Benjolan di Payudara: Pemeriksaan Awal yang Sangat Penting

376
benjolan di payudara
Shutterstock

Diedit:

Jika Anda menyadari ada benjolan di payudara atau keanehan lain apa pun, mungkin itu sudah cukup bikin Anda khawatir. Wajar saja kalau Anda takut terkena kanker payudara—tapi ingatlah bahwa benjolan di payudara sangatlah biasa dialami para wanita.

Sering kali benjolan tersebut tidaklah bersifat kanker, alias jinak, terutama kalau dialami oleh wanita-wanita muda. Akan tetapi, tidak soal berapa pun usia Anda, sangatlah penting untuk melakukan pemeriksaan payudara secara klinis oleh dokter. Ini khususnya penting jika muncul sesuatu yang lain dari jaringan payudara sekitarnya.

Bagaimana Normalnya Jaringan Payudara?

Payudara terdiri dari jaringan-jaringan yang kepadatannya berbeda-beda. Jaringan kelenjar di bagian atas & luar payudara biasanya terasa agak mirip tali, bergelombang atau liat (nodular). Jaringan lemak di sekitarnya, yang sering dirasakan di bagian dalam & bawah payudara, terasa lembut dan kurang liat daripada bagian atas & luar tadi.

Anda mungkin merasakan gejala-gejala yang berkaitan dengan payudara, misalnya rasa nyeri atau muncul benjolan-benjolan, yang terjadi saat siklus menstruasi berlangsung. Jaringan payudara juga berubah seraya usia bertambah, biasanya jadi lebih berlemak dan kurang padat.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Agar lebih mudah tahu kapan waktu tepat untuk periksa ke dokter, Anda harus mengenali dengan baik bagaimana normalnya payudara Anda sendiri. Dengan begitu, Anda akan segera tahu ketika terjadi perubahan atau keanehan pada payudara Anda. Periksalah ke dokter jika:

  • Muncul benjolan di payudara yang baru.
  • Benjolan di payudara atau rasa nyeri yang tidak menghilang setelah menstruasi selesai.
  • Benjolan di payudara yang menjadi lebih besar atau berubah.
  • Muncul perubahan pada kulit di payudara, misalnya kemerahan, bersisik, mengerut, atau melesak ke dalam.
  • Muncul perubahan pada puting, misalnya melesak ke dalam atau terlihat lebih rata.
  • Tiba-tiba keluar cairan dari salah satu puting yang warnanya bening, kuning, cokelat, atau merah.

Sekalipun ciri-ciri kanker payudara tampaknya menyerang Anda, jangan langsung bahwa Anda terkena kanker, karena bisa jadi itu gejala penyakit lain. Untuk memastikannya, datanglah ke rumah sakit yang Anda percayai, agar didapatkan pemeriksaan yang akurat dan penanganan bisa segera diperoleh.

Apa yang Akan Dilakukan Saat Pemeriksaan Payudara?

Pemeriksaan benjolan di payudara biasanya dimulai dengan pemeriksaan payudara klinis. Selama pemeriksaan ini, dokter kemungkinan akan:

  • Menanyakan tentang gejala-gejala yang dirasakan dan apakah Anda memiliki faktor risiko untuk kanker payudara.
  • Memeriksa payudara, mencatat ukuran dan bentuknya, sewaktu Anda berdiri dan berbaring.
  • Memeriksa kulit di payudara.
  • Memeriksa jika ada masalah pada puting, misalnya jika melesak ke dalam atau keluar cairan.
  • Merasakan (meraba) jaringan yang lebih dalam di payudara dan ketiak Anda untuk mendeteksi jika ada benjolan atau penebalan.
Baca juga:  Penyebab Benjolan di Payudara yang Berbahaya dan yang Tidak

Kalau dokter Anda telah memastikan bahwa ada benjolan di payudara atau area lain yang perlu dicurigai, Anda kemungkinan akan diminta untuk menjalankan tes-tes tertentu.

Tes Pencitraan (Imaging)

Agar bisa lebih saksama memeriksa benjolan di payudara, dokter mungkin meminta Anda untuk menjalankan salah satu atau beberapa prosedur tes berikut ini.

  • Mammogram

    Tes mammogram diagnostik—dengan sinar-X khusus—membantu dokter menyelidiki benjolan di payudara maupun tanda dan gejala lainnya, seperti penebalan jaringan, kulit mengerut, atau melesaknya puting susu ke dalam.

    Mammogram diagnostik berfokus pada satu area payudara Anda. Ini memberikan pandangan dari berbagai sudut pada pembesaran yang lebih tinggi daripada mammogram skrining. Tes ini membantu dokter untuk menentukan lokasi serta ukuran dari suatu kelainan payudara.

    Mammogram diagnostik sering kali dilakukan bersama dengan pemeriksaan ultrasound pada payudara.

  • Ultrasound

    Gelombang suara menciptakan gambaran dari bagian dalam payudara yang ditampilkan pada sebuah monitor. Pencitraan dengan ultrasound berguna untuk menentukan apakah benjolan di payudara bentuknya keras atau berisi cairan.

  • MRI

    Medan magnet serta gelombang radio menciptakan gambaran detail dari bagian dalam payudara Anda. MRI payudara biasanya dilakukan apabila diagnosis dokter masih perlu diteguhkan lagi.

    Ketika MRI digunakan untuk mendeteksi kanker payudara, zat pewarna khusus (agen kontras) harus disuntikkan ke dalam pembuluh vena sebelum prosedur ini dilakukan. Zat pewarna memberikan penampakan kontras dari jaringan-jaringan tertentu dalam gambaran MRI. Ini memungkinan seorang ahli radiologi untuk mengetahui area mana yang cenderung memiliki kanker.

  • Duktogram

    Juga disebut sebagai tes galaktogram. Tes ini kadang digunakan untuk mencari tahu penyebab dari masalah keluarnya cairan di puting payudara. Sejumlah kecil zat pewarna disuntikkan ke dalam saluran di puting. Zat pewarna akan terlihat selama pemeriksaan sinar-X dan dapat memperlihatkan jika ada tumor di saluran itu.

Tes pencitraan tersedia di banyak rumah sakit, cara menjalankannya sederhana, dan tidak membuat Anda terpapar radiasi berbahaya. Biayanya juga relatif terjangkau dibandingkan dengan banyak tes payudara lain.

Biopsi Payudara

Adakalanya dokter mengambil sampel jaringan payudara untuk memeriksanya menggunakan mikroskop. Prosedur ini dinamakan biopsi, dan adalah satu-satunya cara pasti untuk meneguhkan apakah benjolan di payudara Anda bersifat kanker.

Jenis biopsi yang akan dilakukan ditentukan berdasarkan ukuran dan lokasi dari area yang dicurigai. Jenis-jenis biopsi payudara pada umumnya yaitu:

  • Biopsi Aspirasi Jarum Halus

    Dengan jarum khusus—lebih kecil daripada yang digunakan untuk tes darah—dokter akan mengambil (aspirat) sebagian sampel jaringan dari area yang dicurigai.

  • Biopsi Jarum Inti

    Menggunakan jarum lebih besar daripada yang digunakan untuk biopsi aspirasi jarum halus. Dokter akan mengambil inti jaringan yang kecil dan padat dari payudara Anda.

    Jenis biopsi ini bisa mengambil lebih banyak jaringan daripada yang dapat diambil oleh biopsi aspirasi jarum halus. Dokter mungkin akan menyuntikkan obat bius ke payudara sebelum memulainya.

  • Biopsi Stereotaktik

    Selama biopsi stereotaktik, alat mammografi memberikan gambaran dari sejumlah sudut pandang berbeda (gambaran stereo) dari area yang dicurigai. Dokter lalu mengambil sebagian sampel jaringan payudara menggunakan sebuah jarum.

    Tes ini sering kali digunakan untuk biopsi sedikit timbunan kalsium yang hanya terlihat saat tes mammogram.

  • Biopsi Vakum

    Setelah menyuntikkan obat bius, dokter akan membuat sayatan kecil di payudara untuk memasukkan probe kosong ke dalam jaringan payudara. Probe terhubung ke sebuah vakum yang digunakan untuk menyedot sampel jaringan.

    Jenis biopsi ini dapat mengambil lebih banyak jaringan pada lebih dari satu area, hanya dengan sekali sayatan.

  • Biopsi Bedah

    Di prosedur ini, dokter bedah menyayat payudara Anda untuk mengambil bagian dari benjolan (biopsi insisi) atau seluruh benjolan payudara beserta sebagian kecil jaringan sekitarnya (biopsi eksisi).

    Jenis biopsi ini biasanya terlebih dulu dimulai dengan memberikan obat untuk membuat payudara Anda mati rasa, dan kemungkinan Anda akan dibuat mengantuk atau dibius total.

Semua prosedur biopsi di atas dapat menimbulkan memar, perdarahan, dan pembengkakan. Jenis biopsi bedah kemungkinan akan meninggalkan bekas luka. Dan bergantung pada seberapa banyak jaringan yang diambil, dapat mengubah bentuk payudara Anda.

Setelah biopsi, sampel jaringan dikirimkan ke laboratorium untuk dianalisis. Dokter akan memberitahu Anda kapan waktunya untuk mengambil hasil-hasil tes dan akan mendiskusikan hasilnya bersama Anda.

Tindak-Lanjut Setelah Pemeriksaan Benjolan di Payudara

Apabila pemeriksaan payudara menunjukkan bahwa benjolan yang ada tidaklah bersifat kanker, dokter mungkin meminta Anda terus memantaunya selama suatu waktu. Misalnya dengan pemeriksaan payudara klinis lain atau tes ulang pencitraan payudara selama beberapa bulan. Hal ini penting guna memastikan bahwa benjolan tersebut benar-benar aman dan tidak berubah menjadi kanker.

Jika diagnosis masih belum bisa dipastikan—misalnya, hasil pemeriksaan payudara klinis dan mammogram menunjukkan adanya area yang mencurigakan—tetapi laporan patologi dari biopsi menunjukkan bahwa jaringan itu bersifat jinak. Dalam kasus ini, Anda akan dirujuk ke seorang dokter bedah atau spesialis untuk konsultasi lebih lanjut.

Bila benjolan di payudara terbukti bersifat kanker, maka Anda harus bekerja sama dengan dokter untuk membuat perencanaan pengobatan yang tepat. Stadium dan jenis kanker payudara yang Anda alami akan memengaruhi pilihan pengobatan yang disarankan. Jika Anda masih bimbang mengenai hal ini, mintalah pendapat dokter untuk membantu membuat pilihan bijaksana.

Advertisement
Alinesia