisida pyrethrin atau permethrin. Ingatlah bahwa setiap produk sampo untuk kutu rambut memiliki cara penggunaannya masing-masing, jadi pastikan untuk selalu membaca dan mengikuti petunjuk di label kemasan.

Reaksi Alergi

Alergi bisa terjadi karena reaksi terhadap beragam hal, tetapi yang paling umum adalah makanan dan sampo. Ada banyak sekali makanan yang dapat memicu alergi, misalnya gula olahan, kacang tanah, dan produk kedelai, yang mengandung zat-zat dan jamur penyebab inflamasi.

Selain itu, sampo yang mengandung banyak bahan kimia mungkin bisa memicu reaksi alergi terhadap bahan-bahan kimia tersebut. Reaksi alergi ini sering disebut sebagai dermatitis kontak.

Untuk mengatasinya: Reaksi alergi biasanya akan membaik dengan sendirinya jika Anda sudah menyingkirkan pemicunya dan menghindari bahan-bahan kimia yang menimbulkan alergi. Ini cukup sulit, namun Anda bisa melakukan beberapa tes khusus di dokter kulit untuk memastikan apa penyebab alergi pada kulit kepala Anda.

Periksa ke Dokter Kulit Jika…

Sering kali penyebab kulit kepala gatal bukanlah masalah serius. Namun kadang-kadang bisa saja penyebabnya adalah sesuatu yang cukup berat sehingga harus ditangani oleh dokter. Anda perlu periksa ke dokter kulit jika:

  • Sampo-sampo khusus yang Anda gunakan tidak banyak membantu
  • Rasa gatal di kulit kepala membuat Anda susah tidur atau mengganggu aktivitas
  • Terlihat ada kutu atau telur kutu di rambut
  • Bagian yang gatal terasa sangat sakit jika disentuh
Dr. Melissa Piliang menyarankan Anda untuk pergi periksa ke dokter kulit (dermatolog) jika gatal-gatal terus ada dalam waktu lama—bahkan meski Anda mengira penyebabnya hanyalah ketombe. Dokter akan memeriksa dan memberikan saran obat yang akan menghilangkan rasa gatal menyiksa tersebut.

Jika Anda selama ini sering mengalami gatal-gatal di kulit kepala, sebaiknya jangan gunakan sisir yang dipakai bersama. Kalau mengira penyebabnya adalah reaksi alergi tapi tidak tahu apa pemicunya, coba jalani tes atau pemeriksaan oleh dokter kulit. Dokter kulit juga bisa membantu Anda mengidentifikasi penyebab kulit kepala gatal yang selama ini dialami.

Jika sudah memastikan apa penyebabnya, sebenarnya mencari solusi untuk mengatasi gatal di kulit kepala cukup mudah. Jadi segera cari tahu apa masalah dibaliknya, karena jika lama dibiarkan bisa saja masalahnya malah menjadi semakin buruk dan sulit diatasi. Baca juga artikel bermanfaat lain: 6 Cara Mudah untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}