Benjolan di Payudara Apakah Berbahaya?


By Cindy Wijaya

Apakah baru-baru ini Anda menyadari adanya benjolan di payudara kiri atau kanan? Bisa jadi ada rasa khawatir karena Anda sering mendengar bahwa benjolan payudara adalah salah satu gejala kanker. Jadi apa yang harus dilakukan?

Yang terpenting, jangan panik. Faktanya sekitar 80 sampai 85 persen dari benjolan payudara sifatnya jinak, atau bukan kanker, terutama jika dialami oleh wanita di bawah 40 tahun. Meski begitu Anda tetap perlu waspada, sebab benjolan payudara adakalanya benar-benar merupakan gejala kanker payudara.

Bagaimana cara membedakan mana benjolan yang berbahaya dan mana yang tidak? Apa yang menyebabkan munculnya benjolan yang jinak? Apa ciri-ciri benjolan yang berbahaya? Dan bagaimana cara menghilangkan benjolan di payudara? Simaklah artikel ini sampai habis untuk mengetahui jawaban-jawabannya.

Benjolan di Payudara yang Sifatnya Jinak

Setiap benjolan yang terbentuk dari sel-sel tubuh dapat disebut sebagai tumor, tapi tidak semua tumor sifatnya ganas (kanker).

Seperti telah disinggung, kebanyakan dari benjolan di payudara kiri maupun kanan sifatnya jinak atau bukan kanker. Berikut adalah contoh-contoh paling umum dari benjolan di payudara kanan atau kiri yang bersifat jinak.

Perubahan Fibrokistik

Ini bukan penyakit melainkan kondisi jinak (bukan kanker) yang dialami oleh 50 – 60 persen dari semua wanita.

Jaringan fibrosa payudara, kelenjar susu, dan saluran susu dapat bereaksi berlebihan terhadap hormon normal yang diproduksi selama ovulasi, terutama hormon estrogen, menyebabkan timbulnya benjolan fibrosa dan/atau banyak kista-kista kecil (kantung berisi cairan).

Ilustrasi Benjolan di Dalam Payudara yang Jinak
Ilustrasi Jaringan di Dalam Payudara (Credit Gambar: Healthline)

Ovulasi adalah proses terlepasnya sel telur dari indung telur (ovarium) yang biasanya terjadi di antara hari ke-3 dan hari ke-17 sesudah menstruasi.

Respons yang berlebihan dari jaringan payudara terhadap perubahan hormon di indung telur tersebut disebut sebagai perubahan fibrokistik. Kondisi ini juga dikenal sebagai mastitis kistik.

Kondisi ini merupakan penyebab paling umum dari benjolan di payudara kiri maupun kanan yang jinak. Paling sering dialami oleh wanita usia 20  sampai 50 tahun. Tetapi jarang terjadi pada wanita yang sudah menopause, kecuali mereka menjalani terapi hormon.

Ukuran dan rasa nyeri dari benjolan fibrokistik biasanya meningkat sebelum menstruasi, lalu berkurang setelah menstruasi selesai. Benjolan ini biasanya tidak lagi ada setelah seorang wanita menopause.

Fibroadenoma

Ini adalah tumor jinak yang berbentuk gumpalan padat dari jaringan fibrosa dan jaringan kelenjar (glandular).

Tumor fibroadenoma paling sering dialami oleh wanita usia antara 18 sampai 35 tahun, dan merupakan penyebab dari hampir semua tumor payudara pada wanita di bawah 25 tahun.

Benjolan di payudara kanan samping atau kiri samping, atau dimanapun, yang akibat fibroadenoma biasanya tidak berasa sakit bila ditekan. Tapi kadang juga benjolan fibroadenoma di payudara sakit bila ditekan saat menjelang menstruasi.

Benjolan fibroadenoma juga umumnya dapat digerak-gerakkan dengan ujung jari.

Papiloma

Ini merupakan benjolan kecil seperti kutil yang tumbuh di lapisan saluran susu, di dekat putting payudara.

Benjolan di payudara kiri atau kanan yang disebabkan oleh papiloma sering menyebabkan keluarnya cairan dari puting, bisa bening atau berdarah.

Abses

Kadang-kadang abses bisa tumbuh di payudara. Benjolan abses di payudara kanan atau kiri dapat terasa sakit bila ditekan. Meski terasa sakit namun abses tidak bersifat ganas, dan biasanya disebabkan oleh bakteri.

Selain menimbulkan benjolan, abses juga mungkin membuat kulit payudara sekitarnya menjadi kemerahan, dan mungkin terasa panas atau padat.

Abses di payudara lebih rentan dialami oleh wanita yang sedang menyusui.

Benjolan di Payudara yang Sifatnya Ganas

Seperti terlihat di atas, sebagian besar benjolan di dalam payudara adalah tumor jinak, kista, atau yang bukan kanker.

Meskipun mereka mungkin perlu dioperasi karena mengganggu fungsi payudara, tetapi mereka tidak akan menyerang jaringan sekitarnya dan mereka tidak mengancam nyawa.

Namun beda halnya dengan tumor payudara yang ganas. Mereka bisa terus tumbuh, menyerang, dan merusak jaringan normal di sekitarnya.

Jika tidak diperiksa dan ditangani sejak awal, mereka akan menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya. Kemudian sel-sel ganas akan lepas dari tumor asal dan menyebar, melalui sistem getah bening dan aliran darah, menuju bagian-bagian tubuh lain.

Pada tahap ini tumor sudah berkembang jadi kanker payudara yang mematikan, dan kemungkinan pemulihannya jauh lebih rendah dibandingkan bila dideteksi dan ditangani sejak awal.

Ciri-Ciri Benjolan di Payudara yang Sifatnya Ganas

Meski kebanyakan benjolan di payudara kiri ataupun kanan bukanlah kanker, namun Anda perlu tetap waspada. Berikut adalah ciri-ciri benjolan payudara yang harus dicurigai serta beberapa tanda lain yang mungkin menyertai:

  • Benjolan baru muncul
  • Ada sebagian payudara yang tampak jelas berbeda daripada bagian sekitarnya
  • Benjolan tidak menghilang setelah menstruasi selesai
  • Benjolan mengalami perubahan atau tumbuh membesar
  • Payudara memar tanpa sebab jelas
  • Kulit di payudara menjadi kemerahan atau mulai mengerut seperti kulit jeruk
  • Puting payudara yang tadinya keluar jadi masuk ke dalam (terbalik)
  • Cairan mengandung darah keluar dari puting

Anda disarankan untuk segera periksa ke dokter bila mengamati adanya ciri-ciri mencurigakan seperti di atas. Dokter bisa membantu memastikan apakah benjolan itu berbahaya atau tidak.

Cara Menghilangkan Benjolan di Payudara

Memeriksakan diri ke dokter adalah langkah paling bijak untuk cara menghilangkan benjolan di payudara kanan maupun kiri. Meski begitu, kebanyakan benjolan payudara tidak harus mendapat pengobatan khusus, karena kebanyakan penyebabnya tidaklah berbahaya.

Pertama-tama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada benjolan. Jika dirasa butuh, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan mammogram atau USG untuk mengecek jenis benjolan di dalam payudara.

Bila benjolan di dalam payudara adalah kista atau fibrosa, dokter mungkin hanya meminta pasien memantau perkembangan benjolannya saja. Tapi tidak ada cara menghilangkan benjolan di payudara yang khusus atau intensif.

Bila benjolan di dalam payudara adalah abses, cara menghilangkan benjolan di payudara kiri atau kanan itu mungkin dokter menggunakan jarum halus untuk menusuknya lalu mengeringkannya, dan pemulihannya dibantu obat antibiotik.

Bila benjolan di dalam payudara memiliki tanda-tanda kanker, dokter akan melakukan biopsi. Jika hasil biopsi memastikan bahwa itu adalah kanker, maka cara menghilangkan benjolan di payudara kanan atau kiri itu biasanya dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi, tergantung pada kondisi kankernya.

Dokter juga dapat menyarankan pasien yang memiliki benjolan bersifat kanker untuk menjalani pemeriksaan gen BRCA1 atau BRCA2. Bila gen itu dimiliki pasien dan kanker payudara sudah terjadi, maka dokter dapat menjalani operasi pencegahan untuk meminimalkan risiko kekambuhan.

Sekali lagi, ingatlah sebagian besar benjolan payudara tidak berbahaya dan tidak butuh penanangan khusus. Tetapi memang yang paling bijak adalah memastikannya dengan melakukan pemeriksaan medis.

Cara Menghilangkan Benjolan di Payudara dengan Herbal

Bagaimana pun juga, benjolan payudara tetaplah sesuatu yang asing di tubuh dan reaksi alamiah kita adalah ingin cepat-cepat menghilangkannya. Bahkan sewaktu dokter sudah meyakinkan bahwa itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Karena itu banyak orang mencoba pengobatan herbal dengan harapan bisa menyingkirkan, atau setidaknya mengecilkan, benjolan itu.

Dalam hal ini Anda perlu berhati-hati sebab ada banyak herbal yang belum terbukti dapat membantu,  dan bahkan ada yang bisa membahayakan kesehatan.

Untuk membantu Anda memilih herbal yang efektif dan aman dikonsumsi, kami memberi satu rekomendasi herbal, yaitu Sarang Semut. Mengapa kami merekomendasikannya?

Sarang Semut Papua untuk Cara Menghilangkan Benjolan di Payudara

Karena Sarang Semut dapat Anda gunakan untuk membantu cara menghilangkan benjolan di payudara yang jinak maupun yang bersifat kanker.

Berdasarkan riset kami, Sarang Semut mengandung flavonoid yang mempunyai sejumlah cara kerja khusus dalam melawan benjolan tumor jinak maupun benjolan kanker payudara.

Dua diantaranya ialah dengan cara kerja anti-proliferasi dan induksi apoptosis. Anti-proliferasi artinya kemampuan untuk menghambat proses duplikasi (perbanyakan) sel-sel pembentuk tumor atau kanker. Sedangkan induksi apoptosis artinya kemampuan untuk merangsang kematian dari sel-sel tersebut.

Jadi dengan kata lain, Sarang Semut mampu membantu menghambat sekaligus membunuh tumor atau kanker di payudara.

Kami merekomendasikannya bukan sekadar atas dasar teori saja. Pada praktiknya, herbal ini juga sudah dibuktikan efektif untuk membantu menghilangkan benjolan payudara. Berikut adalah dua contoh pengalaman nyata.

Pengalaman Benjolan Tumor di Payudara Kanan Hilang Tak Bersisa**

Pengalaman ini diceritakan oleh Ibu Poppy Kusumadewi yang berhasil menumpas benjolan di payudara kanan yang dimilikinya. Benjolan tersebut bila diraba terasa seperti bola dan bisa bergerak jika ditekan dengan jari.

Meski sudah dipastikan dokter onkologi bahwa itu adalah tumor jinak, ia tetap merasa khawatir akan terjadi apa-apa di kemudian hari. Jadi ia mencoba pengobatan herbal menggunakan Keladi Tikus.

Sayangnya ia tidak mendapat hasil yang memuaskan. Hingga akhirnya ia mencoba secara rutin minum Sarang Semut selama beberapa bulan.

Hasilnya sungguh memuaskan baginya, dimana benjolan tumor di payudara kanannya sudah tidak terasa lagi jika diraba. Sampai ia memiliki anak dan aktif menyusui selama 2 tahun lebih, tidak ada lagi keluhan apapun yang dirasakan pada payudaranya.

**) Disclaimer: Hasil yang diperoleh bisa berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing pengguna.

Pengalaman Benjolan Tanda-Tanda Kanker Payudara Menyusut Kurang dari 1 Bulan**

Pengalaman kedua diceritakan oleh Ibu Nita Ekawati yang mempunyai beberapa benjolan seukuran kelereng di payudaranya. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa kondisi tersebut merupakan tanda-tanda kanker payudara.

Selain benjolan kecil dan padat di payudaranya, ia juga mengalami perubahan pada kulit payudara dan terjadi pembengkakan. Kondisinya itu sangat mengganggu apalagi ia waktu itu sedang menyusui anaknya.

Dokter menyarankan untuk operasi, tetapi sayangnya terbentur biaya dan ia juga khawatir dengan risikonya. Ia pun memutuskan mencoba pengobatan alternatif.

Pada akhirnya ia menemukan Sarang Semut dan mencoba meminumnya secara teratur. Dalam waktu kurang dari sebulan setelah mulai meminumnya, benjolan-benjolan mengganggu di payudaranya sudah sebagian hilang dan sebagian lagi menyusut.

Karena mengalami hasil yang memuaskan, ia terus mengonsumsi Sarang Semut untuk semakin menghilangkan benjolan di dalam payudaranya.

**) Disclaimer: Hasil yang diperoleh bisa berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing pengguna.

Itu hanya dua contoh pengalaman pengguna Sarang Semut yang berhasil mengatasi benjolan abnormal pada payudara mereka. Dari pengalaman-pengalaman mereka pada umumnya tanda-tanda pulih sudah mulai dirasakan dalam 1 bulan penggunaan yang teratur.

Olahraga untuk Menghilangkan Benjolan di Payudara

Di samping mengonsumsi herbal, benjolan abnormal di payudara juga bisa dibantu diatasi dan dicegah dengan cara berolahraga. Mengapa olahraga bisa membantu?

Itu karena teratur berolahraga dapat membantu mengatasi penyebab benjolan payudara yang paling umum, yaitu perubahan fibrokistik. Selain itu olahraga juga bermanfaat untuk membantu mencegah kanker payudara. Berikut penjelasannya.

  • Olahraga bisa mengurangi lemak tubuh. Ini penting karena sel-sel lemak dalam tubuh menyimpan hormon estrogen, yang berkaitan erat dengan benjolan fibrokistik maupun kanker payudara. Jadi mengurangi lemak tubuh pada akhirnya juga mengurangi benjolan payudara.
  • Olahraga bisa mengurangi kadar estrogen dalam tubuh. Teratur berolahraga bisa menormalkan pola siklus menstruasi, yang membuat tubuh Anda menyeimbangkan produksi estrogennya. Ini juga pada akhirnya mengurangi benjolan payudara.
  • Olahraga bermanfaat bagi kesehatan mental. Orang yang rutin olahraga biasanya punya suasana hati dan emosi yang lebih stabil, dan tidak mudah stres. Beberapa peneliti berpendapat bahwa stres bisa mempercepat perkembangan kanker. Jadi dengan rutin olahraga Anda bisa mengurangi stres, yang pada akhirnya mengurangi risiko kanker payudara.

Apa jenis olahraga untuk menghilangkan benjolan di payudara? Disarankan bagi orang dewasa untuk menargetkan sedikitnya 150 menit olahraga intensitas sedang atau 75 menit olahraga intensitas tinggi dalam waktu seminggu.

Idealnya, olahraga harus dibiasakan sejak masih anak-anak, dengan 1 jam aktivitas fisik setiap hari. Atau lebih baik lagi aktivitas fisik intensitas tinggi setidaknya dalam 3 hari setiap minggu.

Contoh aktivitas fisik yang termasuk olahraga intensitas sedang yaitu jalan cepat, berkebun, atau bersepeda.

Contoh aktivitas fisik yang termasuk olahraga intensitas tinggi yaitu lari, dansa cepat, sepak bola, atau olahraga lain yang membuat jantung berdebar dan tubuh berkeringat.

Olahraga untuk menghilangkan benjolan di payudara tidak harus dilakukan berjam-jam setiap hari. Dalam seminggu 1,25 – 2,5 jam jalan kaki cepat sudah mampu mengurangi risiko kanker payudara sebanyak 18% (berdasarkan penelitian oleh Women’s Health Initiative).

Ilustrasi Olahraga untuk Menghilangkan Benjolan Payudara
Credit Photo: SDI Productions / iStock

Tidak Perlu Terlalu Khawatir dengan Benjolan di Payudara, Tapi Tetap Waspada

Semoga Anda merasa lebih lega setelah mengetahui fakta bahwa kebanyakan benjolan payudara tidak berbahaya. Hanya sedikit yang benar-benar perlu dikhawatirkan.

Bila tidak ada ciri-ciri mencurigakan yang menyertai benjolan itu, biasanya Anda hanya perlu memantau perkembangannya saja. Tapi bila mulai muncul gejala-gejala aneh yang menyertainya, sebaiknya periksakan ke dokter.

Meski penyebab benjolan di payudara kiri atau kanan tersebut adalah sesuatu yang perlu ditangani, misalnya karena menunjukkan tanda-tanda kanker, jika kita berhasil mendeteksinya sejak awal maka pengobatan dan pemulihannya bisa berjalan dengan baik.

Jadi jangan biarkan rasa takut dan cemas menghalangi Anda untuk mencari bantuan medis sewaktu merasa ada yang tidak beres dengan payudara Anda.

Dan untuk membantu mengurangi rasa khawatir, mungkin Anda bisa memanfaatkan herbal yang tepat untuk membantu mengatasi benjolan tersebut. Ini dapat bermanfaat selagi Anda menunggu untuk memastikan apakah benjolannya akan membesar atau apakah akan muncul gejala-gejala lain.

Sumber

Sumber Referensi:

Medical News Today. What are breast lumps?. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/186084

Healthline. Breast Lump. URL: https://www.healthline.com/symptom/breast-lump

Stony Brook Cancer Center. Different Kinds of Breast Lumps. URL: https://cancer.stonybrookmedicine.edu/breast-cancer-team/patients/bse/breastlumps

Maurer Foundation. How To Reduce Your Risk of Breast Cancer With Exercise. URL: https://www.maurerfoundation.org/how-to-reduce-your-risk-of-breast-cancer-with-exercise/

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>