Skala Nyeri untuk Mengukur Rasa Sakit

757

Diedit:

Salah satu hal yang paling sulit dari nyeri kronis ialah hanya penderitanya yang tahu seberapa buruk rasa sakit yang dirasakannya. Tidak ada tes darah atau pemeriksaan medis yang bisa memperlihatkan seberapa banyak penderitaannya. Dan seringkali tidak ada perban atau gips sebagai tanda luar—yang ada hanya rasa sakit. Namun ada “skala nyeri” yang bisa membantu memperkirakan ukuran rasa sakit seseorang.

“Rasa sakit selalu bersifat pribadi,” kata F. Michael Ferrante, direktur UCLA Pain Management Center di Los Angeles. “Nyeri tidak terlihat mata orang lain—dan ini bisa menimbulkan banyak ketidakpercayaan dan masalah dalam suatu hubungan.”

Entah itu nyeri punggung, migrain, atau nyeri saraf, orang-orang sulit mengerti atau memercayai apa yang sedang Anda rasakan. Ketidakpercayaan itu bahkan bisa membuat seorang dokter keliru meresepkan obat atau menentukan metode pengobatan nyeri yang Anda butuhkan.

Untuk mengendalikan dan mengobati rasa nyeri, tidak cukup sekadar memberitahu dokter apa yang dirasakan. Anda perlu belajar caranya membicarakan rasa nyeri: bagaimana itu dirasakan, bagaimana tingkatnya pada skala nyeri, dan bagaimana itu memengaruhi Anda.

Apa Itu Skala Nyeri?

Setiap orang merasakan nyeri dengan cara berbeda. Beberapa orang memiliki gangguan kesehatan yang menyebabkan nyeri hebat, sedangkan yang lainnya tidak. Beberapa orang tidak mengalami gejala-gejala yang bisa dilihat fisik, hanya merasa kesakitan. Ukuran nyeri tidak dapat dinilai dengan pemeriksaan medis maupun ilmiah.

Banyak dokter menggunakan “skala nyeri” untuk mendapatkan gambaran jelas tentang rasa sakit pasien. Salah satu jenis skala nyeri yang umum digunakan memiliki serangkaian gambar ekspresi wajah kartun yang dinomori dari 0 (senyum dan bebas-nyeri) sampai 10 (menangis kesakitan). Seorang dokter akan meminta pasien untuk menunjukkan gambar ekspresi wajah mana yang cocok dengan yang ia rasakan.

Mungkin tampaknya sederhana. Tetapi skala nyeri diciptakan berdasarkan banyak penelitian. Skala nyeri telah menjadi alat vital untuk mengevaluasi dan memantau rasa sakit. Alat ini mungkin berguna bagi siapa saja yang sakit, tetapi ini khususnya sangat penting bagi beberapa orang.

Skala nyeri khususnya penting bagi orang yang memiliki kesulitan berkomunikasi jelas melalui kata-kata. Itu bisa termasuk anak-anak dan orang-orang dengan gangguan kognitif.

Tidak cukup hanya menunjukkan ke gambar wajah atau nomor di skala nyeri. Dokter juga melakukan evaluasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan ke pasien. Dokter mungkin meminta pasien untuk mengingat rasa sakit terburuk yang pernah dialami dalam kehidupan mereka, mungkin akibat batu ginjal atau melahirkan, dan menjadikannya patokan untuk membandingkan rasa sakit yang kini dialami.

Baca juga:  Mengapa Anda Tidak Perlu Takut Pergi ke Dokter?

Mungkin dokter juga meminta pasien mengevaluasi rasa nyeri selama seminggu terakhir dan meminta mereka menunjukkan di nomor mana di skala nyeri yang paling parah dialami. Dokter kemudian akan memberikan pengobatan dan memantau dari waktu ke waktu untuk mengupayakan agar skala nyeri turun ke tingkat yang paling memungkinkan berdasarkan kondisi pasien.