Seperti Apa Benjolan Awal Kanker Payudara?

DITULIS OLEH:
Cindy Wijaya 


Anda sedang mandi dan membersihkan area dada, lalu Anda merasakan adanya benjolan di payudara. Apa yang harus dilakukan? Anda mungkin mulai takut, berpikir jangan-jangan ini benjolan kanker payudara. Tapi jangan panik dulu.

Sebagian besar—sekitar 80 persen—benjolan payudara tidak bersifat kanker atau jinak, terutama kalau Anda masih berusia di bawah 40 tahun. Dan, sebagian benjolan bisa hilang sendiri. Pada wanita yang masih muda, biasanya itu berkaitan dengan periode menstruasi dan mungkin hilang di akhir siklus menstruasi.

Namun, adakalanya benjolan payudara memang menjadi tanda-tanda awal kanker. Seperti apa benjolan awal kanker payudara? Bagaimana cara mengecek benjolan kanker payudara? Apa yang harus dilakukan jika menemukan benjolan di payudara? Simaklah penjelasannya di artikel ini.

Seperti Apa Benjolan Awal Kanker Payudara?

Jaringan payudara secara alami bertekstur bergelombang. Beberapa wanita memang punya payudara yang lebih bergelombang atau berbenjol dibandingkan wanita lainnya. Dalam kebanyakan kasus, benjolan ini tidak perlu dikhawatirkan.

Jika benjilan itu terasa di seluruh payudara dan terasa seperti bagian payudara lainnya, kemungkinan itu memang jaringan payudara yang normalnya Anda miliki.

Tapi lain ceritanya jika benjolan terasa lebih keras atau berbeda dari bagian payudara lainnya (atau payudara satunya lagi), atau terasa seperti ada perubahan—itu merupakan sesuatu yang harus dikhawatirkan dan harus diperiksa secara medis.

Benjolan tersebut mungkin merupakan tanda kanker payudara atau kelainan lain pada payudara yang bersifat jinak (seperti kista atau fibroadenoma).

Seperti apa benjolan awal kanker payudara? Berikut adalah beberapa tanda yang harus diwaspadai dan segera diperiksakan ke dokter. (Sumber: Mayo Clinic)

  • Benjolannya baru muncul atau benjolannya menebal dan terasa berbeda dengan bagian sekitarnya atau bagian lain dari payudara.
  • Terjadi perubahan pada ukuran, bentuk, atau penampilan pada payudara.
  • Merasakan rasa nyeri di payudara yang tidak menghilang setelah selesai menstruasi.
  • Terjadi perubahan pada kulit payudara, misalnya ada gatal-gatal, kemerahan, bersisik, lesung ke dalam, atau mengerut.
  • Puting payudara menjadi masuk ke dalam.
  • Ada keluar cairan dari puting payudara.

Kebanyakan benjolan awal kanker payudara tampak seperti benjolan tunggal yang keras atau menebal di bawah kulit. Selain benjolannya, Anda juga harus memperhatikan perubahan penampilan pada puting, rasa nyeri di payudara, dan penampilan kulit payudara Anda.

Sekitar setengah dari semua kasus benjolan kanker payudara muncul di bagian atas luar payudara, yang kemudian meluas hingga ketiak; sekitar 18 persen tumor kanker payudara muncul di area puting susu; sekitar 11 persen muncul di bagian bawah payudara; dan 6 persen muncul di bagian bawah dan dalam payudara. (Sumber: Stony Book Cancer Center)

Bagaimana Cara Mengecek Benjolan Kanker Payudara?

Ilustrasi bagaimana cara mengecek kanker payudara
Photo by ภาพของPBXStudio via Canva

Melakukan pemeriksaan payudara mandiri penting untuk mendeteksi dini seperti apa benjolan awal kanker payudara. Anda harus tahu seperti apa normalnya penampilan dan permukaan dari payudara Anda.

Mengetahuinya akan membantu Anda cepat menyadari jika terjadi perubahan atau ketidaknormalan pada payudara, misalnya benjolan baru atau perubahan pada kulit. Bagaimana cara mengecek benjolan kanker payudara secara mandiri? Berikut langkah-langkahnya. (Sumber: National Breast Cancer Foundation)

Saat mandi:

Dengan tiga jari (telunjuk, jari tengah, dan jari manis), periksa seluruh area payudara dan ketiak, tekan dengan teklanan ringan, sedang, dan kuat. Periksa kedua payudara setiap bulan di hari yang sama, rasakan apakah ada benjolan baru, penebalan, benjolan yang mengeras, atau perubahan lainnya.

Di depan cermin:

Lihatlah penampilan payudara Anda, apakah ada perubahan pada bentuk payudara, apakah ada lesung, bengkak, atau ketidakteraturan kulit lainnya, atau perubahan apapun pada puting.

Ahli Herbal

Cari produk herbal untuk penyakit Anda? Ayo konsultasi gratis dengan ahli herbal DEHERBA.COM!

WHATSAPP SEKARANG

Lalu, letakkan telapak tangan di pinggul dan tekan kuat untuk melenturkan otot dada. Carilah lesung, kerutan, atau perubahan lainnya, terutama pada satu sisi. Tapi ingatlah bahwa payudara kiri dan kanan memang biasanya tidak akan sama persis.

Saat berbaring:

Letakkan bantal di bawah bahu kanan dan letakkan lengan kanan di belakang kepala. Dengan tangan kiri, gerakkan bantalan tiga jari (telunjuk, jari tengah, jari manis) di sekitar payudara kanan, menutupi seluruh area payudara dan ketiak.

Tekan dengan tekanan ringan, sedang, dan kuat untuk merasakan apakah ada benjolan baru, penebalan, benjolan yang mengeras, atau perubahan lainnya. Remas juga putingnya untuk memeriksa apakah keluar cairan. Ulangi langkah ini untuk payudara kiri.

Karena kondisi jaringan payudara Anda bisa berubah-ubah sebagai respons terhadap perubahan hormonal sepanjang bulan, maka sebaiknya lakukan pemeriksaan mandiri tersebut sertiap bulan pada hari yang sama, misalnya beberapa hari setelah selesai menstruasi.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Benjolan di Payudara?

Ilustrasi apa yang harus dilakukan jika menemukan benjolan di payudara
Ilustrasi Pemeriksaan Mammogram (Photo by Hero Images from Getty Images)

Kebanyakan benjolan payudara tidak berbahaya dan beberapa bisa hilang sendiri, tapi lebih baik untuk memeriksakan ke dokter untuk memastikannya. Semua benjolan payudara sebaiknya diperiksa oleh dokter, yang akan membantu menentukan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Selama melakukan pemeriksaan, dokter mungkin akan melakukan beberapa hal berikut. (Sumber: Cleveland Clinic)

  • Periksa riwayat kesehatan Anda: Dokter akan menanyakan tentang gejala-gejala yang Anda rasakan, riwayat medis Anda, dan riwayat medis keluarga Anda.
  • Pemeriksaan payudara: Dokter akan memeriksa secara manual area payudara Anda.
  • Mammogram dan/atau ultrasound: Pemeriksaan imaging ini memberikan gambaran rinci tentang kondisi payudara Anda.
  • Kadang-kadang, dokter akan menyarankan Anda melakukan pemeriksaan imaging tambahan seperti MRI.

Apa yang harus dilakukan selanjutnya? Bergantung pada hasil pemeriksaannya, dokter akan menentukan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Jika hasil menunjukkan benjolannya mungkin bersifat jinak, Anda mungkin diminta hanya melakukan pemeriksaan rutin untuk melihat perkembangannya.

Tapi jika hasil menunjukkan benjolan tersebut mungkin bersifat kanker, dokter mungkin akan merujuk Anda ke dokter spesialis lain untuk konsultasi lebih lanjut. Benjolan payudara yang bersifat kanker memerlukan pengobatan. Jenis tumor dan faktor lainnya akan memengaruhi pilihan pengobatan yang tepat.

Kesimpulan

Seperti apa benjolan awal kanker payudara? Kebanyakan tumor payudara awalnya terlihat sebagai benjolan tunggal, keras, atau menebal di bawah kulit. Tanda-tanda lainnya adalah terjadi perubahan pada puting, keluar cairan dari puting, terasa nyeri di payudara yang tidak hilang meski sudah selesai haid, dan perubahan tidak normal pada kulit payudara.

Bagaimana cara mengecek benjolan kanker payudara? Untuk memeriksa payudara guna menemukan tanda-tanda benjolan abnormal, sebaiknya lakukan pemeriksaan mandiri setiap bulan di hari yang sama. Anda bisa memeriksa sendiri bagaimana penampilan, tekstur dan bentuk payudara selama mandi, di depan cermin, dan saat berbaring.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan benjolan di payudara? Sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan membantu memastikan apakah benjolan tersebut berbahaya atau tidak. Mungkin Anda diminta menjalani pemeriksaan payudara secara fisik, pemeriksaan mammogram, dan pemeriksaan imagining dengan ultrasound, MRI, dan pemeriksaan lain jika diperlukan.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang seperti apa benjolan awal kanker payudara. Semoga informasi ini dapat membantu Anda lebih waspada terhadap tanda-tanda kanker payudara dan segera cepat tanggap menanganinya. Semakin cepat tanda-tanda kanker terdeteksi, semakin baik juga penyakit tersebut dapat ditangani.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}